Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Effect of feeding methods of katuk (Sauropus androgynus) extract on performance and carcass quality of broiler chickens U Santoso; T Suteky; Heryanto .; Sunarti .
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Vol 7, No 3 (2002): SEPTEMBER 2002
Publisher : Indonesian Center for Animal Research and Development (ICARD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.187 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v7i3.287

Abstract

The present experiment was conducted to evaluate effect of feeding methods of katuk extract on performance and carcass quality of broilers. Sixty 20-d-old male broilers were distributed to 5 treatment groups of 4 replicates with 3 birds each. One treatment group was fed basal diet without katuk extract (P0), whereas other treatment groups were fed basal diet plus 18 g katuk extract/kg diet (P1), basal diet plus 9 g katuk extract/l drinking water (P2), basal diet plus 9 g katuk extract/kg diet plus 4.5 g katuk extract/l drinking water (P3), and basal diet plus 4.5 g katuk extract/kg diet plus 2.25 g katuk extract/l drinking water (P4). Experimental results showed that weight gain of P1 and P4 were significantly higher (P<0.05) than those of P0 and P2. Feed conversion ratio of P1 and P4 were significantly lower than those of P0 and P2 (P<0.05). Feed intake, water intake, the weights of heart, liver and gizzard were not significantly different (P>0.05), but the weight of intestine was significantly affected (P<0.05) Abdominal fat of P4 was significantly lower than that of P0, P1 and P2 (P<0.05). Carcass color of P4 was significantly better than that of P0, P1, P2 and P3 (P<0.01). Katuk extract feeding had no effect on smell and taste of meat (P>0.05). P4 had better meat color than P0, P1, dan P2 (P<0.05). Katuk extract feeding had no effect on meat bone ratio, carcaas weight and cooking loss (P>0.05). In conclusion, in order to improve performance and carcass quality, broiler chickens could be given katuk extract through diet plus drinking water at level of 4.5 g/kg diet plus 2.25 g/l drinking water.   Key words: Katuk extract, performance, carcass quality, abdominal fat
TIPOLOGI KERENTANAN PERMUKIMAN KUMUH KAWASAN PESISIR TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DI KOTA TEGAL Marina Ayu Wulandari; Sunarti .
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.413 KB)

Abstract

Kota Tegal merupakan salah satu kota yang sebagian wilayahnya merupakan kawasan permukiman kumuh pesisir. Kawasan tersebut dihuni oleh masyarakata yang mayoritas mata pencahariannya bergantung pada laut. Tidak jarang, di kawasan tersebut mengalami kenaikan permukaan air laut dan masuknya air laut ke daratan (rob). Masyarakat hanya mempunyai kapasitas yang relatif minim untuk mengelola risiko secara fisik dan finansial, serta dalam membuat keputusan adaptasi jangka panjang. Ini menunjukkan bahwa kawasan pesisir Kota Tegal merupakan kawasan yang cukup rawan dan rentan terhadap bahaya, seperti bahaya alam yang diakibatkan oleh perubahan iklim.Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi tipologi kerentanan permukiman kumuh di kawasan pesisir Kota Tegal. Hal ini bertujuan untuk merumuskan bentuk-bentuk kerentanan permukiman kumuh di kawasan pesisir, berdasarkan aspek fisik dengan keterkatitan respon sosial masyarakat. Penelitian ini akan mengambil fokus wilayah studi di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat dan Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur yang memiliki berbagai isu permasalahan permukiman. Pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, yang dilakukan dengan melakukan studi literatur, observasi lapangan, sampling kuisioner,serta wawancara kepada beberapa instansi terkait dan tokoh masyarakat dilingkungan tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah variasi tipologi kerentanan permukiman kumuh pesisir terhadap perubahan iklim. Berdasarkan karakteristik permukiman kumuh dan kerentanan bahaya perubahan iklim pada permukiman, maka dihasilkan empat tipe permukiman kumuh, yaitu tipe permukiman kumuh rentan tinggi genangan rob dari sungai, tipe permukiman kumuh rentan persebaran genangan rob dari aliran bawah tanah, tipe permukiman kumuh rentan tinggi dan lama genangan rob dari saluran outfall pantai, dan tipe permukiman kumuh rentan persebaran genangan rob dari saluran drainase lingkungan. Tipologi kerentanan permukiman kumuh ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pembuat kebijakan, khususnya Pemerintah Kota Tegal serta masyarakat setempat dalam melakukan penanganan permukiman kumuh pada masing-masing kawasan terkait dengan dampak perubahan iklim yang terjadi saat ini.
PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP PERILAKU MENABUNG PADA PT. BPR ARTHAMA CERAH WELERI KENDAL Suprihono Setyawan; Sunarti .
Jurnal Ekonomika dan Bisnis Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Ekonomika dan Bisnis UNISS
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Selamat Sri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jeb.Vol7.Jeb1.19

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepercayaan dan kualitas pelayanan terhadap perilaku menabung pada PT. BPR Arthama Cerah Weleri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 55 responden nasabah yang mempunyai saldo mencapai Rp. 5.000.000,- keatas di PT. BPR Arthama Cerah Weleri. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Variabel dependen pada penelitian ini adalah perilaku menabung. Variabel independen pada peneltian ini adalah kepercayaan dan kualitas pelayanan. Pengujian hipotesis dengan analisis regresi berganda menggunakan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan berpengaruh terhadap perilaku menabung dengan hasil perhitungan t hitung (3,088) lebih besar dari t tabel (2,006) dengan signifikansi (0,003 < 0,05) dan kualitas pelayanan berpengaruh terhadap perilaku menabung dengan hasil perhitungan t hitung (2,829) lebih besar dari t tabel (2,006) dengan signifikansi (0,007) < (0,05). Kepercayaan dan kualitas pelayanan secara simultan berpengaruh terhadap perilaku menabung dengan hasil perhitungan F hitung (14, 968) lebih besar dari F tabel (3,17) dengan signifikansi (0,000 < 0,05). Kepercayaan dan kualitas pelayanan memiliki pengaruh terhadap perilaku menabung sebesar 36,5% dan sisanya sebesar 63,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.