Sri Suryaningsih
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung-Sumedang Km.21 Jatinagor 45363, Sumedang, Jawa Barat.

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisa Sifat Adsorpsi Logam Berat pada Eceng Gondok dalam Pengelolaan Air Limbah Elektroplating SURYANINGSIH, SRI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 7, No 01 (2017): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Jurnal Material dan Energi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.806 KB)

Abstract

Pertumbuhan penduduk dunia yang sangat cepat dan perkembangan industri yang semakin pesat menyebabkan semakin banyak bahan buangan yang bersifat racun yang dibuang ke lingkungan dalam bentuk limbah padat, cair dan gas. Limbah dalam bentuk cair yang ada dalam industri elektroplating sebagai proses elektrolisa yang menyisakan logam berat Fe, Cu dan Pb. Tanaman Eceng gondok (Eichornia Crassipes) dapat dimanfaatkan menjadi bahan adsorben yang merupakan tanaman gulma dengan waktu tumbuh sangat cepat, sehingga dapat mengganggu aliran perairan dan mempercepat pendangkalan perairan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat adsorpsi eceng gondok pada limbah cair yang diperlakukan dalam variasi waktu perendaman selama 30, 60, dan 90 menit. Pengujian adsorpsi pada eceng gondok dengan metoda SEM-EDS (Scanning Elektron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray Spectrocopy). Kandungan unsur logam optimal dari variasi waktu perendaman dari hasil SEM-EDS menunjukkan kadar logam Fe sebesar 2,453% pada waktu perendaman 60 menit dibandingkan dengan logam Cu, dan Pb. Nilai optimal pada proses adsorpsi eceng gondok dibandingkan dengan sifat absorpsi limbah elektroplating dengan menggunakan AAS sesuai, dimana semakin besar sifat adsorpsi eceng gondok maka semakin besar penurunan konsentrasi logam yang terkandung di dalam limbah cair elektroplating  sebesar 99,24%.
PENGARUH SUHU KARBONISASI DAN VARIASI KECEPATAN UDARA TERHADAP LAJU PEMBAKARAN BRIKET CAMPURAN SEKAM PADI DAN TONGKOL JAGUNG Handayani, Riska Tri; Suryaningsih, Sri
Wahana Fisika Vol 4, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i2.15582

Abstract

Biomassa dapat dimanfaatkan menjadi energi alternatif sebagai bahan bakar dalam bentuk briket yang mengandung unsur utama atom karbon (C) yang berasal dari kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin. Karakteristik briket dapat dilihat dari beberapa hal diantaranya suhu karbonisasi dan kecepatan udara yang berpengaruh terhadap laju pembakaran briket, sehingga tujuan penelitian ini adalah mengetahui suhu karbonisasi dan variasi kecepatan udara terhadap laju pembakaran briket   campuran sekam padi dan tongkol jagung. Tahapan pembuatan briket dengan cara pengeringan bahan, karbonisasi pada suhu 200°C, 225°C, 250°C, 275°C,       penghalusan dan penyaringan bahan dengan ukuran butir 40 mesh, pencetakan briket dengan konsentrasi pencampuran sekam padi dan tongkol jagung 50:50, dan pengeringan briket. Pengujian nyala briket dilakukan dengan variasi kecepatan udara 0,8 m/s, 1,1 m/s, 1,2 m/s, 1,3 m/s ,1,4 m/s. Hasil penelitian menunjukan briket yang dibuat dengan suhu karbonisasi yang tinggi maka laju pembakaran semakin lambat karena semakin rendahnya zat volatile matter dengan laju pembakaran 0,46 gr/menit pada suhu karbonisasi 225°C dengan v = 1,4 m/s. Dan semakin besar     kecepatan udara maka laju pembakaran akan semakin kecil karena panas temperatur akan ikut terbuang dengan semakin besarnya kecepatan udara, dengan laju        pembakaran optimum 0,42 gr/menit dengan kecepatan udara 1,4 m/s pada briket suhu karbonisasi 225°C. 
Pengaruh Komposisi Campuran Sabut dan Tempurung Kelapa terhadap Nilai Kalor Biobriket dengan Perekat Molase Nurhilal, Otong; Suryaningsih, Sri
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v2i1.15606

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang menjadi salah satu penghasil kelapa terbesar di dunia. Dalam satu kelapa  menghasilkan daging kelapa sebesar 28%, sisanya adalah sabut kelapa sebesar 35% dan tempurung kelapa sebesar 12% yang sering dianggap sebagai limbah sisa. Salah satu bentuk pemanfaatan dari limbah sabut dan  tempurung kelapa yaitu dengan dibuat menjadi briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi yang optimal pada pembuatan briket campuran sabut dan tempurung kelapa dengan menggunakan perekat tetes tebu (molase). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode ekperimen dengan tahapan persiapan bahan, karbonisasi bahan, pembuatan briket, dan pengujian briket. Pada pembuatan briket, bahan perekat yang digunakan adalah perekat molase dengan konsentrasi 10%. Pengujian yang dilakukan meliputi uji proksimat, uji nilai kalor, dan uji pembakaran dengan metode WBT (Water Boiling Test)  untuk mengetahui efisiensi pembakaran. Dari hasil penelitian menunjukan peningkatan nilai kalor seiring dengan penambahan konsentrasi tempurung kelapa. Sehingga komposisi yang optimal pada pembuatan briket campuran sabut dan tempurung kelapa adalah 50% : 50% dengan nilai kalor sebesar 6211 kal/g dan telah memenuhi Standar Briket Nasional. Dan dari hasil uji pembakaran didapatkan efisiensi pembakaran sebesar 9,861%. 
Rancang Bangun Alat Ukur Kadar Gas CO berbasis Nirkabel RF untuk Pemantauan Kondisi Pencemaran Udara Suryaningsih, Sri; Yuda Mindara, Jajat; Hidayat, Sahrul; Chaerunnisa, Irmha
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 01 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.676 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i01.10905

Abstract

Pencemaran gas karbon monoksida sebagai gas buang menigkat setiap tahun seiring dengan penigkatan jumlah pengguna kendaraan bermotor. Karbon monoksida memberi dampak yang membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia bahkan berujung kematian. Pada penelitian ini telah diciptakan sebuah alat ukur gas CO dengan menggunakan sensor gas CO MQ-9 guna mendeteksi dan mengukur konsentrasi gas CO di udara. Perangkat ini menggunakan teknologi nirkabel RF sehingga dapat digunakan dari jarak jauh dan tidak membahayakan peneliti dari menghirup gas. Pengujian awal dilakukan dengan membandingkan besaran nilai yang dihasilkan alat ini dengan gas CO berkonsentrasi 0 – 1000 ppm. Dari hasil pengujian tersebut didapat tingkat kesalahan kalibrasi sebesar 22,83%. Perangkat yang telah dikalibrasi kemudian diuji di lokasi yang berbeda untuk mendeteksi dan mengukur jumlah gas CO di lokasi tersebut. Hasil pengujian di beberapa lokasi, didapat data konsentrasi gas CO sebesar 1,89 ppm pada daerah yang tidak berpotensi adanya polusi dan 103,35 ppm pada daerah yang berpotensi adanya polusi.
Pengaruh Ukuran Butir Briket Campuran Sekam Padi dengan Serbuk Kayu Jati terhadap Emisi Karbon Monoksida (CO) dan Laju Pembakaran Suryaningsih, Sri; Nurhilal, Otong; Affandi, Komala Affiyanti
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v2i1.15377

Abstract

Salah satu bahan bakar alternatif yang dapat digunakan dalam pemenuhan kebutuhan energi di Indonesia adalah briket dari limbah biomassa. Dalam pemanfaatannya, briket dapat menghasilkan emisi karbon monoksida yang berbahaya bagi kesehatan manusia yang dihasilkan dari proses pembakaran tidak sempurna carbon dengan oksigen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui emisi karbon monoksida (CO) dan laju pembakaran dari briket campuran sekam padi dengan serbuk gergaji kayu jati dan pengaruhnya terhadap ukuran butir briket. Metodologi penelitian meliputi pengeringan bahan, karbonisasi bahan, penghalusan dan penyaringan bahan 40 mesh (420 µm), 60 mesh (250 µm), dan 100 mesh (149 µm), pencetakan dan pengepresan briket, serta pengeringan briket. Selanjutnya dilakukan pengujian emisi karbon monoksida dan laju pembakaran pada briket. Hasil emisi karbon monoksida (CO) semakin berkurang ketika ukuran butir yang dimiliki briket yang semakin kasar. Variasi pencampuran bahan sekam padi dan serbuk gergaji kayu jati pada perbandingan 50:50 dengan ukuran butir 40 mesh menghasilkan emisi karbon (CO) paling rendah sebesar 509 ppm / sekon. Semakin kasar ukuran butir briket maka laju pembakaran yang dihasilkan semakin cepat dan briket semakin cepat habis terbakar, namun nilai kalor yang dihasilkan masih rendah berkisar antara 3.420 – 4.889 kal/gr. Laju pembakaran yang paling tinggi terdapat pada sampel briket campuran sekam padi dengan serbuk gergaji kayu jati pada perbandingan 50:50 dengan ukuran butir briket 40 mesh adalah sebesar 0,0138 gram / sekon.
Penentuan Kadar Air Hilang dan Volatile Matter pada Bio-Briket dari Campuran Arang Sekam Padi dan Batok Kelapa Yuliah, Yayah; Suryaningsih, Sri; Ulfi, Khoirima
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 01 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.22 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i01.10902

Abstract

Sekam padi, sebagai bahan biomassa yang selama ini dibuang atau dibakar sebagai limbah, merupakan sumber karbon potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Kandungan energinya dapat lebih intensif jika dikemas dalam bentuk yang ringkas dan efisien. Dalam penelitian ini, melalui proses karbonisasi sekam padi dibuat menjadi arang untuk kemudian dikemas dalam bentuk briket. Untuk meningkatkan nilai kalornya diberi campuran arang batok kelapa sebanyak 20%. Tepung tapioka sebagai bahan perekat ditambahkan secara bertahap untuk mendapatkan briket dalam keadaan pejal dengan kandungan nilai kalor maksimum. Penentuan kadar air yang hilang dan nilai volatile matter serta menganalisis pengaruhnya terhadap nilai kalor yang dikandungnya dilakukan untuk mengetahui standar mutu bio-briket yang dihasilkan. Setelah melalui proses kompresi dan pengeringan, diketahui bahwa briket dengan kadar perekat 4% dan 10% memiliki kandungan energi panas tertinggi yaitu sebesar 4132 kJ/ kg.
Rancang Bangun Wireless Elektrokardiogram (EKG) Amita Putri, Rara; Yuda Mindara, Jajat; Suryaningsih, Sri
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 01 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.713 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i01.10906

Abstract

Jantung adalah bagian dari tubuh manusia yang memiliki aktivitas listrik atau dikenal dengan bioelektrik. Aktivitas kelistrikan jantung dapat direkam. Aktivitas jantung akan menghasilkan suatu gelombang EKG yang terdiri dari gelombang P, kompleks gelombang QRS, dan gelombang T. Perekaman aktivitas jantung dapat dimanfaatkan untuk menganalisa bagaimana karakteristik dari jantung. Perekaman aktivitas jantung ini dikenal dengan istilah elektrokardiogram (EKG). EKG yang banyak digunakan saat ini berupa EKG dengan pengiriman data menggunakan kabel. Penggunaan kabel membatasi jarak pengaksesan hasil rekaman EKG. Untuk jarak yang lebih jauh, EKG yang menggunakan kabel harus menambah panjang kabel yang berarti menambah biaya produksi EKG. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun suatu sistem perangkat keras dan perangkat lunak untuk perekaman detak jantung dengan sistem wireless. Pembuatan sistem dilakukan dengan menggunakan elektroda tembaga sebagai penyadap detak jantung. Hasil sadapan tersebut dimasukkan pada rangkaian pengondisi sinyal dan diolah agar bisa dikirimkan melalui wireless dengan sistem modulasi – demodulasi. Hasil perekaman ditampilkan dalam komputer menggunakan perangkat lunak dan dilakukan sesuai dengan gelombang EKG yang diinginkan dalam radius 1 m2.
STUDI KOROSIVITAS DAN MORFOLOGI PERMUKAAN BAJA KARBON API 5L GR-B YANG DILAPISI POLIMER HIBRID PADA LINGKUNGAN AIR LAUT DAN GAS H2S PADA KONDISI JENUH CO2 Setiawidiani, Dinar; Susilawati, Tuti; Suryaningsih, Sri; Harjo, Hardoyo
BERKALA FISIKA 2014: Berkala Fisika Vol. 17 No. 2 Tahun 2014
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.279 KB)

Abstract

It has been tested with the corrosion protection of carbon steel using hybrid inorganic - organic polymer. Hybrid polymer precursor materials is synthesized from monomers poly (TMSPMA) using sol- gel technique. The hybrid polymer precursors coated on the surface of carbon steel API 5L GR - B, and then thermally polymerized. Corrosion test conducted in a seawater environment, H2S, CO2 saturation using potentiodynamic polarization method and morphological examination using a Scanning Electron Microscope. The obtained results shows the corrosion rate of carbon steel without coating in critical condition was 1.643 mm/year. Once the hybrid polymer coated carbon steel with a corrosion rate becomes 0.903 mm/year. The corrosion rate was reduced to 0.74 mm/year. Corrosion rate is related to the protection efficiency of 45.05%. These results are supported by data that shows the surface morphology uneven corrosion on carbon steel surface after coated with polymer hybrid. Keywords : corrosion , carbon steel , polymer hybrid , potentiodynamic polarization
KARAKTERISASI BIOBRIKET CAMPURAN SERBUK KAYU DAN TEMPURUNG KELAPA Nurhilal, otong; Suryaningsih, Sri
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 7, No 02 (2017): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Departemen Fisika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.546 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v7i02.15344

Abstract

Limbah biomassa serbuk kayu dan tempurung kelapa memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bahan bakar alternatif di Indonesia. Kedua bahan tersebut merupakan komponen dasar biobriket yang berbentuk arang setelah dikarbonisasi. Karbonisasi merupakan proses pengarangan yang dilakukan untuk peningkatan jumlah karbon dan mengurangi kadar zat terbang. Pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan biobriket masing-masing dari kayu cempaka, jati dan surain dan pembuatan biobriket masing-masing dari kayu cempaka, jati dan surain yang dicampur tempurung kelapa dengan komposisi 50%:50%. Sebagai bahan perekatnya digunakan perekat kanji. Hasil karakterisasi terhadap nilai kalor diperoleh nilai kalor rata-rata untuk biobriket serbuk kayu sebesar 4426 kal/gram dan nilai kalor rata-rata untuk biobriket serbuk kayu yang dicampur tempurung kelapa sebesar 5415,2 kal/gram. Dengan demikian penambahan tempurung kelapa meningkatkan nilai kalor.
ANALISA UKURAN BUTIR BRIKET CAMPURAN SEKAM PADI DENGAN CANGKANG KOPI TERHADAP LAJU PEMBAKARAN DAN EMISI KARBON MONOKSIDA (CO) SURYANINGSIH, SRI; AFANDI, KOMALA A; NURHILAL, OTONG
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 01 (2018): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Departemen Fisika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.238 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i01.18066

Abstract

Briket merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang dibuat dari limbah biomassa seperti sekam padi dan kulit kopi. Dalam proses pembakaran briket, ukuran butir suatu briket akan mempengaruhi laju pembakaran dan emisi yang dihasilkan, salah satunya adalah emisi karbon monoksida yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui laju pembakaran dan emisi karbon monoksida optimum dari briket campuran sekam padi dengan kulit kopi berdasarkan ukuran butir dan komposisi pencampuran bahan briket. Metode penelitian yang dilakukan meliputi pengeringan, karbonisasi bahan, penghalusan dan penyaringan arang,  pencetakan, pengepresan, serta pengeringan briket, dan dilakukan pengujian briket terhadap laju pembakaran dan emisi karbon monoksida. Didapatkan hasil laju pembakaran tercepat terdapat pada sampel dengan ukuran butir 40 mesh dengan variasi pencampuran bahan 50:50 sebesar 0,0134 gram/sekon. Semakin kasar ukuran briket maka waktu pembakaran briket akan semakin cepat sehingga laju pembakaran yang dihasilkan akan semakin cepat dan briket akan cepat habis terbakar. Sedangkan hasil emisi karbon monoksida terendah terdapat pada sampel dengan ukuran butir 60 mesh dengan variasi pencampuran bahan 50:50  sebesar 601 ppm dengan nilai kalor 4179 kal/gram. Briket yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan bakar karena masih memenuhi standar baku mutu konsentrasi emisi gas maksimum untuk karbon monoksida.