Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, KOMPLEKSITAS TUGAS, TIME BUDGET PRESSURE, DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA AUDITOR PADA KAP DI YOGYAKARTA Dewi, Divie Dantha; Sukirno, Sukirno
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen Vol 2, No 2 (2013): Nominal September 2013
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.281 KB) | DOI: 10.21831/nominal.v2i2.1667

Abstract

Penelitian ini bersifat ex-post facto dan kausal komparatif yang bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh Gaya kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja Auditor, (2) pengaruh Kompleksitas Tugas terhadap Kepuasan Kerja Auditor, (3) pengaruh Time budget pressure terhadap Kepuasan Kerja Auditor,(4) pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Kepuasan Kerja Auditor, dan (5) pengaruh  Gaya Kepemimpinan, Kompleksitas Tugas, Time budget pressure, dan Komitmen Organisasi secara bersama-sama terhadap Kepuasan Kerja Auditor. Populasi penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Yogyakarta sebanyak 131 orang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah auditor yang berjumlah  49  responden pada 7 Kantor Akuntan Publik di Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner atau angket. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji asumsi klasik, regresi sederhana, dan regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan  Gaya kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja Auditor yang ditunjukkan dengan nilai r2(x1y) sebesar 0,319, thitung=4,691 > ttabel = 1,684  dan dengan signifikansi (0,000< 0,050), (2) Terdapat pengaruh negatif dan signifikan Kompleksitas Tugas terhadap Kepuasan Kerja Auditor yang ditunjukkan dengan nilaiR2(x2y)= 0,233, thitung =-3,670 >  ttabel = 1,684 dan dengan signifikansi (0,000 < 0,050), (3) Terdapat pengaruh negatif  dan signifikan Time Budget Pressure terhadap Kepuasan Kerja Auditor. yang ditunjukkan dengan nilai R2(x3y)= 0,414, thitung = -5,766 > ttabel =1,684 dan dengan signifikansi (0,000< 0,050),  (4) Terdapat pengaruh positif dan signifikan Komitmen Organisasi terhadap Kepuasan Kerja Auditor yang ditunjukkan dengan nilai R2(x4y)= 0,410  , thitung = 5,711 >  ttabel = 1,684 dan dengan signifikansi (0,000 < 0,050), (5) Terdapat pengaruh Gaya Kepemimpinan, Kompleksitas Tugas, Time Budget Pressure, dan Komitmen Organisasi secara bersama-sama terhadap Kepuasan Kerja Auditor yang ditunjukkan dengan nilai Ry(x1x2 x3x4) sebesar 0,845, nilai R2y(x1x2 x3x4) sebesar 0,714, harga Fhitung= 27,482 > Ftabel=2,606, nilai signifikansi (0,000< 0,050). Dengan demikian, keseluruhan hasil analisis ini mendukung hipotesis yang diajukan. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Kompleksitas Tugas, Time Budget Pressure, Komitmen Organisasi, dan Kepuasan Kerja Auditor
Studi Sifat Termal Prekursor In(TMHD)3 Untuk Menumbuhkan Lapisan Tipis In2O3 dengan Teknik MOCVD Saragih, Horasdia; Hasniah, Hasniah; Sustini, Euis; Sukirno, Sukirno
BERKALA FISIKA Vol 13, No 1 (2010): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.367 KB)

Abstract

The In2O3 thin films have been deposited on quartz substrate by MOCVD technique using In(TMHD)3 as a metal organic precurcor. Thermal properties of In(TMHD)3 material have been investigated by analyses of TG-DTA curve and FTIR spectrum to determine the value of In2O3 deposition parameters. Based on TG-DTA curve and FTIR spectrum analyses, we find that: (1) melting point of In(TMHD)3 powder is 175oC; (2) In(TMHD)3 powder starts to evaporate at 184oC; (3) partial oxidation of In(TMHD)3 in Ar/atmosfer accur at 260oC; and (4) dissosiation of TMHD ligand from indium metal element happened in the temperature range 300oC – 400oC. According to these results, we maintaned growth condition for deposition of In2O3: the temperature of In(TMHD)3 bubbler (Tb) = 200oC; the pressure of In(TMHD)3 bubbler (Pb) = 260 Torr; the rate of argon gas flow to carried out the vapor of In(TMHD)3 = 50 sccm; the rate of oxygen gas = 50 sccm; and temperature of substrate = 300oC. In 120 minutes, the thickness of deposited In2O3 thin films, the rate of deposition, and the roughness of film surface are about 0.2 µm, 1.6x10-3 µm/menit and 70 nm, respectively.   Keywords: In(TMHD)3 precursor, In­2O3, thin films, thermal properties, MOCVD.
PREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA KOPERASI DI KABUPATEN PEMALANG Sukirno, Sukirno; Haryadi, Haryadi; Budiarti, Laeli
JURNAL AKUNTANSI DAN AUDITING Volume 10, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Department of Accounting, Faculty of Economics & Business,Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.727 KB) | DOI: 10.14710/jaa.10.2.157-180

Abstract

This paper examines the usefulness of financial statements to predict financial distress in thecooperative. The financial distress is a condition before the bankruptcy that can be seen inthe financial statements. Furthermore, the financial statements are being analyzed using ratioanalysis. The ratio analysis  used as a predictor variable are current ratio, quick ratio, currentassets to total assets ratio, current liabilities to total assets, net profit margin ratio and net SHUto total assets ratio. While the research object is a cooperative financial statements reported on2012. There are 63 cooperatives used as the sample with purposive sampling approach. Thehypothesis is analysed using logistic regression. The results found that three variables can be used to predict financial distress of the cooperative. Those variables are ratio of current assets to total assets, current liabilities to total assets and net SHU to total assets. This implies theusefulnes of financial ratio to predict financial distress in the cooperative.
SENGKETA HAK GARAP DAN PENGUASAAN TANAH DI KALICARI SEMARANG (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 153 PK/TUN/2013) Mega Dewanti, Pinanti; Sukirno, Sukirno
Notarius Vol 12, No 1 (2019): Notarius
Publisher : Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.338 KB) | DOI: 10.14710/nts.v12i1.23775

Abstract

 A dispute between the Plaintiff and the Government of Semarang City on the issuance of the Decree of Mayor of Semarang, Number: 143/285/2002 on Determination of Land of Former Bengkok and Building of Asset of Kelurahan Being Semarang City Government's Asset. The problems that arise in this writing is how the legitimacy of the release of land rights and compensation claim based on the Supreme Court Decision Number 153 PK / TUN / 2013 whether has provided legal certainty for the owner. The conclusion of this legal writing, that the Panel of Judges is negligent in observing the validity of arable land in deciding cases that give the decision of the cancellation of the Decree of Mayor of Semarang Number 143/285/2002 dated September 12, 2002, concerning Determination of Land of Bengkok and Building of Asset of Village to Government's Asset Semarang City because Ny. Murdyaningsih has not been able to prove the origin of the land that became the case according to the prevailing laws and regulations. Keywords: Land Dispute, Right to Develop Land and Mastery Land. Abstrak Sengketa antara Penggugat dengan Pemerintah Kota Semarang atas di terbitkannya Surat Keputusan Walikota Semarang, Nomor: 143/285/2002 tentang Penetapan Tanah Bekas Bengkok dan Bangunan Aset Kelurahan Menjadi Aset Pemerintah Kota Semarang. Permasalahan yang timbul dalam penulisan ini adalah bagaimana keabsahan pelepasan hak dan ganti kerugian tanah garapan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 153 PK/TUN/2013 apakah telah memberikan kepastian hukum bagi pemiliknya. Kesimpulan dari penulisan hukum ini, bahwa Majelis Hakim lalai dalam mencermati mengenai keabsahan tanah garapan dalam memutus perkara yang memberi putusan pembatalan Surat Keputusan Walikota Semarang Nomor 143/285/2002 tanggal 12 September 2002, tentang Penetapan Tanah Bekas Bengkok dan Bangunan Aset Kelurahan Menjadi Aset Pemerintah Kota Semarang karena Ny. Murdyaningsih belum dapat membuktikan asal-usul tanah yang menjadi perkara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kata Kunci: Sengketa Tanah, Hak Garap dan Penguasaan.
REKONSTRUKSI REGULASI UNTUK AKSELERASI PENETAPAN HUTAN ADAT Sukirno, Sukirno
Jurnal Hukum Progresif Vol 7, No 1 (2019): Volume: 7/Nomor1/April/2019
Publisher : Doctor of Law, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.485 KB) | DOI: 10.14710/hp.7.1.81-97

Abstract

Latar belakang artikel ini adalah adanya fakta masih lambat dan sedikit penetapan hutan adat sebagai tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Konstitusi No.35/PUU-X/2012. Lambat dan sedikitnya penetapan hutan adat disebabkan oleh regulasi yang tidak efektif dan efisien. Bertolak dari latar belakang tersebut maka permasalahan yang diangkat adalah rekonstruksi regulasi seperti apa yang dapat mendorong akselerasi penetapan hutan adat sehingga dapat memberikan keadilan bagi masyarakat hukum adat? Telaah terhadap permasalahan tersebut menunjukkan persyaratan penetapan hutan adat masih dipersyaratkan adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang  untuk hutan adat di kawasan hutan dan Keputusan Kepala Daerah tentang MHA untuk hutan adat di luar kawasan hutan. Data awal memperlihatkan masih sedikit produk hukum daerah tentang MHA disebabkan oleh kurangnya kemauan kepala daerah dan DPRD. Setelah ada produk hukum daerah juga masih memerlukan proses validasi dokumen dan verifikasi lapangan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Untuk mempercepat penetapan hutan adat diperlukan terobosan hukum dengan segera membahas dan mengesahkan draft RUU MHA dengan membentuk Komisi Nasional Hak-Hak MHA yang mengambil alih semua kewenangan dan sebagian prosedur, sehingga pemerintah pusat hanya sekedar mengukuhkan (deklarasi) hutan adat saja.
REKONSTRUKSI PENCATATAN PERKAWINAN BAGI PENGHAYAT KEPERCAYAAN KOMUNITAS ADAT Sukirno, Sukirno
Jurnal Hukum Progresif Vol 7, No 2 (2019): Volume: 7/Nomor2/Oktober/2019
Publisher : Doctor of Law, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.019 KB) | DOI: 10.14710/hp.7.2.129-141

Abstract

Artikel ini dilatar-belakangi oleh kesulitan penghayat kepercayaan komunitas adat untuk memperoleh kutipan Akta Perkawinan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengungkap peraturan perundang-undangan yang mempersulit komunitas penghayat kepercayaan untuk mencatatkan perkawinannya, dan mengusulkan konstruksi baru yang bisa mempermudah komunitas penghayat kepercayaan untuk mencatatkan perkawinannya. Dalam pembahasan terungkap bahwa peraturan perundangan-undangan yang mengatur pencatatan perkawinan penghayat kepercayaan tidak mengandung norma affirmative action bagi komunitas adat, tetapi justru mempersulit dengan syarat pembentukan organisasi modern. Rekonstruksi dari peraturan perundang-undangan yang mengatur pencatatan perkawinan komunitas adat adalah dengan menambahkan formulasi yang mengandung norma affirmative action, yakni mengakui adanya eksistensi hukum adat yang mengatur organisasi tradisional komunitas adat sehingga dikecualikan dari syarat membentuk organisasi modern untuk mendapatkan kutipan Akta Perkawinan.
THE EFFECT OF IMPROVING QUALITY OF SPORTS PHYSIOLOGY SUKIRNO, SUKIRNO
Sriwijaya University Learning and Education International Conference Vol 2, No 1 (2016): 2nd SULE-IC
Publisher : Sriwijaya University Learning and Education International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sport is a human activity that is reasonable in accordance with the divine nature aims to providewelfare for those who do. Welfare highest is health. Healthy physical and spiritual. Therefore thisarticle aims to explain the role of sport and its effect on improving the quality of physiology,which relates to the quality of physical health. This paper uses the method of literature, related tosports and physiology. Based on the results of the various opinions, it can be concluded, that sportsactivities are carried out regularly and continuously, through stages that are tailored to the abilitiesof individuals, will directly improve the quality of physiology, especially the performance of theheart, lungs, associated with the use oxygen in the lungs, including body fluids, such as red bloodcirculation, the function of white blood, and platelets.
REKONTRUKSI PERJANJIAN GALA (GADAI ADAT) PADA MASYARAKAT ADAT ACEH BERBASIS SYARIAH Iqbal, Muhammad; Sukirno, Sukirno
LAW REFORM Volume 13, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.649 KB) | DOI: 10.14710/lr.v13i1.15954

Abstract

Gala merupakan suatu perjanjian pinjam-meminjam antara pihak pemberi gala dan penerima gala dengan konsep tolong-menolong pada untuk memenuhi kebutuhan keuangan dalam keadaan yang bersifat mendesak. Jika melihat pelaksanaan perjanjian gala dalam masyarakat adat Aceh pada saat ini adanya ketidak sesuaian antara pelaksanaan dan aturan pada Pasal 2 (dua) ayat (2) Qanun Nomor 9 Tahun 2008 tentang Adat dan Istiadat serta ketentuan Pasal 7 Perpu Nomor 56 Tahun 1960 tentang Penetapan Luas Tanah Pertanian. Rumusan masalah pada tesis ini adalah bagaimanakah bentuk pelaksanaan perjanjian gala dalam masyarakat adat Aceh? bagaimanakah kaitan antara perjanjian gala dengan konsep gadai syariah? bagaimanakah bentuk rekonstruksi perjanjian gala berbasis syariah? Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis empiris dan pendekatan socio-legal. Selain data sekunder, juga digunakan data primer dari serangkaian observasi dan wawancara dengan informan. Perjanjian gala dilakukan jika pemberi gala membutuhkan uang yang banyak dalam keadaan mendesak. Dalam mekanisme perjanjian gala, para pihak yang telah sepakat untuk melaksanakan perjanjian gala melakukan penyerahan objek gala dari pihak pemberi gala kepada pihak penerima gala dalam bentuk hak pakai, sedangkan dipihak penerima gala menyerahkan sejumlah uang yang telah disepakati antara keduanya secara tunai. Berakhirnya suatu perjanjian gala dalam masyarakat adat Aceh ketika objek gala tersebut telah ditebus. Jika dikaitkan perjanjian gala di Aceh dengan konsep gadai syariah maka adanya ketidak sesuaian terhadap pemanfaatan dan penguasaan dalam konsep gadai syariah. Sebagian besar para ulama tidak membolehkan pemanfatan objek gala dengan tidak adanya suatu batasan waktu. Pemanfatan objek gala dibolehkan jika para pihak sepakat untuk menerapkan tiga akad perjanjian Perjanjian gala dengan bentuk Al-Qardhul Hassan, Al-Mudharabah dan Bai' Al-Muqoyyadah agar tehindar dari unsur gharar dan riba. Salah satu bentuk rekontruksi pada perjanjian gala yang berbasis syariah dengan menerapankan konsep mudharabah hasil keuntungan yang diperoleh dari objek gala oleh penerima gala digunakan untuk menutup kembali utang pihak pemberi gala.  Pemerintah Aceh diharapkan agar membuat qanun khusus tentang tata cara dan tatacara pelaksanaan gala yang sesuai dengan ketentuan Islam dan berbasis syariah. Sehingga pelaksanaan adat di Aceh tidak melanggar ketentuan islam.
PENYELESAIAN SENGKETA PENGELOLAAN MAKAM SUNAN MURIA Riyatno, Jagi; Sukirno, Sukirno
Notarius Vol 12, No 1 (2019): Notarius
Publisher : Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.504 KB) | DOI: 10.14710/nts.v12i1.23759

Abstract

Horizontal conflict often occurs in people who have different interests. What often happens is a dispute over land ownership rights. But there are also conflicts in the form of tomb management disputes. As happened in the Tomb of Sunan Muria which is located in Colo Village, Dawe District, Kudus Regency. This study discusses how to settle cases before entering the judicial domain and after decisions from a number of levels of justice and whether the decision is in accordance with applicable regulations to the extent to which the local government acts on the case. This study uses a descriptive qualitative research method with a sociological juridical approach. Data collection is done by collecting data sources both primary and secondary data, which are adjusted to the research. The absence of enforcement of regulations on Cultural Heritage Objects. In each case, the court has not fully considered social factors and historical factors, it is seen that in terms of management of the object of the family dispute the caretaker is not involved at all. Keywords: Dispute Resolution, Management, Tomb of Sunan Muria  AbstrakKonflik horizontal sering terjadi pada masyarakat yang mempunyai kepentingan berbeda-beda. Yang sering terjadi ialah sengketa perselisihan kepemilikan hak atas tanah. Namun terdapat pula konflik yang berupa sengketa pengelolaan makam. Seperti yang terjadi pada Makam Sunan Muria yang terletak di Desa Colo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Penelitian ini membahas bagaimana penyelesaian kasus sebelum masuk pada ranah peradilan maupun setelah adanya putusan dari sejumlah tingkat peradilan.serta apakah putusan tersebut telah sesuai dengan peraturan yang berlaku hingga sejauh mana PEMDA setempat bertindak atas kasus tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan dilakukan pendekatan yuridis sosiologis. Pengumpulan data  dilakukan dengan mengumpulkan sumber data baik data primer dan sekunder, yang disesuaikan dengan penelitian. Belum adanya penegakan terhadap peraturan tentang Benda Cagar Budaya. Dalam setiap putusanya, pengadilan belum sepenuhnya mempertimbangkan faktor sosial dan faktor historis, hal tersebut terlihat bahwa dalam hal pengelolaan atas objek sengketa pihak keluarga juru kunci sama sekali tidak dilibatkan.Kata Kunci : Penyelesaian Sengketa, Pengelolaan, Makam Sunan Muria 
PENYELESAIAN SENGKETA LAHAN MASYARAKAT DI KONSENSI TAMBANG PT. MAHAKAM SUMBER JAYA KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA Harjanto, Budi; Sukirno, Sukirno; Cahyaningtyas, Irma
Notarius Vol 12, No 1 (2019): Notarius
Publisher : Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.531 KB) | DOI: 10.14710/nts.v12i1.26888

Abstract

Co-Authors A. B. Tjandrarini A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adriyani, Fitri Adya Paramita Prabandari Alsubiatun, Arif Armadani Amelia Pertiwi, Nur Amsanah, Amsanah Andiki, Febri Aulawi, Hanif Azzajjad, Muhammad Fath Budi Harjanto Bulkaini Bulkaini, Bulkaini Cahyo Figur Satrio, Wilopo Divie Dantha Dewi Djoko Kisworo Euis Sustini Farzan, Amrin Gema Fitriyano, Gema Hardianti, Desi Harun Sitompul Haryadi haryadi Hasniah Hasniah Heri Kurniawan, Heri Hermin Indah Wahyuni Horasdia Saragih Huda, Muhammad Chairul Irawati Irawati Irma Cahyaningtyas, Irma IYAKRUS IYAKRUS, IYAKRUS Jaya, Intan Purnama Junaidi, Teuku Khabib Sholeh La Ode Ali Imran Ahmad, La Ode Ali Imran Laeli Budiarti Listiawati, Listiawati M. Aditya Indra Kesuma, M. Aditya Indra Ma’mun, Sukron Marpaung, Dewi Natalia Mega Dewanti, Pinanti Meirizal Usra, Meirizal Mohammad Fakhrudin Mubarak, Alda Muhammad Taufik Hidayat Muharudin, Eko Muhyidin Muhyidin Mukhtotib Mukhtotib, Mukhtotib Mutsanna, Hasan Nafiudin Nafiudin, Nafiudin Nisak, Khumayrotun Noor El Islam, Mitha Irza Nuriana, Nuriana Nurul Setyorini Paramita Prabandari, Adya Paramita Prananingtyas, Paramita Pongkendek, Jesi Jecsen Pratama, Reza Resah Probowasito, Taufik Riyatno, Jagi Rizki, Azrul Rosidi Rosidi Samin Samin Santoso, Suryo Daru Saputra, Beny Dwi Saputri, Agatha Sinaga, Amran Jahot Sri Murniasih Suci Aulia, Andis Sunarmi Sunarmi Thariq, Muhammad Tiffani, Michell Tjipto Leksono Tri Nurhidayah, Tri Triyono Triyono Utami, Luh Putu Juwita Wahyuningtyas, Nunuk Wibowo, Lalitya Nareswari Widiawati, Kristiana Winarto, Wahid Wachyu Adi Wulandari, B.R.D. Yulianto, Wahid Zurrahmi, Hafi