Risa Suryana
Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan, Surakarta 57126

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STUDI PENGARUH PENGGUNAAN POLY(3-HEXYLTHIOPHENE) P3HT DAN GRAFIT TERHADAP KINERJA SEL SURYA Nurussaniah, -; Cari, -; Supriyanto, Agus; Suryana, Risa; Anita, -; Boisandi, -
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sel surya organic merupakan suatu divais fotovoltaik yang mampu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Sel surya organik adalah sebuah alternatif untuk menggantikan sel surya silikon karena dapat diproduksi dengan teknik yang mudah dan biaya yang murah. Struktur pada penelitian ini adalah TiO2/P3HT/elektrolit/FTO dan TiO2/P3HT/elektrolit/FTO+Grafit. Karakterisasi I-V menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi P3HT dapat meningkatkan kinerja sel surya. Penggunaan grafit pensil sebagai elektroda lawan menghasilkan performa DSSC yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak menggunakan grafit pensil. Grafit pensil yang dideposisikan pada kaca konduktif sebagai elektroda lawan mampu menjadi katalis untuk mempercepat reaksi redoks dengan elektrolit. Performa sel surya terbaik dari penelitian ini diperoleh pada sel dengan struktur TiO2/P3HT/elektrolit/FTO+Grafit dengan konsentrasi P3HT 1% dan menggunakan grafit sebagai elektroda lawan, efisiensi yang dihasilkan adalah 2,9×10-3%.
Pengaruh Komposisi Campuran Antosianin-Klorofil sebagai Fotosensitizer terhadap Efisiensi Dye Sensitized Solar Cell Maya Dwi Fistiani; Fahru Nurosyid; Risa Suryana
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.717 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i1.2132

Abstract

IntisariArtikel ini membahas fabrikasi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) dengan menggunakan campuran dye antosianin dan klorofil sebagai fotosensitizer. Pencampuran dye bertujuan untuk memperlebar daerah serapan dye alami. Antosianin diekstraksi dari kol merah sedangkan klorofil dari daun bayam dengan metode maserasi. Komposisi dye divariasikan dengan perbandingan larutan antosianin:klorofil, yaitu 1:3, 1:1, dan 3:1. Variasi komposisi dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan serapan dye terhadap efisiensi DSSC. Karakterisasi sifat optik menggunakan spektrofotometer UV-Vis, sedangkan karakterisasi sifat listrik denganI-V meter. Hasil karakterisasi menunjukkanbahwa pada perbandingan 1:3memiliki absorbansi tertinggi pada rentang panjang gelombang 400 nm hingga 450 nm dan efisiensi sebesar0,15%.ABSTRACTThis article is about fabrication of Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) using mixture of anthocyanin and chlorophyllas fotosensitizer. Mixing dye aims to widen the absorbance area of natural dye.Anthocyanin is extracted from red cabbage andchlorophyll from spinach leaves with maseration methode. Mixture composition of dye anthocyanin:chlorophyll varying at 1:3, 1:1, and 3:1. Composition variation is performed to determine the effect of absorbance change on the efficiency of DSSC. Optic characterization using UV-Vis spectrophotometer and electric characterization using I-V meter. The characterization result showed that rasio 1:3 hasthe highest absorbance at wavelength 400 nm to 450 nm with highest efficiency 0,15%.
THE EFFECT OF NANO ZnO MORPHOLOGY ON STRUCTURE, DIELECTRIC CONSTANT, AND DISSIPATION FACTOR OF CA-NANO ZnO/ITO FILMS Mustikasari, Ayu Azrurin; Diantoro, Markus; Mufti, Nandang; Suryana, Risa
Jurnal Neutrino Vol 10, No 2 (2018): April
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.081 KB) | DOI: 10.18860/neu.v10i2.4924

Abstract

Research to utilize natural polymers continues to be driven primarily by utilization as an environmental friendly energy-generating and storage material. The high porosity makes cellulose acetate (CA) a good candidate as a dielectric material as the basis of the supercapacitor device. Various dopants and compositions have been widely used, but the nano size morphological differences of the same material are rarely reported. Two types of ZnO are prepared, i.e., nanoparticles and nanorods deposited with CA and deposited on ITO glass substrate. The CA-ZnO / ITO composite film was fabricated through spin coating technique. This study focused on ZnO morphological difference on the microstructure and the dielectricity of CA-ZnO /ITO composite films. The morphology of nanoparticles and nanorods of ZnO were analyzed more detail with respect to its microstructure and dielectric properties. It is revealed that the change of ZnO morphology from nanoparticles to nanorod increase the capacitance and dielectric constant significantly from the order of the nano to the micro and decrease the dielectric loss. The dielectric constant of CA-ZnONP/ITO and CA-ZnONR/ITO are respectively of 2569 and 97159 at 100 Hz. The capacitance and dielectric loss of CA-ZnONP/ITO and CA-ZnONR/ITO reach to 69.809 nF; 678 and 2,15765 µF; 13,23 respectively. 
STUDI PENGARUH PENGGUNAAN POLY(3-HEXYLTHIOPHENE) P3HT DAN GRAFIT TERHADAP KINERJA SEL SURYA Nurussaniah, -; Cari, -; Supriyanto, Agus; Suryana, Risa; Anita, -; Boisandi, -
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3959

Abstract

Sel surya organic merupakan suatu divais fotovoltaik yang mampu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Sel surya organik adalah sebuah alternatif untuk menggantikan sel surya silikon karena dapat diproduksi dengan teknik yang mudah dan biaya yang murah. Struktur pada penelitian ini adalah TiO2/P3HT/elektrolit/FTO dan TiO2/P3HT/elektrolit/FTO+Grafit. Karakterisasi I-V menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi P3HT dapat meningkatkan kinerja sel surya. Penggunaan grafit pensil sebagai elektroda lawan menghasilkan performa DSSC yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak menggunakan grafit pensil. Grafit pensil yang dideposisikan pada kaca konduktif sebagai elektroda lawan mampu menjadi katalis untuk mempercepat reaksi redoks dengan elektrolit. Performa sel surya terbaik dari penelitian ini diperoleh pada sel dengan struktur TiO2/P3HT/elektrolit/FTO+Grafit dengan konsentrasi P3HT 1% dan menggunakan grafit sebagai elektroda lawan, efisiensi yang dihasilkan adalah 2,9×10-3%.
Pengaruh Variasi Rapat Arus pada Pembentukan Silikon Berpori di atas Permukaan Si (111) Tipe-P dengan Metode Anodisasi Elektrokimia Sehati, Sehati -; Wijayanti, Siti; Kusumandari, Kusumandari; Suryana, Risa
Jurnal Fisika Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v11i1.28396

Abstract

Silikon berpori (PSi) telah terbentuk di atas substrat Si (111) tipe-p menggunakan metode anodisasi elektrokimia. Permukaan silikon dianodisasi dalam larutan HF (40%) dan Etanol (96%) dengan perbandingan 1:1 pada rapat arus 70 mA/cm2, 80 mA/cm2, dan 90 mA/cm2 selama 6 menit. Plat platina sebagai katoda sedangkan silikon sebagai anoda dengan jarak 5 cm. Reflektansi PSi dikarakterisasi dengan Spektroskopi UV-Vis dan morfologi permukaan PSi dikarakterisasi dengan AFM. Kedalaman, lebar, dan kekasaran PSi meningkat dengan bertambahnya rapat arus. Hasil pengukuran pori menunjukkan nilai lebar pori (μm) lebih besar dari nilai kedalaman pori (nm). Hasil tersebut memperlihatkan bahwa proses etching arah horizontal lebih cepat dari arah vertikal. Pori yang terbentuk pada PSi diklasifikasikan jenis makropori karena lebar porinya berukuran (>50nm). Reflektansi PSi menurun dengan meningkatnya rapat arus. Osilasi reflektansi terjadi  pada lapisan PSi karena adanya foton yang dipantulkan dengan sudut yang berbeda karena adanya perbedaan kedalaman pori yang terbentuk. Hasil karakterisasi AFM dan hasil karakterisasi reflektansi menunjukkan permukaan PSi yang terbentuk tidak homogen. Lapisan PSi yang terbentuk memiliki potensi sebagai lapisan anti-reflective.