Ibrahim Angga Nawawi
STIKes Syedza Saintika Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan Medika Saintika

Pengaruh Perasan Air Daun Cincau Hijau (Cyclea Berbata Miers) Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang Ibrahim Angga Nawawi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.963 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i2.395

Abstract

ABSTRAKHipertensi adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja, baik muda maupun tua. Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena termasuk penyakit yang mematikan. Daun cincau diketahui mengandung klorofil, serta senyawa bioaktif flavonoid dapat memberikan efek vasodilatasi terhadap pembuluh darah. Menurut data World health organization di seluruh dunia sekitar 972 juta orang diseluruh dunia mengidap hipertensi. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian perasan air daun cincau hijau terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas andalas tahun 2018. Jenis penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen design dengan pendekatan Pretest posttest one group design. Penilitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Tanggal 29 Agustus - 4 September Tahun 2018. Populasi penelitian ini sebanyak 302 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling sebanyak 16 orang. Data dianalisis menggunakanan alisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan Uji T-tes dependen. Sebelum diberikan perasan air daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers) tekanan darah sistolik 156,25 mmHg dan diastolik 95,38 mmHg. Sesudah diberikan perasan air daun cincau hijau (Cyclea Barbata Miers) sistolik 150,75 mmHg dan diastolic 91,62 mmHg. Hasil uji statistic t-test dependen didapatkan nilai p = 0,000 berarti pada α = 0,05. Hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa terlihat ada pengaruh pemberian perasan air daun cincau hijau terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolic pada penderita hipertensi. Diharapkan ke pada petugas kesehatan agar memberikan pendidikan kesehatan tentang pemanfaatan tanaman obat tradisional khususnya pengunaan perasan air daun cincau hijau untuk masyarakat dan keluarga dalam langkah pertama pencegahan penyakit hipetrensi.Kata Kunci    : Daun Cincau Hijau, Hipertensi The Influence of Green Grass Leaf Leaves (Cyclea Berbata  Miers) Water Pressure on Blood Pressure in Hypertension Patients in Andalas Health Center Padang   ABSTRACTHypertension is a disease that can affect anyone, both young and old. Hypertension is often referred to as the silent killer because it is a deadly disease. Grass jelly leaves are known to contain chlorophyll, and bioactive compounds of flavonoids can provide vasodilation effects on blood vessels. According to World Health Organization data worldwide around 972 million people worldwide have hypertension. The purpose of this study was to determine the effect of giving green grass jelly leaf juice to blood pressure in hypertensive patients in the andalas health center work area in 2018. This type of research uses a quasi-experimental design design with the Pretest posttest one group design approach. This research was carried out in the Andalas Community Health Center Work Area on 29 August to 4 September 2018. The population of this study was 302 people. The sample technique used was purposive sampling as many as 16 people. Data were analyzed using univariate analysis and bivariate analysis using dependent T-test. Before being given water juice the green grass jelly leaves (Cyclea barbata Miers) systolic blood pressure 156.25 mmHg and diastolic 95.38 mmHg. After being given water systolic grass jelly leaves (Cyclea Barbata Miers) 150.75 mmHg and diastolic 91.62 mmHg. The results of the dependent t-test statistical test obtained p value = 0,000 means that at α = 0.05. The results of this study can be concluded that there appears to be an effect of giving green juice of grass jelly leaves to a decrease in systolic and diastolic blood pressure in patients with hypertension. Expected to health workers to provide health education about the use of traditional medicinal plants, especially the use of green grass jelly leaves juice for the community and family in the first step to prevent hypotension.Keywords: Cyclea Berbata Miers, Hypertension
PENGARUH MEROKOK TERHADAP HORMON TESTOSTERON PADA LAKI-LAKI USIA DIATAS 40 TAHUN Ibrahim Angga Nawawi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 8, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/882220172017%p1

Abstract

Testosteron adalah hormon androgen pada laki-laki dan hormon ini akan menurun sesuai dengan bertambahnya usia. Penurunan kadar testosteron ini mulai terjadi pada usia 40 tahun. Dua puluh persen laki-laki berusia 60-80 tahun, dan tiga puluh lima persen laki-laki berusia 80 tahun mempunyai konsentrasi testosteron total di bawah batas normal yaitu 350 ng/dL. Penurunan kadar testosteron akan menimbulkan berbagai gangguan fisik dan psikologis. Banyak faktor yang menyebabkan penurunan kadar testosteron salah satunya adalah perokok. Laki-laki perokok mempunyai risiko 2 kali lipat untuk mengalami penurunan kadar hormon testosteron. Rokok mengandung banyak bahan kimia yang sangat berbahaya bagi perokok aktif. Menurut WHO, ada 13 milyar perokok, dan Indonesia menduduki peringkat ke-4 jumlah perokok terbanyak di dunia dengan jumlah sekitar 141 juta orang. Pada hasil survei MMAS ditemukan perokok memiliki resiko 24% terjadinya disfungsi ereksi akibat penurunan hormon testosteron. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh merokok terhadap hormon testosteron pada laki-laki berusia diatas 40 tahun. Penelitian ini observasional, dengan pendekatan cross sectional dengan total sampling berjumlah 36 orang laki-laki berusia diatas 40 tahun dan perokok aktif. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan April 2017 sampai Oktober 2017 di RW X Perumahan Mega Permai dan Laboratorium Biokimia FK Unand untuk pemeriksaan hormon testosteron.  Analisa data diolah dengan sistem komputerisasi dengan uji statistic regresi linier sederhana derajat penolakan 5% ( p =0,05). Hasil penelitian tentang kebiasaan merokok didapatkan nilai mean 19,69 batang, median 18,50 batang, minimum 5 batang dan maximum 42 batang. Sedangkan hormone testosterone dengan nilai mean 11,303 nmol/L, median 10,250 nmol/L, minimum 7,5 nmol/L dan maximum 18,1 nmol/L. Terdapat pengaruh nilai signifikan kebiasaan merokok dengan hormone testosteron, di tandai nilai pada F hitung 30,309 dengan sig. 0,000 ≤ 0,05, artinya variabel kebiasaan merokok dapat mempengaruhi variabel hormone testosteron secara signifikan. Pengaruh kebiasaan merokok terhadap hormone testosterone adalah sebesar 68,7%. Kata Kunci      : Hormon Testosteron, Kebiasaan Merokok SMOKING EFFECT ON TESTOSTERON HORMONES ON THE MAN AGES IN 40 YEARS                                                   ABSTRACTTestosterone is an androgene hormone in males and this hormone decreases with age. This decrease in testosterone levels begins at 40 years of age. Twenty percent of men aged 60-80 years, and thirty-five percent of men aged 80 years have testosterone concentrations below the limit of 350 ng / dL. Decrease in testosterone levels will cause various physical and psychological disorders. Many that cause a decrease in testosterone levels one of them is a smoker. Male smokers have a 2-fold risk of decreasing testosterone levels. Cigarettes contain many chemicals that are very dangerous for active smokers. According to WHO, there are 13 billion smokers, and Indonesian is ranked the 4th largest number of smokers in the world with about 141 million people. In the survey results found MMAS smokers have a 24% risk of erectile dysfunction due to decreased testosterone. The aim of the study was to investigate the effect of smoking on testosterone in men over 40 years old. This study was observational, with cross sectional approach with sampling amounting to 36 men over the age of 40 years and active smokers. This research has been conducted from April 2017 to October 2017 in RW X Mega Permai and Biokimia Laboratory FK Unand for examination of testosterone. Was analysis processed by computerized system with simple linear regression statistic test of 5% rejection degree (p = 0,05). Result of research about smoking got mean value 19,69 stem, median 18,50 stem, minimum 5 rod and maximum 42 rod. While the hormone testosterone with a mean value of 11.303 nmol / L, median 10,250 nmol / L, a minimum of 7.5 nmol / L and a maximum of 18.1 nmol / L. There is of significant value of smoking with testosterone hormone, in mark value at F count 30,309 with sig. 0.000 ≤ 0,05, meaning that smoking variable can variable of testosterone hormone significantly. The of smoking on testosterone hormone is 68,7%.