Suharyana Suharyana
Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sebelas Maret University Surakarta 57126, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kajian Simulasi Mikromagnetik: Ketergantungan Medan Koersif dengan Besaran Intrinsik Nano-Dot Magnetik dengan Anisotropi Tegak Lurus Purnama, Budi; Ismail, Ismail; Suharyana, Suharyana
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.519 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i1.835

Abstract

Kajian simulasi mikromagnetik magnetisasi reversal pada nano-dot magnetik dengan anisotropi tegak lurus telah dilakukan dengan menyelesaikan persamaan Landau-Lifshitz-Gilbert. Model yang disimulasikan nano-dot bahan magnetik pada unit sel Heat Assisted Magnetic Recording (HAMR) dengan dimensi 50 nm × 50 nm × 20 nm, 4MS = 2500 gauss, TC = 373 K dan konstanta anisotropi K? = 5.105 erg/cm3. Simulasi ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor fisis yang berpengaruh pada koersifitas dari pengamatan proses magnetisasi reversal. Hasil simulasi menunjukkan medan koersif meningkat sebesar 18% dengan penurunan redaman Gilbert dari = 1 hingga = 0,3. Akhirnya, peningkatan medan koesif juga teramati sebesar 32,7% dengan penurunan konstanta exchange stiffness dari A = 1.10−6 erg/cm hingga A = 1.10−7 erg/cm.
Optimalisasi Geometri Wedge pada Pesawat Teleterapi 60Co Putri, Ajeng Sarinda Yunia; Suharyana, Suharyana; Riyatun, Riyatun; Muhtarom, Muhtarom
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.24 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v2i0.16352

Abstract

Abstract: In  RSUD Dr.  Moewardi available wedge angle of 15°, 30°, 45°, and 60°. This research simulates with Monte Carlo N-Particle eXtended Version (MCNPX) computer software to determine the geometry of the wedge that produces the isodose angle of 20°, which is hoped to be applied to therapy of organ tilt of 20 ° in some cases of cervical cancer. In simulation obtained the value of the wedge factor of isodose angle of 20° and distribution of dose rate. The simulated material of wedge is Lead-Antimony Alloy. Verification of the simulation result was done by measuring the wedge factor of angle of 30° and 60°, the simulation result was validated with result of measurement experiment on 60Co teletherapy in RSUD Dr. Moewardi Surakarta. The relative error between simulation and measurement experiment of wedge angle of 30° is 8.84% and angle of 60° is 4.35%. The relative error is small to convince the researcher to develop a simulation at an isodose angle of about 20°. From the simulation results obtained isodose angle 20.3° of Lead-Antimony Alloy material with geometry is length 16 cm, width 14.9 cm, thick 0.83 cm, the value of the angle α of 3.2°. Wedge factor of isodose angle of  20.3 ° is (0.68 ± 0.01). Wedge isodose angle of 20.3° if used in therapy in an organ tilt about 20 ° gives dose rate enough uniform. Abstrak :. Di RSUD Dr. Moewardi tersedia wedge untuk sudut 15°, 30°, 45°, dan 60°. Penelitian ini mensimulasikan dengan software computer Monte Carlo N-Particle eXtended Version (MCNPX) untuk menentukan geometri wedge yang menghasilkan sudut isodosis 20°, dimana diharapkan dapat diaplikasikan pada terapi organ dengan kemiringan 20° di beberapa kasus kanker serviks. Besaran yang diperoleh dari simulasi adalah nilai faktor transmisi wedge sudut isodosis 20° dan distribusi laju dosis serap penggunaan wedge tersebut. Bahan wedge yang disimulasikan adalah Lead-Antimony Alloy. Verifikasi hasil simulasi dilakukan dengan pengukuran faktor wedge pada sudut isodosis 30° dan 60°, hasil simulasi divalidasi dengan hasil pengukuran langsung pada pesawat teleterapi 60Co di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Kesalahan antara simulasi dan pengukuran langsung pada isodosis sudut 30° adalah 8,84 % dan pada sudut 60° adalah 4,35 %. Kesalahan relatif tersebut cukup kecil sehingga meyakinkan peneliti untuk menyusun simulasi pada sudut sekitar 20°. Dari hasil simulasi diperoleh isodosis sudut 20,3° dari bahan Lead-Antimony Alloy dengan geometri yaitu panjangnya 16 cm, lebarnya 14,9 cm, tebalnya 0,83 cm, nilai sudut α sebesar 3,2°. Faktor wedge sudut 20,3° sebesar (0,68 ± 0,01). Wedge sudut isodosis 20,3° bila digunakan dalam terapi pada organ dengan kemiringan 20° memberikan laju dosis yang cukup seragam. 
Sensitive Magnetic Field Sensor Based on Compensated Double Pick Up Coil Purnama, Budi; Suharyana, Suharyana; Sutomo, Artono Dwijo
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 23, No 1 (2012)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20882033.v23i1.16

Abstract

Sensitive magnetic field sensor based on compensated double pick up coil has been developed. In order to confirm sensitifity of modified design, experiment carried out in two steps. Firstly, sensitify of conventional design is clarified. Here pick up coil as an active sensor and solenoid as an exitation coil is separately made. Secondly, modified sensor of integrated configuration is developed. Here for both active flux gate sensor and the exitation coil is made in same one core magnetic. Ferrite and standar foil soft magnetic is utilized in this experiment. In attention, frequency of 50 Hz is used for the whole experimens. A result showed that sensitvity of the integrated configuration sensor is much larger than conventional one. Then, power consume of the integrated flux gate sensor is much lower than conventional. Finally, a range measurement of the integrated configuration sensor can be realized less than 20 T which potential may perhaps sense a change of natural local magnetic field.
Pemetaan Laju Dosis Radiasi-γ pada Pesawat Teleterapi 60Co Choiriyah, S; Sabrina, N; Riyatun, Riyatun; Suharyana, Suharyana; Muhtarom, Muhtarom; Arrozaqi, M I M
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2020: Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2020
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v5i0.46611

Abstract

Abstact: Radiotherapy 60Co is a method of therapy cancer by radiation γ.  Teletherapy 60Co at RSUD Dr. Moewardi, the collimator opening area can be adjusted to (10 x 10) cm and the distance between source and surface target (SSD) is 80 cm. γ- radiation emitted by the 60Co source will spread from the collimator to the target in a cone shape so that information about the dose rate receive by patient is needed to support the accuracy of the dose in radiotherapy. To support cancer radiotherapy at a certain depth, information is needed about the dose rate at various phantom depth, the average dose rate and the quality of the dose rate distribution. By using an ionization chamber detector placed at various phantom depth and positions, information can be recorded. PDD (percentage depth dose) of radiation with energy 1,3 MeV, the largest value is at a depth of 6,5 cm, at this depth the measured umbra area is (7,8 x 7,8)cm with an average dose rate of 0,6034 Gy/menit. As the depth of measuring instrument increases, the dose rate measured will decrease exponentially, while the umbra are at the phantom depth is relatively constant.Abstrak: Radioterapi 60co merupakan salah satu metode pengobatan kanker dengan cara menembakkan radiasi γ pada sel kanker. Pesawat teleterapi 60Co di RSUD Dr. Moewardi, luas bukaan kolimator dapat diatur menjadi (10 x 10) cm dan jarak sumber dengan permukaan target (SSD) adalah 80 cm. Radiasi- γ yang dipancarkan oleh sumber 60Co akan menyebar dari kolimator ke target dengan berbentuk konus sehingga informasi tentang laju dosis yang diterima pasien sangat diperlukan untuk mendukung ketepatan dosis dalam radioterapi. Untuk mendukung radioterapi kanker pada kedalaman tertentu, diperlukan informasi tentang laju dosis pada variasi kedalaman phantom, laju dosis rata-rata dan kualitas sebaran laju dosis. Dengan menggunakan detektor ionization chamber yang diletakkan pada berbagai kedalaman dan posisi phantom, informasi dapat direkam. PDD (percentage depth dose) dari radiasi-γ berenergi 1,3 MeV terbesar nilainya  pada kedalaman 6,5 cm, pada kedalaman ini luas umbra yang terukur yaitu (7,8 x 7,8) cm dengan laju dosis rata-rata 0,6034 Gy/menit. Dengan bertambahnya posisi kedalaman letak alat ukur, laju dosis yang terukur akan menurun secara eksponensial, sedangkan luas umbra pada kedalaman fantom relatif tetap.