Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaturan Kecepatan Exhaust Fan Berdasarkan Tingkat Polusi Asap Menggunakan VSD Berbasis PLC Dan HMI R. Jasa Kusumo Haryo
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 7 No. 1 (2022): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan tingkat kualitas udara bersih dilingkungan kerja atau didalam ruang kerja adalah 25-50 CFM OA Per penghuni, Pada umunnya polusi asap dalam ruangan industri sangat kurang dari standar, sehingga menyebabkan masalah kesehatan yang berdampak panjang atau pendek bagi pegawai, selain dampak kesehatan yang disebabkan oleh asap bisa juga dapat menggangu kenyamanan para pegawai dalam tempat kerja yang memungkinkan bisa menurunkan tingkat produktivitas. Oleh sebab itu dibutuhkan alat untuk mengurangi polusi asap serta dapat mengkondisikan udara agar tetap segar didalam ruangan kerja, maka diperlukan Exhaust Fan yang akan mengatur sirkulasi udara. Namun kebanyakan Exhaust Fan bekerja secara manual dan tidak diatur secara otomatis sehingga memiliki kecepatan putar yang konstan pada nilai tertentu untuk mengatur sirkulasi udara. Oleh karena itu untuk mengatur kecepatan Exhaust Fan harus diatur sesuai kebutuhan berdasarkan tingkat polusi asap , salah satu cara untuk mendeteksi keberadaan asap menggunakan sensor asap Mq-135. Sensor asap Mq-135 berfungsi untuk mendeteksi keberadaan asap, sensor asap Mq-135 mengeluarkan sinyal analog yang masuk ke input PLC setelah itu PLC mengeluarkan analog output yang masuk pada VSD, setelah itu VSD berfungsing untuk mengatur kecepatan Exhaust Fan . Exhaust fan sendiri berfungsi untuk menyedot asap yang ada didalam ruangan tersebut. Dengan adanya alat tersebut diharapkan dapat mengurangi polusi asap pada ruangan kerja pabrik sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kenyaman pegawai.
Rancang Bangun Alat Pendeteksi Kebakaran Bertenaga Solar Cell pada Stasiun Kereta Api Wida Rezika; R. Jasa Kusumo Haryo; Basuki Winarno; Mochamad Sutan Marobi
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 7 No. 1 (2022): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun kereta api merupakan prasarana kereta api sebagai tempat pemberangkatan dan pemberhentian kereta api yang terdiri atas emplasemen stasiun dan bangunan stasiun. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM. 29 Tahun 2011, bangunan stasiun terdiri atas gedung, peron dan instalasi pendukung, termasuk pemadam kebakaran yang berjenis hydran dengan selang dan/atau tabung serta sprinkle. Jika terjadi kebakaran di stasiun kereta api yang lambat ditanganin maka dapat menyebabkan kerusakan yang membesar dan meluas serta membahayakan penumpang hingga prasarana kereta api lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk membuat sebuah alat yang bersumber dari solar cell untuk menanggulangi dan mendeteksi kebakaran di stasiun. Dari hasil pengujian alat ini mampu mengontrol pompa secara otomatis untuk memompa air yang digunakan untuk memadamkan api. Ketika sensor api dan sensor suhu mendeteksi sumber api dengan suhu melebihi 55℃ maka buzzer akan menyala dan pompa ON, sebaliknya ketika sensor flame tidak mengidentifikasi adanya api maka buzzer akan tidak berfungsi dan relay akan bekerja sebagai fungsi OFF pompa DC.
Rancang Bangun Sistem Charging dan Monitoring Baterai pada PLTPh Berbasis IoT Kumala Mahda Habsari; Hanifah Nur Kumala Ningrum; R. Jasa Kusumo Haryo; Faisal Rachman Kuncoro
SinarFe7 Vol. 5 No. 1 (2022): SinarFe7-5 2022
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.511 KB)

Abstract

A pico-hydro power plant (PLTPh) is a small-scale power generation system that utilizes the height difference and the amount of water discharge per second that exists in the water flow of irrigation canals, rivers and waterfalls. Uncertain natural and weather conditions at the PLTPh location, causing the water flow to become unstable and can overflow. Instability in the flow of water can also affect the performance of the generator, from the turbine and generator side. The voltage generated by the generator becomes unstable and can result in the effect of charging the battery which can damage the battery. In this study, a design and construction of a battery charging and monitoring system for PLTPh based on the Internet of Things (IoT) was created. This research aims to make battery charging and monitoring in real time using IoT technology integrated with the thinger.io website. The result of this study is a charging device (charger) with the non-inverting buck boost converter method. The charger can work properly by producing an output voltage according to the desired voltage set point for charging the battery, which is 14.6 volts. The sensors work fine. RPM (rotation) sensors, voltage sensors and current sensors work well with an error value difference of less than 5% during testing. The water flow sensor for measuring water discharge works well, the ultrasonic sensor works well with a 0% error value test. When the ultrasonic sensor detects the distance is less than the specified set point (10 cm), the buzzer sounds to alarm when the water overflows so that the generator does not sink. The charger relay and generator protection relay are working properly. The data read by the sensor can be displayed on the LCD and the thinger.io website.