Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Surimi dari Ikan Beloso (Saurida Tumbil Sp) dan Analisis Kandungan Gizinya Muliani, Puspa Dwipa; Supriyanti, Florentina Maria Titin; Dwiyanti, Gebi
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surimi merupakan bahan makanan hasil rekayasa teknologi pengolahan pangan menggunakan bahan dasar ikan.  Ikan beloso (Saurida tumbil Sp) yang digunakan merupakan ikan berdaging putih. Ikan berdaging putih baik digunakan sebagai bahan dasar surimi karena akan menghasilkan kekuatan gel yang besar. Metode penelitian yang dilakukan meliputi produksi surimi melalui tahap persiapan, pemisahan daging dari tulang dan duri, pembilasan, pengepresan dan penapisan, dilanjutkan analisis kandungan gizi meliputi penentuan kadar air dan kadar abu dengan cara  gravimetri;  kadar protein dengan  cara Kjedahl;  dan kadar lemak dengan cara Soxhletasi. Mutu surimi ditentukan oleh sifat elastisitas, nilai gizi, dan warna. Pada penelitian ini dikaji tentang produksi surimi dengan variasi pH yaitu pH 2, 7, dan 10 ; konsentrasi garam 1%; 3%, dan 6% , serta hasil analisis kandungan gizi produk.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pH berpengaruh pada tekstur dan kandungan gizi produk. Hasil analisis kandungan gizi menunjukkan kadar air surimi pada pH 2 adalah 77,84%; pH 7 adalah 78,69% dan  pH 10 adalah 78,65%. Kadar abu, untuk ketiga variasi pH tersebut berturut- turut  adalah  0,71%;  0,95%, dan  1,22%  ;  kadar  protein  14,38%;  18,8%,  dan 12,65%   ;   kadar   lemak   adalah   1,17%  ;   1,80%, dan   1,44%.   Berdasarkan karakteristik tekstur dan kandungan protein, surimi pH 7 lebih baik dari surimi kedua pH lainnya, maka selanjutnya dilakukan penambahan variasi konsentrasi garam  1%,  3%  dan  6%.  Hasil  analisis    produk  surimi  dari  ketiga  variasi konsentrasi garam 1%, 3%, dan 6% adalah kandungan air  berturut-turut 75,65%; 73,63%, dan 71,75%,   kandungan abu 1,08%; 1,14%, dan 1,17%, kandungan proteinnya adalah 16,73%,   15,48%, dan 14,86%, kandungan lemaknya 1,28%, 0,76%, dan 0,79 %. Hasil tersebut mendekati standar gizi surimi yang disarankan oleh Badan Standarisasi Nasional.Kata Kunci: Surimi, Ikan beloso (Saurida tumbil Sp), Kandungan gizi.
PEMANFAATAN SENYAWA BIOAKTIF DARI EKSTRAK KULIT BATANG Artocarpus sp SEBAGAI INHIBITOR TIROSINASE PADA PIGMENTASI KULIT Supriyanti, Florentina Maria Titin
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 13, No 1 (2009): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v13i1.311

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan senyawa bioaktif dari ekstrak kulit batang Artocarpus sp sebagai inhibitor tirosinase pada pigmentasi kulit. Pada penelitian ini digunakan tiga jenis Artocarpus, yaitu A. heterophyllus (nangka), A. altilis (sukun) dan A. communis (kluwih). Kajian difokuskan pada penentuan jenis Artocarpus apakah yang potensial dalam menginhibisi reaksi tirosinase, serta pelarut organik apakah yang mampu mengekstrak senyawa bioaktif tersebut secara optimum. Metode yang digunakan dalam ekstraksi senyawa bioaktif inhibitor tirosinase ini adalah ekstraksi menggunakan teknik maserasi, sedang inhibisinya diketahui melalui metode spektroskopi visible. Hasil yang didapat adalah ekstrak metanol ketiga spesies Artocarpus mengandung senyawa bioaktif yang dapat menginhibisi tirosinase, sedang daya inhibisi terkuat didapat pada ekstrak metanol dari kulit batang A. heterophyllus (nangka). Sementara itu, uji aktifitas inhibisi pada berbagai fraksi yaitu fraksi n-heksana, diklorometana dan metanol sisa dari ekstrak kulit batang A. heterophyllus menunjukkan bahwa ekstrak metanol sisa memiliki aktivitas inhibisi tirosinase yang terkuat. Dari penelitian ini diketahui bahwa A. heterophyllus merupakan spesies terbaik sedang metanol merupakan pelarut terbaik untuk ekstraksi senyawa bioaktif yang dapat berperan dalam menginhibisi reaksi tirosinase.Kata Kunci: Artocarpus, inhibisi, tirosinase
MIKROENKAPSULAT MINYAK BELUT (Monopterus albus) BEROMEGA-3 SEBAGAI FORTIFIKAN KEJU COTTAGE Supriyanti, Florentina Maria Titin; Herwiandani, Devita Putri; Kusrijadi, Ali
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.549 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n2.9188

Abstract

Minyak belut merupakan salah satu sumber asam lemak tak jenuh ganda atau polyunsaturated fatty acid (PUFA). Penelitian ini bertujuan untuk fortifikasi keju cottage menggunakan mikroenkapsulat minyak belut. Metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi mikroenkapsulasi freeze drying dan karakterisasi produk mikroenkapsulat yang meliputi penentuan formulasi terbaik, rendemen, ukuran mikrokenkapsulat, efisiensi mikroenkapsulat, dan kadar air. Keju cottage hasil fortifikasi dengan mikroenkapsulat minyak belut dianalisis kandungan asam lemaknya dengan GC-MS, dan tingkat kesukaan dengan uji hedonik. Berdasarkan hasil penelitian didapat kandungan omega-3 pada minyak belut sebesar 11,26%. Formulasi terbaik bahan penyalut pada produksi mikroenkapsulat minyak belut adalah, maltodekstrin : gum arab 5:1 ; rendemen 74% b/b; ukuran mikroenkapsulat 10-50 μm; efisiensi mikroenkapsulat 64 % dan kadar air mikroenkapsulat 1,03%. Berdasarkan uji hedonik yang dilakukan, didapat bahwa keju cottage terfortifikasi 10% memiliki tingkat kesukaan warna dan tekstur yang tertinggi. Hasil GC-MS menunjukkan bahwa kandungan asam lemak omega-3 pada keju cottage terfortifikasi minyak belut yang terukur sebesar 6,42%.