p-Index From 2017 - 2022
5.723
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PROSIDING SEMINAR NASIONAL ELTS Jurnal Biologi Udayana Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal S2 Pendidikan Sains Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Jurnal Civicus BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC) MUDARRISA Indonesian Journal of Islamic Education Studies Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Share : Social Work Journal Paediatrica Indonesiana INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA Konstruktivisme: Jurnal Pendidikan & Pembelajaran MEDIA BINA ILMIAH Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Indonesian Journal of Statistics and Its Applications Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Lex Librum: Jurnal Ilmu Hukum Pustabiblia: Journal of Library and Information Science JABE (Journal of Applied Business and Economic) Jurnal Biolearning Sospol : Jurnal Sosial Politik Public Health Perspective Journal Jurnal Media Laboran Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Accounting Information System (AIMS) Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia (JRDI) PENGARUH SISTEM KEUANGAN DAN KEBIJAKAN MONETER TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PADA ERA ORDE BARU DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Jurnal Kependudukan Indonesia Voice Justisia : Jurnal Hukum dan Keadilan Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) International Journal of Science and Society (IJSOC)
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Share : Social Work Journal

PEMENUHAN HAK PARTISIPASI ANAK MELALUI FORUM ANAK DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KOTA LAYAK ANAK DI KOTA BANDUNG Rizki, Devi Ayu; Sulastri, Sri; Irfan, Maulana
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.31 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13085

Abstract

Anak adalah harapan setiap orang tua dan keluarga. Dalam cakupan luas, anakadalah harapan bangsa dan negara bahkan dunia di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, menjadi hal yang krusial dan komitmen bersama untuk memenuhi hak-hak anak sebagai manusia serta mewujudkan dunia yang layak bagi mereka.Pada tahun 1989, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan Konvensitentang Hak-hak Anak (KHA) dan menetapkan kewajiban bagi pemerintah yang meratifikasi untuk membuat langkah-langkah implementasi. Secara garis besar, Konvensi Hak-hak Anak (KHA) tersebut mengelompokkan hak-hak anak ke dalam 4(empat) kelompok hak dasar, yaitu hak untuk bertahan hidup (survival rights), hak untuk tumbuh dan berkembang (development rights), hak atas perlindungan (protection rights), dan hak untuk berpartisipasi (participation rights).Pemerintah Republik Indonesia telah meratifikasi konvensi tersebut pada tahun1990 melalui Keppres Nomor 36 tahun 1990 kemudian mengesahkan Undang-undangPerlindungan Anak Nomor 23 tahun 2002. Dengan meratifikasi KHA, Indonesiamenyepakati bahwa seluruh hak anak adalah hak asasi manusia seorang anak yang setara pentingnya dan bahwa Indonesia akan melakukan segala upaya untuk memastikan seluruh hak tersebut dihormati, dilindungi, dan dipenuhi.Sejak diratifikasi Konvensi Hak Anak, pemerintah mulai menyusun berbagaistrategi untuk membuat kebijakan maupun program yang betujuan untuk mewujudkanhak-hak anak. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuandan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2011 Tentang KebijakanPengembangan Kota Layak Anak. Terdapat 40 kabupaten dan 34 kota di Indonesia yang telah dicanangkan sebagai salah satu kabupaten/kota menuju layak anak.Bandung adalah kota yang pertama kali memiliki inisiatif untuk mengembangkanKota Ramah Anak pada tahun 2004. Pada tahun 2006 Kota Bandung telah mendapatkan dua penghargaan sebagai pemerintahan yang memiliki komitmen kuatdalam upaya perlindungan anak sehingga telah dicanangkan sebagai Kota Layak Anak.Dalam kebijakan ini, salah satu prinsipnya adalah partisipasi anak dalam pembangunan lingkungan yang juga sebagai salah satu hak dari 31 hak anak. MenurutPeraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2011 Pasal 1 Ayat 2, “Partisipasi Anak adalah keterlibatan anak dalam proses pengambilan keputusan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan dirinya dan dilaksanakan atas kesadaran, pemahaman serta kemauan bersama sehingga anak dapat menikmati hasil atau mendapatkan manfaat darikeputusan tersebut. Anak perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan, termasukdalam pengambilan keputusan rencana pembangunan daerah untuk mewujudkankota yang layak bagi mereka.Hal di atas menunjukkan bahwa partisipasi anak sesungguhnya merupakan dasar dan batu pijakan yang menjamin bahwa anak-anak merupakan subyek darihak asasi manusia yang sama sehingga tidak selalu menjadi objek dari suatu prosespembangunan. Saat ini, pemerintah telah membentuk dan membina wadah partisipasianak yang disebut Forum Anak, yang didalamnya beranggotakan seluruh anak danpengurusnya terdiri dari perwakilan kelompok-kelompok anak. Forum anak ini dibentuk dengan tujuan untuk menjembatani kepentingan anak-anak dan kepentinganorang dewasa. Forum anak merupakan media, wadah atau pranata untuk memenuhihak partisipasi anak tersebut, untuk secara khusus menegaskan pasal 10 Undang undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sebagai bentuk komitmen dalam merespon kesepahaman atas pentingnya hak partisipasi anak untukmewujudkan Dunia yang layak bagi anak, Pemerintah Kota Bandung juga membentukdan membina wadah partisipasi anak (forum anak) yang bernama Forum Komunikasi Anak Bandung (FOKAB).Akan tetapi, hal ini agaknya juga masih sulit diimplementasikan. Anak sampai saat ini masih berada dilatarbelakang saja dalam proses pembangunan. Kesejahteraananak diasumsikan akan terjadi bila pembangunan berjalan dengan baik. Jadi anak hanya ada dalam anggapan dan tidak pernah dikedepankan secara sadar dan sengaja sebagai wawasan pembangunan dan bukan subyek pembangunan. Mereka hanya menjadi indikator pembangunan, seperti angka kematian bayi, angka kematian balita dan anak, derajat partisipasi dalam pendidikan, dan sebagainya.Konsep anak sendiri juga masih bias. Anak dipandang sebagai orang dewasa yangbelum ‘jadi’, atau tengah dalam proses ‘menjadi’, sehingga tidak perlu diperhitungkan. Padahal anak adalah warga negara yang penuh akal, yang mampu membantu pembangunan masa depan lebih baik bagi semua orang.Berdasarkan pernyataan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untukmengetahui sejauh mana pemenuhan hak partisipasi anak melalui forum anak dalam implementasi kebijakan kota layak anak.
Co-Authors A. H. Sutanto, A. H. Abdullah, Uhud Achmad Taufik Adi Gunawan, Adi Adrian Gunawan, Adrian Agus Sukarno Alamsyah, Rifan Aldy Rialdy Atmadja, Aldy Rialdy Anisa Zairina Arliani, Pradini Nur’amalia Ashadi Sasongko Atan Baas Sinuhaji, Atan Baas BASAR, GIGIN G. KAMIL BASAR, GIGIN G. KAMIL Baskoro Adi Prayitno Budi M. Taftazani Budiman Tampubolon Chairul Yoel, Chairul Chichik Nirmasar, Chichik Chika Nur Pebriani, Chika Nur Danny Dwi Septianto, Danny Dwi Dedeh Dedeh, Dedeh Dessy Hasanah Siti Asiah, Dessy Hasanah Siti Devi Ayu Rizki, Devi Ayu Dwi Kusuma Purnamasari, Dwi Kusuma Erwan Erwan, Erwan Fifi Puspita Gigin Ginanjar Kamil Basar, Gigin Ginanjar Kamil Hadi, Sulvana Hananto, Dwi Ampera Harahap, Chairul Adillah Harahap, Sari Leyli Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani, Hetty I Made Sudana Jaya, Asrul Johnwan Usman, Johnwan Kodaruddin, Wina Nurdini Krisrupianti, Lupi Kurnia Sholihah, Kurnia Lusi Epsilawati Lusianai, Wa Ode M. Iqbal Made Sriasih, Made Majidah Maridi Maridi Masrul Masrul Maulana Irfan, Maulana Meilanny Budiarti S., Meilanny Budiarti MUHAMMAD ALI Muhammad Ferdryansyah, Muhammad Nadir Naim, Muh Rizman Nandang Mulyana, Nandang Ngurah Intan Wiratmini NI LUH SURIANI Noersida Raid, Noersida Nur Hidayat NURHAQIM, SONI AKHMAD NURHAQIM, SONI AKHMAD Pakendek, Adriana Pardi Pardi, Pardi Pradini Nur’amalia Arliani, Pradini Nur’amalia Purwanto, Moch RAMADHANI, WIDYA SUCI RAMADHANI, WIDYA SUCI Rendy H Pratama, Rendy H Ria Noerianingsih Firman, Ria Noerianingsih Rindang Ekawati Roko Patria Jati, Roko Patria Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Sahadi Humaedi Sari, Diah Puspita Sigit Widiyarto, Sigit Sopyan, Taupik Sri Andayani, I Gusti Ayu Sumiati Sumiati Suryani . Sutresna, Yoyon Suwirta, Utty Syamsuhaidi, Syamsuhaidi Triana, Annisya Usman, Lismayani Utami Dyah Syafitri Wardani, Win Yuli Widya Hary Cahyati