Claim Missing Document
Check
Articles

Upacara Sipaha Sada Pada Agama Parmalim Di Masyarakat Batak Toba Dalam Kajian Semiotika Wiflihani, Wiflihani; Suharyanto, Agung
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 3, No 1 (2011): Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunyi gondang hasapi mengalun dari dalam parsantian (rumah ibadah) mengiringi Ihutan (pemimpin agama) yang berdiri paling depan diantara kepulan dupa dari sanganonna, sambil manortor (menari) yang diikuti semua pengikutnya yang manatea (menari sambil duduk bersila). Asap (dupa) yang berasal dari sanganon (sebagai simbol alat pemanasnya) dan perasan jeruk purut sebagai pangurason untuk air pemandiannya, kain putih (hio putih) sebagai kain pembalutnya (abit sabinna) serta kain panjang tenun (ulos jugia na so pipot) sebagai kain gendongannya. Dalam upacara ini, Simarimbulubosi dipercayai berkenan menerima "sembah" dari orang yang percaya kepadanya dengan bentuk "sembah"nya adalah persembahan bermacam pelean (sesaji). Persembahan pelean (sesaji) tersebut terdiri dari kambing putih dan ayam "berwarna hitam bercampur putih" (jarumbosi) dan sesaji lainnya sebagai kurban untuk menyambut hari kelahirannya.
Teater Tradisional Melayu Makyong dalam Lintasan Sejarah dan Kekinian Di Sumatera Utara Wiflihani, Wiflihani; Suharyanto, Agung
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 6, No 2 (2014): JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Makyong traditional theatre is a Malayan performing art belong to the indigenous Malays people in North Sumatra, which is knownly originated from Malaysia and Thailand. It was acculturated intimately with the North Sumatra malay costums since had been develop-ped and staged by Royal of Serdang Sultanate. The traditional theatre then had become a entertainment form by for the people in which it performed entertainly and comical staging for refreshing the audience. Nowadays it is a folk art form which  has revived by urban community that performs humors and jokes as the dominant feature in the show. It is staged by spend approxi-mately one and a half hour where it becomes more fascinated in watching in term merely several aspect such as artistics, meanings, symbols, and other which are trapped audience in hard thougth.
Pendidikan dan Proses Pembudayaan dalam Keluarga Suharyanto, Agung
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 7, No 2 (2015): JUPIIS: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Non Kependidikan dalam Ranah Ilmu-ilmu
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Enculturation process is done by parents, or the person considered as senior by children or by the younger. Manners, customs, skill of a tribes/family usually inherited to the next generation through enculturation. In the family, in the first time children have early direct experiences which will be used as provision of their life later by physical exercise, social, mental, emotional even spiritual.
Surat Kabar Sebagai Salah Satu Media Penyampaian Informasi Politik pada Partisipasi Politik Masyarakat Suharyanto, Agung
Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal Vol 6, No 2 (2016): JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.036 KB) | DOI: 10.31289/jap.v6i2.1051

Abstract

Meskipun pada dasarnya membuat seseorang untuk berpartisipasi itu tidaklah mudah, ada saja masyarakat yang enggan untuk berpartisipasi, padahal keikutsertaan masyarakat dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah berdampak bagi masyarakat itu sendiri, apabila masyarakat menentukan kebijakan yang positif, yang didukung oleh pelaksanaan dan pengawasan yang baik, maka yang dihasilkan pun akan menjadi baik. Namun apabila masyarakat atau warga Negara memilih seorang pemimpin yang salah dalam artian pemimpin yang tidak jujur, maka yang dirugikan adalah masyarakat itu sendiri, jadi, pilihan itu sebenarnya ada ditangan masyarkat kita sendiri, jika memilih yang baik, maka hasilnya pun akan baik mengingat Indonesia adalah Negara Demokrasi yakni pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa, surat kabar sebagai media penyampaian informasi politik memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap partisipasi politik masyarakat
Status Kewarganegaraan Etnis Tionghoa Pasca Undang-undang Nomor 12 Tahun 2006 di Kota Medan Suharyanto, Agung
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 3, No 2 (2015): JPPUMA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.859 KB)

Abstract

Status is a state or position (person, entity, etc.) to do with the public sekitar. UU 12 2006 that legislation governing citizenship of the Republic of Indonesia. Citizens are people as part of a population that is becoming an element of the state. Citizenship is a membership that shows the relationship between the citizen or bond with other residents. This research aims to determine the citizenship status of ethnic Chinese after the Law No. 12 of 2006 on Citizenship of the Republic of Indonesia and the implementation of Law No. 12 of 2006 on ethnic Chinese. The method used in this research is descriptive quantitative research methods were implemented in the district of Medan Sunggal Medan. Data collection tool used in this study was the observation and dissemination angket. Jumlah population in this study were 285 households and the determined sample is 20% of the total population that is 57 families. After conducting research and data processing can be concluded after the birth or the Law No. 12 of 2006 on Citizenship of the Republic of Indonesia ethnic Chinese community in the Village VII Environmental Lalang Sunggal district of Medan Medan city have Indonesian citizenship status.
Partisipasi Politik Masyarakat Tionghoa dalam Pemilihan Kepala Daerah Suharyanto, Agung
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 2, No 2 (2014): JPPUMA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.557 KB)

Abstract

This study aims to determine how the Chinese Peoples Political Participation and the constraints faced by the Chinese community in Binjai city elections in 2010 in Kampung Tanjung District of Binjai City. The methodology used in this research is descriptive qualitative method is a way or method of describing the state of research in the field or object. Total population in this study were all heads of families Kampung Tanjung Binjai City District of the ethnic Chinese as many as 326 households. The sampling technique is by means of random sampling of 10% of the population. Then the sample in this study is 10% of the 326 households 32 households of ethnic Chinese are drawn randomly. Data collection techniques used were observation, questionnaires, and interviews. The data obtained in the study were analyzed using descriptive analysis method, then analyzed using frequency tables. Based on the analysis of observation, questionnaires and interviews were then held a discussion on the research results obtained the conclusion that the Chinese community in Kampung Tanjung District of Binjai City has participated in the elections of Binjai in 2010. Thus it is clear these results support the hypothesis, which also means that the hypothesis acceptable.
Peranan Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membina Sikap Toleransi Antar Siswa Suharyanto, Agung
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 1, No 2 (2013): JPPUMA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.449 KB)

Abstract

Tulisan ini untuk mengetahui bagaimana peranan pendidikan kewarganegaraan dalam membina sikap toleransi antar Siswa. peranan pendidikan kewarganegaraan dalam membina sikap toleransi antar Siswa, siswa tersebut saling bergaul, saling hormat menghormati, saling membantu antara sesamanya. Tidak pernah ada permusuhan dan tidak pernah ada pertentangan diantara mereka dan mereka tidak pernah membeda bedakan antara agama yang satu dengan yang lain. toleransi yang telah dimiliki mereka telah dilakukkan dengan sebaik-baiknya. Jadi nampak jelas bahwa peranan pendidikan kewarga negaraan sudah berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan yang diajarkan dalam Pendidikan Kewarganegaraan
Pusat Aktivitas Ritual Ugamo Malim di Huta Tinggi Laguboti Toba Samosir Suharyanto, M.Si., Agung
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 4, No 2 (2016): JPPUMA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.358 KB)

Abstract

Tulisan ini membicarakan tentang latar belakang masuknya Ugamo Malim, Huta Tinggi sebagai pusat aktivitas ritual dan Aspek – aspek yang menyebabkannya dapat berkembang dan berpusat serta diterima masyarakat sekitar. Pusat aktivitas ritual Ugamo Malim di Huta Tinggi Laguboti Toba Samosir adalah sebuah amanah dari Sisingamangaraja XII kepada Raja Mulia Naipospos. Beliau berpesan agar pusat kegiatan Ugamo Malim kelak dibangun di tempat kelahiran Raja Mulia Naipospos yakni Huta Tinggi. Raja Mulia Naipospos diserahi tugas mempertahankan dan melanjutkan penyiaran Ugamo Malim untuk masa selanjutnya. Pemeluk Ugamo Malim saat ini berjumlah 1600 Kepala Keluarga yang tersebar di wilayah Indonesia seperti wilayah Kabupaten Simalungun, kepulauan Riau, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Asahan, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Samosir, Kotamadya  Jakarta Timur, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Batubara, Kabupaten Singkil, Kotamadya Medan, Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Deli Serdang, dan Banten. Dalam perayaan Sipaha Sada pada bulan Maret dan Sipaha Lima pada bulan Juli maka ruas (pengikut) Parmalim yang berasal dari daerah tersebut diatas berkumpul di Huta Tinggi. Penganut Ugamo Malim berkumpul ke Huta Tinggi semenjak Huta Tinggi dijadikan pusat aktivitas ritual kepercayaan Parmalim yaitu tahun 1921 hingga saat ini.
Implementasi Program Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Dalam Meningkatkan Pelayanan Administrasi Kesehatan di Rumah Sakit Umum Sibuhuan Suryani, Ade Irma; Suharyanto, Agung
Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area Vol 4, No 1 (2016): PUBLIKAUMA JUNI
Publisher : Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.596 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Program Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Padang Lawas. Masalah yang diteliti adalah sejauhmana sasaran dari program BPJS. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan didukung data skunder. Jenis data yang digunakan adalah data primer di peroleh dari hasil wawancara dan data sekunder diperoleh data pengolahan data dan observasi. Tehnik analisa data dimulai dari pengumpulan informasi melalui wawancara dan pada tahap akhir dengan menarik kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Implementasi Program Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan yang diterapkan di Rumah Sakit umum Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas sudah berjalan dengan baik.
Pendidikan dan Proses Pembudayaan dalam Keluarga Suharyanto, Agung
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 7, No 2 (2015): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Enculturation process is done by parents, or the person considered as senior by children or by the younger. Manners, customs, skill of a tribes/family usually inherited to the next generation through enculturation. In the family, in the first time children have early direct experiences which will be used as provision of their life later by physical exercise, social, mental, emotional even spiritual.