Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN DOSIS DOLOMIT DAN DOSIS PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L) HIBRIDA BISI-2: THE EFFECT OF DOLOMITE DOSAGE AND POTASSIUM FERTILIZER DOSAGE ON THE GROWTH AND PRODUCTION OF CORN (Zea mays L) HYBRID BISI-2 Poerba, Ambursius; Rosalyne, Irawaty; suryadi
Jurnal Ilmiah Rhizobia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rhizobia Edisi Agustus 2020
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rhizobia.v9i2.332

Abstract

Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, dengan 2 faktor perlakuan dimana faktor pertama pemberian dolomit terdiri dari 3 taraf dosis yaitu D1: 3000 kg/ha (840 gr/plot) ,D2: 5000 kg/ha (1400gr/plot), D3: 7000 kg/ha (1960gr/plot), sedangkan faktor kedua pemberian pupuk kalium (KCl) terdiri dari 3 taraf dosis yaitu K: 85 kg/ ha (24 gr/ plot) ,K2: 100 kg/ ha (28 gr/ plot) ,K3: 125 kg/ ha (35gr/ plot). Parameter yang diamati dalam penelitian ini diantarnya: tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), panjang tongkol(cm),luas daun (cm2), berat tongkol dengan kelobot (gr), berat tongkol kering (kg), Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan pemberian dosis pupuk dolomit menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 4,6,8 MST, diameter batang umur 8 MST, berat tongkol dengan kelobot, berat kering tongkol. Perlakuan terbaik pada pemberian kapur dolomit 7000 kg/ha (1960 gr/plot) (D3). Perlakuan pemberian dosis pupuk kalium menunjukan adanya pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 4,6,8 MST, diameter batang umur 8 MST, panjang tongkol, berat tongkol dengan kelobot, berat kering tongkol. Perlakuan terbaik pada pemberian kalium 125 kg/ha (35 gr/plot) (K3). Interaksi antar perlakuan dosis kapur dolomit dan dosis kalium terhadap pertumbuhan tanaman jagung hibrida bisi-2 menunjukan pengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati.
Peran Ayah dalam Pendidikan Anak Usia Dini di Era Digital Suryadi; Ayuningrum, Desy; Nopiana
IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 02 (2020): IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/iq.v3i02.136

Abstract

Anak usia dini merupakan individu yang berusia 0-6 tahun yang sedang mengalami proses perkembangan yang pesat. Anak-anak sangat identik dengan bermain. Dalam kegiatan sehari-hari anak sering melakukan permainan. Permainan yang dilakukan merupakan sesuatu yang dianggap wajib dilakukan sebagai sarana untuk perkembangan fisik motorik bagi anak usia dini. Seiring dengan kemajuan teknologi, di era digital saat ini anak biasanya melakukan permainan di gadget. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan fisik motorik anak usia dini di era digital. Subjek penelitian ini terdiri dari 3 anak dengan rentang usia 5-6 tahun yang terdiri dari 1 anak laki-laki dan 2 anak perempuan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah anak memperlihatkan perkembangan fisik dan motoriknya.
Academic Management System Integration Of Private Universities Mulyani, Sri; Gaffar, Mohammad Fakry; Komariah, Aan; Suryadi; Suhendar, Ade; Rusnati, Ius; Wulansari, Sri
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 2 No. 4 (2021): July 2021
Publisher : International Journal of Science, Technology & Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v2i4.244

Abstract

The Academic Management System of Higher Education is a component of the Institutional Management System of Higher Education, which is concerned with the overall management tools that have been designed and compiled in a systematic and rigorous manner. Nowadays, as technology advances and student generations change, educational institutions are encouraged to continually respond to the use of technology in their service systems. The aim of this thesis is to identify and interpret research results relating to academic management system alignment. A descriptive qualitative approach is used in this research. According to the findings of the study, while universities do have an institutional management scheme in place, its execution is not optimal. Universities do have an Academic Management System in place, but it is not yet fully implemented. The academic Management System also has some elements missing, such as academic calendar scheduling, new student placement, new and old student enrollment, classes, grading, thesis instruction, and graduation. Keywords: Academic Management System, Technology, universities.
PERANCANGAN & IMPLEMENTASI APLIKASI E-COMMERCE “PEMASARAN UMKM ALPOKAT KOCOK MR. BLACK BERBASIS WEB” Suryadi; Noval Alfiyan Jaya; Dwi Wahyuni; Dwi Arfinanta; John Friadi
JURNAL TIKAR Vol 2 No 2 (2021): JUNI 2021
Publisher : Program Studi Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/teknik_informatika.v2i2.392

Abstract

Dari data Dinas Perdagangan Kabupaten Karimun ada 12.000 pelaku usaha mikro kecil menengah di Kabupaten Karimun. Dengan adanya data tersebut, tentu saja UMKM memiliki persaingan masing-masing dalam hal pemasaran suatu produk. Dengan perkembangan teknologi saat ini, banyak UMKM yang memanfaatkannya untuk pemasaran digital. Salah satu UMKM yang ada di Kabupaten Karimun adalah Alpokat Kocok Mr. Black. Untuk meningkatkan dan menarik daya beli konsumen, peneliti membuat pengadaan sistem informasi berbasis web untuk UMKM Alpokat Kocok Mr.Black. Sistem informasi tersebut menggunakan metode prototype dimana pengembang sistem dan pengguna saling berkomunikasi dalam penyamaan terhadap pemodelan sistem dan memiliki kualitas sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Dengan adanya sistem informasi ini diharapkan dapat memudahkan baik dari sisi penjual maupun pembeli. Apalagi di saat pandemic covid-19 ini, pengadaan sistem informasi ini sangat menguntungkan karena konsumen bisa memesan langsung melalui website kemudian langsung diantar oleh penjual kerumah tanpa harus antri di tempat jualan.
PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA MELALUI BUDIDAYA IKAN LELE SISTEM BIOFLOK Suryadi; Zuriani; Martina; Murdani
Global Science Society Vol 3 No 2 (2021): Global Science Society (GSS) Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM dan PM Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gss.v3i2.3288

Abstract

The increasingly massive corona outbreak has disrupted the process of fulfilling people's needs because their incomes are falling significantly. To deal with these problems, the community must be able to create a business in order to earn income so as to maintain the survival of their families. The environmental condition of the yard where the villagers live is generally relatively spacious. Many of the yard's land is not used or left empty. Another potential that people in this region have is the availability of water that is quite abundant. Catfish cultivation activities in the yard can be one of the alternatives in increasing household income, especially during this pandemic situation. Market demand for catfish is relatively high, so catfish farming business can be the right choice to start a business in order to increase the income of gampong cot girek community. Cultivation of catfish in a pond tarpaulin with bioflok technology system produces high productivity and efficiency and environmentally friendly.
KESEJAHTERAAN GURU DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI GURU Suryadi
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 1 No 1 (2016): Maret
Publisher : PGMI-FAI- UI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.508 KB)

Abstract

Kompetensi guru adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seseorang dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik serta bertanggung jawab dalam membantu mendewasakan peserta didik dalam proses pembelajaran.Kompetensi guru meluputi kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi social. Dalam rangka melaksanakan tugasnya-tugasnya, guru harus memiliki berbagai kompetensi diantaranya kompetensi profesional yang meliputi Kemampuan untuk mengembangkan pribadi peserta didik, khusunya kemampuan intelektual serta membawa peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat Indonesia yang bersatu berdasarkan pancasila dan mampu mencerdaskan kehidupan bangsa. Gambaran ideal tersebut dapat diwujudkan meskipun kesejahteraan guru masih belum terpenuhi secara optimal, karena kesejahteraan guru bukan merupakan salah satu factor penghambat kinerja mengajar bagi guru professional tetapi harus menjadi skala proritas pemerintah dan pengelola lembaga pendidikan. Profesi guru adalah profesi yang sangat mulia, terhormat dan merupakan pekerjaan tanpa tanda jasa, guru yang tanpa tanda jasa melakukan tugasnya tanpa mengharap imbalan dan melaksanakan tugasnya dengan penuh keikhlasan. Mainset ini tetap harus hidup dalam jiwa setiap guru, akan tetapi yang harus mengerti adalah pihak kepala sekolah dan pemerintah bersama-sama memikirkan kesejahteraan guru- ketika guru sejehtera maka murid pun ikut sejehtera.
CONCEPTUAL MODEL OF QUALITY-BASED EDUCATION FINANCING MANAGEMENT IN MODERN PESANTREN Nurhamzah; Nurwadjah Ahmad E.Q.; Muhibbin Syah; Suryadi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v5i2.1629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model konseptual manajemen pembiayaan pendidikan berbasis mutu di pesantren modern. Penelitian ini menggunakan metode multikasus karena ada dua lokus penelitian, yaitu Pesantren Daarut Tauhiid Bandung dan Pesantren Modern Sahid Bogor. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara. Sedangkan teknik analisis adalah analisis lintas kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model konseptual manajemen pembiayaan pendidikan berbasis mutu di pesantren modern dilakukan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, pertanggungjawaban, dan perbaikan berkelanjutan pembiayaan pendidikan. Perencanaan pembiayaan pendidikan berpedoman pada tiga hal, yaitu rencana pengembangan yayasan, rencana strategis (renstra) yayasan, dan program kerja pesantren. Pengorganisasian pembiayaan pendidikan secara struktural terdapat pembagian tugas antara pengelola dan pengawas internal pembiayaan. Dalam melaksanakan pembiayaan pendidikan, para pengelola pembiayaan secara konsisten berpedoman pada prinsip-prinsip pencatatan penerimaan dan pengeluaran keuangan. Sedangkan dalam pengawasan pembiayaan pendidikan, audit internal dilakukan secara berkala. Pertanggungjawaban pembiayaan pendidikan diwujudkan dengan pelaporan penggunaan pembiayaan yang tepat waktu, akurat, transparan, dan akuntabel. Perbaikan berkelanjutan pembiayaan pendidikan dilakukan dengan dua tahap, yaitu bulanan dan tahunan. Dengan demikian, model konseptual manajemen pembiayaan pendidikan berbasis mutu di kedua pesantren modern dilakukan secara komprehensif-integral. The purpose of this study was to identify the conceptual model of quality-based educational financing management in modern pesantren (Islamic boarding school). This study used a multi-case method because there were two research locations, namely the Pesantren Daarut Tauhiid in Bandung and the Pesantren Modern Sahid in Bogor. The data collection techniques was taken by interview and the analysis technique used a cross-case analysis. The results showed that the conceptual model of quality-based educational financing management in modern pesantren was carried out starting from planning, organizing, implementing, monitoring, accountability, and continuous improvement of educational financing. Educational financing planning was guided by three points, namely the foundation’s development plan, the foundation’s strategic plan (renstra), and the pesantren’s work program. In educational financing organization, structurally, there was a division of tasks between the manager and the financing internal supervisor. Educational financing implementation was consistently guided by the principles of recording financial income and expenditure. Educational financing was supervised by conducting internal audit regularly. Educational financing accountability was performed by reporting the use of financing timely, accurate, transparent, and accountable. Continuous improvement of educational financing was carried out monthly and annually. To conclude, conceptual model of quality based-education financing management at both pesantren is implemented comprehensively and integrally.