Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI DENGAN MEDIA VIDEO ANIMASI DAN POWERPOINT MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN ASUPAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH Salma Tia Salsabila; Mamat Rahmat; Fred Agung Suprihartono; Mulus Gumilar; Ellya Safaatun Ni'mah; Eka Wardatul Jannah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.308 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.696

Abstract

Rendahnya konsumsi sayur dan buah pada penduduk umur ≥ 5 tahun di Jawa Barat sangatlah tinggi di atas proporsi secara nasional (95.5%) yaitu 98.2%. Maka dari itu, perlu dilakukan intervensi berupa edukasi gizi untuk meningkatkan pengetahuan dan konsumsi sayur dan buah. Media yang digunakan dalam intervensi adalah media video animasi dan power point. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi gizi dengan media video animasi & Slides Power Point terhadap peningkatan pengetahuan dan konsumsi sayur dan buah pada anak sekolah dasar. Metode Penelitian ini adalah Quasi Experiment with controlled group pre-post test design. Jumlah sampel pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan diberikan video animasi (n=35) dan kelompok kontrol diberikan media power point (n=38). Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan video animasi dan powerpoint nilai p <0.05, tidak ada pengaruh perbedaan rata-rata perbedaan konsumsi sayur dan buah sebelum dan sesudah intervensi nilai p bernilai >0.05, tidak ada pengaruh perbedaan antara media video animasi dan power point dalam edukasi gizi terhadap pengetahuan siswa kelas V mengenai jumlah dan pentingnya konsumsi sayur dan buah nilai p>0.05, dan tidak ada pengaruh perbedaan antara media video animasi dan powerpoint dalam edukasi gizi terhadap asupan konsumsi sayur dan buah pada siswa kelas V nilai p>0.05. Untuk meningkatkan asupan konsumsi perlu melibatkan orang tua dan guru. Kata kunci: Edukasi Gizi, Pengetahuan, Konsumsi Sayur dan buah
COOKIES TEPUNG UBI JALAR ORANYE, TEPUNG KEDELAI, DAN PUREE PISANG SEBAGAI PMT BALITA GIZI KURANG Eka Wardatul Jannah; Agus Sulaeman; Mona Fitria; Mulus Gumilar; Salma Tia Salsabila
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.917 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.673

Abstract

Prevalensi underweight pada balita di Jawa Barat termasuk tinggi, yaitu 15,1%. PMT sejauh ini berhasil dalam meningkatkan status gizi balita. Formulasi PMT dengan menggunakan bahan dasar lokal dapat mendidik masyarakat agar lebih mandiri dan dapat memanfaatkan bahan pangan yang ada disekitarnya. Ubi jalar oranye, kedelai, dan pisang merupakan tanaman lokal Indonesia yang memiliki kandungan gizi cukup tinggi. Ubi jalar oranye tinggi betakaroten, kedelai sebagai sumber protein nabati, dan pisang sebagai flavour alami dapat disubstitusikan kedalam cookies sebagai PMT balita gizi kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh imbangan tepung ubi jalar orange, tepung kedelai, dan puree pisang terhadap daya terima cookies meliputi warna, rasa, aroma, tekstur, dan overall, serta mengetahui nilai gizi cookies. Desain penelitian ini adalah Eksperimental. Panelis yang digunakan adalah 30 panelis agak terlatih. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Kruskal Wallis (α ≤ 0,05). Hasil uji daya terima menunjukkan bahwa formula yang paling disukai adalah cookies F1 (30% tepung ubi jalar oranye, 50% tepung kedelai, dan 20% puree pisang) yang mengandung 186 kkal, 7,5 gram protein, 7,5 gram lemak, dan 23,5 gram karbohidrat per takaran saji (40 gram cookies). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan daya terima pada aspek rasa (p = 0,002) dan tekstur (p = 0,003).