Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH TERAPI BACK MASSAGE TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PADA PENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI DESA RAJADESA KECAMATAN RAJADESA KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2018 Daniel Akbar Wibowo; Dini Nurbaeti Zen; Yalis Agustina
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 1, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v1i1.1836

Abstract

Disease that is often complained by the public today one of the pain in the bone, which is better known by the community with rheumatism. Rheumatism or rheumatoid arthritis is a systemic, progressive, chronic and tendonic inflammatory disease of joints and connective tissue symmetrically. One way of management of rheumatoid arthritis pain is back massage therapy. Back Massage is one of the techniques to give massage action on the back with lotions/balm for 10-15 minutes, the warm sensation leads to vasodilation of blood vessels that will improve blood circulation in the area so that the activity of the cell is increased and will reduce pain, increase comfort, reduce muscle tension and improve physical and psychological relaxation. This study aims to determine the effect of Back massage therapy to decrease the pain level of rheumatoid arthritis patients in Rajadesa Village Rajadesa Sub District Ciamis District in 2018. Type of research using Quasi Experiment Design with one group pretest-posttest design. Total sample 48 respondents with total sampling technique. Data collection using experimental method with VDS (Verbal Descriptor Scale) pain rate measurement tool. The result of statistical test by using Linear Regression shows Sig = 0,000 <0,05, t value = 18,935> 2,012. Then Ha is accepted, and the average value before therapy is 3.27 with a standard deviation of 0.818, whereas after therapy is 2.23 with a standard deviation of 0.881, meaning there is the effect of back massage therapy on the decrease of pain level in patients with rheumatoid arthritis. So to reduce pain in patients with rheumatoid arthritis can be given back massage therapy.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI CAMPAK DENGAN KETERCAPAIAN IMUNISASI CAMPAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPAKU KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2020 Dini Nurbaeti Zen; Dea Restu Ramdani
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 2, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v2i2.4533

Abstract

Penyakit campak merupakan penyakit menular yang masih menjadi  masalah kesehatan bayi dan anak. Campak juga merupakan penyakit endemik di negara berkembang salah satunya di Indonesia yang masih menempati urutan ke-5 penyakit yang menyerang pada bayi dan balita. Penyakit campak termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan tindakan imunisasi dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah karena Indonesia ikut serta dalam program eliminasi campak pada tahun 2020 dengan cakupan campak minimal 95% di setiap wilayah secara merata. Kemenkes RI menjelaskan terkait cakupan imunisasi itu berhubungan erat dengan pengetahuan dan sikap keluarga akan manfaat dari imunisasi. Semakin tinggi pengetahuan dan sikap semakin tinggi pula angka cakupannya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, jenis penelitian ini tujuannya untuk menemukan ada atau tidaknya hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi campak dengan ketercapaian imunisasi campak pada bayi. Sampel yang digunakan yaitu berjumlah 88 orang Ibu yang memiliki bayi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proportionate stratified random sampling. Pada pengambilan data yaitu dengan memberikan kuesioner dan lembar observasi. Untuk Uji statistik pada penelitiam ini menggunakan product moment. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi campak dengan ketercapaian imunisasi campak pada bayi di Puskesmas Cipaku Kabupaten Ciamis Tahun 2020 dengan nilai  ρ value < α (0,000 < 0,05). Saran dari penelitian ini diharapkan bagi instansi kesehatan, tenaga kesehatan terutama orang tua lebih meningkatkan kembali kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan khususnya imunisasi campak dan mempertahankan pengetahuan ibu tentang imunisasi campak dengan baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA DI DUSUN CIOMAS KABUPATEN CIAMIS Zen, Dini Nurbaeti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.271 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.196

Abstract

Pelayanan kesehatan di posyandu lanjut usia meliputi pemeriksaan kesehatan fisik dan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS). Lansia dalam memanfaatkan posyandu dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tingkat dukungan sosial, sikap lansia, dan sikap kader posyandu dalam memberikan pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemanfaatan posyandu lansia di Desa Ciomas Kabupaten Ciamis. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan analitik observasional dan menggunakan pendekatan cross sectional. Anggota posyandu lansia berjumlah 50 lansia, dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunkan kuesioner, dan lembar absensi kehadiran responden di posyandu lansia.Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan responden yang tidak aktif sebanyak 28 responden (51,9%). Responden yang kurang mendapat dukungan sosial 26 (48,1%), responden dengan sikap cukup sebanyak 33 responden (61,1%). Hasil uji statistik sebelum menggunakan uji Regresi binary logistik dilakukan pengujian Chi Square. Hasil uji Chi Square antara dukungan sosial dengan pemanfaatan posyandu sebesar p = 0,001. Hasil uji Chi Square antara sikap dengan pemanfaatan posyandu sebesar p = 0,001. Hasil uji Chi Square antara peran kader dengan pemanfaatan posyandu sebesar p = 0,001. Hasil pengujian regresi binary logistik pada variabel dukungan sosial sebesar p = 0,002 dan exp (B) = 1,794, sehingga disimpulkan ada pengaruh dukungan sosial dengan pemanfaatan posyandu lansia di Desa Ciomas Kabupaten Ciamis. Variabel sikap sebesar p = 0,028 dan exp (B) = 1,166, sehingga disimpulkan ada pengaruh sikap lansia tentang fungsi dan manfaat posyandu dengan pemanfaatan posyandu lansia di Desa Ciomas Kabupaten Ciamis. Variabel peran kader sebesar p= 0,012 dan exp (B) = 1,183, sehingga disimpulkan ada pengaruh peran kader posyandu dengan pemanfaatan posyandu lansia di Desa Ciomas Kabupaten Ciamis.
HUBUNGAN SIKAP IBU YANG MEMPUNYAI BAYI DENGAN PELAKSANAAN IMUNISASI DPT DI PUSKESMAS KAWALI KABUPATEN CIAMIS Dini Nurbaeti Zen; Tita Rohita; Siti Sopiah
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 3, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v3i1.6585

Abstract

Kendala utama keberhasilan vaksinasi bayi dan anak dalam sistem kesehatan adalah pengetahuan yang rendah dan kurangnya kebutuhan vaksinasi masyarakat. Sikap ibu terhadap vaksinasi akan menimbulkan perilaku yang mendukung terhadap kegiatan vaksinasi. Ini merupakan faktor dominan keberhasilan vaksinasi, jika sikap positif diharapkan pelaksanaan vaksinasi meningkat. Sikap ibu meningkatkan kepercayaan ibu terhadap kesehatan dan mempengaruhi status vaksinasi bayi dan balita. TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap ibu yang memiliki bayi terhadap pemberian vaksin DPT. Metode penelitian yang digunakan penelitian korelasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 73 orang ibu yang memiliki anak balita dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 11 orang (15,1%) memiliki sikap negatif, 2 responden memiliki sikap negatif (2,7%) tetapi telah mendapatkan vaksin dan sebanyak 62 orang (84,9%) memiliki sikap positif terhadap vaksinasi. Analisis bivariat dengan nilai P & lt; a (0,001 < 0,05). Jadi Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara sikap ibu yang memiliki bayi dengan penerapan vaksin DPT.The main obstacle to the success of infant and child vaccination in the health system is the low level of knowledge and the lack of community vaccination needs. Mother's attitude towards vaccination will lead to supportive behavior towards vaccination activities. This is a dominant factor in the success of vaccination, if a positive attitude is expected to increase vaccination implementation. Mother's attitude increases maternal confidence in health and affects the vaccination status of infants and toddlers. OBJECTIVE: This study aims to determine the relationship between the attitudes of mothers who have babies to the DPT vaccine. The research method used was correlational research with a cross sectional research design. The sample used as many as 73 mothers who have children under five with total sampling technique. The results showed that as many as 11 people (15.1%) had a negative attitude, 2 respondents had a negative attitude (2.7%) but had received the vaccine and as many as 62 people (84.9%) had a positive attitude towards vaccination. Bivariate analysis with P value & lt; a (0.001 < 0.05). So Ha is accepted and Ho is rejected. Conclusion: The conclusion of this study is that there is a relationship between the attitude of mothers who have babies with the application of the DPT vaccine.
HUBUNGAN POLA ASUH IBU BEKERJA DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN ANAK USIA PRA SEKOLAH DI PERUMAHAN GRAHA BUDIASIH ASRI DUSUN BUDIASIH DESA CIBENDA KECAMATAN PARIGI PANGANDARAN TAHUN 2021 Dini Nurbaeti Zen; Heni Mulyani
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 3, No 2 (2021): Juli
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v3i2.5693

Abstract

Peran ibu dalam keluarga salah satunya memenuhi kebutuhan fisiologis, psikis dengan menerapkan pola asuh yang tepat pada anak. Anak pra sekolah merupakan fase emas artinya mengalami perkembangan dengan cepat sehingga anak berhak atas perkembangan yang baik. Permasalahan menjadi berbeda ketika ibu juga dalam bekerja karena waktu tidak dapat 100% dalam mengurus anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu bekerja dengan tingkat perkembangan anak usia pra sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 47 ibu dengan teknik sampel Total Sampling. Hasil penelitian menunjukan hampir setengah ibu menerapkan pola asuh permisif sebanyak 16 orang (34,04%) dan hampir setengah anak usia pra sekolah perkembangannya meragukan sebanyak 23 orang (48,9%). Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman dengan hasil nilai P Value < α (0,001 < 0,05). Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan pola asuh ibu bekerja dengan tingkat perkembangan anak usia pra sekolah. Maka untuk menjaga perkembangan tetap baik, orang tua perlu menerapkan pola asuh yang sesuai.One of the roles of mothers in the family is to fulfill physiological and psychological needs by applying appropriate parenting patterns to children. Pre-school children are a golden phase, meaning that they develop rapidly so that children have the right to good development. Problems become different when mothers are also at work because time cannot be 100% in taking care of children. The purpose of this study was to determine the relationship between parenting patterns of working mothers and the level of development of pre-school age children. The research method used is descriptive quantitative with aapproach cross sectional. The sample used was 47 mothers with thetechnique total sampling. The results showed that almost half of the mothers applied permissive parenting as many as 16 people (34.04%) and almost half of the pre-school age children had doubts about 23 people (48.9%). Bivariate analysis usingtest Spearman's Rank with P Value < (0.001 < 0.05). So Ha is accepted and Ho is rejected. The conclusion of this study is that there is a relationship between parenting patterns of working mothers and the level of development of pre-school age children. So to maintain good development, parents need to apply appropriate parenting patterns.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP KELUARGA TENTANG PERAWATAN ARTHRITIS RHEUMATOID PADA LANSIA DI DESA PAMALAYAN KECAMATAN CIJEUNGJING KABUPATEN CIAMIS. Wibowo, Daniel Akbar; Zen, Dini Nurbaeti
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 1, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v1i1.1770

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang sering terjadi pada lansia yaitu arhtritis rheumatoid. Dampak bagi keluarga akan terganggu dan keluarga sebagai orang terdekat harus mampu menjalankan tugasnya di bidang kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga tentang perawatan arthritis rheumatoid pada lansia di Desa Pamalayan Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kaluarga yang terdapat lansia dengan arthritis rheumatoid sebanyak 125 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposif sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga tentang perawatan arthritis rheumatoid pada lansia dengan p-value = 0,000. Saran bagi keluarga adalah harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang arthritis rheumatoid dan upaya pencegahannya
HUBUNGAN POLA ASUH IBU BEKERJA DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN ANAK USIA PRA SEKOLAH DI PERUMAHAN GRAHA BUDIASIH ASRI DUSUN BUDIASIH DESA CIBENDA KECAMATAN PARIGI PANGANDARAN TAHUN 2021 Dini Nurbaeti Zen; Heni Mulyani; Daniel Akbar Wibowo
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 4, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v4i1.7321

Abstract

Peran ibu dalam keluarga adalah memenuhi kebutuhan fisiologis, psikis dengan menerapkan pola asuh yang tepat pada anak. Anak pra sekolah merupakan fase emas artinya mengalami perkembangan dengan cepat sehingga anak berhak atas perkembangan yang baik. Permasalahan menjadi berbeda ketika ibu juga dalam bekerja karena waktu tidak dapat 100% dalam mengurus anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu bekerja dengan tingkat perkembangan anak usia pra sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 47 ibu dengan teknik sampel Total Sampling. Hasil penelitian menunjukan hampir setengah ibu menerapkan pola asuh permisif sebanyak 16 orang (34,04%) dan hampir setengah anak usia pra sekolah perkembangannya meragukan sebanyak 23 orang (48,9%). Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman dengan hasil nilai P Value < α (0,001 < 0,05). Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan pola asuh ibu bekerja dengan tingkat perkembangan anak usia pra sekolah. Maka untuk menjaga perkembangan tetap baik, orang tua perlu menerapkan pola asuh yang sesuai.The role of the mother in the family is to fulfill physiological and psychological needs by applying appropriate parenting styles to children. Pre-school children are a golden phase, meaning that they develop rapidly so that children have the right to good development. Problems become different when mothers are also at work because time cannot be 100% in taking care of children. The purpose of the study was to determine the relationship between parenting patterns of working mothers and the level of development of pre-school age children. The research method used is descriptive quantitative with a cross sectional approach. The sample used was 47 mothers with the total sampling technique. The results showed that almost half of the mothers applied permissive parenting as many as 16 people (34.04%) and almost half of the pre-school age children had doubts about 23 people (48.9%). Bivariate analysis using Spearman's Rank test with P Value < (0.001 < 0.05). So Ha is accepted and Ho is rejected. The conclusion of this study is that there is a relationship between parenting patterns of working mothers and the level of development of pre-school age children. So to maintain good development, parents need to apply appropriate parenting patterns.
HUBUNGAN SIKAP IBU YANG MEMPUNYAI BAYI DENGAN PELAKSANAAN IMUNISASI DPT DI PUSKESMAS KAWALI KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2018 Dini Nurbaeti Zen; Tita Rohita; Siti Sopiah
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 1, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v1i1.1789

Abstract

Berdasarkan Survey Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 menunjukan AKB sebesar 22,23 per 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan AKABA sekitar 26,29 per 1.000 kelahiran hidup.Diperkirakan1,7 juta kematian atau 5% terjadi pada balita di Indonesia adalah akibat PD3I. Kasus PD3I yang sangat menjadi  perhatian  yang  besar  akhir-akhir  ini  adalah  dilaporkan  beberapa  daerah  di  Indonesia dinyatakan telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Angka kematian akibat difteri di Indonesia sekitar 15% dan terus mengalami peningkatan   (Vivi Triania, 2015). Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan (overt behavior). Untuk mewujudkan sikap  menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan, antara lain adalah fasilitas.Komponen sikap terdiri dari tiga, yaitu kognitif, afektif dan konatif, dimana ketiga kompenen ini bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude). Dalam penentuan sikap yang utuh ini, pengetahuan, berpikir, keyakinan dan emosi memegang peranan penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sikap ibu yang mempunyai bayi dengan pelaksanaan imunisasi DPT di puskesmas Kawali. Metode penelitian yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian di wilayah kerja Puskesmas Kawali mengenai adanya hubungan antara sikap ibu yang mempunyai bayi dengan pelaksanaan imunisasi DPT didapat kesimpulan hasil uji Chi Squares, didapatkan nilai  ? = 0,00 atau ? <  ? = 0,05 berarti ada hubungan antara sikap ibu dengan pelaksanaan imunisasi DPT tahun 2018. Disarankan hasil penelitian bisa dijadikan bahan referensi dalam penelitian selanjutnya.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP KELUARGA TENTANG PERAWATAN ARTHRITIS RHEUMATOID PADA LANSIA DI DESA PAMALAYAN Daniel Akbar Wibowo; Dini Nurbaeti Zen
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 3, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v3i1.6578

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang sering terjadi pada lansia yaitu arhtritis rheumatoid. Dampak bagi keluarga akan terganggu dan keluarga sebagai orang terdekat harus mampu menjalankan tugasnya di bidang kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga tentang perawatan arthritis rheumatoid pada lansia di Desa Pamalayan Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kaluarga yang terdapat lansia dengan arthritis rheumatoid sebanyak 125 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposif sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga tentang perawatan arthritis rheumatoid pada lansia dengan p-value = 0,000. Saran bagi keluarga adalah harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang arthritis rheumatoid dan upaya pencegahannya.This research is motivated by a problem that often occurs in the elderly, namely rheumatoid arthritis. The impact on the family will be disrupted and the family as the closest person must be able to carry out their duties in the health sector. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge and family attitudes about treating rheumatoid arthritis in the elderly in Pamalayan Village, Cijeungjing District, Ciamis Regency. Knowledge is the result of knowing and this occurs after people have sensed a certain object. Attitude is a reaction or response that is still closed from a person to a stimulus or object. The type of research used is descriptive correlation with cross sectional approach. The population in this study were 125 elderly families with rheumatoid arthritis using purposive sampling technique. The instrument used is a questionnaire. The results showed that there was a relationship between the level of knowledge and family attitudes about treating rheumatoid arthritis in the elderly with p-value = 0.000. Suggestions for families are to have sufficient knowledge about rheumatoid arthritis and its prevention efforts.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIAMIS TAHUN 2019 Riyanto Agung Pamungkas; Siti Rohimah; Dini Nurbaeti Zen
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 2, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v2i1.3577

Abstract

Compliance with hypertension treatment is the main aspect in treating hypertension. One of the factors that can influence medication adherence is family support. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and adherence to treatment in patients with hypertension in the work area of Ciamis Health Center.The design of this study uses correlational design. The population in this study were patients with hypertension in the work area of Ciamis Health Center, which were 13,273 people and the study sample used purposive sampling so that the samples obtained were 99 people. Data collection techniques used were questionnaires and observations. The results showed a relationship between family support and adherence to treatment in hypertensive patients in the Ciamis Community Health Center work area. Based on the results of the Kendal-Tau analysis with a 95% confidence level and a 5% error level, the correlation coefficient value of family support with treatment compliance is equal to r = 0.526 with a significance level of p value of 0.049 < α 0.05. That is, the higher the family support given to hypertension sufferers, the higher the compliance.Suggestions for further researchers are expected to conduct further research on the importance of family support to further improve adherence to treatment in patients with hypertension, because in this study most of the family support provided moderate support. Or examine other factors that can improve the compliance of hypertensive patients in treatment. Keywords: Family Support, Compliance with Hypertension TreatmentReferences: 31 (2002-2018)