Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PERAN HUMAS DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN PANTAI PANGANDARAN SEBAGAI EKOWISATA MELALUI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PANGANDARAN Subekti, Priyo; Komariah, Kokom
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.476 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v4i2.7741

Abstract

Pangandaran merupakan pantai yang diproyeksikan untuk dijadikan tempat wisata nasional oleh pemerintah kabupaten Pangandaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran humas dalam pengembangan pantai Pangandaran sebagai ekowisata melalui kearifan lokal masyarakat Pangandaran. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan data kualitatif dan sample purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas pemerintah berperan sebagai mediator dan fasilitator antara pemerintah dengan masyarakat dengan mengggunakan: komunikasi antarpersonal (menggunakan trik trik komunikasi secara psikologis); pendekatan Humas dengan komunikasi terbuka antara pemerintahan dengan masyarakat, dengan menggunakan opinion leader (tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh keamanan); pendekatan media yaitu promosi melalui media massa terutama media cetak; melakukan hubungan baik dengan media (media relations) dengan wartawan dari berbagai media melalui sebuah kerja sama resmi melalui MoU. Humas Kabupaten Pangandaran memanfaatkan berbagai saluran komunikasi untuk mensosialisasikan program pemerintahnya terkait dengan pembentukan Pangandaran sebagai ekowisata dan sentral wisata pantai di Jawa Barat DOI: 10.24198/jkk.vol4n2.5
MEMAKNAI KEMISKINAN BERDASARKAN PANDANGAN ORANG MISKIN PEDESAAN Silvana, Tine; Yusup, Pawit M; Subekti, Priyo
Edulib Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v4i1.1173

Abstract

AbstractRural poverty can be understood as a social condition of a person, or a group of people who were associated with aspects of economic and non-economic aspects. Scientific aspects such as social, cultural, health, education, psychology, the environment, law, anthropology, and art, was often associated with poverty. Nevertheless, the notion of poor and rural poverty is, in general, is still viewed by researcher's perspective, rather than emic, ie see something from the perspective of the participant. This study took part of the effort to comprehensively understand the meaning of poor and poverty in the eyes of the poor, especially in rural areas, roomates point is on how to map view of rural poor people in hopes of interpreting experience of livelihood as poor in underlying survival living. By using a qualitative study approach, especially the tradition of phenomenology of Schutz, obtained a description of the results, that the meaning of poor and poverty, in phenomenology, containing context, such as: context ownership; contexts effort and trial and error; contexts powerlessness; contexts outside assistance; independence in the context of compulsion; contexts unattainable expectations; context of the struggle; context of limited access to information; contexts low curiosity; contexts simplicity needs; problems humiliation context; and context sensitivity in social communication.Keywords: Meaning poor, Poverty, Rural AbstrakKemiskinan di pedesaan dapat dipahami sebagai suatu kondisi sosial seseorang, atau sekelompok orang yang terkait dengan aspek-aspek ekonomi dan non-ekonomi. Aspek ilmiah seperti sosial, budaya, kesehatan, pendidikan, psikologi, lingkungan, hukum, antropologi, dan seni, yang sering dikaitkan dengan kemiskinan. Namun demikian, gagasan tentang kemiskinan dan pedesaan, secara umum, masih dilihat dari perspektif peneliti, bukan emik, yaitu melihat sesuatu dari perspektif partisipan. Penelitian ini mengambil bagian dari upaya untuk secara komprehensif memahami makna miskin dan kemiskinan di mata masyarakat miskin, terutama di daerah pedesaan, which titik adalah bagaimana memetakan pandangan masyarakat miskin pedesaan dengan harapan pengalaman yang menafsirkan mata pencaharian sebagai masyarakat miskin untuk bertahan hidup. Dengan menggunakan pendekatan studi kualitatif, khususnya tradisi fenomenologi Schutz, diperoleh gambaran hasil, bahwa makna miskin dan kemiskinan, dalam fenomenologi, mengandung konteks, seperti: kepemilikan konteks; Upaya konteks dan trial and error; Ketidakberdayaan konteks; konteks di luar bantuan; kemerdekaan dalam konteks paksaan; konteks harapan tercapai; konteks perjuangan; konteks terbatasnya akses terhadap informasi; konteks rasa ingin tahu yang rendah; kesederhanaan konteks kebutuhan; konteks masalah penghinaan; dan sensitivitas konteks komunikasi sosial.Kata Kunci : Makna kemiskinan, Kemiskinan, Desa
MEMETAKAN LINGKUP INFORMASI PENGHIDUPAN ORANG MISKIN PEDESAAN Subekti, Priyo; Yusup, Pawit M.; Rachmawati, Tine Silvana
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.619 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v1i1.9607

Abstract

This study aims to map out the scope of information the livelihoods of the rural poor, which include: the type of major need, the search pattern related information specific type of job, the variety of information livelihoods are looking for, the relationship between the rural poor, sources of information, channel information, and the nature of sources and channels of information in question. By using qualitative methods, especially the tradition of phenomenology of Schutz, the result that: (1) the type of the primary needs of the rural poor consist of food, clothing, shelter, health, and education are very simple; (2) a variety of livelihood information sought by the rural poor who work odd nature, derived from the interpersonal sources that are informal, with a limited scope, ie, neighbors, relatives, customers, and the kind of fellow workers; (3) the source and drain are derived from official media and technology based, hardly ever used; and (4) The formal elements that come from the government side, barely touched the interests of the rural poor.Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lingkup informasi penghidupan orang miskin pedesaan, yang meliputi: jenis kebutuhan utama, pola pencarian informasi terkait jenis pekerjaan spesifik, ragam informasi penghidupan yang dicari, hubungan antar orang miskin pedesaan, sumber-sumber informasi, saluran informasi, dan sifat dari sumber dan saluran informasi dimaksud. Dengan menggunakan metode kualitatif khususnya tradisi fenomenologi dari Schutz, diperoleh hasil bahwa: (1) jenis kebutuhan utama orang miskin pedesaan terdiri atas kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan yang sangat sederhana; (2) beragam informasi penghidupan yang dicari oleh orang miskin pedesaan yang sifat pekerjaannya serabutan, berasal dari sumber orang secara interpersonal yang bersifat informal, dengan lingkup yang terbatas, yakni tetangga, kerabat, pelanggan, dan sesama pekerja sejenis; (3) sumber dan saluran yang berasal dari media resmi dan yang berbasis teknologi, hampir tidak pernah digunakan; dan (4) unsur-unsur formal yang datangnya dari sisi pemerintah, hampir tidak menyentuh kepentingan orang-orang miskin pedesaan.
Proses Perencanaan Aktivitas Akun Media Sosial Instagram Perusahaanoleh Divisi Humas Taman Mini Indonesia Indah Akbar, Thoriq Nul; Hafiar, Hanny; Subekti, Priyo
Jurnal Riset Komunikasi Vol 8, No 1 (2017): JRK Vol 8 No 1 Juni 2017
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.627 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses perencanaan aktivitas akun media sosial Instagram yang dilakukan oleh Humas Taman Mini Indonesia Indah. Proses perencanaan aktivitas akun media sosial Instagram Taman Mini terdiri dari proses perencanaan penyampaian pesan (share), optimalisasi (optimize), pengelolaan (manage), dan management (keterlibatan) pada akun Instagram Taman Mini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan sifat penelitan data kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah keajegan penelitian dan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses penyampaian pesan pada akun Instagram Taman Mini belum optimal karena target audiens belum spesifik. Optimalisasi belum optimal karena belum ada social media strategist yang bertanggungjawab penuh mengelola media sosial. Tidak adanya goals dan regulasi juga membuat aktivitas pengelolaan akun media sosial berjalan normatif. Proses perencanaan engagement dilakukan dengan membuat games interaktif, dan selebihnya masih dilakukan secara normatif. Peneliti memberikan saran kepada Taman Mini untuk mengklasifikasikan target audiens mereka terlebih dahulu agar penyampaian pesan lebih efektif. Taman Mini memerlukan peran social media strategist yang dapat bertanggungjawab penuh untuk mengelola media sosial agar aktivitas yang dilakukan dapat optimal. Taman Mini harus membuat goals dan regulasi yang menjadi acuan dalam menjalankan aktivitasnya agar lebih terarah dan mempermudah aktivitas evaluasi. Aktivitas engagement pada akun Instagram Taman Mini juga perlu dikembangkan demi menjaga interaksi dengan audiens mereka
MANAJEMEN INFORMASI SPECIAL EVENT HUTTEL 62 OLEH SMA NEGERI 3 JAKARTA Aulia, Syahidatia Chairunissa; Setianti, Yanti; Subekti, Priyo
Edulib Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v7i1.7546

Abstract

The purpose of this research is to know how to process information management special event conducted by organizers HUTTEL 62 ranging from research, design, planning, coordination, and evaluation in accordance with the concept special event belongs to Joe Goldblatt. Research methods a descriptive, qualitative data with the paradigm of positivism. The results of this study suggested that the management of the special event HUTTEL 62 categorized in five stages, namely research, design, planning, coordination, and evaluation. Research carried out in the form of informal research with secondary data searches ways be monitoring news coverage about SMA Negeri 3 Jakarta. Hasl research shows the overview of the situation of informing host HUTTEL 62 is the assumption that the community name of the example contained in the SMA Negeri 3 Jakarta not sesuaid with what happened at that school. The design of the color purple and blue created the Customize the theme carried HUTTEL 62 ‘ Return Teladanku ‘. Motion design elements and sounds indicated by performers in closing. 62 HUTTEL planning begins with setting goals to be achieved, namely restoring the image of ‘ exemplary ‘ to SMA Negeri 3 Jakarta Post acts of bullying incidents. Coordination is done by the Organizer HUTTEL 62 include coordination with internal and external parties the Committee involved in organizing HUTTEL 62. The communication is done by informal meetings and mandatory meetings and communications with online messenger. The evaluation was conducted to measure the achievement of HUTTEL 62, the evaluation is conducted in the Division and the Division of any series of events have been implemented and later serve as a report on liability. Hasl acquired evaluation of barriers in the internal Committee namely the barriers of communication and information in the internal Committee. A summary of this research menenujukan that special event management HUTTEL 62 made by SMA Negeri 3 Jakarta in conveying the message of anti bully hasn’t done effectively and optimally. 
Sajian Informasi Pelatihan Usaha Dalam Membentuk Sikap Peserta pada Program Melati Ashari, Muhammad Syahwal; Hafiar, Hanny; Subekti, Priyo
Edulib Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v6i1.5000

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sajian informasi pelatihan usaha dengan sikap peserta pada Program Melati. Dinas Koperasi dan UMKN Kota Bandung melalukan berbagai upaya untuk mecapai target yang sudah ditentukan oleh pemerintah disamping mencari solusi untuk mengurangi ketergantungan pengusaha kecil terhadap rentenir sebagai sumber modal usaha, salah satunya adalah melakukan pelatihan – pelatihan terhadap calon – calon pengusaha yang berada di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis penelitian korelasional. Teori yang digunakan adalah Teori Integrasi Informasi dari Martin Fishbein. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan rumus rank spearman. Sampel dari penelitian ini 95 orang dari 126 peserta kegiatan yang terambil dengan cara teknik sampling acak sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukan hubungan yang cukup berarti antara pelatihan usaha Dinas KUMKM dengan sikap peserta terhadap Program Melati. Valensi dan bobot informasi Pelatihan Usaha Dinas KUMKM Kota Bandung memiliki hubungan yang cukup berarti dengan sikap peserta terhadap Program Melati. Dinas KUMKM Kota Bandung seharusnya lebih memperhatikan penentuan alur informasi yang menyentuh keyakinan peserta terhadap kredit melati, dengan cara dapat mengikutsertakan pihak Bank yang menjadi rekanan pemerintah sebagai narasumber pelatihan.Kata Kunci: Informasi, Integrasi Informasi, Pelatihan Usaha, Sikap.Abstract.This study aims to determine the relationship between the grain business training information with the attitude of the participants of the Programme Budget. This study uses a quantitative type of correlational research. The theory used is the Information Integration Theory of Martin Fishbein. The analysis technique used is descriptive analysis and inferential analysis using Spearman rank formula. Samples from this study 95 of the 126 participants in the drawn by means of simple random sampling technique. The results of this study showed a significant relationship between the Office business training participants KUMKM attitude towards Program Budget. Valance and weight information KUMKM Business Training Department Bandung has a significant relationship with the attitude of the participants of the Programme Budget. KUMKM Office of Bandung should pay more attention to the determination of the flow of information that touches the confidence of participants to credit jasmine, by the way can engage the Bank who are the partners of the government as a training resource.Keywords: Information, Information Integration, Business Training, Attitude
PEMETAAN JENIS DAN RUANG LINGKUP PENCARIAN INFORMASI PEKERJAAN PENDUDUK MISKIN PEDESAAN Rohanda, Rohanda; Subekti, Priyo; Yusup, Pawit M.
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.84 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v4i2.8426

Abstract

Research on the subject of rural poor has always had a strategic value in the constellation of Indonesia human development, especially development oriented poverty reduction efforts. This research aims to study further aspects of rural poor experience related to their work, especially in terms of information behavior. The research method used was qualitative, with data collection through observation and depth interviews with 22 informants categorized as poor in the rural southern part of West Java. The research result shows that: (1) the involvement of the information seeking and used in connection with the work of the rural poor, are generally embedded and embodied in the form of odd jobs; (2) the scope of the types and sources of information seeking and used by rural poor people, is very limited, namely about the neighbors, close relatives, and others similar work.Penelitian dengan subjek penduduk miskin pedesaan selalu memiliki nilai strategis dalam konstelasi pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, utamanya pembangunan yang berorientasi pada upaya pengurangan angka kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih jauh mengenai aspek pengalaman penduduk miskin pedesaan terkait pekerjaan mereka, terutama dilihat dari sisi perilaku informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap 22 orang informan berkategori miskin di pedesaan Jawa Barat Bagian Selatan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa: (1) keterlibatan informasi yang dicari dan digunakan terkait pekerjaan orang miskin di pedesaan, umumnya melekat dan mewujud dalam bentuk pekerjaan serabutan; (2) ruang lingkup dari jenis dan sumber-sumber informasi yang dicari dan digunakan oleh orang miskin pedesaan, amat terbatas, yakni seputar tetangga, kerabat dekat, dan sesama pekerjaan sejenis.
The Search For Islamic Studies Information Through Smartphones By Visual Impairments Disability Hafiar, Hanny; Subekti, Priyo; Budiana, Heru Ryanto
Nadwa Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.2.2605

Abstract

This study will find out the pattern of information retrieval about Islamic studies carried out by visual impairments people. This study uses a case study method. Respondents in this study were Muslim women with disabilities in the rehabilitation complex of the blind Wiyataguna, Bandung. The results showed that people with visual impairments used narrative sounds on their mobile phones to capture narrative voice abilities that were arranged at high speed. At first they used standard speed settings, but when the skill of capturing audio through the sense of hearing increased, they set the pace of the narrative to be very fast, so that other people had difficulty listening to it.AbstrakPenelitian ini berusaha untuk mengetahui pola pengambilan informasi mengenai studi Islam yang dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan penglihatan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah perempuan Muslim penyandang cacat yang berada di komplek rehabilitasi orang buta Wiyataguna, Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan gangguan penglihatan menggunakan suara naratif pada handphone untuk menangkap kemampuan suara naratif yang diatur dengan kecepatan tinggi. Pada mulanya mereka menggunakan pengaturan kecepatan standar, namun ketika  keterampilan  menangkap audio melalui indera pendengaran meningkat, mereka mengatur laju narasi menjadi sangat cepat, sehingga orang lain sulit untuk mendengarkannya.
Pemberdayaan Masyarakat Pantai Melalui Pelatihan Pengemasan Produk Dalam Perspektif Komunikasi Visual di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran Setianti, Yanti; Hafiar, Hanny; Subekti, Priyo
ENGAGEMENT Vol 2 No 1 (2018): May 2018
Publisher : ASOSIASI DOSEN PENGABDI MASYARAKAT, FKDP KOPERTAIS IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Community empowerment is a government program that is currently being promoted to create a creative society by recognizing the potential and existing problems surrounding the environment by exploiting local potential. One of the community empowerment efforts conducted by the PKM team of Public Relations Program of Fikom Unpad is through the training of community empowerment through the introduction of visual communication to design products to be more inviting and attract attention. The participants in this training consisted of youth leaders,  community leaders, and village officials in terms of understanding about community empowerment through creative potential based on local creative training. Objects of activities of these institutions and figures were chosen because they are an important part of formal human resource management that exists in every village government as an element of supporting development activities in the real sector. The Implementation Method starts from the Preparation, Implementation and Evaluation Stage. Implementation using lecture method discussion   Keywords: PKM, Community, Empowerment, Local Potency.   Abstrak Pemberdayaan masyarakat merupakan program pemerintah yang pada saat ini sedang digalakkan untuk menciptakan masyarakat yang kreatif dengan mengenali potensi dan masalah yang ada dilingkungan sekitarnya dengan memanfaatkan potensi lokal. Adapun salah satu upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan tim PKM Prodi Humas Fikom Unpad adalah melalui pelatihan pemberdayaan masyarakat melalui pengenalan komunikasi visual untuk mendesain produk produk agar lebih mengundang dan menarik perhatian. Adapun peserta dalam peleatihan ini terdiri dari Tokoh pemuda, karang taruna, tokoh masyarakat, dan aparat desa dari sisi pemahaman tentang pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Objek kegiatan lembaga dan tokoh ini terpilih karena merupakan bagian penting dalam pengelolaan sumberdaya manusia yang formal yang ada di setiap pemerintahan desa sebagai unsur penunjang kegiatan pembangunan di sektor real. Metode Pelaksanaan dimulai dari Tahap Persiapan, Pelaksanaan dan Evaluasi. Pelaksanaan menggunakan metode ceramah dan diskusi Tanya jawab   Kata Kunci : PKM, Masyarakat, Pemberdayaan, Potensi Lokal.
Pengelolaan Kampanye Politik Pasangan Sabdaguna Melalui Pagelaran Wayang Golek dalam Pemilukada Kabupaten Bandung Periode 2016-2021 Yogaswara, Yogaswara; Setianti, Yanti; Subekti, Priyo
Gunahumas Vol 1, No 1 (2018): Gunahumas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Wayang golek telah menjadi media komunikasi masyarakat sunda di dalam berbagai tingkatan usia penontonnya. Sebagian besar masyarakat sunda di Jawa Barat tak memungkiri bahwa wayang golek sebagai media komunikasi masyarakat yang sangat populer sejak lama. Begitupula pertunjukan wayang golek masih digemari oleh masyarakat Kabupaten Bandung sebagai media hiburan rakyat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian mengemukakan bahwa pada tahap pengelolaan kampanye yaitu perencanaan dan pelaksanaan kampanye melalui wayang golek. pada tahap perencanaan tim kampanye Sabdaguna telah melakukan perencanaan dari mulai pendanaannya yang relatif tidak terlalu mahal, konsolidasi antar partai dan masyarakat yang bagus, segmentasi dan sasaran yang sesuai dengan kecintaan akan budaya kesenian wayang golek, dan positioning yang dapat melekat di masyarakat yaitu sabilulungan. Karena perencanaan kampanye tersebut, maka penulis menilai bahwa mereka sudah melakukan fact finding secara objektif. Pada tahap pelaksanaan kampanye, seluruh kegiatan Wayang Golek telah mengkampanyekan program sabilulungan Raksa Desa dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari pesan-pesan verbal dan non verbal pada pagelaran wayang golek yang dikemas dengan menarik dan mudah diingat, sesi dialog dengan bahasa daerah yang interaktif terkesan kedekatan terhadap masyarakat, dan atribut Sabilulungan sebagai bentuk simbolisasi Sabdaguna. Persuasi politik yang dijalankan oleh tim pemenangan Sabdaguna tergolong ke dalam persuasi politik dengan cara retorika. Hal tersebut dilihat pada saat sesi dialog Dadang M Naser dengan tokoh wayang Cepot. Teknik public speaking Dadang M Naser yang menceritakan keberhasilan dan kekurangan selama masa jabatan mampu membujuk masyarakat dengan alasan mengapa harus memilih Sabdaguna kembali. Kata kunci: kampanye, politik, kearifan lokal, wayang golek, manajemen kampanyeABSTRACT Wayang golek have become the medium of communication in Sundanese in varying degrees of audience age. Most of the Sundanese in West Java not belies that the Wayang golek as a communication medium that is very popular for a long time. Neither performances of wayang golek are still favored by people in Bandung Regency as the people's entertainment media. This research uses descriptive methods with qualitative data. Using data collection techniques interviews, observation and study of the literature. Results of the study suggested that at this stage of the campaign, namely the management of the planning and execution of the campaign through the wayang golek. at the stage of planning the campaign team Sabdaguna has done planning from the start of their funding is relatively not too expensive, the consolidation between the party and the public good, segmentation and targets in accordance with the love of the art culture of the wayang golek, and positioning that can be embedded in the community i.e. sabilulungan. Because the planning of such a campaign, then the authors assess that they have conducted fact finding objectively. At this stage of the implementation of the campaign, the entire activity of Wayang Golek have campaigned sabilulungan program Mercury Village well. It can be seen from the messages of verbal and non verbal at the wayang golek performance which is packed with interesting and easy to remember, the session dialog with an interactive regional language impressed the closeness to the community, and attributes as symbolizing Sabilulungan Sabdaguna. The political persuasion that is run by a team winning Sabdaguna belongs into political persuasion by means of rhetoric. It was seen at the time of the session dialog Dadang M Naser with wayang Cepot. The technique of public speaking Dadang M Naser which tells the successes and shortcomings during the term of Office was able to persuade the public by reason of why you should choose Sabdaguna back. Keywords: campaigns, politics, local wisdom, golek, campaign management