Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT KEMAMPUAN GURU PENJAS SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANTUL Tomoliyus, Tomoliyus; Margono, Margono; Sujarwo, Sujarwo
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.982 KB) | DOI: 10.21831/jk.v43i2.2267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak guru penjas sekolah dasar di Kabupaten Bantul yang memahami pengertian pendidikan jasmani dan penilaian berbasis kinerja. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut di atas, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Ada dua tahap yaitu (1) tahap persiapan peneliti menyusun pedoman wawancara berisi pertanyaan- pertanyaan mendasar yang nantinya akan berkembang dalam wawancara, (2) tahap pelaksanaan peneliti membuat kesepakatan dengan subjek mengenai waktu dan tempat untuk melakukan wawancara berdasarkan pedoman yang dibuat. Subjek penelitian ini adalah guru penjas yang sudah bersertifikasi sekolah dasar Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif analitik. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) 84% guru penjas sekolah dasar di Kabupaten Bantul kurang paham terhadap pengertian penjas. Hal ini menyebabkan sebagaian besar (80%) guru penjas sekolah dasar di Kabupaten Bantul dalam proses pembelajaran menggunakan pengertian penjas tradisional; (2) Sebagian besar guru penjas sekolah dasar di Kabupaten Bantul telah mengetahui dan mengenal penilaian berbasis kinerja, tetapi sebagaian besar (84%) guru penjas kurang paham terhadap pengertian penilaian berbasis kinerja. Hal ini karena 92% guru penjas kurang paham tentang cara mengembangkan penilaian berbasis kinerja. Disamping itu 96% guru penjas belum paham cara membuat rubrik
Analisis Kualitas Jasa Layanan Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Dengan Metode Servperf Dalam Kesiapan Menghadapi Persaingan Regional sujarwo, sujarwo
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.691 KB)

Abstract

ABSTRAK Perguruan Tinggi Universitas Pesantren Tinggi  Darul ‘Ulum (UNIPDU) Jombang merupakanlembaga pendidikan tinggi di Jombang. Banyaknya lembaga pendidikan yang bermunculan saat ini, sebagai acuan bagi UNIPDU untuk meningkatkan mutu pelayanan agar sesuai dengan harapan konsumen (mahasiswa) sehingga siap dalam menghadapi persaingan regional. Untuk itu perlu dilakukan penilaian terhadap kualitas jasa pelayanan padaUNIPDU. Penilaian kualitas jasa pelayanan dimaksudkan untuk menentukan atribut dan tingkat kepuasaan konsumen terhadap kualitas atribut jasa pelayanan tersebut. Metode servperf menentukan kualitas layanan dengan hanya melakukan pengukuran pada kinerja pelayanan. Teknik pengolahan data meliputi identifikasi atribut awal kemudian menentukan keunggulan dan kelemahan layanan dengan analisis kwadran. Berdasarkan hasil perhitungan dalam metode Servperf, atribut keinginan konsumen termasuk kedalam kuadran A (prioritas utama) yang menunjukkan bahwa daftar keinginan konsumen yang memiliki tingkat kepentingan yang tinggi, namun masih menunjukkan kinerja (kepuasan) yang kurang. Dalam menghadapi persaingan regional UNIPDU harus memperhatikan kebutuhan konsumen terutama faktor yang penting namun belum memenuhi kepuasan. Kata kunci : kualitas jasa layanan, metodeservperf, persaingan regional ABSTRACT University of Pesantren Darul ‘Ulum (UNIPDU) Jombang is an institution of higher education in Jombang. Number of educational institutions that emerged today, as a reference to UNIPDU to improve service quality to match the expectations of consumers (students) so it´s ready to face regional competition. For that we need to evaluate the quality of service in UNIPDU. Assessment of quality of service is intended to determine the attributes and levels of customer satisfaction with quality of service attributes. Servperf method for determining the quality of the service by simply measuring the performance of services. Data processing techniques include early identification of attributes and then determine the strengths and weaknesses of service with the quadrant analysis. Based on calculations in Servperf method, attribute the desire of consumers who are included in quadrant A (priority) which shows that the wish list of consumers who have a high level of importance, but it still shows the performance (satisfaction) is lacking. In the face of regional competition UNIPDU should pay attention to the needs of consumers, particularly the factors that are important but not satisfaction. Keywords : quality of service, methods servperf,  regional competition
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PLASTISIN UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA Kartini, Kartini; Sujarwo, Sujarwo
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2: November 2014
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.666 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan kreativitas anak usia dini pada pembelajaran sebelum dan sesudah menggunaka media plastisin, (2) perbedaan kreativitas antara kelompok anak yang diajarkan dengan media plastisin dan media balok di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 5 Mataram. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Teknik observasi digunakan untuk mengetahui kreativitas anak. Teknik analisis data menggunakan uji T-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) ada perbedaan kreativitas anak usia dini pada pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan media plastisin. (2) ada perbedaan yang signifikan mengenai kreativitas anak antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Perolehan mean kreativitas eksperimen lebih besar dari pada mean kelompok kontrol yaitu 37,00 > 31,17. Hasil uji-t data posttest kemampuan kreativitas kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan bahwa nilai t-tabel dengan derajat bebas (df) 34 dengan taraf signifikansi  α = 0,05 adalah sebesar 2,032. Nilai t- hitung 3,389 > t-tabel 2,032 dan nilai p-value 0,000< taraf signifikansi 0,05.Kata Kunci: penggunaan, media plastisin, kreativitas anak usia dini THE USE OF PLASTISIN MEDIA IN IMPROVING CHILDREN CREATIVITYAbstractThis research aims to know: (1) there are the differences of early childhood creativity of learning before and after using Plastisin, (2) the differences of creativity in learning by using Plastisin and Block of children group at TK Aisyiyah Bustanul Athfal 5 Mataram. This research used quasi-experiment with pretest-posttest control group design. The data collection technique used observation. Analysis data technique was done with T-test. The result of the research was (1) There are differences of early childhood creativities in learning before and after using plastisin media. (2) There are significance differences between creativities the experiment and control group. Creativity experiment mean was bigger than control group 37.00 > 31.17. The result of T-test data from post-test, the creativity ablity of control and experiment group showed that t-table with standard deviation (df) 34 with significance α = 0.05 was 2.032. t-count score 3.389>t-table 2.032 and p-value 0.000 < significance 0.05.Keywords: the use of, plastisin media, children creativity.
ANALISIS FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP EFISIENSI PERBANKAN DI INDONESIA PERIODE 2013-2017 (Dalam Rangka Persiapan Implementasi Asean Banking Integration) Sujarwo, Sujarwo; Abrianto, Heri; Redyanita, Hastuti
Ekonomi & Bisnis Vol 18 No 1 (2019): JURNAL EKONOMI BISNIS VOL 18 NO 1 JUNI 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/eb.v18i1.3261

Abstract

Penelitian ini menggunakan Two-Stage Data Envelopment Analysis, tahap pertama dilakukan pengukuran tingkat efisiensi dengan pendekatan DEA menggunakan software WDEA. Sedangkan pada tahap kedua, dilakukan analisis regresi dengan metode Regresi Tobit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja efisiensi Bank Umum di Indonesia dan faktor apa saja yang mempengaruhinya.  Varibel input yang digunakan: beban tenaga kerja, beban bunga, beban teknologi informasi, total aset, total modal, dan simpanan. Variabel output yang digunakan: pendapatan bunga, pendapatan operasional, laba bersih. Sebagai variabel bebas, faktor internal terdiri dari rentabilitas (ROA), permodalan (CAR), risiko kredit (NPL), dan likuiditas (LDR). Sedangkan faktor eksternal terdiri dari tingkat bunga, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok Bank Asing paling efisien dibandingkan kelompok BUSND dan Bank BUMN. Rentabilitas dan risiko kredit berpengaruh positif dan signifikan, permodalan mempunyai pengaruh positif tidak signifikan, likuiditas tidak berpengaruh signifikan, tingkat suku bunga berpengaruh positif dan signifikan, inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan, pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi perbankan di Indonesia.
Reorientasi Pengembangan Pendidikan di Era Global Sujarwo, Sujarwo
Dinamika Pendidikan Vol 13, No 2 (2006): Dinamika Pendidikan No. 02/Th. XIII September 2006
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.716 KB)

Abstract

Reorientasi Pengembangan Pendidikan di Era Global
GAMBARAN DAMPAK TINDAKAN RESTRAIN PASIEN GANGGUAN JIWA Sujarwo, Sujarwo; PH, Livana
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 7 No 2 (2017): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.328 KB) | DOI: 10.32583/pskm.7.2.2017.45-53

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kedaruratan psikiatri merupakan beberapa gangguan dalam pikiran, perasaan atau yang berisiko tinggi untuk melakukan tindakan kekerasan baik pada diri sendiri, orang lain maupun lingkungan sehingga membutuhkan intervensi segera. Penanganan yang sering dilakukan di rumah sakit jiwa adalah pengikatan atau restrain. Restrain adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengekang seseorang dengan menggunakan fisik atau alat lain yang dilakukan untuk mengendalikan tindakan kekerasan yang timbul akibat perilaku maladaptif dalam diri pasien. Metode: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tentang dampak fisik dan psikologis tindakan restrain bagi pasien gangguan jiwa. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif eksploratif dengan pendekatan secara cross sectional. Sampel diambil secara Purposive  Sampling sebanyak 30 pasien. Alat penelitian menggunakan kuesioner tentang dampak restrain bagi pasien gangguan jiwa yang terdiri dari 30 pernyataan tentang dampak psikologis dan 10 pernyataan tentang dampak fisik tindakan restrain bagi pasien. Data dianalisis secara univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan responden berusia remaja (36,7%), sebagian besar laki-laki (76,7%), sebagian besar berpendidikan SMA (50% ). Dampak psikologis restrain menunjukkan mayoritas mempunyai dampak negatif (60%). Dampak fisik restrain menunjukkan mayoritas memiliki dampak negatif (66,7%). Diskusi: perawat diharapkan dapat melaksanakan asuhan keperawatan kepada pasien gangguan jiwa dengan memperhatikan masalah penerimaan klien dengan masalah yang dihadapi, sehingga perawat juga diharapkan perlu mengkaji secara komprehensif.   Kata kunci: Restrain, Gangguan Jiwa.   ABSTRACT Introduction: Psychiatric emergencies are some of the disturbances in the mind, feelings or high-risk person to commit acts of violence both to oneself, others and to the environment, requiring immediate intervention. Handling is often done in a mental hospital is binding or restrain. Restrain is an activity undertaken to curb a person by using physical or other means done to control the acts of violence arising from maladaptive behavior in the patient. Methods: The purpose of this study was to investigate the physical and psychological impact of restrained actions on mental patients. This research design use descriptive explorative with approach of cross sectional. Samples taken by Purposive Sampling counted 30 patients. The research tool used a questionnaire about the effects of restrain for mental disorder patients consisting of 30 statements about psychological impact and 10 statements about the physical effects of restrain actions for patients. Data were analyzed univariat. Results: The results showed that respondents were teenagers (36.7%), mostly male (76.7%), mostly high school (50%). The psychological impact of restrain shows that the majority have a negative impact (60%). The physical effects of restrain showed that majority had negative impact (66,7%). Discussion: Nurses are expected to carry out nursing care to patients with mental disorders taking into account the problem of client acceptance with the problems encountered, so nurses are also expected to need a comprehensive review. Keywords: Restrain, Mental Disorders.
Relationship Between Infrastructure and Facilities for Students Preparedness to Deal with The Tsunami Sujarwo, Sujarwo; Noorhamdani, Noorhamdani; Fathony, Mukhamad
JPPUMA Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 6, No 1 (2018): JPPUMA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jppuma.v6i1.1516

Abstract

ABSTRAKSarana prasarana merupakan aspek penting di dalam manajemen bencana, terutama wilayah yang memiliki potensi tsunami yang tinggi seperti kepulauan Mentawai. Salah satu kelompok yang rentan terhadap bencana tsunami adalah siswa sekolah. Kerentanan ini dikarenakan masih rendahnya kesiapsiagaan siswa SSB dalam pengurangan risiko bencana di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sarana prasarana terhadap kesiapsiagaan siswa SSB dalam pengurangan risiko bencana tsunami.  Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan desain observational analitik korelatif dan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 109 siswa yang di ambil dari kelas 5 dan 6 di 3 SDN yaitu SDN 13, SDN 16 dan SDN 17 di Kecamatan Sipora Kabupaten Kepulauan Mentawai. Terdapat hubungan yang signifikan antara sarana prasarana dengan kesiapsiagaan siswa SSB dalam pengurangan risiko bencana tsunami, dengan nilai (p=0.000) dan nilai r =0.98.  Sarana prasarana memiliki hubungan yang signifikan dengan kesiapsiagaan siswa SSB sehingga dapat menghambat kesiapsiagaan siswa dalam pengurangan risiko bencana tsunami di Kecamatan Sipora Kabupaten Kepulauan Mentawai.Kata Kunci: Sarana Prasarana, Kesiapsiagaan, Pengurangan Risiko Bencana  ABSTRACTInfrastructure and facilities is an important aspect of disaster management especially in areas with high Tsunami potential such as Mentawai Islands. One of the groups which are vulnerable to Tsunami is students. This vulnerability is due to the low preparedness of Sekolah Siaga Bencana (School-Based Disaster Preparedness, abbreviated as SBB) students in disaster risk reduction. This study aims to analyze the relationship of infrastructure and facilities to the preparedness of SSB students in disaster risk reduction especially tsunami. This study is a quantitative research conducted by using a correlative-analytic observational design and cross-sectional approach with a sample of 109 students taken from 5th and 6th grader in 3 Sekolah Dasar Negeri (Elementary School or SDN) namely SDN 13, SDN 16 and SDN 17 in Sipora District, Mentawai Islands. There is a significant relationship between infrastructure-facilities and the preparedness of SBB students towards the reduction of Tsunami risk with the value of (p = 0.000) and r = 0.98. Infrastructure and facilities have a significant relationship with the preparedness of SBB students so that it can inhibit the reduction of tsunami risk in Sipora District, Mentawai Islands.Keywords: Infrastructure and facilities, Preparedness, Disaster Risk Reduction 
Peningkatan Hasil Belajar IPS melalui Model Field Trip Sujarwo, Sujarwo
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 2 No 1 (2018): Volume 2, Nomor 1, Januari 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.877 KB) | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v2i1.26

Abstract

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu pelajaran yang diberikan mulai SD/MI mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, dan generalisasi yang berkaitan dengan fenomena alam serta kehidupan makhluk. Tujuan penelitian mengetahui gambaran objektif tentang peningkatan hasil belajar IPS dengan metode Field Trip pada siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri 1 Surenlor Kecamatan Bendungan semester I Tahun Pelajaran 2014/2015. Subyek penelitian siswa kelas III SDN 1 Surenlor, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek berjumlah 14 siswa. Instrumen pengumpulan data adalah tes. Teknik analisis yang dipakai rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa, pada kondisi awal hanya ada 4 siswa yang tuntas belajar, dengan persentase ketuntasan sebesar 28,57%, dan rata-rata kelas 62,86; pada siklus I angka ketuntasan belajar naik menjadi 71,42% dengan rata-rata kelas 74,29; dan pada siklus II, angka ketuntasan belajar naik menjadi 100%, semua siswa tuntas dalam belajar. Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa penggunaan metode Field Trip dalam pembelajaran, terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III semester I Tahun Pelajaran 2014/2015 di SDN 1 Surenlor, Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek.
GAMBARAN PENYAKIT PENYERTA PASIEN GANGGUAN JIWA PH, Livana; Sujarwo, Sujarwo; Musyarofah, Siti; Indrayati, Novi
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 5, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.262 KB)

Abstract

Manusia saat ini banyak yang mengalami gangguan, gangguan fisik ataupun mental yang akan mempengaruhi sosial dan budaya sehari-hari seorang manusia. Gangguan fisik ataupun mental dapat terjadi kepada siapa saja, yang dimana kondisi mental yang mengalami gangguan dapat mempengaruhi kesehatan fisik, sehingga tidak menutup kemungkinan seorang yang mengalami gangguan jiwa juga akan mempunyai penyakit penyerta yang lain. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui gambaran penyakit penyerta terbanyak di ruang Kresno RSJD Dr. Amino Gondho Hutomo Semarang. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang ada selama 6 bulan terakhir (Mei-November) sejumlah 284 pasien. Teknik sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Adapun besar sampel dalam penelitian ini adalah 284 responden. Penelitian ini dilaksanakan di RSJD Dr. Amino Gondho Hutomo Semarang di ruang Kresno. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit penyerta terbanyak pasien gangguan jiwa adalah Diabetes Melitus sebanyak 52 pasien, hipertensi sebanyak 43 pasien dan epilepsi sebanyak 40 pasien. Penelitian selanjutnya disarankan meneliti tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit penyerta pada pasien. Kata kunci: Penyakit penyerta, pasien gangguan jiwa DESCRIPTION OF DISEASE DISEASE PATIENTS OF SOUL DISORDERS ABSTRACTHumans today have many disorders, physical or mental disorders that will affect the social and cultural everyday of a human. Physical or mental disorders can occur to anyone, where a mental condition that has an impairment can affect physical health, so that it is possible for a person who has a mental disorder to have other comorbidities. The purpose of this study was to determine the description of the most common comorbidities in the Kresno Room at the RSJD Dr. Amino Gondho Hutomo Semarang. The research method used is descriptive. The population in this study were all patients who had been in the last 6 months (May-November) totaling 284 patients. The sample technique in this study used total sampling. The sample size in this study was 284 respondents. This research was conducted at the RSJD Dr. Amino Gondho Hutomo Semarang in the Kresno room. Data were analyzed univariately using frequency distribution. The results showed that the most comorbidities of mental patients were 52 diabetes mellitus patients, 43 patients with hypertension and 40 patients with epilepsy. Further research is suggested to examine the factors that can influence the occurrence of comorbidities in patients.  Keywords: co-morbidities, mental patients.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DAN RISET GUNA PENCAPAIAN KEBUTUHAN MASYARAKAT INDONESIA sujarwo, sujarwo
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 1, No 1 (2011): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.479 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v1i1.49

Abstract

ABSTRAK Dimasa lalu sebagian besar teknologi yang diperkenalkan kepada para pengguna tidak digunakan dalam proses produksi. Faktor penyebab kurangnya pemanfaatan teknologi adalah karena teknologi belum berkontribusi secrara efektif. Hal ini terutama disebabkan karena teknologi yang dikembangkan belum selaras dengan kebutuhan dan persoalan nyata yang dihadapi para penggunanya, atau karena tidak mempertimbangkan kapasitas adopsi para penggunanya. Saat ini kegiatan para periset dan akademisi lebih banyak dilakukan hanya pada tataran untuk memuaskan rasa keingintahuan tetapi belum secara cermat dirancang untuk menghasilkan solusi teknologi bagi berbagai permasalahan nasional. Sensitivitas para akademisi dan periset terhadap persoalan nyata sangat dibutuhkan , terlepas dari pilihan yang diminatinya. Dunia akademik tak boleh terisolir dari dunia nyata. Perguruan tinggi dan lembaga riset tak boleh menjadi menara gading, karena persoalan yang dihadapi rakyat dan bangsa pada saat ini sudah terlalu besar untuk diabaikan oleh semua pihak, terutama oleh komunitas cerdas di perguruan tinggi dan lembaga riset. Kata Kunci: teknologi, riset, manfaat ABSTRACT In the past most of the technology that was introduced to the user is not used in the production process. Factors causing the lack of utilization of technology is that technology has not contributed effectively. This is mainly because the technology has not developed in line with real needs and problems faced by its users, or because they do not consider the capacity of the adoption of its users. Current activities of the researchers and academics is mostly done at the level just to satisfy curiosity, but has not been carefully designed to produce technology solutions for national problems. The sensitivity of academics and researchers to the real issue is needed, regardless of the choice of the interest. The academic world should not be isolated from the real world. Universities and research institutions should not become an ivory tower, because of the problems faced by the people and the nation at this moment was too big to be ignored by all parties, especially the intelligent community colleges and research institute. Keywords: technology, research, benefits