Stefanus Supriyanto
Departemen Administrasi dan kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Surabaya

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALYSIS OF DRUGS MANAGEMENT AS THE BASE OF SAFETY STOCK CONTROL IN DRUGS STAGNANT AND STOCKOUT Rosmania, Fenty Ayu; Supriyanto, Stefanus
Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.141 KB) | DOI: 10.20473/jaki.v3i1.1483

Abstract

ABSTRACT Stagnant and stockout of drug  are the effects from  the drug logistic management. In average of 52.43% stagnant and 19.08% stockout from 118 types of drugs in Primary Health Care from January to December 2014. This research aimed to analyzed drug management and the safety stock control of stagnant and stockout in Primary Health Care.This was quantitative research with descriptive method. Primary data was obtained by interview and observation. Secondary data obtained from LPLPO and drug planning data, it can be calculated for drug’s planning and safety stock required. Planning and procurement of drugs proposed for 2014 only has the suitability of 16,03% with the use of drugs by 2014. Receipt of drugs have a large enough discrepancy that is 76,93% of the demand for drugs in Primary Health Care. Distribution of drugs is less well with only 50% according to the procedure. Monitoring and control of the drugs have a quite well with 60% according to the procedure. While, no safety stock calculations at the Primary Health planning proposals in 2014. Process of drug management at Primary Health Care is not good enough. It needs improvements in systems planning, procurement, receipt, distribution, monitoring and control of drugs.  Keywords: drug management, safety stock control, primary health care
The Effect of Consuming Ambon Banana (Musa paradisiaca Var. Sapientum) on Sleep Latency of Elderly Hypertension Ristania, Selvi Ria; Martianawati, Martianawati; Supriyanto, Stefanus; Irawan, Rudi
Health Notions Vol 1 No 2 (2017): April-June 2017
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (Address: Cemara street 25, Ds/Kec Sukorejo, Ponorogo, East Java, Indonesia 63453)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.802 KB)

Abstract

Elderly hypertension often reported that their latency elongated was less compared to healthy elderly. The increase of latency impact on health, it causes susceptibility to illness, stress, confusion, disorientation, mood disorders, less fresh, decrease ability to make decisions. The aim of this research was to explain the effect of consuming Ambon banana on sleep latency of elderly hypertension in Mulyorejo, Surabaya. Time series one group pre-test post test design was used in this research. Affordable population in this research was elderly hypertension in RW 2 and RW 3 Mulyorejo Surabaya. Total sample was 15 respondents and taken by total sampling technique. The independent variable was consuming Ambon banana, and dependent variable was sleep latency of elderly hypertension. Every day the latency and blood pressure on elderly was monitored. Data was collected using questionnaire, and then analyzed using Wilcoxon Signed Rank Test. The result showed that consuming Ambon banana affect sleep latency (p=0.009).
Hubungan Jaminan Persalinan, Jarak Tempat Tinggal, Waktu Tempuh dan Kebiasaan Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Tempat Persalinan Di Kabupaten Timor Tengah Selatan Bakoil, Mareta Bakale; Supriyanto, Stefanus; Koesbardiati, Toetik
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 15 No 1 (2017): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.207 KB) | DOI: 10.31965/infokes.v15i1.129

Abstract

Latar belakang: fenomena di Indonesia adalah masih banyaknya ibu melahirkan tidak menggunakan fasilitas kesehatan dan di tolong oleh non tenaga kesehatan, yang mana dapat berdampak pada tingginya angka kematian ibu. Kabupaten Timor Tengah Selatan adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan angka kematian ibu tertinggi yaitu 290/100.000 kelahiran hidup. Selain itu masalah akses ke fasilitas kesehatan yang rendah, disebabkan karena keterjangkauan lokasi tempat pelayanan kesehatan yang sulit, jenis dan kualitas pelayanan serta keterjangkauan terhadap informasi (WHO, 2008). Metode penelitian: observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel 95 responden. Teknik pengambilan sampel adalah systematic random sampling. Analisis data menggunakan SPSS. Analisis deskriptif untuk menggambarkan distribusi frekuensi setiap variabel, uji chi-square digunakan untuk analisis bivariat yaitu untuk menilai hubungan antara variabel independen dengan dependen. Uji statistik dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil: jaminan persalinan mempunyai p-value 0,003 (OR 0,098, 95% CI: 0,019-0,509), jarak tempat tinggal dengan p-value 0,498 (OR 1,822 95% CI 0,428-7,761), waktu tempuh dengan p-value 0,710 (OR 1,292 95% CI 0,299-5,583), kebiasaan masyarakat dalam memilih tempat persalinan dengan p-value 0,010 (OR 13,833 95% CI 2,282-83,861). Analisis multivariat menunjukkan bahwa jaminan persalinan dan kebiasaan masyarakat dalam memilih tempat persalinan merupakan variabel penentu terkuat terhadap pemanfaatan tempat bersalin dibandingkan dengan variable lain. Kesimpulan: Jaminan persalinan dan kebiasaan masyarakat dalam memilih tempat persalinan mempunyai hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan tempat persalinan di fasilitas kesehatan. Sedangkan jarak tempat tinggal dan waktu tempuh tidak signifikan terhadap pemanfaatan tempat persalinan di fasilitas kesehatan.
Brand Image Effect on Selecting Place of Dentures Fabrication at Integrated Specialist Clinic of RSGM FKG UNAIR Bawati, Ria Nila; Supriyanto, Stefanus; Widati, Sri
Health Notions Vol 2 No 2 (2018): February 2018
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (Address: Cemara street 25, Ds/Kec Sukorejo, Ponorogo, East Java, Indonesia 63453)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.35 KB)

Abstract

Integrated Specialist Clinic of Oral and Dental Hospital, Faculty of Dentistry, Airlangga University (RSGM FKG UNAIR) provides oral and dental health care service ranging from basic medical level up to sub-specialistic covering 8 dental health fields. Based on data from 2012 to 2015, the highest number of patients is permanent tooth extraction patients. The large number of permanent tooth extraction patients is not followed by a large number of patients who return to install denture. The percentage of patience who returns to install the denture is only 24.67% of all permanent tooth extraction patients. The purpose of this study was to determine the effect of brand image factors on the selection of denture making site. The type of this research was analytic observational by using cross sectional approach. The research data was taken during September and October 2017 at place and time mutually agreed between researcher and respondent. The population of this research was permanent tooth extraction patients in Integrated Specialist Clinic RSGM FKG UNAIR in 2016. The sample size was 60 patients. Brand image based on the composite value of types of brand association of Integrated Specialist Clinic of RSGM FKG NAIR has an effect on the selection of denture making site. 
ANALISIS INSIDEN KEJADIAN NYARIS CEDERA DAN KEJADIAN TIDAK DIHARAPKAN DI RUMAH SAKIT X SURABAYA Salsabila, Aura Azzughro; Supriyanto, Stefanus
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.466 KB) | DOI: 10.32672/makma.v2i3.1281

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) saat ini telah menjadi isu global dan nasional bagi rumah sakit. Rumah sakit tidak hanya berorientasi terhadap laba semata, namun harus tetap memperhatikan kualitas layanan terhadap para konsumen terutama berkenaan dengan isu keselamatan pasien (patient safety). Namun, berdasarkan laporan IKP RS X Tahun 2017-2018 menunjukkan peningkatan jumlah insiden jenis KNC dari 88 insiden menjadi 168 insiden. Sedangkan jenis KTD dari 4 kejadian menjadi 13 kejadian. Maka dari itu, peneliti ingin menganalisis distribusi insiden jenis KNC dan KTD berdasarkan faktor pasien, tempat lokasi kejadian, dan faktor kejadian berulang berdasarkan formulir internal insiden Rumah Sakit X Surabaya Tahun 2018. Hasilnya, distribusi berdasarkan faktor pasien yang memiliki modus paling banyak adalah usia >30 tahun-65 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Lalu, tempat lokasi kejadian dengan modus terbanyak adalah rawat jalan dan untuk faktor kejadian sebelumnya modus terbanyak adalah kejadian berulang. Maka, Rumah Sakit X Surabaya diharapkan menjadikan patient safety  sebagai prioritas strategis agar segala sumber daya yang ada mendukung pelayanan kesehatan yang aman.
ANALISIS INSIDEN KEJADIAN NYARIS CEDERA DAN KEJADIAN TIDAK DIHARAPKAN DI RUMAH SAKIT X SURABAYA Salsabila, Aura Azzughro; Supriyanto, Stefanus
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i3.1281

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) saat ini telah menjadi isu global dan nasional bagi rumah sakit. Rumah sakit tidak hanya berorientasi terhadap laba semata, namun harus tetap memperhatikan kualitas layanan terhadap para konsumen terutama berkenaan dengan isu keselamatan pasien (patient safety). Namun, berdasarkan laporan IKP RS X Tahun 2017-2018 menunjukkan peningkatan jumlah insiden jenis KNC dari 88 insiden menjadi 168 insiden. Sedangkan jenis KTD dari 4 kejadian menjadi 13 kejadian. Maka dari itu, peneliti ingin menganalisis distribusi insiden jenis KNC dan KTD berdasarkan faktor pasien, tempat lokasi kejadian, dan faktor kejadian berulang berdasarkan formulir internal insiden Rumah Sakit X Surabaya Tahun 2018. Hasilnya, distribusi berdasarkan faktor pasien yang memiliki modus paling banyak adalah usia 30 tahun-65 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Lalu, tempat lokasi kejadian dengan modus terbanyak adalah rawat jalan dan untuk faktor kejadian sebelumnya modus terbanyak adalah kejadian berulang. Maka, Rumah Sakit X Surabaya diharapkan menjadikan patient safety  sebagai prioritas strategis agar segala sumber daya yang ada mendukung pelayanan kesehatan yang aman.