Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ( JPKM)

PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI BAHASA INGGRIS GURU DALAM PEMBELAJARAN BILINGUAL MELALUI METODE PPP (PRESENTATION, PRACTICE AND PRODUCTION) PADA SD IMELDA MEDAN Edi Suprayetno; Fitry Wahyuni; Abdi Sugiarto; Kurniawan Sinaga; Emmy Syafitri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.533 KB)

Abstract

Pelatihan peningkatan kompetensi berbahasa Inggris guru dalam pembelajaran bilingual melalui metode PPP (Presentation, Practice and Production) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Bahasa Inggris para guru SD Imelda Medan dalam mengajar kelas berbasis bilingual. Kegiatan Pelatihan ini sangat dibutuhkan oleh para guru mengingat masih rendahnya kemampuan guru dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Melalui kegiatan pelatihan ini para guru diberikakan metode belajar dan mengajar Bahasa Inggris dengan menggunakan metode PPP. Kegiatan pelatihan ini dibagi menjadi tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap perencanaan dilakukan analisis kebutuhan mitra diperolah informasi tentang masalah – masalah yang dihadapi mitra serta kebutuhannya terkait dengan kemampuan guru dalam menggunakan Bahasa Inggris.Pada pelaksanaan dilakukan pre-test untuk mengukur kemapuan awal mitra, kemudian nara sumber melakukan brainstorming sebelum memberi penjelasan materi tentang metode PPP. Diakhir penjelasan peserta pelatihan diarahkan untuk membentuk kelompok dan melakukan praktek penggunaan Bahasa Inggris secara oral dengan melakukan percakapan secara berpasangan. Pada tahap evaluasi peserta mengerjakan soal post-test yang berkaitan dengan materi pelatihan dengan hasil terdapat peningkatan nilai post-test dengan nilai peningkatan 66% dimana hasil rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 85,00 dari nilai rata-rata pre-test 50,00 sehingga dapat disimpukan bahwa hasil Pelatihan ini secara signifikan dapat meningkatkan kompetensi guru SD Imelda Medan dalam berbahasa Inggris.
PELATIHAN ICE BREAKING DALAM UPAYA OPTIMALISASI KEGIATAN AWAL PEMBELAJARAN DI KELAS PADA GURU-GURU SMA NEGERI 1 GEBANG Edi Suprayetno; Abdi Sugiarto; Kurniawan Sinaga; Fernando De Napoli; Supriadi; Neneng Sri Lestari; Rosmen
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.573 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian aplikasi Ice Breaking dalam pembelajaran inibertujuan untuk membekali guru-guru SMA Negeri 1 Gebang agar dapat kreatif dalam merancang kegiatan awal pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pelatihan melalui tiga tahapan yaitu : praperencanaan program melalui kegiatan survey awal untuk mengidentifikasi masalah mitra, analisis, dan solusi pemecahan masalah. Tahap perencanaan dengan melakukan disain kegiatan dan tahap kegiatan pelatihan dalam bentuk workshop aplikasi hasil perencanaan. Solusi pemecahan masalah mitra yang dilakukan pada kegiatan ini adalah transfer knowledge melalui penyajian materi tentang teknik-teknik Ice Breaking serta aplikasi dalam kegiatan awal pembelajaran. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa program dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan kinginan mitra serta memiliki manfaat yang positif bagi mitra serta terlaksana sesuai rencana program. Hal ini terlihat dengan antusias mitra dalam mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir serta hasil angket kuisioner kepuasan mitra yang menyatakan bahwa 83,2% peserta ingin kembali dilibatkan dalam kegiatan sejenis serta meningkatnya hasil nilai post-test sebesar 58,93% dari nilai pre-test, yang artinya materi yang disampaikan tentang Ice Breaking dapat dipahami dengan baik oleh mitra dan akan diaplikasikan oleh mitra dalam kegiatan awal pembelajaran di kelasnya. Saran yang dapat diberikan adalah agar mengoptimalkan kegiatan sejenis secara bekala dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Kata Kunci: Pelatihan, Ice Breaking, SMA Negeri 1 Gebang. ABSTRACT This Community Service activity aims to motivate the teachers of SMA Negeri 1 Gebang to be creative in designing the pre-learning activities. The method carried out in this activity was a training method which consist of three stages, namely: pre-planning program by doing survey in order to identify and analysis the partner’s problem as well as the problem solving solutions. The second stage was planning where the timdesigned, then the last stage was conducting training activities in the form of workshop. The partner’s problem solving solution carried out in this activity was by doing transfer of knowledge to the participants by presenting the materials related to Ice Breaking techniques and its applications on pre-learning activities. The results of this activity indicated that the program could be implemented properly in accordance with the partner’s need and had positive infact to the partners. It could be seen from the enthusiasm of partners in participating in activities from beginning to end and the results of the partner’s satisfaction questionnaire was 83.2% of participants wanted to be involved again in similar activities in the future. It was also found that post-test scores increase 58.93% from the pre-test scores, which means that the material presented could be well understood by the partners and will be applied by partners on pre-learning activities in their class. It was suggested that the similar activities should be periodically conducted in order to improve the learning quality. Keywords: Workshop, Ice Breaking, SMA Negeri 1 Gebang.
SOSIALISASI ANTI PERUNDUNGAN (ANTI BULLYING) PADA SMA ADVENT LAURAKIT KABAN JAHE Sondang Manik; Edi Suprayetno; Fitry Wahyuni; Jontra Jusat Pangaribuan; Jonris Tampubolon
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.785 KB)

Abstract

Sosialisasi Anti Perundungan (Antibullying) Pada SMA Advent Laurakit Kaban Jaheini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga sekolah khususnya siswa-siswi tentang bullying. Kegiatan Sosialisasi ini sangat dibutuhkan oleh mitra mengingat maraknya dan terus meningkatnya jumlah kasus korban bullying setiap tahunnya. Melalui kegiatan Sosialisasi ini mitra diberikakan sosialisasi tentang bullying serta dampak negatif dari perbuatan bullying terhadap korban. Kegiatan Sosialisasi ini dibagi menjadi tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap perencanaan dilakukan analisis kebutuhan mitra diperolah informasi tentang masalah-masalah yang dihadapi mitra serta kebutuhannya terkait dengan pemahaman mitra tentang perundungan atau bullying. Pada tahap pelaksanaan dilakukan pre-test untuk mengukur kemapuan awal mitra, kemudian nara sumber melakukan brainstorming sebelum memberi penjelasan materi tentang metode perundungan atau bullying. Diakhir penjelasan peserta sosialisasi diberi penguatan serta dilakukan umpan balik tentang pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Untuk mengukur pemahaman mitra terhadap hasil sosialisasi mitra diberikan soal post-test yang berkaitan dengan materi Sosialisasi dengan hasil terdapat peningkatan nilai post-test dengan nilai peningkatan 36% sehingga dapat disimpukan bahwa hasil Sosialisasi ini secara signifikan dapat meningkatkan pemahaman mitra tentang perundungan atau bullying. Dari hasil tanggapan mitra juga diperoleh 88% mitra merasa puas dan ingin kembali dilibatkan pada kegiatan sejenis dimasa yang akan datang. Kata Kunci: Sosialisasi Anti Perundungan (Anti-bullying), perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, pemahaman mitra tentang perundungan. ABSTRACT This Community Service activity aims to increase the understanding of teachers as well as students of SMA Lau Rakit Kaban Jahe. This activity was very much beneficial to the partnersdue to the increasing number of bullying victims cases every year. The activity was conducted in the form of socialization. Partners were given material about bullying and the negative impact of it as well. This activity was divided into three stages, as there were planning, implementation and evaluation. On the planning stage, an analysis of partner needs was carried out to obtain the information related to the problems faced by partners as well as their needs related to the understanding of bullying. On the implementation stage, a pre-test was carried out to measure the partners' pre-understanding. The next step the partners were brainstormed before giving the material explaination. At the end of the explanation, the participants were given reinforcement and feedback of their understanding, even the program of antibullying should be sustainable specifically at schools. Post-test was conducted at the end of the session to measure the result of the presentation.The results showed that the partners’ understanding was increased of 36% compared with the pre-tes. From the results of partner’s responses, it was found that 88% of partners were satisfied and wanted to be involved again in similar activities in the future. Keywords: Socialization, Anti-bullying, planning, implementation and evaluation, sustainable action of antibullying
BELAJAR BAHASA INGGRIS DENGAN ANAK-ANAK SD DI DESA TELAGA JERNIH KECAMATAN SECANGGANG KAB.LANGKAT BERTEMA ‘ENGLISH FOR KIDS Fernando de Napoli Marpaung; Supriadi; Rosmen; Maitri Rahmadhani; Donny Adiatmana Ginting; Muhammad Hassan; Muhammad Fadli; Edi Suprayetno; Safrika Handayani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.593 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Penguasaan bahasa inggris merupakan salah satu langkah dalam memajukan sebuah bangsa. Bahasa Inggris adalah bahasa internasional di era globalisasi saat ini. Bahasa Inggris penting untuk dipelajari karena digunakan sebagai alat komunikasi internasional. Sebagai bahasa pengantar internasional, Bahasa Inggris hendaklah diajarkan kepada anak-anak sedini mungkin, agar mereka mampu bersaing di Era Kemajuan teknnologi yang sangat cepat seperti saat ini. Pemerataan pendidikan harus merata di tingkat perkotaan dan pedesaan. Sering kali terjadi ketimpangan didalamnya, terutama pada pedesaan yang sering terlambat atau bahkan tindak mendapat pendidikan yang layak setingkat dengan perkotaan, beberapa desa di kabupaten langkat mengalaminya, salah satunya desa Telaga Jernih kecamatan secanggang. Kondisi daerah yang cukup jauh menuju kota dan kendaraan umum yang jarang dan tidak ada bagi mereka yang tinggal sedikit lebih kedalam didaerah perkebunan dan pesisir pantai, terkadang mempengaruhi semangat dan minat belajar mereka. Kegiatan ‘English for kids’ adalah bermain sambil belajar untuk meningkatkan minat dan dan semangat anak anak tingkat sekolah dasar yang ada di desa tersebut dalam pelajaran bahasa inggris, para siswa merasa senang dan mudah memahami materi pelajaran pada mata pelajaran Bahasa inggris. Program ini sangat membantu mereka dalam keberanian untuk berbicara dalam kegiatan keseharian mereka, ditambah lagi saat ini mereka mendapat banyak tambahan vocabulary baru membuat belajar semakin menyenangkan.
WORKSHOP PENGUATAN KARAKTER BERBAIS MINDSET CHANGE PADA GURU – GURU SMK ESA PRAKARSA Abdi Sugiarto; Edi Suprayetno; Kurniawan Sinaga
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.361 KB)

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan khusunya di sebuah sekolah, adalah dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan, diantaranya adalah workshop. Dengan adanya workshop tersebut akan berdampak pada peningkatan kompetensi para guru yang pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas pengajaran di dalam kelas dengan berbagai model pembelajaran yang menyenangkan Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah merubah maindset tentang cara berfikir tentang penekanan-penekatan pada para peserta didik dalam proses belajar mengajar di sekolah. Penekanan pada perserta didik sesuai dengan minat dan bakat yang dapat dilihat dari perilaku pserta didik masing-masing. Selain itu juga dapat diciptakan lingkungan belajar yang positif yaitu lingkungan sekolah yang nyaman dan menyenangkan. Menciptakan lingkungan yang nyaman dan menyenangkan tersebut akan memberikan ruang kepada peserta didik lebih interaktif, kretif dan inovatif. Hal lainnya yang tidak dapat dilupakan adalah adanya peran orang tua maupun pihak eksternal (dunia luar sekolah) dalam penetapan kurikulum pembelajaran. Karena hal tersebut akan memberikan warna tersediri bagi SMK Esa Prakarsa dalan pelaksanaan kegiatan pendidikan yang lebih berkualitas kedepannya.. Kata kunci : Workshop, Karakter, Mindset change.
PENINGKATAN KESADARAN DAN PENGETAHUAN SISWA MELALUI PELATIHAN PEMASANGAN CCTV Syaiful Bahri; Maitri Ramadhani; Edi Suprayetno; Ahmad Indra Harahap; Harry Pratama Figna
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.955 KB)

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of CCTV installation training in increasing students' awareness and knowledge about security. The results showed that the training was effective in increasing students' awareness of school safety and their knowledge of CCTV installation. The long-term impact of this training includes students' active role in maintaining school safety and improving the overall quality of education. Implementation recommendations include comprehensive training planning, collaboration with related parties, evaluation and coaching, as well as further counseling. Although this research has limitations, such as the limited number of samples, the results make an important contribution to the development of innovative and effective learning methods