Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Implementation of Augmented Reality Hairstyles at Beauty Salons Using the Viola-Jones Method (Case Study: Eka Salon) Graha Virgian Gustira Putri; Ade Syahputra; Silvester Dian Handy Permana
JISA(Jurnal Informatika dan Sains) Vol 3, No 2 (2020): JISA(Jurnal Informatika dan Sains)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jisa.v3i2.847

Abstract

Augmented reality is the technology that superimposes a computer-generated digital content on a user's view of the real world in a real time so users can experience the real virtual objects. The use of augmented reality has spread into various industries, for an example in the fashion industry. One of fashion industry type is hairstyle industry. Eka Salon is a beauty salon that provides beauty treatments for women's hair care. This salon has a problem that customer are not satisfacted with the results of their new haircut because that doesnt match with their expectations. This can be seen from the results of observations at Eka Salon is resulted that 8 out of 15 interviewed customers were not satisfied with their new haircuts because it did not match the appearance in the catalog. In this research, an augmented reality hairstyles will be made that can visualize how the shape of the selected hairstyle by the customer without having to cut their hair first. The Viola-Jones method was chosen as the method used in this study because it has a high accuracy of 90% in face detection. The result of this research is that the Viola-Jones method can detect facial surfaces and generate a 3D hairstyle model distance to 100cm properly. The test of the acceptance level of this application is carried out by Eka Salon customers with an average percentage of 84.3%.
Sistem Pakar Diagnosa Mental Ilness Psikosis dengan Menggunakan Metode Certainty Factor Graha Virgian Gustira Putri
Jurnal Inovtek Polbeng Seri Informatika Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.773 KB) | DOI: 10.35314/isi.v3i2.453

Abstract

Sehat tidaknya kehidupan seseorang tidak hanya di dasarkan  pada fisik tetapi juga mental. Kesehatan mental dan fisik harus seimbang untuk mendapatkan kehidupan yang baik. Banyak orang tidak memperhatikan kesehatan mental mereka dan orang- orang di sekitar mereka sehingga hidup mereka tidak lagi bisa diselamatkan. Salah satu akibat dari kesehatan mental yang terganggu adalah kasus depresi, menyakiti diri sendiri(cutting) hingga bunuh diri. Mental Illness (Gangguan kesehatan jiwa) diantaranya depresi, cemas, psikosis, phobia, trauma, insomnia, dan lain sebagainya.Psikosis yaitu istilah medis yang bermakna tentang gangguam keadaan mental yang disebabkan oleh delusi atau halusinasi. Jenis jenis mental illness psikosis adalah Skizofrenia, Depresi, Bipolar, PTSD,dan Paranoia.Sayangnya ahli kejiwaan tidak sebanyaknya ahli di bidang kesehatan lainnya hal ini terbukti dengan sedikitnya rumah sakit kejiwaan yang ada di setiap daerah. Untuk memberikan pengetahuan kepada umum , dan meminimalisir tindakan yang terlambat maka perlu dibuat sebuah alat bantu. Salah satu implementasi yang diterapkan sistem pakar dalam bidang psikologi.Metode certainty factor lebih cocok diterapkan untuk kasus pada diagnosis mental illness psikosis ini karena dalam menghadapi suatu permasalahan sering ditemukan jawaban yang tidak memiliki kepastian penuh. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan suatu sistem yang dapat digunakan untuk melakukan diagnosis gangguan mental illness psikosis yang mampu membuat suatu keputusan yang sama, sebaik layaknya seorang psikolog.