Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN PRAKTIKUM BERBASIS INKUIRI PADA MATERI LAJU REAKSI B, Meli Siska; Kurnia, Dr.; Sunarya, Yayan
Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia
Publisher : Masyarakat Pendidikan Kimia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran praktikum berbasis inkuiri terhadap peningkatan Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa SMA pada materi laju reaksi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen one group pretes and posttest design, dengan subjek penelitian 38 siswa SMA kelas XI. Instrumen yang digunakan meliputi tes tertulis, LKS, angket, pedoman wawancara, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penerapan pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan KPS siswa secara signifikan dengan nilai rata-rata 71,9%. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator meramalkan sedangkan peningkatan terendah pada indikator berkomunikasi. Berdasarkan kategori kelompok, siswa kelompok tinggi mengalami peningkatan dengan N-Gain sebesar 93,8%; peningkatan tertinggi terjadi pada indikator berkomunikasi dan indikator meramalkan sedangkan peningkatan terendah pada indikator merencanakan percobaan. Siswa kelompok sedang mengalami peningkatan dengan N-Gain sebesar 73,8%; peningkatan tertinggi terjadi pada indikator meramalkan sedangkan peningkatan terendah pada indikator berkomunikasi. Siswa kelompok rendah mengalami peningkatan dengan N-Gain sebesar 48,5%; peningkatan tertinggi terjadi pada indikator meramalkan sedangkan peningkatan terendah pada indikator berkomunikasi. Secara  umum siswa memberikan tanggapan positif, pembelajaran yang dilakukan telah memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif, meningkatkan minat dan motivasi belajar karena dihubungkan dengan pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci :  keterampilan proses sains, praktikum, inkuiri, laju reaksi
PEMBELAJARAN PRAKTIKUM BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA PADA MATERI LAJU REAKSI Wulandari, Ade Dewi; Kurnia, Dr.; Sunarya, Yayan
Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia
Publisher : Masyarakat Pendidikan Kimia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi laju reaksi serta tanggapan siswa terhadap pembelajaran praktikum berbasis inkuiri terbimbing. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Subjek penelitiannya adalah 36 siswa kelas XI IPA yang terbagi menjadi 3 kelompok kategori siswa, tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian berupa tes tertulis, angket, pedoman wawancara, dan lembar observasi siswa. Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dihitung dengan rumusan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, keterampilan berpikir kritis siswa meningkat sebesar 59,2% (sedang). Peningkatan tertinggi terjadi pada sub indikator menerapkan konsep (82,5%) dan terendah pada sub indikator merancang eksperimen (20,4%). Peningkatan berpikir kritis siswa pada tiap kategori siswa adalah: Kategori siswa tinggi (72,4%) dan sedang (58,5%), peningkatan tertinggi dicapai pada sub indikator menerapkan konsep dan terendah pada sub indikator merancang eksperimen. Kategori siswa rendah (27,7%) peningkatan tertingginya dicapai pada sub indikator menerapkan konsep dan  terendah pada sub indikator merumuskan pertanyaan. Siswa merespon positif terhadap pembelajaran yang dilaksanakan. Pembelajaran praktikum yang dilaksanakan telah menambah minat dan motivasi belajar siswa karena siswa dapat memahami konsep laju reaksi melalui masalah yang berkaitan dengan pengalaman sehari-hari sehingga dapat lebih bermakna bagi siswa. Kata kunci: Keterampilan berpikir kritis, inkuiri terbimbing, praktikum, N-Gain
Penggunaan Metode Elektrokoagulasi Pada Pengolahan Limbah Industri Penyamakan Kulit Menggunakan Aluminium Sebagai Sacrificial Electrode Siringo-ringo, Elfridawati; Kusrijadi, Ali; Sunarya, Yayan
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan percobaan proses elektrokoagulasi menggunakan logam alumunium sebagai sacrificial electrode untuk reduksi kadar kromium dalam limbah cair penyamakan kulit. Limbah yang digunakan memiliki kadar kromium 3560,606 ppm dan mengandung zat padat terlarut sebesar 196 ppm. Percobaan dilakukan dengan sistem batch dengan variasi tegangan 2 Volt sampai 20 Volt, waktu operasi 2; 4; 6; 8 dan 10 menit, variasi pH 3, 4, 5 dan 7 serta variasi jarak elektroda 2; 4; 6 dan 8 cm. Dihasilkan data optimasi pada tegangan 17 Volt, waktu operasi 10 menit, pH 5, dan jarak elektroda 2 cm. Setelah diperoleh kondisi optimum dari sistem batch, dilakukan pengolahan air limbah dengan sistem flow dengan variasi laju alir 100; 6,2 dan 4 ml/menit. Dihasilkan data optimasi laju alir maximum diperoleh pada aliran lambat yang pertama yaitu 4 ml/menit. Analisis hasil pengolahan limbah dengan metode flow yang didasarkan pada data optimasi metode batch melalui pengukuran parameter kadar kromium dengan instrumen AAS, daya hantar listrik menggunakan konduktometer dan total dissolved solid menggunakan  TDS-meter.  Dari  percobaan  diperoleh  nilai  efisiensi elektrokoagulasi kromium sebesar 34,68% (2325,758 ppm), DHL 57,14% (306,25 μS/cm menjadi 131,25 μS/cm) dan TDS 57,14% (84 ppm).Kata kunci: Elektrokoagulasi, Kromium, AAS, TDS, DHL
KITOSAN DARI CANGKANG RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BAJA KARBON PADA KONDISI SESUAI PIPA SUMUR MINYAK BUMI Arhatha, Nuky Dwifirly Pratiwi; Sunarya, Yayan; Musthapa, Iqbal
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pertambangan minyak bumi, minyak mentah yang dihasilkan mengandung garam-garam klorida, sulfat, dan karbonat; asam-asam organik dengan massa molekul rendah; dan gas yang bersifat asam sehingga diasumsikan bahwa pipa yang digunakan dalam sumur produksi minyak bumi sangat rentan terhadap korosi. Dalam penelitian akan dilaporkan mengenai potensi kitosan dari cangkang rajungan. Unutk meghambat laju korosi senyawa kithin yang dapat diproses menjadi kitosan melalui tahap deproteinasi, demineralisasi, depigmentasi dan deasetilasi. Kitosan yang diperoleh memiliki derajat deasetilasi sebesar 67,20%. Metode yang digunakan untuk menguji aktifitas inhibisi kitosan adalah EIS (Electrochemical Impedance Spectroscopy) dan polarisasi Tafel. Dari hasil pengukuran diketahui bahwa efisiensi inhibisi kitosan mencapai 82,85% pada konsentrasi maksimum 100 ppm dan suhu 65°C. Interaksi antara permukaan logam dengan molekul inhibitor adalah fisiosorpsi dengan nilai ΔGads sebesar -24,536 kJ/mol mengikuti isotherm Freundlich. Kata kunci: cangkang rajungan, inhibitor korosi, polarisasi Tafel, EIS
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KIMIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMU Sunarya, Yayan; Rohman, Ijang; Mulyani, Sri; Anwar, Budiman
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 2 (2001): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v2i2.395

Abstract

This research develop model of teaching chemistry in senior high school to improve student thinking skill and science process skill. These skills are chosen based on characteristics of thermo-chemistry concept. There are three procedures in this research, i.e.: analysis of thermo-chemistry concepts, development of teaching model, and its implementation. The implementation carried out by the teacher. Subject of this research are 40 students of SMUN Lembang Bandung. The result of model implementation are three kinds of data, consist of teaching-learning activities, assessment test, and interview. Teaching learning activities data are analyzed by subject matter pedagogy method. The result of assessment test analyzed according to assessment type. The interview data support the teachable and accessible of the model. Model implementation by the teacher was not appropriate with the design in classroom activities. On the other hand, students have good concept achievement, but only for few indicator of the thinking skill and science process skill. Key words: thermo-chemistry, teaching model, thinking skill, science process skill
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA BERBASIS KARAKTER KONSEP DAN BERORIENTASI PADA KETERAMPILAN BERPIKIR KRISTIS Sunarya, Yayan; Setiadi, Rahmat
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 1 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.243

Abstract

Multimedia berbasis karakter konsep pada topik stoikiometri, struktur atom dan ikatan kimia telah dikembangkan dalam bentuk courseware guna mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Berdasarkan hasil analisis konsep diketahui bahwa jenis konsep berdasarkan prinsip dan menyatakan simbol merupakan jenis konsep paling dominan pada ketiga pokok bahasan tersebut, sedangkan keterampilan berpikir kritis yang berpotensi untuk dikembangkan pada topik stoikiometri adalah membangun keterampilan dasar, pada topik struktur atom adalah menyimpulkan, dan pada topik ikatan kimia adalah memberikan penjelasan sederhana. Bentuk-bentuk sajian yang dominan adalah berupa teks dan gambar sesuai dengan jenis konsepnya. Pendekatan yang diterapkan dalam mengembangkan multimedia adalah konstruktivistik.  Kata Kunci: multimedia, karakteristik konsep, keterampilan berpikir kritis
PANDANGAN SISWA TERHADAP INTERNALISASI NILAI TAUHID MELALUI MATERI TERMOKIMIA SERTA PERLUNYA DALAM MATERI PELAJARAN IPA Darmana, Ayi; Permanasari, Anna; Sauri, Sofyan; Sunarya, Yayan
JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan : (1) pandangan siswa terhadap internalisasi nilai tauhid melalui materi termokimia (INTMMK); (2) kesediaan siswa untuk menerima internalisasi nilai tauhid dalam materi pelajaran IPA (INTIPA). Penelitian melibatkan 18 subjek siswa SMA Plus Al-Azhar Medan semester 3. Setelah pembelajaran termokimia selesai siswa diminta untuk mengisi kuesioner yang terdiri dari 4 pernyataan untuk mengungkapkan pandangan siswa dan 3 pernyataan untuk mengungkapkan tingkat kesediaan siswa. Kuesioner dengan rubrik 5 skala, telah direview oleh 2 orang ahli dan diuji coba. Hasil menunjukkan : (1) pandangan siswa terhadap INTMMK sanga tpositif dengan skor rata-rata 87,2 (skala 100). Perolehan skor rata-rata untuk masing-masing pernyataan : 82,2; 85,6; 88,9; dan 92,9 berturut-turut untuk pernyataan bahwa INTMMK dapat memberikan : Pemahaman agama; Pemahaman yang lebih baik pada isi/materi termokimia dan pada nilai-nilai agama; Pemahaman bahwa materi termokimia merupakan bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah; Dorongan kesadaran untu kmeningkatkan ibadah kepada Allah. Rata-rata sebanyak 16 dari 18 siswa (88,89%) memiliki pandangan positif terhadap INTMMK dengan tingkat internalisasi “mendalam” dan “sangat mendalam”. (2) kesediaan siswa untuk menerima INTIPA sanga tpositif, perolehan skor rata-rata 90. Perolehan skor rata-rata untuk pernyataan “nilai tauhid perlu dijelaskan saat guru mengajar materi pelajaran” : kimia, fisika, dan biologi berturut-turut : 88,9; 86,7; dan 94,4. Rata-rata ada 16 dari 18 siswa (88,9%) menyatakan INT perlu dilakukan pada materi pelajaran IPA. Dengan kategori tingkat penerimaan “sangat perlu” dan “perlu”.
PANDANGAN SISWA TERHADAP INTERNALISASI NILAI TAUHID MELALUI MATERI TERMOKIMIA SERTA PERLUNYA DALAM MATERI PELAJARAN IPA Darmana, Ayi; Permanasari, Anna; Sauri, Sofyan; Sunarya, Yayan
JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v19i2.3059

Abstract

Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan : (1) pandangan siswa terhadap internalisasi nilai tauhid melalui materi termokimia (INTMMK); (2) kesediaan siswa untuk menerima internalisasi nilai tauhid dalam materi pelajaran IPA (INTIPA). Penelitian melibatkan 18 subjek siswa SMA Plus Al-Azhar Medan semester 3. Setelah pembelajaran termokimia selesai siswa diminta untuk mengisi kuesioner yang terdiri dari 4 pernyataan untuk mengungkapkan pandangan siswa dan 3 pernyataan untuk mengungkapkan tingkat kesediaan siswa. Kuesioner dengan rubrik 5 skala, telah direview oleh 2 orang ahli dan diuji coba. Hasil menunjukkan : (1) pandangan siswa terhadap INTMMK sanga tpositif dengan skor rata-rata 87,2 (skala 100). Perolehan skor rata-rata untuk masing-masing pernyataan : 82,2; 85,6; 88,9; dan 92,9 berturut-turut untuk pernyataan bahwa INTMMK dapat memberikan : Pemahaman agama; Pemahaman yang lebih baik pada isi/materi termokimia dan pada nilai-nilai agama; Pemahaman bahwa materi termokimia merupakan bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah; Dorongan kesadaran untu kmeningkatkan ibadah kepada Allah. Rata-rata sebanyak 16 dari 18 siswa (88,89%) memiliki pandangan positif terhadap INTMMK dengan tingkat internalisasi “mendalam” dan “sangat mendalam”. (2) kesediaan siswa untuk menerima INTIPA sanga tpositif, perolehan skor rata-rata 90. Perolehan skor rata-rata untuk pernyataan “nilai tauhid perlu dijelaskan saat guru mengajar materi pelajaran” : kimia, fisika, dan biologi berturut-turut : 88,9; 86,7; dan 94,4. Rata-rata ada 16 dari 18 siswa (88,9%) menyatakan INT perlu dilakukan pada materi pelajaran IPA. Dengan kategori tingkat penerimaan “sangat perlu” dan “perlu”.
Solar Cell as Learning Multimedia to Improve Students’ Scientific Literacy on Science and Nanotechnology wati, Eliya; Sunarya, Yayan; Mudzakir, Ahmad
Journal of Science Learning Vol 1, No 1 (2017): Journal of Science Learning
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jsl.v1i1.8557

Abstract

This study aims to investigate solar cell as learning multimedia to improve students’ scientific literacy on science and nanotechnology. Specifically, it describes learning design, the characteristic of developed learning multimedia and the description of learning activities using solar cell as learning multimedia to improve students’ scientific literacy on science and nanotechnology. The method used in this research was Educational Research and Development that only consist of 3 stages. On the define stage, the research was conducted through literature review analysis, observation, and interview. On the design stage, the research was conducted through composing the instrument, developing solar cell as learning multimedia to improve students’ scientific literacy on science and nanotechnology and composing teaching learning design. On the develop stage, the research was conducted through teaching learning activities using solar cell as learning multimedia to improve students’ scientific literacy on science and nanotechnology. The research instruments were interview guideline, observation’s sheet, judgment’s sheet and questionnaire. Based on result and discussion, it can be concluded that learning design potentially improve students’ scientific literacy. It is relevant with learning material and in accordance with the competence aspect, attitude aspect, and STL learning model. The characteristics of learning multimedia containing science and nanotechnology on solar cell context are: can be used classically, not individually, student-centered oriented, presenting the learning material using concept approach and context oriented, presenting the superiority of photochemistry solar cell with nanotechnology, visualizing the redox reaction concept on solar cell, and presenting the concept through context description. The learning multimedia is used in all STL learning phases. It can be used by teacher to deliver the material in almost all phases of learning, while student use it when teacher give them instruction.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA BERBASIS KARAKTER KONSEP DAN BERORIENTASI PADA KETERAMPILAN BERPIKIR KRISTIS Sunarya, Yayan; Setiadi, Rahmat
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 17, No 1 (2012): JPMIPA: Volume 17, Issue 1, 2012
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.36056

Abstract

ABSTRAKMultimedia berbasis karakter konsep pada topik stoikiometri, struktur atom dan ikatan kimia telah dikembangkan dalam bentuk courseware guna mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Berdasarkan hasil analisis konsep diketahui bahwa jenis konsep berdasarkan prinsip dan menyatakan simbol merupakan jenis konsep paling dominan pada ketiga pokok bahasan tersebut, sedangkan keterampilan berpikir kritis yang berpotensi untuk dikembangkan pada topik stoikiometri adalah membangun keterampilan dasar, pada topik struktur atom adalah menyimpulkan, dan pada topik ikatan kimia adalah memberikan penjelasan sederhana. Bentuk-bentuk sajian yang dominan adalah berupa teks dan gambar sesuai dengan jenis konsepnya. Pendekatan yang diterapkan dalam mengembangkan multimedia adalah konstruktivistik.ABSTRACTMultimedia courseware based on concept character for chemistry topics stoichiometry, atomic structure, and chemical bonding for the development of student critical tinking skill has been developed using the constructivism approach. The study was carried out in the light of discourse analysis. The results shows that the three topics dominated by concept type based on conceptual and symbolic statements, while the critical tinking skill potentially developed for the stoichiometry topic is basic skills developments, for the atomic structure is concluding, and for the chemical bonding is giving simple explanation. Therefore, the courseware presentation developed dominated by the textual explanation and illustrative pictures related to the type of concepts of the three topics mentioned.