Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Pengembangan E-Modul Fisika Interaktif Berbasis Masalah dalam Model BPBL untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Sujanem, Rai; Suwindra, I Nyoman Putu; Suswandi, Iwan
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pilar pendidikan abad 21 adalah keterampilan berpikir kritis (kbk). Namun, realita yang ada, kbk siswa SMA masih rendah, untuk itu perlu dicari alternatif pemecahannya. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kebutuhan pengembangan modul elektronik fisika interaktif berbasis masalah (e-modul fisinberma) dalam model BPBL untuk meningkatkan kbk siswa SMA. Analisis kebutuhan meliputi: 1) studi literatur tentang konsep-konsep fisika yang esensial dan strategis, karakteristik e-modul fisinberma; 2) studi lapangan tentang konsep-konsep fisika esensial dan strategis yang telah diterapkan, alat-alat laboratorium dan ICT, (3) sumber belajar, dan (4) metode pembelajaran. Penelitian menggunakan metode survey pada 4 SMAN Singaraja. Subjek penelitian adalah 15 guru fisika dan 126 siswa SMA. Data dikumpulkan dengan wawancara, angket, observasi, dan tes. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa 1) produk kegiatan studi literatur adalah (a) daftar konsep-konsep fisika esensial, (b) karakteristik e-modul fisinberma: masalah sehari-hari yang tak terstruktur, kompetensi inti dan dasar, indikator, uraian konsep esensial, contoh kbk, dan LKS; 2) produk kegiatan studi lapangan, yaitu: (a) daftar konsep-konsep esensial, (b) daftar alat lab dan ICT cukup memadai, (c) daftar sumber belajar cukup memadai, namun belum tersedia referensi yang bermuatan kbk, (d) metode yang biasa diterapkan guru adalah metode diskusi, ceramah, penugasan, dan kadang-kadang PBL dan Web.Kata kunci: analisis kebutuhan, e-modul fisika interaktif berbasis masalah, berpikir kritis
Pengembangan Modul Fisika Kontekstual Interaktif Berbasis Web Untuk Siswa Kelas Sujanem, Rai; Suwindra, I Nyoman Putu; Tika, I Ketut
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 42, No 2 Jul (2009)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.069 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v42i2 Jul.1743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mengembangkan (1) Modul Fisika kontekstual interaktif berbasis web, dan (2) pedoman guru tentang penerapan Modul Fisika kontekstual inter-aktif berbasis web untuk kelas I SMA. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian pe-ngembangan produk Modul Fisika kontekstual interaktif berbasis web. Pengembangan produk menggunakan desain model Dick dan Carey. Proses pengembangan menggunakan instrumen-instrumen: tes pemahaman konsep, angket fasilitas pendukung pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), angket kompetensi guru dan siswa dalam TIK, angket ahli isi, angket ahli media, angket siswa perorangan, angket siswa kelompok kecil, dan angket respon implementasi pada pembelajaran. Instrumen-instrumen tersebut memenuhi persyaratan validitas isi. Studi pendahulu-an melibatkan 440 siswa kelas I SMA di kota Singaraja, 12 orang guru TIK, dan 34 guru Fisika. Proses uji formatif melibatkan 3 ahli isi dan media pembelajaran, 3 ahli desain, 6 siswa perorangan, 12 siswa kelompok kecil, dan 4 orang guru. Uji sumatif melibatkan 60 siswa kelas I SMA. Ana-lisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji- t. Berdasarkan hasil analisis data, ditemu-kan hasil-hasil penelitian seperti berikut. Pertama, telah berhasil dikembangkan (1) enam Modul Fisika kontekstual interaktif berbasis web, dan (2) panduan Guru tentang penerapan Modul Fisika kontekstual interaktif berbasis web. Kedua, hasil evaluasi.Kata kunci : Modul Fisika kontekstual – interaktif – web.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MIND MAP TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA D. A. P., Putri; Sujanem, Rai; Yasa, Putu
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i2.22103

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa kelas X MIPA SMAN 2 Kuta yang belajar dengan model pembelajaran group investigation berbantuan mind map, model pembelajaran group investigation, dan model pembelajaran direct instruction. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu menggunakan oneway non-equivalent pretest-posttest control group design. Penentuan sampel menggunakan teknik random assignment. Data penelitian dikumpulkan dengan instrumen tes esai dan dianalisis menggunakan statistik analisis varian satu jalur. Hasil penelitian ini adalah keterampilan berpikir kritis secara signifikan berbeda pada siswa yang belajar dengan model group investigation berbantuan mind map, siswa yang belajar dengan model group investigation, dan siswa yang belajar dengan model direct instruction. Hasil uji lanjut Scheffe didapatkan siswa yang belajar dengan model group investigation berbantuan mind map menunjukkan keterampilan berpikir kritis lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar dengan model group investigation dan siswa yang belajar dengan model direct instruction.   Kata kunci: grup investigasi, peta pikiran, keterampilan berpikir kritis
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA SISWA KELAS XI MIPA DI SMA NEGERI 2 SINGARAJA Tumanggor, Yosica Veronika; Sujanem, Rai; Mariawan, Made
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v8i2.20636

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian inibertujuan untuk: (1) meningkatkan motivasi belajar, (2) meningkatkan hasil belajar fisika, dan (3)mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model tipe Jigsaw dalam pembelajaran fisika.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA3 SMA Negeri 2 Singaraja yang berjumlah 32 orang. Objek penelitian ini adalah model tipe Jigsaw,motivasi belajar, hasil belajar, dan tanggapan siswa terhadap penerapan model tipe Jigsaw dalampembelajaran fisika. Data motivasi belajar siswa diperoleh melalui observasi pada setiap pertemuan,Data hasil belajar fisika diperoleh melalui tes hasil belajar tiap akhir siklus. Selain itu, data tanggapansiswa diperoleh melalui angket pada akhir siklus kedua. Data yang diperoleh dianalisis secaradeskriptif. Penelitian ini dikatakan berhasil jika hasil belajar siswa mencapai minimal ketuntasanklasikalnya (KK) = 68%, motivasi belajar minimal berkategori tinggi, dan tanggapan siswa minimalberkategori positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar, hal iniditunjukkan dari skor rata-rata motivasi belajar = 119,73 pada siklus I dan rata-rata motivasi belajar =119,49 pada siklus II. Hasil motivasi belajar pada kedua siklus berkategori tinggi. Pencapaian hasilbelajar siswa pada siklus I, nilai rata-rata aspek kognitif = 71,47 dengan KK = 72,73%, nilai rata-rataaspek psikomotor = 76,52, dan nilai rata-rata aspek afektif = 76,99. Siklus II, nilai rata-rata aspekkognitif = 77,45 dengan KK = 90,91%, nilai rata-rata aspek psikomotor = 79,08, dan nilai rata-rataaspek afektif = 81,06. Tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran tipe Jigsawberkategori sangat positif dengan skor rata-rata = 83,30.Kata kunci: motivasi belajar, hasil belajar fisika, model tipe Jigsaw
IMPLEMENTASI MODEL SELF REGULATED E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DALAM PELAJARAN FISIKA SISWA Dewi, N W. Rai Utari; Yasa, I P.; Sujanem, Rai
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v10i1.26722

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, aktivitas belajar siswa, dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap implementasi model self regulated e-learning. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek dalam penelitian adalah 35 orang siswa kelas X MIPA 2 SMAN 1 Kuta Selatan. Objek penelitian, yakni model self regulated e-learning, keterampilan berpikir kritis, dan aktivitas belajar siswa. Data keterampilan berpikir kritis diperoleh melalui tes keterampilan berpikir kritis, data aktivitas belajar diperoleh dari lembar observasi aktivitas belajar, dan data tanggapan siswa diperoleh dari angket tanggapan siswa. Hasil penelitian: (1) nilai keterampilan berpikir kritis siklus I 73,7 (KK 77,1%) dan siklus II 86,3 (KK 100%), (2) skor aktivitas belajar siklus I 20,5 dan siklus II 25,4 dan, (3) skor tanggapan siswa sebesar 78,1. Penelitian ini menunjukkan: (1) implementasi model self regulated e-learning meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan aktivitas belajar siswa, serta (2) siswa menunjukkan tanggapan positif terhadap implementasi model self regulated e-learning. Kata Kunci: model self regulated learning, e-learning, keterampilan berpikir kritis, aktivitas belajar
Pengembangan Modul Fisika Kontekstual Interaktif Berbasis Web untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Hasil Belajar Fisika Siswa SMA di Singaraja Sujanem, Rai
Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika (JANAPATI) Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.699 KB)

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk 1) menyusun dan mengembangkan modul fisika kontekstual interaktif berbasis web untuk siswa kelas XII SMA, 2) menjelaskan perbedaan pengaruh antara modul fisika kontekstual interaktif berbasis web (MKIW) dan modul kontekstual konvensional (MKK) terhadap pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran fisika, dan 3) menjelaskan perbedaan pengaruh antara MKIW dan MKK terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika.Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian dalam dua tahap, pertama, pengembangan produk modul fisika kontekstual, dan kedua, eksperimen untuk menguji keunggulan komparatif produk. Pengembangan produk menggunakan desain model Dick dan Carey. Proses pengembangan mendasarkan diri pada analisis kebutuhan. Salah satu pendukungnya adalah studi pendahuluan di SMA-SMA di Singaraja Bali. Proses pengembangan menggunakan instrumen-instrumen: angket fasilitas pendukung pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), angket kompetensi guru dan siswa dalam TIK, angket ahli isi, angket ahli media, angket siswa perorangan, angket siswa kelompok kecil, dan anget respon implementasi pada pembelajaran. Instrumen instrument tersebut memenuhi persyaratan validitas isi. Studi pendahuluan melibatkan 320 siswa kelas XII SMA, 12 orang guru TIK, dan 30 guru fisika. Proses uji formatif melibatkan 3 ahli isi dan media pembelajaran, 3 ahli desain, 6 siswa perorangan, 12 siswa kelompok kecil, dan 3 orang guru. Dalam implementasi modul fisika kontekstual dilakukan dengan penelitian kuasi eksperimen dengan model unequivalence pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah siswa-siswa kelas XII SMA di kota Singaraja pada semester I tahun 2010/2011. Pengambilan sampel eksperimen dilakukan dengan teknik random kelompok bertahap. Berdasarkan tehnik tersebut, terpilih kelompok-kelompok siswa yang belajar dengan fasilitas MKIW dan kelompok-kelompok siswa yang belajar dengan fasilitas MKK adalah SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4 Singaraja. Instrumen yang digunakan dalam eksperimen adalah tes pemahaman konsep dan tes hasil belajar. Instrumen tes pemahaman konsep terdiri 12 butir dengan internal consistency bergerak dari r=0,40 sampai dengan r=0,69, dan alpha Cronbach=0,713. Instrumen tes hasil belajar terdiri 12 butir dengan internal consistency bergerak dari r=0,34 sampai dengan r=0,77, dan alpha Cronbach = 0,733. Analisis data dilakukan dengan statistic deskriptif dan Multivariat analysis of covariance (MANCOVA). Tehnik analisis menggunakan program SPSS 17.0 FW dengan pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan hasil-hasil penelitian seperti berikut. Pertama, hasil penelitian pengembangan produk mengungkapkan temuan seperti berikut. (1) Delapan modul fisika kontekstual interaktif berbasis web berikut lembaran kerja siswa (LKS), tes pemahaman konsep, dan tes hasil belajar. Modul fisika kontekstual interaktif berbasis web yang dikembangkan berisikan komponen-komponen: (a) masalah-masalah autentik yang ada di sekitar kehidupan siswa, (b) miskonsepsi dan sangkalan, (c) konsep dan prinsip esensial dan strategis, (d) contoh-contoh konseptual dan kontekstual, dan (e) pertanyaan konseptual dan kontekstual yang memandu pemerolehan pemahaman konsep dan hasil belajar. Komponen-komponen modul fisika kontekstual interaktif berbasis web dikemas dalam bentuk animasi teks, gambar, foto, dan video. Hasil uji ahli isi, ahli media, ahli media, ahli desain, siswa perorangan, siswa kelompok kecil, dan guru terhadap pengembangan draft modul fisika kontekstual interaktif berbasis web menyatakan bahwa sosok modul tersebut memiliki kelayakan untuk diimplementasikan dalam pembelajaran.  Kelayakan pakai tersebut ditinjau dari segi substansi modul fisika kontekstual. Hasil penilaian para responden terhadap komponen-komponen modul tersebut adalah sesuai, baik dan sangat baik. 2) Telah berhasil dikembangkan panduan modul fisika kontekstual interaktif berbasis web bagi guru yang berisikan tentang panduan implementasi modul dalam pembelajaran. 3) Telah berhasil dikembangkan panduan modul fisika kontekstual interaktif berbasis web bagi siswa yang berisikan tentang implementasi modul dalam pembelajaran. Kedua, profil pengetahuan awal siswa terhadap konsep-konsep gelombang sebagian besar masih diwarnai miskonsepsi (27,5% untuk model MKIW dan 30,8% untuk model MKK). Setelah eksperimen, profil miskonsepsi siswa mengalami penurunan menjadi 13,3% untuk kelompok model MKIW dan 19,0% untuk kelompok MKK. Secara deskriptif setelah perlakuan kelompok MKIW relatif lebih berhasil menurunkan jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi dibandingkan dengan MKK. Ketiga, uji komparasi produk menunjukkan hasil-hasil sebagai berikut. 1) Terdapat perbedaan signifikan pemahaman konsep antara kelompok MKIW dan MKK (F= 53.868; p<0,05. Nilai rata-rata pemahaman konsep kelompok MKIW lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok MKK (Δμ=5,525; SD=0,573, p<0,05). 2) Terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara kelompok MKIW dan MKK (F= 5,716; p<0,05. Nilai rata-rata hasil belajar kelompok MKIW lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok MKK (Δμ=2,841; SD=1,188, p<0,05). Oleh karena modul fisika kontekstual interaktif berbasis web untuk kelas XII SMA yang telah dikembangkan dalam penelitian ini layak, efektif, dan unggul dalam meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa, maka dalam pembelajaran fisika di SMA hendaknya menggunakan modul fisika kontekstual interaktif berbasis web sebagai fasilitas belajar.
Pelatihan Dan Pembinaan Kerajinan “Tenun Songket” Desa Jinengdalem Sujanem, Rai; Sudarmawan, Agus
International Journal of Community Service Learning Vol 2, No 2 (2018): May 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.397 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v2i2.15539

Abstract

Tujuan dari pembinaan tenun songket di desa Jinengdalem adalah untuk membina sebuah kelompok perajin penenun songket yang mandiri dan memberdayakan potensi eknomi lokal. Pembinaan ini melibatkan bidang produksi dan manajemen usaha. Metode implementasinya adalah metode IbM dalam bidang produksi, yaitu perancangan dan modifikasi dari alat tenun dan alat-alat pendukung, pengadaan bahan baku, pelatihan keterampilan menenun songket. Kegiatan- kegiatan dalam bidang manajemen usaha meliputi pelatihan dalam manajemen usaha, pelatihan dalam pembukuan bisnis atau penciptaan situs jaringan e-commerce sebagai media promosi dan toko on-line dan pelatihan pemasaran berbasis internet. Hasil-hasil dari program implementasi IbM adalah sebagai berikut. Dalam bidang produksi, yaitu pengadaan desain produksi dan modifikasi alat tenun "cagcag", "paninjin" dan "dengkrek", pengadaan bahan baku utama seperti benang dan warna. Hasil dari pelatihan dalam produksi kerajinan dasar adalah variasi ukuran dasar tenun songket. Hasil dari pelatihan dalam variasi desain produk adalah variasi-variasi tenunan songket berdasarkan perkembangan pasar, dan desain songket sebagai cindramata seperti tas songket dengan berbagai model. Hasil dalam manajemen usaha adalah para peserta yang terdiri atas pengrajin songket telah mampu mengelola usaha, membuat pembukuan yang baik dan pengrajin telah memiliki situs jaringan (website) sebagai media promosi dan pemasaran. Penjualan produk pengrajin menjadi tersebar luas dan meningkat.
KERAJINAN WAYANG KACA DAN “SAAB MOTE” Sujanem, Rai
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v2i1.9134

Abstract

Desa Nagasepaha merupakan pusat berbagai kerajinan seperti kerajinan perak, kayu, seruling, tenun, “saab mote”, dan lukisan kaca. Dari sejumlah kerajinan tersebut, kerajinan “saab mote” dan lukisan kaca merupakan “ciri khas yang unik” dan sekaligus kerajinan andalan Desa Nagasepaha. Produk kerajinan lukisan wayang kaca banyak diminati para seniman karena keunikan lukisan wayang Nagasepaha ini. Keunikannya yang terletak pada unsur kepribadian Buleleng gaya dekoratif dan naturalistiknya. Lukisan wayang kaca tidak saja diminati oleh para seniman, tetapi juga diminati oleh para kolektor seni baik dari dalam Negeri maupun dari manca negara. Untuk kerajinan “saab mote” banyak dipesan untuk hiasan dinding dan cindra mata. Masalah utama dalam bidang produksi dan managemen. Untuk bidang produksi wayang kaca dan “saab mote” adalah berkaitan dengan fasilitas penunjang produksi yang mencakup meja standar, aneka warna, alat pemotong kaca, dan aneka kuas, dan variasi desain. Untuk kerajian saab mote, permasalahan yang dihadapi yaitu masalah kain bludru, daun lontar, aneka warna, aneka baut, dan variasi bentuk. Dalam bidang managemen masalah yang dihadapi adalah belum tersusunnya pembukuan dengan baik, serta masalah dalam pemasaran produksinya. Untuk mengatasi permasalahan yang muncul pada pengerajin ini, maka dilaksanakan kegiatan IbM Kerajinan Wayang Kaca dan “Saab Mote”. Melalui kegiatan IbM ini, beberapa alat dan bahan penunjang produksi seperti meja standar, aneka warna, alat pemotong kaca, dan aneka kuas, dan variasi desain. Untuk kerajinan “saab mote“, telah diadakan kain bludru, daun lontar, aneka warna, aneka baut, dan variasi bentuk. Setelah pengadaan bahan dat alat penunjang bidang produksi, selanjutnya dilakukan pembinaan dan pelatihan pembuatan berbagai disain kerajinan. Dalam bidang managemen telah diberi pembinaan pembuatan pembukuan dengan baik. Di samping telah dibuatkan sebuah website dengan alamat http://lukisan.kaca-nagasepaha.com. Pada website tersebut ditampilkan produk kerajinan wayang kaca dan “saab mote”. Website ini sekaligus digunakan sebagai sarana promosi dan sekaligus pemasaran produk kerajinan wayang kaca dan “saab mote”.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MODEL PRO-BBL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SMA Sujanem, Rai
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian dalam analisis kebutuhan ini sebagai berikut. 1) Menganalisis studi literatur tentang (a) konsep-konsep suhu dan kalor yang esensial dan strategis, (b) menganalisis karakteristik model Pro-BBL. 2) Melakukan studi lapangan, tentang (a) konsep-konsep suhu dan kalor esensial dan strategis yang telah diterapkan, (b) Sarana dan prasarana laboratorium dan ICT yang tersedia, (c) referensi sebagai sumber belajar yang tersedia, (d) metode yang biasa diterapkan guru, dan (e) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dalam pembelajaran.Subyek penelitian adalah siswa kelas X SMA berdasarkan klasifikasi nilai ujian nasional fisika. Kelompok SMA yang terpilih adalah klasifikasi B, C, dan D, yaitu, SMAN 1, SMAN 4, dan SMAN 3 Singaraja. Metode pengumpulan data dilakukan dengan memberikan daftar Isian, melakukan observasi dan wawancara.Hasil analisis kebutuhan, sebagai berikut. 1) Produk kegiatan studi literatur adalah (a) daftar konsep­konsep suhu dan kalor esensial, (b) karakteristik model Pro-BBL meliputi, dasar teori, tujuan, sintaks, dan lingkungan belajar. 2) Produk kegiatan studi lapangan adalah (a) daftar konsep-konsep esensial yang telah dikaji sesuai dengan yang tertuang dalam literatur, namun belum diterapkan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah, (b) daftar alat lab dan ICT yang tersedia cukup memadai, namun belum tersedia media web yang mewadahi model Pro-BBL, (c) daftar referensi sebagai sumber belajar cukup memadai, namun belum tersedia referensi yang bermuatan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah, (d) metode yang biasa diterapkan guru adalah metode diskusi, ceramah, dan kadang-kadang kooperatif, PBL dan Web, (e) kendala-kendala dalam PBL dan web adalah masalah waktu relatif lama, sulit menyiapkan masalah ill-structure, hanya kelompok tertentu yang bisa memecahkan masalah, akses internet lambat, dan belum ada rujukan mana web yang inovatif.Kata kunci: analisis kebutuhan, model pro-bblAbstractThis study on need analysis was aimed at the following objectives. 1) to analyze literature on (a) the essential and strategic temperature and heat concepts, (b)to analyze the characteristics of Pro-BBL model, 2) to do a field study about (a) essential and strategic temperature and heat concepts that have been applied, (b) to analyze laboratory infrastructure and facilities and ICT available, (c) to analyze the available references for learning, (d) to analyze methods usually used by the teachers, and (e) to find out the constraints faced by the teachers in teaching.The subjects were the tenth grade students of SMA based on the classification of national examination in physics. The SMA groups selected were Classifications B, C, and D, that is, SMAN 1, SMAN 4, and SMAN 3 in Singaraja. The data were collected by a check list, observation and interview.The results of the needs analysis, as follows. 1) The products of literature study are (a) a list of essential temperature and heat concepts, (b) The characteristics of Pro-BBL model that cover basic theory, purpose, syntax, and the learning environment. 2) Product of the field study activity are (a) a list of essential concepts that have been reviewed in accordance with that stated in the literature, but has not been implemented to improve critical thinking skills and problem solving skills, (b) a list of laboratory instruments and ICT available adequate, but not yet available web media that embodies the model Pro-BBL, (c) a reference list as a learning resource adequate, but not yet available reference charged critical thinking skills and problem solving skills, (d) the methods usually applied by the teachers are the method of discussion, lectures, and sometimes cooperative, PBL and the web, and (e) the constraints in the PBL and the web is a matter of a relatively long time, it is difficult to prepare ill-structure problems, only certain groups can solve the problem, internet access is slow, and there is no reference where the web innovative.Keywords: need analysis, pro-bbl model
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Media Simulasi Praktikum IPA SMP dengan Program Simulasi Phet Sujanem, Rai; Sutarno, Erwan; Aris Gunadi, I Gede
International Journal of Community Service Learning Vol 3, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.979 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v3i1.17485

Abstract

Tujuan kegiatan pelatihan ini adalah sebagai berikut. 1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru IPA SMP untuk membuat media simulasi praktikum IPA dengan program PhET. 2) Guru-guru IPA SMP dapat mengimplementasikan media simulasi praktikum IPA dengan program PhET dalam proses pembelajaran IPA. Peserta pelatihan adalah guru-guru IPA SMPN 1 Sukasada, SMP Negeri 1, 2, 3, 4, 5 Singaraja, dan SMP Lab Undiksha Singaraja. Jumlah peserta adalah 15 orang. Prosedur kegiatannya melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan media simulasi praktikum IPA dengan program PhET. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 1) peserta pelatihan telah memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk membuat media simulasi praktikum IPA dengan program PhET, 2) peserta pelatihan dapat mengimplementasikan  media simulasi praktikum IPA dengan program PhET dalam pembelajaran di kelas. Berdasarkan uraian ini, dapat disimpulkan bahwa para peserta pelatihan telah dapat membuat media simulasi praktikum IPA dengan program PhET dan dapat mengimplementasikan dalam pembelajaran IPA di kelas