Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KOMPARASI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN 5E DENGAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DAN KINERJA ILMIAH SISWA SMA Suryaningsih, Ni Made Ayu
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh penggunaan model pembelajaran 5E dengan Model pengajaran langsung terhadap (1) hasil belajar biologi dan kinerja ilmiah siswa, (2) hasil belajar biologi, dan (3) kinerja ilmiah siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Kuta Utara pada siswa kelas XI IPA semester II tahun ajaran 2011/2012. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan rancangan non equivalent pretest-posttest  control group design.  Pengambilan sampel (n=134) pada populasi (N=271) dilakukan dengan metode group random sampling. Data berupa gain skor ternormalisasi hasil belajar dan kinerja ilmiah yang dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji MANOVA. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil (1) terdapat perbedaan hasil belajar dan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=6,845 dengan taraf signifikansi 0,001, P<0,05), (2) terdapat perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=6,819 dengan taraf signifikansi 0,010, p<0,05), dan (3) terdapat perbedaan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=9,001 dengan taraf signifikansi 0,003, p<0,05). Kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan Model Pembelajaran 5E menunjukan hasil hasil belajar (LSD=0,04< µij=0,054) dan kinerja ilmiah (LSD=0,063< µij=0,097) yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang menggunakan model pengajaran langsung. Kata Kunci: model pembelajaran 5E, model pengajaran langsung, hasil belajar biologi, dan kinerja ilmiah
PENGENALAN PROTOKOL KESEHATAN PADA ANAK USIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Ni Made Ayu Suryaningsih; Christiani Endah Poerwati
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 3 (2020): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.929 KB)

Abstract

ABSTRAKAnak usia dini merupakan aset penting bagi masa depan suatu bangsa. Berbagai haldilakukan untuk memaksimalkan potensi mereka sejak dini. Salah satunya terkait denganpendidikan. Namun terjadinya Pandemi Covid-19 menjadi suatu hambatan besar dalamperkembangan dan keselamatan anak. Menjadi tanggung jawab bersama dalam memastikanmereka dapat melalui permasalahan ini. Penerapan protokol kesehatan merupakan jalan untukbisa menghindari resiko tertular Virus Covid-19. Diperlukan suatu upaya untuk memperkenalkanmereka agar mampu memahami dan menerapkan protokol kesehatan dengan efektif. Penerapanmodel pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat diterapkan untuk meningkatkan pemahamananak mengenai penerapan protokol kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikanperbedaan hasil pembelajaran anak mengenai pemahaman protokol kesehatan antara kelaskontrol dan kelas eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodedeskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan dalammenerapkan protokol kesehatan antara kelas kontrol dan eksperimen setelah anak melalui prosespembelajaran.Kata kunci: Anak Usia dini, Model Pembelajaran Jigsaw, Protokol kesehatan
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS PERMAINAN DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI Suryaningsih, Ni Made Ayu; Cahaya, I Made Elia; Poerwati, Christiani Endah
JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.891 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v5i2.8559

Abstract

Penerapan pembelajaran pada anak usia dini saat ini masih cenderung menggunakan metode pembelajaran konvensional seperti ceramah. Hal ini mengakibatkan rendahnya perkembangan kreativitas anak. Sehingga dibutuhkan suatu cara dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengimplementasian metode pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis permainan dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan metode observasi. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa di TK Pradnyandari III, dengan objek penelitian  implementasi model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis permainan terhadap peningkatan kreativitas anak usia dini. Pada observasi awal, ketuntasan kreativitas anak hanya mencapai 22,72 %. Pada penerapan metode pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis permainan dalam siklus I terjadi peningkatan kreativitas anak menjadi 54,54%. Dan kembali mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 86,36%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi metode pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis permainan dapat meningkatkan kreativitas anak usia dini.
KOMPARASI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN 5E DENGAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DAN KINERJA ILMIAH SISWA SMA Ni Made Ayu Suryaningsih
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.219 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh penggunaan model pembelajaran 5E dengan Model pengajaran langsung terhadap (1) hasil belajar biologi dan kinerja ilmiah siswa, (2) hasil belajar biologi, dan (3) kinerja ilmiah siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Kuta Utara pada siswa kelas XI IPA semester II tahun ajaran 2011/2012. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan rancangan non equivalent pretest-posttest  control group design.  Pengambilan sampel (n=134) pada populasi (N=271) dilakukan dengan metode group random sampling. Data berupa gain skor ternormalisasi hasil belajar dan kinerja ilmiah yang dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji MANOVA. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil (1) terdapat perbedaan hasil belajar dan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=6,845 dengan taraf signifikansi 0,001, P<0,05), (2) terdapat perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=6,819 dengan taraf signifikansi 0,010, p<0,05), dan (3) terdapat perbedaan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=9,001 dengan taraf signifikansi 0,003, p<0,05). Kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan Model Pembelajaran 5E menunjukan hasil hasil belajar (LSD=0,04< µij=0,054) dan kinerja ilmiah (LSD=0,063< µij=0,097) yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang menggunakan model pengajaran langsung. Kata Kunci: model pembelajaran 5E, model pengajaran langsung, hasil belajar biologi, dan kinerja ilmiah
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA TANGAN Priscila Rahelia; Ni Made Ayu Suryaningsih; I Made Elia Cahaya
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 4 (2021): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.889 KB)

Abstract

ABSTRAKKemampuan menyimak pada anak usia dini penting untuk dikembangkan, karena dapatmemberikan makna bahasa dalam sebuah komunikasi sehingga anak mudah menangkapdan memahami informasi. Namun, kemampuan menyimak anak Kelompok B2 TK Duta Kasihmasih tergolong rendah terlihat dari 3 anak (18,75%) mencapai kriteria tuntas dan 13 anak(81,25%) belum mencapai kriteria tuntas. Kemampuan menyimak anak dapatdikembangkan melalui metode dan media pembelajaran menarik. Tujuan dari penelitian iniuntuk mengetahui kemampuan menyimak anak usia 5-6 tahun melalui metode berceritamenggunakan media boneka tangan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelasyang dilaksanakan dalam 2 siklus selama 3 kali pertemuan setiap siklusnya. Subjekpenelitian ini adalah Kelompok B2 TK Duta Kasih tahun ajaran 2020/2021 berjumlah 16 anak.Objek penelitian adalah kemampuan menyimak dan penerapan metode berceritamenggunakan media boneka tangan. Metode pengumpulan data adalah observasi dandokumentasi yang diambil pada saat proses pembelajaran berlangsung. Teknik analisis yangdigunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa kemampuan menyimak anak Kelompok B2 TK Duta Kasih dapat ditingkatkan. Padaobservasi awal 18,75% sebanyak 3 anak sudah mencapai kriteria ketuntasan. Setelahdilakukan tindakan pada Siklus I ketuntasan anak meningkat menjadi 31,25% sebanyak 5anak, dan meningkat pada Siklus II 81,75% sebanyak 13 anak.Kata kunci: boneka tangan, kemampuan menyimak, metode bercerita.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS PERMAINAN DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI Ni Made Ayu Suryaningsih; I Made Elia Cahaya; Christiani Endah Poerwati
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.891 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v5i2.8559

Abstract

Penerapan pembelajaran pada anak usia dini saat ini masih cenderung menggunakan metode pembelajaran konvensional seperti ceramah. Hal ini mengakibatkan rendahnya perkembangan kreativitas anak. Sehingga dibutuhkan suatu cara dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengimplementasian metode pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis permainan dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan metode observasi. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa di TK Pradnyandari III, dengan objek penelitian  implementasi model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis permainan terhadap peningkatan kreativitas anak usia dini. Pada observasi awal, ketuntasan kreativitas anak hanya mencapai 22,72 %. Pada penerapan metode pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis permainan dalam siklus I terjadi peningkatan kreativitas anak menjadi 54,54%. Dan kembali mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 86,36%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi metode pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis permainan dapat meningkatkan kreativitas anak usia dini.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Eksperimen Sederhana dalam Pengenalan Sains Anak Usia Dini Christiani Endah Poerwati; I Made Elia Cahaya; Ni Made Ayu Suryaningsih
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i3.1233

Abstract

Sains penting dikenalkan pada anak usia dini dengan konsep sederhana melalui kegiatan eksperimen sederhana guna melatih kemampuan memecahkan masalah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran problem based learning berbasis eksperimen sederhana terhadap kemampuan pengenalan sains anak usia dini. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen, dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian adalah anak usia dini di Kecamatan Kuta Utara. Penentuan kelas kontrol dan kelas eksperimen digunakan sistem random. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi. Teknik analisa data penelitian menggunakan analisis varians (anava) satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pengenalan sains pada anak yang mengikuti model pembelajaran  problem based learning berbasis eksperimen sederhana dengan anak yang mengikuti pembelajaran Konvensional.. Kegiatan eksperimen sederhana mampu menolong anak dalam memecahkan masalah sains dengan tahapan kerja yang jelas.  Melalui hasil penelitian ini dapat diperoleh suatu desain pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pengenalan sains pada anak usia dini.
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II dalam Meningkatkan Kemampuan Matematika Anak Christiani Endah Poerwati; Ni Made Ayu Suryaningsih; I Made Elia Cahaya
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v5i1.496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan matematika anak usia dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research) dengan prosedur empat-tahap, yaitu: 1) Tahap perencanaan, 2) Tahap pengambilan tindakan, 3) Tahap pengembangan, 4) Tahap refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni melalui observasi. Proses pengumpulan data melalui teknik observasi ini menggunakan panduan rubrik untuk merekam data mengenai kemampuan matematika anak selama mengikuti proses pembelajaran. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan matematika anak selama penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II berbantuan benda konkret. Ketuntasan kemampuan matematika anak pada observasi awal 7 anak (29,17%), siklus I sebanyak 17 anak (70,83%), dan siklus II 22 anak (91,67%). Maka dapat dikatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II berbantuan benda konkret merupakan salah satu alternatif metode pembelajaran yang kreatif, inovatif dan efektif dalam meningkatkan kemampuan matematika anak usia dini
PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA GURU TK NEGERI KINTAMANI, BALI Elizabeth Prima; Christiani Endah Poerwati; Putu Indah Lestari; I Made Elia Cahaya; Ni Made Ayu Suryaningsih; Ni Luh Rimpiati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.224 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1325

Abstract

The Covid-19 pandemic made the teaching and learning process unable to run properly. Activities involving many people are not carried out to prevent the spread of the Covid-19 virus. This has an impact on the teaching and learning process in Kintamani State Kindergarten located on Kintamani Highway, Kintamani Village, Kintamani District, Bangli Regency, Bali Province. During learning from home (BDR) teachers have difficulty in providing learning materials. Teachers are only able to send tasks that will be done by children through the Whatsapp group application without being equipped with learning videos that can be received and learned by children at home. The lack of teacher knowledge about how to make learning in the format of learning video becomes the basis of thinking why PKM Prodi is carried out. The subjects of this PKM are teachers in Kintamani State Kindergarten. The method used in this PKM is the assistance of making learning videos that are implemented by applying health protocols. The purpose of PKM Prodi is to train and accompany kindergarten teachers in making learning videos ranging from the process of shooting, editing, to uploading on the school's YouTube channel so that it can be shared and studied by students. The result of the evaluation of training and mentoring activities is that teachers are able to make learning videos and upload them on school YouTube. Thus, teachers are no longer constrained during the implementation of the teaching and learning process even though students learn from home (BDR). Keywords: training, learning videos, kindergarten
METODE PEMBELAJARAN DALAM PENGENALAN DAN PEMBIASAAN PERILAKU KESEHATAN DAN KESELAMATAN PADA ANAK USIA DINI Ni Made Ayu Suryaningsih; Christiani Endah Poerwati; I Made Elia Cahaya
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.257 KB)

Abstract

ABSTRACTThe highest period of development of human intelligence is at an early stage (0-6 years). Ensuring optimal growth and development of children is the responsibility of various parties. No exception is the role of early childhood educators. Provide appropriate stimulus, facilitate the needs and protect the process of growth and development of all possible threats. Given that threats to health and safety can occur anywhere. Children as objects of protection need to be provided with knowledge and attitudes and behaviors related to their health and safety. One effort to protect early childhood from dangers is to increase their understanding of hazards and ways to deal with hazards through the introduction of health and safety behaviors. Preventive efforts that can be carried out are through the learning process in PAUD, using various learning methods that are appropriate for the characteristics of early childhood. So that the application of this method can introduce and familiarize child health and safety behavior as early as possible.Keywords: early childhood, health and safety behavior, learning methodsABSTRAKMasa perkembangan intelijensia manusia paling tinggi berada pada tahap usia dini (0-6 tahun). Memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal menjadi tanggung jawab berbagai pihak. Tidak terkecuali peran pendidik anak usia dini. Memberikan stimulus yang sesuai, memfasilitasi kebutuhan serta melindungi proses pertumbuhan dan perkembangan dari segala ancaman yang mungkin terjadi. Mengingat ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan dapat terjadi dimana saja. Anak sebagai objek perlindungan perlu dibekali pengetahuan dan sikap serta perilaku yang terkait dengan kesehatan dan keselamatan dirinya. Salah satu upaya perlindungan anak usia dini terhindar dari bahaya adalah dengan meningkatkan pemahamannya akan bahaya dan cara-cara mengatasi bahaya melalui pengenalan perilaku kesehatan dan keselamatan. Upaya preventif yang bisa dilakukan yakni melalui proses pembelajaran di PAUD, dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran yang sesuai kharakteristik anak usia dini. Sehingga aplikasi dari metode tersebut dapat memperkenalakan dan membiasakan perilaku kesehatan dan keselamatan anak sedini mungkin.Kata Kunci : anak usia dini, perilaku kesehatan dan keselamatan, metode pembelajaran