Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN MORFOLOGI PADA TUTURAN SISWASMP N 3 BANJAR Sintia, Mila; Sudiana, I Nyoman; Nurjaya, I Gede
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v9i2.20403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan afiksasi, bentuk kesalahan reduplikasi, dan bentuk kesalahan pemajemukan pada tuturan siswa kelas VII SMP Negeri 3 Banjar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan siswa kelas VII SMP Negeri 3 Banjar sebagai subyek penelitian. Objek penelitian ini adalah kesalahan morfologi pada tuturan siswa. Data dikumpulkan dengan metode perekaman. Analisis data dilakukan dengan cara pentranskripan data, pengartuan data, pereduksian data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi bentuk kesalahan afiksasi sebanyak 62, kesalahan reduplikasi sebanyak 46, dan tidak terjadi kesalahan pemajemukan kata.
ESENSI LINGGA YONI DI PURA BATUR NING DESA PAKRAMAN SAYAN, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR Sudiana, I Nyoman
Mahasiswa S1 Filsafat Timur Vol 1, No 1 (2013): E-Journal Filsafat
Publisher : Mahasiswa S1 Filsafat Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.87 KB)

Abstract

Sarana pemujaan berupa Lingga Yoni, yang dipercaya masyarakat sebagai sarana untuk mendekatkan diri kehadapan Tuhan dengan manifestasi beliau sebagai Dewi Danu sebagai dewi penguasa air yang memberikan berkah berupa kesuburan dan kemakmuran di dalam masyarakat. Pentingnya pemahaman tentang simbol-simbol pemujaan dalam masyarakan, penulis tertarik melakukan penelitian tentang Esensi Lingga Yoni di Pura Batur Ning, Desa Pakraman Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar dilihat dari segi bentuk, fungsi serta makna yang terkandung di dalamnya.            Di dalam memecahkan permasalahan tentang sarana pemujaan Lingga Yoni di Pura Batur Ning, Desa Pakraman Sayan, Ubud, Gianyar. dapat dipecahkan dengan menggunakan metode deskriptip kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, dokumentasi, dan studi pustaka, serta mempergunakan teori-teori sebagai pembedahnya antara lain mempergunakan teori religi untuk membedah bentuk, teori fungsionalisme struktural untuk membedah permasalahan tentang fungsi serta teori simbol untuk membedah permasalahan tentang esensi atau makna yang terdapat dalam sarana pemujaan Lingga Yoni di Pura Batur Ning, Desa Pakraman Sayan, Ubud, Gianyar.Dari permasalahan tersebut dapat dijawab dengan menggunakan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara serta dokumentasi dengan mempergunakan metode deskriptif kualitatif sehingga didapatkan hasil tentang bentuk,fungsi serta makna yang terkandung di dalam Lingga Yoni di Pura Batur Ning, Desa Pakraman Sayan, Ubud, Gianyar. Kata Kunci: Lingga Yoni., Sarana Pemujaan., Dewi Danu
THE USE OF INDONESIAN LANGUAGE AS THE FIRST LANGUAGE BY CHILDREN OF THE BALINESE FAMILY (SENTENCE ANALYSIS IN TERMS OF CONTENTS AND STRUCTURE) Liniati, Ni Wayan; Rasna, I Wayan; Sudiana, I Nyoman
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.192 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v3i1.17358

Abstract

This research aimed to describe (1) the use of Indonesian language as the first language in terms of sentence based on the content and structure of children in the Balinese ethnic families and (2) the constraints faced by the Balinese ethnic families in Banjar Bernasi in using the Indonesian language as the first language of their children. The subject of this research was the Balinese family in Banjar Bernasi who used the Indonesian language as the first language of their children. The object of this research was the use of Indonesian language as the first language of children in the Balinese family ethnic in Banjar Bernasi and the constraints faced by the family in Banjar Bernasi in using the Indonesian language as the first language of their children. The data collection methods used were observation method, interview, and recording. There were several steps in analyzing the data, namely data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that (1) the use of Indonesian language as the first language of children in the Balinese ethnic families in Banjar Bernasi in terms of sentence based on the content and structure could be declared that children on the primary school were able to use the sentence well. (2) There was no constraint felt by parents in teaching the Indonesian language to their children. That was because the children had already been using the Indonesian language as a mother language start from the baby. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that children were able to use the Indonesian language well in terms of sentences based on the content and structure. Therefore, it is suggested to parents to always teach their children to speak well so that children are able to communicate by using the Indonesian language effectively.
Davedan Show Di Amphi Theatre Nusa Dua Bali Ruastiti, Ni Made; Parmi, Ni Wayan; Suryani, Ni Nyoman Manik; Sudiana, I Nyoman
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol. 33 No. 2 (2018): Mei
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v33i2.365

Abstract

Artikel ini disusun dari hasil penelitian yang bertujuan untuk dapat memahami pertunjukan Davedan Show di Amphi Theatre Nusa Dua Bali. Penelitian ini dilakukan karena adanya ketimpangan antara asumsi dan kenyataan di lapangan. Pada umumnya wisatawan yang datang ke Bali hanya senang dan antusias menonton seni pertunjukan pariwisata berbasis seni budaya lokal saja. Tetapi kenyataan ini berbeda. Walaupun Davedan Show tidak dibangun dari seni budaya lokal saja, tetapi kenyataannya wisatawan sangat senang menonton pertunjukan tersebut. Pertanyaannya: bagaimanakah bentuk pertunjukan Davedan Show tersebut?; mengapa wisatawan senang menonton pertunjukan itu?; apa implikasinya bagi pelaku, masyarakat, dan industri pariwisata di Nusa Dua, Bali?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, khususnya implementatif partisipatoris yang mengutamakan kerjasama antara periset dengan para informan terkait. Sumber data penelitian ini adalah pertunjukan Davedan itu sendiri, pihak manajemen, para penari, penonton, hasil-hasil penelitian yang telah ada sebelumnya. Seluruh data yang telah dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, FGD, dan studi kepustakaan itu dianalisis secara kritis dengan menggunakan teori estetika postmodern, teori praktik, dan teori relasi kuasa pengetahuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Davedan Show disajikan dalam bentuk oratorium. Hal itu dapat dilihat dari cara penyajian, koreografi, dan iringan pertunjukannya. Davedan Show yang menampilkan tema Treasure of The Archipelago, membuka gerbang petualangan baru itu diiringi musik rekaman etnik Nusantara secara medley, berkelanjutan dengan struktur pertunjukan: seni budaya Bali, Sumatra, Sunda, Solo, Kalimantan, dan seni budaya Papua; (2) Davedan Show banyak diminati wisatawan manca negara karena penciptaan pertunjukan itu dilatari oleh ideologi pasar, ideologi estetika, dan ideologi budaya Nusantara; (3) Hingga kini Davedan Show berkembang secara berkelanjutan di Nusa Dua Bali karena berimplikasi positif pada ekonomi para pihak terkait, pengayaan bagi seni pertunjukan daerah setempat, dan identitas bagi kawasan wisata Nusa Dua, Bali.This article was compiled from the research results that aimed to understand the Davedan Show at Amphi Theater Nusa Dua, Bali. This research was conducted due to the imbalance between the assumption and the reality in real life. Generally, tourists visiting Bali are more excited and enthusiastic to watch the tourism performing arts that are based on local traditional art and culture. However, the reality is different. The questions are: how is the form of the Davedan show?; why do the tourists enjoy watching the show ?; what are the implications for the performer, the society, and the tourism industry in Nusa Dua, Bali?. This research applied qualitative research methods, especially the participative implementation that prioritized cooperation between the researchers and the related informants. The data sources of the research were the Davedan show, management, dancers, audiences, and similar research results produced by previous researchers. All data that had been collected by observation, interview, FGD, and literature study were then analyzed with aesthetic postmodern theory, theory of practice, and theory of power relationship. The results showed that: (1) Davedan Show was presented with the concept of a new presentation in the tourism performing arts in Bali. It could be seen from the material, the form, the way of presentation, and the management of the show. Davedan Show, presenting the theme of Treasure of the Archipelago and opening the new adventure gate, was accompanied by ethnic music recordings of the archipelago in a medley then continued with the performance structures of: Balinese, Sumatran, Sundanese, Solo, Borneo and Papuan art and culture; (2) Davedan Show attracted many foreign tourists because the show was based on the existence of market, aesthetic, and cultural ideologies of the archipelago; (3) Currently, Davedan Show has developed in Nusa Dua, Bali sustainably because of its positive implications to the economics aspect of the stakeholders, the enrichment of Balinese performing arts, and the identity of Nusa Dua tourism area of Bali.
Microwave Effects on Microstructure of Ceramics Sudiana, I Nyoman; Mitsudo, Seitaro; Inagaki, Shunsuke; Sako, Katsuide
International Journal of Science, Engineering, and Sustainable Technology (IJSESTech) Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : International Journal of Science, Engineering, and Sustainable Technology (IJSESTech)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.947 KB)

Abstract

The sintering and microstructure evolution of alumina ceramic sintered by a wide range microwave were investigated. Bulk density were calculated by using Archimedes method while the grain size measurements were used to correlate sintering with grain growth was observed by electron microscope. The microwave effects such as an enhancement of densification and shorter time of processing of microwaves compared to conventional case have been found and reported in previous paper. There was also showed microwave frequency dependency of alumina`s densification.  Unfortunately there is no satisfactory theory to explain the phenomena. However the electric field inside sample during electromagnetic heating is believed as the main factor. In this paper further investigation of microwave effect on alumina properties was reported. The effect of microwave on microstructure of alumina is evaluated.  Grain evolution for each sintering methods were evaluated by using image processing on the scanning electron microscopy’s photos of fracture and grinded surfaces of samples. There showed that microstructure of sintered alumina is dependent on the microwave frequencies. Some possible mechanisms were also discussed.
Identifikasi Gugus SiHx (x=1, 2 dan 3) pada Silikon Berpori dari Substrat Si (111) Tipe-P Sudiana, I Nyoman
Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v7i2.3084

Abstract

The study of identification of functional group SiHx (x=1, 2, 3) to typepSi (111) made by anodizatied silicon wafer in 0,3 ohm-cm hydrofluoric (HF) hasbeen conducted. The objective of the research is to determine the effects of HFconcentrations and anodization time on PS functional groups. HF concentrationwas varied to 10%, 20%, 30% and 40% the anodization time was varied to 10,20, 40 and 60 minutes respectly. While the anodization it was used a magneticstirrer to keep the homogenity of the solution. The existence of SiH groups ischaracterized by FTIR spectrofotometer. The results shows that SiH groupfunctional appears around absorbtion area of 2112-2100 cm-1, 920-890 cm-1and 856 cm-1. Where as the longer time anodization the fewer of SiH groupsformed.
PENGGUNAAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING DALAM KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Darmayanti, Ida Ayu Made; Nurjaya, I Gede; Martha, I Nengah; Sudiana, I Nyoman
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol 13, No 01 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v13i1.16443

Abstract

The main objective of this research is to describe the achievement of the Indonesian LanguageEducation students after using the experimental learning method in writing argumentative paragraphand also to find out the obstacles faced when using that learning method. The subject of this study werethe students of Indonesian Language Education Department. The data of this study were collected byusing two methods, they were assignment method and interview. The data collected were analyzed by usingdescriptive qualitative research design. Besides, the aims of this study are that; first, to improve thelearning quality in writing argumentative paragraph. Second, this study is in order to keep the existenceof experimental learning method, and the last one is to persuade and motivate the students to be morecreative and innovative. The result of this study indicated that the achievement of Indonesian LanguageEducation students when using this method was categorized in the highest level that was 90.56 points.And the obstacles found by the Indonesian Language Education students in using this experimentallearning method related with their creativity in writing argumentative paragraph are that; first, theyhave limited information about how to organize the sentences well; second, it is hard for them to find thekey words when they start to make a sentence; and the last one is that not all of them are able to use thespelling order perfectly.Keywords: Experimental Learning Method, writing creativity, argumentative paragraph
PENERAPAN PENDEKATAN READER RESPONS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA NOVEL SISWA SMP MUTIARA SINGARAJA Harsana, Ngurah; Artika, I Made; Sudiana, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i1.20590

Abstract

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Mutiara Singaraja ini bertujuan (1) mengidentifikasi langkah-langkah penerapan pendekatan reader respons dalam meningkatkan kemampuan membaca novel siswa SMP Mutiara Singaraja, (2) mengetahui peningkatan kemampuan membaca novel siswa dengan menggunakan pendekatan reader respons di SMP Mutiara Singaraja, dan (3) mengetahui respons siswa terhadap penerapan pendekatan reader respons dalam pembelajaran memahami buku novel. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus dan menggunakan lima tahap penelitian tindakan kelas, yakni (1) refleksi awal, (2) perencanaan tindakan, (3) pelaksanaan, (4) observasi dan evaluasi, dan (5) refleksi. Data dikumpulkan dengan metode observasi, tes, angket/kuisioner, serta wawancara dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata siklus I adalah 69,05 atau mengalami peningkatan 8,35% dari nilai sebelumnya 60,70. Nilai rata-rata siklus II adalah 79,85 atau meningkat sebesar 10,8% dari siklus I dan meningkat 19,15% dari nilai rata-rata prasiklus. Perolehan rata-rata respons siswa pada siklus I sebesar 43,05 dalam kategori positif dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 1,6%, sehingga menjadi 44,65 dalam kategori positif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN MEDIA BONEKA TANGAN TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VII-A MTS AL-HIKMAH CUPEL TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Rusli, Mas Heri; Sudiana, I Nyoman; Sriasih, Sang Ayu Putu
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v9i2.20448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berbicara antara kelompok siswa yang  belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media boneka tangan dan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII di MTs Al Hikmah Cupel Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII-A dan VII-B di MTs Al Hikmah Cupel, yang terdiri atas  30 orang siswa dimasing-masing kelas. Instrumen penelitian ini menggunakan keterampilan berbicara. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat pengaruh keterampilan berbicara antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media boneka tangan lebih baik dalam hal kemampuan berbicara dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media boneka tangan berpengaruh positif terhadap keterampilan berbicara siswa, saran dalam penelitian ini menjadikan salah satu aternatif untuk meningkatkan keterampilan berbicara.
Waluku Sebagai Acuan Dalam Garapan Karawitan Bali Aguswin Pradnyantika, I Gede; Sudiana, I Nyoman; Haryanto, Tri
Kalangwan : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5 No 1 (2019): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.019 KB) | DOI: 10.31091/kalangwan.v5i1.732

Abstract

Rasi bintang atau konstelasi adalah sekelompok bintang yang tampak berhubungan membentuk suatu konfigurasi khusus dalam ruang tiga dimensi, kebanyakan bintang yang terlihat tidak memiliki hubungan satu dengan lainnya, tetapi dapat terlihat seperti berkelompok pada langit malam. Di dalam ilmu Astronomi, telah ditetapkan 88 buah rasi bintang yang dipisahkan sesuai wilayah dari tiap-tiap rasi bintang tersebut di langit. Dari tahun ke tahun, rasi bintang tidak pernah bergeser dari posisinya di langit. Bahkan hingga waktu berabad-abad tahun rasi bintang tetap berada pada posisinya di langit. Hanya saja akibat rotasi dan revolusi bumi terhadap matahari lah yang menyebabkan rasi bintang terlihat bergeser dari waktu ke waktu. Rasi bintang yang dinamai Waluku/Orion, yang artinya adalah pemburu, rasi bintang ini didedikasikan bagi Orion, putera Neptune, seorang pemburu terbaik di dunia. Orion ini mudah dikenali dengan adanya 3 bintang kembar yang berjajar membentuk sabuk Orion (Orion Belt). Satu lagi yang menarik, dari rasi orion, yaitu adanya bintang Bellatrix dan Betelgeuse pada konstelasinya. Waluku ini penata pakai sebagai judul karya yang menggunakan medium gamelan Semar Pagulingan. Karya seni karawitan Waluku merupakan komposisi musik inovatif yang merupakan aktualisasi dari ide penata tentang rasa keindahan dan imajinasi terhadap bentuk dan pola dari rasi Waluku. Karya ini merupakan pengembangan dari unsur-unsur musikal seperti melodi, tempo, ritme, dinamika, dan harmoni sebagai cerminan dari rasa indah pada pola rasi bintang Waluku. Rasi Bintang memiliki keteraturan system, dimana Rasi Bintang tidak pernah bergeser dari posisinya di langit. Rasi bintang waluku ini adalah terbentuk dari tiga bintang kembar, yang membentuk pola-pola sehingga mudah dibedakan dan dibayangkan dengan rasi bintang lainnya. Rasi bintang waluku ini menginspirasi penata untuk mewujudkannya kedalam sebuah karya musik inovatif, penata berimajinasi merangkai Rasi bintang waluku itu dalam tiga bagian karya musik inovatif.