Evan Farhan Wahyu Puadi
STKIP Muhammadiyah Kuningan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan

Book of mathematic education (bom-e) : perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa Moh Andi Bahtiar; Evan Farhan Wahyu Puadi
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 4 No 2 (2018): Edisi Vol. 4 No. 2 November
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.66 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know if there any difference and improvement of students mathematic communication ability by using learning models Teams Games Tournaments that modified by Gallery Walk between the students who used with the students who didn’t used a media device Book of Mathematic Education (BOM-E). Research method that had been used in this research is quantitative description with experimental method. The population of this research is the students of SMK Yamsik Kuningan Class XI as many as 110 students with the total of sample is 55 students. The experiment class is the students who used learning media device Book of Mathematic Education (BOM-E) and the control class is the students who didn’t used learning media device Book of Mathematic Education (BOM-E). The research intrument that had been used by this research is test instrument in the form of pretest and posttest essay questions. Data analysis techniques used Normality test as a prerequisite test, because there is a data that are not normally distributed so the data processing by non-parametric statistics used Kruskal-Wallis H Test. The result of this research showed that in Kruskal-Wallis H Test produces H values as bis as 30,3030 with Chi Square value as bis as 3,8415 and that means there is a differences of improvements in mathematical communication ability. So it can be concluded that in the application of mathematics learning media device Book of Mathematic of Education (BOM-E) has an influence on the differences in the improvement of students mathematical communication ability where the students who used learning media device Book of Mathematic Education (BOM-E) have a significant increase compared to the students who didn’t used learning media device Book of Mathematic Educationn (BOM-E).
Upaya meningkatkan kemampuan koneksi melalui pendekatan contextual pada mata pelajaran matematika Cicih Kurniasih; Evan Farhan Wahyu Puadi; Uba Umbara
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 4 No 1 (2018): Edisi Vol. 4 No. 1 Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.395 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektifitas pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan constextual melalui penelitian tindakan kelas (PTK). PTK ini menyajikan temuan dari penelitian mengenai upaya meningkatkan kemampuan koneksi melalui pendekatan Contextual pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini melibatkan kelas tujuh A di SMP Negeri 1 Maleber pada semester genap tahun ajaran 2016-2017. Penelitian menggunakan instrumen tes uraian untuk mengevaluasi kemampuan koneksi matematika siswa serta menggunakan angket respon siswa untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran yang diterapkan. Untuk mengetahui kemampuan koneksi matematika siswa, peneliti menggunakan Hasil Belajar Siswa (HBS) yang didasarkan pada Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM), dimana KKM yang dipakai adalah 74 . Hasil kemampuan koneksi klasikal siswa perlakuan awal berada pada kategori sangat kurang yaitu sekitar 36.36% dan hasil akhir siklus kedua dan ketiga secara berturutturut adalah 72.72% dan 87.87% yaitu akhir siklus dua berada pada kategori cukup dan akhir siklus tiga pada kategori sangat baik, ini menunjukan adanya peningkatan secara signifikan. Begitupun kemampuan koneksi matematika per indikator mengalami peningkatan. Selain itu dari hasil angket respon siswa, diketahui pada awal siklus pertama respon belajar klasikal siswa hanya mencapai 2.48 yaitu berada pada kategori cukup sedangkan akhir siklus ketiga respon klasikal siswa mencapai 3.43 yaitu berada pada kategori sangat baik. Dari data tersebut bisa disimpulkan bahwa siswa merespon dengan baik terhadap penerapan pembelajaran dengan pendekatan contextual.