Tjutjun Setiawan
Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Pastoral bagi Pasangan yang Bercerai Tjutjun Setiawan; Fitry Riny Lasmaria; Yanto Paulus Hermanto; Karyo Utomo
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 6, No 1: Mei 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v6i1.343

Abstract

Setiap orang pasti tidak menginginkan bahtera rumah tangganya hancur dan berujung dengan perceraian. Dalam realita hidup banyak dijumpai pasangan-pasangan yang melakukan perceraian dengan berbagai alasan dan itu memberikan dampak bukan hanya terhadap anak-anak, keluarga tetapi juga terhadap pasangan yang bercerai tersebut. Gereja pada umumnya memberikan pendampingan pada waktu pasangan menikah itu hendak bercerai, tetapi setelah keluarnya putusan pengadilan yang mensahkan perceraian mereka, pendampingan pastoral tidak lagi dilakukan. Penelitian ini mengkaji bagaimana pentingnya pendampingan pastoral bagi pasangan bercerai sehingga dapat mengurangi dampak dalam kehidupan mereka yang sedang dalam pra-perceraian ataupun pasca perceraian. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dan menggunakan instrumen wawancara dengan salah satu pasangan yang bercerai, dan kesimpulan yang didapat adalah betapa penting gereja melakukan pendampingan pastoral bagi pasangan yang melakukan perceraian agar mereka tetap dapat menjalankan dan melanjutkan kehidupan sehari-hari dan membangun kehidupan rohani dengan lebih baik lagi, mencegah terjadinya perzinahan karena kebutuhan biologis yang tidak tersalurkan sebagai konsekuensi logis dari sebuah perceraian, serta tidak tertutup kemungkinan pasangan bercerai ini diarahkan untuk dapat rujuk kembali.apabila mereka tidak tahan bertarak. Kata-kata kunci: Perceraian; pendampingan pastoral; perkawinan Kristen
ANALISIS KRITIS TENTANG MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN MUSA BERDASARKAN KELUARAN 18:1:27 Alvonce Poluan; Tjutjun Setiawan; Steven Tommy Dalekes Umboh
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2 (2022): Pebruari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.016 KB)

Abstract

Management and leadership are very important themes in an organization both secular and spiritual, whose goal is to achieve the main target of the organization itself. This study tries to critically analyze Moses' management and leadership based on Exodus 18:1-27. This research uses a qualitative method with a literature study approach, and also through a study of the Bible verses in the eighteenth chapter of Exodus. Through this research, the authors hope that every organization has an understanding of how good management and effective leadership are, so that organizational goals can be achieved. The author concludes that Moses made a change in the pattern of leadership from a "one man show" to a tiered leadership where there was delegation of authority, duties and responsibilities by forming leadership units under him and placing the right people in the right positions with established qualifications. Keywords: management, leadership, Moses, Jethro ABSTRAK Manajemen dan kepemimpinan merupakan tema yang sangat penting dalam sebuah organisasi baik yang bersifat sekuler maupun yang rohani, yang tujuannya adalah membawa organisasi itu mencapai apa yang menjadi target utama dari organisasi itu sendiri. Penelitian ini mencoba menganalisis secara kritis tentang manajemen dan kepemimpinan yang dilakukan Musa berdasarkan Kitab Keluaran 18:1-27. Adapun penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, dan juga melalui kajian ayat-ayat Alkitab dalam Keluaran pasal delapan belas tersebut. Melalui penelitian ini penulis berharap setiap organisasi mempunyai pemahaman tentang bagaimana manajemen yang baik itu dan kepemimpinan yang efektif sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Penulis mengambil kesimpulan bahwa Musa melakukan perubahan pola kepemimpinan dari yang bersifat “one man show” menjadi kepemimpinan berjenjang di mana terjadi pendelegasian wewenang, tugas dan tanggung jawab dengan membentuk unit-unit kepemimpinan di bawahnya dan menempatkan orang-orang yang tepat pada posisi yang tepat dengan kualifikasi yang sudah ditetapkan. Kata Kunci: manajemen, kepemimpinan, Musa, Yitro
Mentalitas Silo Ditinjau dari Perspektif Alkitab Styadi Senjaya; Tjutjun Setiawan; Tomi Yulianto; Yusup Heri Harianto
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.260

Abstract

Pandangan tentang mentalitas silo ada dalam gereja dari waktu ke waktu. Faktor seperti cara komunikasi, penyampaian visi, dan lainnya ikut memengaruhi hal tersebut. Beberapa studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kekuatan organisasi, teknik silo-busting, dan tingkat kolaborasi dalam organisasi tertentu, organisasi yang menggunakan teknik silo-busting dibandingkan dengan organisasi yang memiliki tingkat kinerja yang lebih rendah, kolaborasi internal yang lebih baik dalam sebuah organisasi. Tulisan ini bertujuan untuk menemukan perspektif Alkitab tentang mentalitas silo. Penelitian yang digunakan dalam penulisan ini, yaitu metode kualitatif studi pustaka, menemukan cara Alkitab untuk dapat mengatasi mentalitas silo dalam melakukan pelayanan di gereja. Tulisan ini diharapkan dapat membantu gereja Tuhan untuk merumuskan manajemen gereja yang tepat dan sesuai dalam menjalankan organisasinya, hingga world view (pemahaman) pemimpin gereja menjadi benar. Kata Kunci: Manajemen Gereja, Mentalitas Silo, Kepemimpinan, Delegasi Abstract:This view of the silo mentality has existed in the church from time to time. Factors such as the way of communication, delivery of the vision, and others also influence this. Several studies show that there is a relationship between organizational strength, silo-busting technique, and the level of collaboration in a particular organization, organizations that use silo-busting techniques compared to organizations that have lower levels of performance, better internal collaboration within an organization. This paper aims to find a biblical perspective on the silo mentality. The research used in this paper, which is a qualitative method of literature study, finds the Bible's way to overcome the silo mentality in serving in the church. This paper is expected to help God's church to formulate appropriate and suitable church management in running its organization, so that the world view (understanding) of church leaders becomes correct. Keywords: Church Management, Silo Mentality, Leadership, Delegation