Ketut Sukiyono
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu Jl. Raya Kandang Limun, Bengkulu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS DAYA SAING KOMPETITIF DAN KOMPARATIF PADA INDUSTRI KECIL GULA KELAPA DI DESA PURBOSARI KECAMATAN SELUMA BARAT KABUPATEN SELUMA Martadiningrum, Utari; Sukiyono, Ketut; Sriyoto, .
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Agribisnis Terpadu
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.117 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keuntungan kompetitif dan komparatif industri gula aren kecil di Desa Purbosari Kabupaten Seluma. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan primer. Responden dalam penelitian ini mengecam 80 produsen gula aren. Data yang dikumpulkan dari responden adalah data mingguan yang ditelusuri lima minggu berturut-turut. Metode analisis menggunakan pendekatan unit cost untuk mengukur tingkat keuntungan seperti yang diusulkan oleh Coocburn dan Siggel (1998). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata - rata rasio biaya satuan kompetitif dan keunggulan komparatif industri gula aren kecil di desa purbosari kurang dari 1, yaitu 0,65 dan 0,42. Hal ini menunjukkan bahwa gula aren di desa purbosari memiliki tingkat daya saing yang tinggi. Sementara itu. nilai NPCO-nya 0,64 menunjukkan tidak ada perlindungan pemerintah terhadap produksi gula aren.
HIGH ECONOMIC GROWTH: WILL ENSURING INCLUSIVE GROWTH? Soleh, Ahmad; Sukiyono, Ketut; Nurazi, Ridwan
Journal of Research in Business, Economics, and Education Vol 2 No 1 (2020): February Edition
Publisher : STIE Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inclusive growth (IG) measures the benefits of economic growth for people's welfare. Several approaches have been developed in measuring inclusive growth. This study aims to measure inclusive growth using the poverty approach (IGp). This research was conducted in Jambi province and Kepulauan Riau province which is the region with the highest average economic growth on the island of Sumatera in the period 2001-2016. The method of approach used in this study is descriptive analysis. The technique of collecting data uses library research. The poverty-equivalent Growth Rate (PEGR) was developed in the measurement of inclusive growth. The results of the study show that high economic growth does not guarantee the achievement of inclusive growth. This phenomenon is indicated by the average incremental growth coefficient (IGp) of Jambi province of 0.038 lower than the average coefficient of economic growth (?g) of 0.060. The same condition occurs in the province of Riau Islands, the average inclusive growth coefficient (IGp) is 0.020 lower than the average coefficient of economic growth (?g) of 0.062. This indicates that high economic growth has not been distributed evenly and the benefits of face economic growth are accepted by non-poor people. Some government policies and programs are expected to be directed towards efforts to reduce poverty so that the benefits of economic growth are truly accepted by the poor.
Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Pengolahan Kopi pada Kelompok Perkasa Tani di Desa IV Suku Menanti Kecamatan Sindang Dataran Kabupaten Rejang Lebong Murbaningtyas, Vivi; Sukiyono, Ketut; Badrudin, Rudy
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.04.15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menganalisis nilai tambah yang  dihasilkan dari usaha pengolahan kopi pada Kelompok Perkasa Tani, 2) Menganalisis kelayakan pada usaha pengolahan kopi yang dilakukan oleh Kelompok Perkasa Tani. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perhitungan analisis nilai tambah yaitu kopi bubuk premium, kopi bubuk sintaro dan kopi bubuk APA mempunyai rasio nilai tambah kategori sedang. Analisis kelayakan usaha industri pengolahan kopi bubuk IKM Sintaro Gold Coffee di Desa IV Suku Menanti layak untuk diusahakan. Nilai Payback Periode sebesar 0,03 tahun untuk produk Premium dan APA serta 0,02 untuk produk Sintaro. Usaha pengolahan kopi bubuk memiliki nilai NPV> 0, dan IRR> tingkat discount rate (7%). Artinya IKM Sintaro Gold Coffee di Desa IV Suku Menanti layak untuk diusahakan.