Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

MANAJEMEN DAN ETIKA PENGELOLAAN ZAKAT MENURUT TINJAUAN SYARIAH SUKARNI, SUKARNI
Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.586 KB) | DOI: 10.18592/syariah.v13i1.83

Abstract

One of the pillars of Islam establishment is implementation of Zakat encashment. Zakatbecome one of the five pillars of Islam which one and others work in synergy. How important zakatis, Allah refers to people who are not fulfilled it as religion liars (Surah al-Ma'un). The importance ofthe Zakat can be seen from the mission of Islamic sharia as the teaching that committed toimplement physical and spiritual welfare, spiritual material. Zakat become instruments tend to thewelfare of the people. In Indonesia, it has entered the consciousness of the state. This was evidencedby the publication of two laws on zakat, Law No. 38 of 1999 and Law No. 23 of 2011 on Zakat. Thispaper explores the management of zakat as a part of the responsibility of the state, in addition tomanagement and ethical management.
Isu Lingkungan dalam Perspektif Kalam, Fiqh, dan Tasawuf Sukarni, Sukarni
ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Vol 7, No 2 (2013): Islamica
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.068 KB) | DOI: 10.15642/islamica.2013.7.2.445-467

Abstract

There is no doubt that the problem of environment has become the most formidable issue faced by human being in the modern history. The danger imposed by the environmental crisis is much greater than the danger of any forms of war. This crisis has thus become the greatest enemy of humanity. The level and extent of the danger requires equally a great effort to address and tackle it. It is here that this paper tries to contribute. It attempts to offer an Islamic perspective of environment and its conservation. The paper is convinced that Islam is rich with perspectives on this issue. It therefore, introduces the many theories and views on environment that the sciences of Islam have spoken about. It brings into discussion the view of the science of theology (kalam), jurisprudence (fiqh) and sufism  (tasawuf) on environment. Each of these sciences is discussed in relation to the others, as well as in the context of what the paper calls fiqh lingkungan (the jurisprudence of environment). The idea that underlines the paper is thatthese sciences are—generally speaking—concerned with the idea of personal and collective responsibility; an idea that already has a direct relevance to the problem of environment.
KITAB FIKIH ULAMA BANJAR Kesinambungan Dan Perubahan Kajian Konsep Fikih Lingkungan Sukarni, Sukarni
Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 15, No 2 (2015): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.402 KB)

Abstract

FIQH TEXTS BANJARESE ULAMA CONTNUITY AND DEVELOPMENT STUDY OF FIQH ECOLOGY: Fiqh texts play an important role in the Muslim community throughout the ages. Fiqh texts become the code of conduct for Muslim to make their deeds valid and in accordance with the teachings  of Islam. Fiqh texts as intellectual  products have an important role to determine the level of creation and as means to observe the progress of the intellect of a Muslim community. In addition, fiqh texts produced can  be  a  hint  towards  a  particular  school  of  thought  and  as critical study materials to perform continuity and development of intellectual  work. Banjarese Ulama (from Banjarese ethnic)  are known by their religiosity. The work in the field of jurisprudence was  also  born from  them  since  Sabilal  Muhtadin  in  the  18th century  until Mabadi Ilmu ‘Fiqh of the 20th century.  However, the continuity  of the  intellectual work that  appreciates  for the environment, especially on water ecology, which characterizes the ecology of Banjar, is inadequate. This shows the “unthinkable” in an intellectual  creation, as described in the results of this study.
KAJIAN PENGGUNAAN CIPROFLOXACIN TERHADAP HEMATOLOGI IKAN BOTIA (BOTIA MACRACANTHUS, BLEEKER) YANG DIINFEKSI BAKTERI AEROMONAS HYDROPHILA Maftuch, Maftuch; Nursyam, Happy; Sukarni, Sukarni
The Journal of Experimental Life Science Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Graduate School, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.242 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2012.002.02.02

Abstract

Uji hematologi sangat bermanfaat sebagai alat diagnostik didalam menetapkan status kesehatan ikan. Salah satu aspek dari infeksi adalah terjadinya perubahan gambaran darah. Pemeriksaan darah dapat digunakan sebagai indikator keparahan suatu penyakit tertentu. Beberapa parameter yang dapat memperlihatkan perubahan patologi pada darah meliputi jumlah leukosit, deferensial leukosit, eritrosit. Dari hasil penelitian diketahui jumlah rata-rata sel darah merah dalam darah ikan botia sehat pada masing-masing perlakuan K-, K+, A, B, C, D berturut-turut adalah 2.470.000, 2.500.000, 2.560.000, 2.350.000, 2.440.000, dan 2.430.000. Sementara itu pada ikan botia yang terinfeksi bakteri A.hydrophila diketahui jumlah rata-rata eritrosit pada masing-masing perlakuan K-, K+, A, B, C, dan D berturut-turut adalah 2.420.0000, 1.770.000, 1.780.000, 1.890.000, 1.780.000, dan 1.870.000. jumlah rata-rata eritrosit ikan botia yang terinfeksi bakteri A.hydrophila, dan kemudian diobati dengan ciprofloxacin pada masing-masing perlakuan K-, K+,A, B, C, dan D berturut-turut adalah 2.420.000, 1.630.000, 2.090.000, 2.280.000, 2.500.000, dah 2.540.000. Sementara jumlah rata-rata sel darah putih dalam darah ikan botia yang sehat pada masing-masing perlakuan K-, K+, A, B, C, D berturut-turut adalah 97.000, 90.000, 88.000, 87.000, 93.000 dan 88.000. Sementara itu jumlah rata-rata sel darah putih pada ikan botia yang terinfeksi bakteri A.hydrophila, pada masing-masing perlakuan K-, K+, A, B, C, D berturut-turut adalah 97.000, 174.000, 174.000, 179.000, 185.000 dan 185.000. Sedangkan dari hasil penelitian terhadap ikan botia yang terinfeksi A.hydrophila dan kemudian diobati dengan ciprofloxacin diperoleh hasil perhitungan rata-rata leukosit pada masing-masing perlakuan berturut-turut adalah sebagai berikut  980.000, 189.000, 125.000, 137.000, 133.000, dan 136.000. Kata Kunci : Aeromonas hydrophila, eritrosit, hemotologi, ikan botia, leukosit
Pengaruh Penambahan Nanokatalis MnFe2O4 Terhadap Proses Pirolisis Sampah Plastik HDPE Wati, Rita Fajar; Wardana, ING; Winarto, Winarto; Sukarni, Sukarni; Puspitasari, Poppy
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.71 KB) | DOI: 10.21776/ub.jrm.2018.009.03.9

Abstract

The effects of MnFe2O4 nanocatalyst addition toward HDPE plastic waste pyrolysis have been investigated by performing experiments on METTLER TOLEDE TGA DSC1 Simultaneous Thermal Analyzer at heating rates of 10oC/min by nitrogen and temperatures range from room temperature to 1000oC. The results of pyrolysis showed that the main polymer components of HDPE plastic waste, both, with and without MnFe2O4 nanocatalyst addition degraded in one stage. The MnFe2O4 nanocatalyst addition increases the maximum mass loss rate of HDPE plastic waste pyrolysis, however, it increase the degradation of the initial temperature.
Analisis Kesulitan Guru SMA Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Ekonomi Akuntansi Berdasarkan Kurikulum 2013 di Propinsi Riau Sukarni, Sukarni
Ekuitas: Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ekuitas.v7i2.21180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui dimensi apa yang paling menyulitkan guru dalam pembelajaran ekonomi berdasarkan Kurikulum 2013  di propinsi Riau. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah  guru-guru Ekonomi Akuntansi di propinsi Riau yang tergabung dalam MGMP  di masing-masing Kabupaten /Kota yaitu berjumlah 690 orang, dan sample     diambil   berpedoman pada table Krejcie dan Morgan (1970), diperoleh jumlah sampel   248. orang. Tekhnik sampling  digunakan adalah Stratified Random Sampling . Teknik pengumpulan data adalah angket. Uji validitas menggunakan rumus Product Moment dari Pearson dan uji reliabilitas menggunakan model Cronbach’s Alpha. Teknik analisis data  adalah analisis statistik-deskriptif yang kemudian diinterprestasikan kedalam bentuk presentase.  Hasil penelitian ini yaitu umumnya di provinsi Riau guru ekonomi akuntansi  berada  pada kategori “sulit”. Sedangkan untuk dimensi perencanaan 9 dari 11 kabupaten/kota berada pada  kategori “sulit”,  sedang satu berada pada kategori “sulit sekali” yaitu kabapaten Indragiri Hulu” dan satu kabupaten/kota berada pada kategori “cukup sulit” yaitu Pekanbaru dan yang berada pada kategori “tidak sulit” adalah “rokan hilir”. Dimensi perencanaan, pembuatan RPP berdasarkan silabus  merupakan hal yang sangat sulit bagi guru  ekonomi akuntansi . Dimensi pelaksanaan  yang masuk dalam kategori  “sulit” yaitu (1) Penerapan 5M dalam proses pembelajaran, (2) Merancang media untuk pembelajara 5M, (3) Mencari dan Penerapan model pembelajaran, (4) Penggunaan media belajar cetak/elektronik dan (5) Mengajak siswa untuk berfikir tingkat tinggi. Dimensi penilaian   berada pada kategori “sangat sulit” yaitu (1)  penilaian afektif dan (2) mengukur kemampuan berdasarkan HOTS sedang  6 lainya berada pada kategori “sulit” Kata Kunci: Kesulitan Guru, Pembelajaran Ekonomi, Kurikulum 2013
PENGARUH KEADAAN DIRI,UNSUR PENYOKONG DAN FAKTOR DEMOGRAFI TERHADAP TEKAD KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA PERGURUAN TINGGI DI PROVINSI RIAU Sukarni, Sukarni; Othman, Norasmah; Othman, Norasmah
Perspektif Vol 10 No 1 (2019): Perspektif Pendidikan dan Keguruan
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/perspektif.2019.vol10(1).3093

Abstract

This study identifies factors that influence the determination of entrepreneurial. Thereare five for influence elements of determination entrepreneurial: self-efficacy,achievement motivation, facilitates capital, social relationships and entrepreneurialknowledge. A questionnaire was distributed to 389 university students. Finding shownthat the majority of students agreed that entrepreneurial knowledge, self-efficacy,achievement motivation and facilitates capital of key factors do influencedentrepreneurial determination. AMOS path analysis was used to identify thecontribution of the direct and indirect influence of the five dimensions ofentrepreneurial determination. Several hypotheses have been tested and found thatentrepreneurial determination influenced by entrepreneurial knowledge, self-efficacy,achievement motivation and facilitates capital. However, gender, financial supportand group activities did not moderate the entrepreneurial determination, whereasstudent residence do moderate to entrepreneurship determination. Furthermore, selfefficacydo moderated by gender, student residence and group activities, but financialsupport do not moderate self-efficacy. Gender, student residence, financial supportand group activities did not moderate achievement motivation. Finally the studyproposes guidelines to develop an effective entrepreneurship curriculum for universityin the Riau Province.Key words: entrepreneurial determination, self-efficacy, achievement motivation,facilitates capital, social relationships, student residence, entrepreneurialknowledge
Kajian Penggunaan Ciprofloxacin terhadap Histologi Insang dan Hati Ikan Botia (Botia macracanthus, Bleeker) yang Diinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophila Sukarni, Sukarni; Maftuch, Maftuch; Nursyam, Happy
The Journal of Experimental Life Science Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Graduate School, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1118.574 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2012.002.01.02

Abstract

Aeromonas hydrophila mampu menyebabkan terjadinya infeksi dan kematian ikan botia dalam waktu yang relatif singkat pada konsentrasi yang tinggi, terbukti dengan konsentrasi 108 selml-1 menyebabkan 50% ikan uji mati. Hasil pengamatan histopatologi pada ikan terinfeksi menunjukkan ginjal yang mengalami degenerasi hyaline, munculnyavakuola yang disebabkan lisis pada glomerulus dan kemudian hancur, nekrosis pada glomerulus, terdapat banyak koloni bakteri A.hydrophila didalam ginjal, serta terjadi infiltrasi limfosit. Sel hati tidak terlihat jelas karena tertutup infiltrasi limfosit dan koloni bakteri A.hydrophila yang sangat banyak, nekrosis yang menyebabkan vakuola, terdapat infeksi sekunder bakteri yang belum teridentifikasi, serta terjadi cloudy swelling. Pada bagian insang, nekrosis lamela primer menyebabkan munculnya vakuola, kongesti pada lamela primer dan edema pada lamela sekunder, infiltrasi limfosit, poliferasi sel/fusi lamela serta hyperplasia pada lamela primer. Sementara itu pada ikan botia yang terinfeksi A.hydrophilatetapi kemudian diobati, ginjal mengalami perbaikan glomerulus dan kapsula bowman sehingga terlihat jelas, tubuli berbentuk seperti donat dengan corak titik dan garis, tidak ada lagi nekrosis dan vakuola, tidak ditemukan lagi koloni bakteri, terjadi perbaikan hyaline yang mengalami degenerasi, jaringan hematopoietic (pembentuk sel-seldarah merah) terlihat jelas dengan inti yang bulat. Pada bagian hati, tidak ditemukan lagi koloni bakteri A.hidrophila dan bakteri sekunder lainnya sehingga hepatosit terlihat jelas dengan bentuk polyhedral dengan inti 1-2, jumlah eritrosit terlihat normal, karena tidak ada lagi infiltrasi limfosit. Akan tetapi masih terdapat penyumbatan pada vena centralis yang dipenuhi oleh eritrosit. Pada insang tidak ada lagi nekrosis dan vakuola pada lamela primer sehingga jaringan terlihat solid, namun ditemukan infeksi sekunder parasit Monogenea sp. Tidak ada lagi infiltrasi limfosit, lapisan epithelium terlihat 1-2 lapis, tidak ada lagi edema dan fusi lamela sehingga lamela tampak jelas dengan ukuran panjang yang bervariasi.Kata Kunci : histopatologi, Aeromonas hydrophila, Ikan Botia
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP VOLUME PENJUALAN PRODUK SUSU SAPI MULK DI CV. MAKARTI POMOSDA TANJUNGANOM NGANJUK Pratiwi, Lindasari; Sukarni, Sukarni; Sukarsono, Agustin
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 16 No 1: JURNAL SISTEM APRIL 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.67 KB)

Abstract

Pemasaran adalah ujung tombak suatu usaha yang tidak bisa dianggap remeh bagi pelaku usaha untuk mempertahankan keberlangsungan sebuah unit usaha. CV. Makarti Pomosda dalam hal ini yaitu Produk susu sapi Mulk telah mengalami penurunan volume penjualan. Jika hal ini terus dibiarkan tanpa ada tindakan yang masif akan berdampak buruk terhadap keberlangsungan suatu usaha. Pendekatan yang dilakukan menggunakan bauran pemasaran.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap volume penjualan pada produk susu sapi Mulk di CV. Makarti Pomosda Tanjunganom, Nganjuk. Penelitian ini menggunakan alat SPSS 20. Populasi yang digunakan adalah pelanggan susu sapi Mulk. Sampel yang digunakan sebanyak 72 responden dan menggunakan metode accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kuisioner. Taknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil analisis variabel bauran pemasaran terhadap volume penjualan terdapat pengaruh positif dan signifikan. Hal ini didasari dari hasil analisis data menggunakan SPSS 20 menunjukan bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel (t hitung = 6,149; t tabel = 1,669) dengan nilai probabilitas (p-value) sebesar 0,00 lebih kecil dari alpha 10% (Sig. 0,1). Koefisien determinasi (R2) yang diperoleh sebesar 0,351. Yang berarti bahwa terdapat pengaruh bauran pemasaran sebesar 35,1% terhadap volume penjualan. Sedangkan 64,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Analisis faktor faktor yang mepengruhi minat berwirausaha mahasiswa uir Sukarni, Sukarni; Sari, Putri Wulandini
AKUNTABEL Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.345 KB) | DOI: 10.29264/jakt.v17i1.7337

Abstract

Banyak alumni UIR menganggur pada hal kuliah kewirausahaan sudah diberikan di UIR. Masalah ini menarik untuk dikaji, sehingga perlu di analisis faktor faktor yang mendorong mahasiswa menjadi seorang wirausaha. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh faktor internal dan faktor eksternal   terhadap minat berwirausaha mahasiswa UIR. Terdapat lima unsur utama  dalam kajian ini yaitu efikasi kendiri, motivasi prestasi  akses modal dan jaringan sosial serta pengetahuan keusahawanan. Dikumpulkan melalui angket kepada 389 orang respoden.  Analisis jalur melalui AMOS digunakan  untuk menguji sumbangan pengaruh   dari faktor internal dan faktor internal terhadap minat berwirausaha. Hasil penelitian  diperoleh (1)Terdapat pengaruh  efikasi kendiri, motivasi berprestasi, pengetahuan kewirausahaan, akses modal dan jaringan sosial    terhadap minat kewirausahaan mahasiswa UIR baik langsung maupun tidak langsung” maka hopesis ini diterima .(2) Terdapat pengaruh Motivasi pencapaian  melalui  akses modal, pengetahuan kewirausahaan dan jaringan social    berpengaruh terhadap minat kewirausahaan mahasiswa UIR baik langsung maupun tidak langsung “ maka hipotesis  diterima. (3) Terdapat pengaruh   efikasi diri  melalui  akses modal, pengetahuan kewirausahaan dan jaringan social    berpengaruh terhadap minat kewirausahaan mahasiswa UIR baik langsung maupun tidak langsung” maka hipotesis diterima.  (4) Minat berwirausaha mahasiswa UIR dipengaruhi  Efikasi Diri ( 35%),  akses modal (29%), jaringan sosial (17%) dan motivasi berprestasi (12%) serta pengetahuan kewirausahaan (7%).