Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KARAKTERISTIK SABUN CAIR DENGAN PENAMBAHAN KOLAGEN IKAN AIR LAUT YANG BERBEDA Nauli, Asti Permata; Darmanto, Yudhomenggolo Sastro; Susanto, Eko
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.394 KB)

Abstract

Pemanfaatan tulang ikan menjadi kolagen dapat diaplikasikan ke dalam sabun cair yang bermanfaat bagi kesehatan kulit manusia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas sabun cair kolagen dengan bahan baku kolagen tulang ikan laut berbeda antara lain ikan Kurisi (Nemipterus nematoporus), ikan Tenggiri (Scomberomorus plumierii), dan ikan Kakap (Lutjanus altifrontalis). Metode penelitian yang digunakan bersifat eksperimental laboratoris dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diterapkan terhadap jenis kolagen tulang ikan yang berbeda masing-masing tiga kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah pH, hedonik, kestabilan busa, alkali bebas, dan viskositas. Data dianalisis menggunakan analisa ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan baku kolagen tulang ikan yang berbeda berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap nilai pH, hedonik, alkali bebas, kestabilan busa dan viskositas. Karakteristik dari sabun cair dengan kolagen ikan Kurisi sebagai berikut pH 10,77; alkali bebas 0,031%; kestabilan busa 84,90%; serta viskositas 922,83 cPs. Selain itu karakteristik dari sabun cair dengan kolagen ikan Tenggiri sebagai berikut pH 10,94; alkali bebas 0,070%; kestabilan busa 66,44; dan viskositas 962,33 cPs. Sedangkan pada sabun cair dengan penambahan kolagen ikan Kakap sebagai berikut pH 10,87; alkali bebas 0,060%; kestabilan busa 84,57; dan viskositas 932,66 cPs. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil terbaik yaitu pada sabun cair dengan penambahan kolagen tulang ikan Kurisi. Utilization of fish bone into collagen can be applied to liquid soap that is beneficial for health human skin. The purpose of the study was to knowing the quality of liquid soap with collagen added from marine fish bone, namely Threadfin - Bream fish (Nemipterus nematoporus), Mackerel fish (Scomberomorus plumierii) and Red Snapper (Lutjanus altifrontalis). The used methods was experimental laboratoris with Complete Random Design (CRD). All treatments were done in triplicate. All treatment were analyzed for pH, sensory, foam stability, free alkaline and viscosity. The results showed that the different raw materials of fish bone collagen on liquid soap significantly (p<0,05) different to pH, hedonik, free alkaline, foam stability and viscosity. The characteristics of Threadfin - Bream fish collagen liquid soap were pH 10.77; alkali-free 0.031 %; the stability of foam 84.90%; and viscosity has 922.83 cPs. Moreover the characteristics of liquid soap with Mackerel bone collagen were pH of 10.94; free alkaline 0.070%; foam stability 66.44; and viscosity 962.33 cPs. Meanwhile the characteristics liquid soap with Red Snapper collagen added were pH 10.87; free alkaline 0.060%; foam stability 84.57; and viscosity 932.66 cPs. Based on the results obtained, the best results was liquid soap with Threadfin - Bream fish bone collagen.
ANALISIS KADAR KOLESTEROL DAN KUALITAS IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) ASAP MENGGUNAKAN ASAP CAIR BERBEDA Nashiruddin, Muhammad Khalid; Swastawati, Fronthea; Susanto, Eko
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.966 KB)

Abstract

Ikan lele dumbo merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang potensial untuk dikembangkan tetapi diprediksikan kandungan kolesterol dalam ikan lele tinggi, pakan ikan lele yaitu limbah telur dan telur mengandung kolesterol tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbedaan asap cair untuk menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan perbedaan asap cair yaitu tanpa asap cair (kontrol), asap cair tempurung kelapa, bonggol jagung, dan kombinasi keduanya dengan pengulangan 3 kali. Ikan asap dianalisa hasil kadar kolesterol, komposisi asam lemak, kadar air, kadar lemak, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan asap cair (tempurung kelapa, bonggol jagung, kombinasi keduanya) berpengaruh nyata (P <0,05) terhadap kadar kolesterol, kadar air, dan kadar lemak. Perbedaan asap cair berpengaruh nyata (P <0,05) terhadap kadar kolesterol, penurunan terendah terjadi pada asap cair bonggol jagung sebesar 22,12% (44,98±2,24) mg/100gram, sedangkan penurunan tertinggi terjadi pada asap cair tempurung kelapa sebesar 42,41% (24,69±3,83). Berdasarkan nilai organoleptik asap cair bonggol jagung adalah yang paling efektif untuk kualitas organoleptik. African catfish is freshwater fish which is potential to be developed however it is predicted high content  of cholesterol due to their feed. This phenomenon caused by catfish feed, egg waste. This study aimed to determine the effect of different liquid smoke to reduce cholesterol level contained in catfish. Catfish smoke were is Completely Random Design consisting of 4 different liquid smoke treatments i.e. without liquid smoke (control), liquid smoke coconut shell, corncob, and a combination of both in triplicates. All treatment were analyzed for  cholesterol, fatty acids composition, water content, lipid content, and organoleptic test. The result showed that the different liquid smoke (coconut shell, corn cob, and a combination) significantly different (p <0.05) to cholesterol levels, moisture content, and lipid content. Different liquid smoke was able to significantly reduce (p <0.05) cholesterol level, the lowest decrease showed on liquid smoke corncorb at 22,12 % while the highest decreased showed in liquid smoke coconut shell at 42,41 %. Based on organoleptic value corncob liquid smoke is the most effective for organoleptic quality.
MEREDUKSI OKSIDASI IKAN MANYUNG (Arius thalassinus) JAMBAL ROTI DENGAN IMPLIKASI EDIBLE FILM SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG Christie, Tiffany Mega; Ma'ruf, Widodo Farid; Susanto, Eko
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.463 KB)

Abstract

Oksidasi pada ikan jambal roti terjadi karena pengolahan maupun penyimpanan yang kurang tepat dan oksidasi dapat direduksi dengan adanya edible film. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implikasi edible film dan pengaruh lama penyimpanan suhu ruang terhadap laju oksidasi ikan jambal roti. Metode penelitian yang digunakan bersifat penelitian terapan dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap dengan pola petak terbagi waktu (split plot in time). Sebagai faktor pertama (main plot) adalah lama waktu penyimpanan (minggu ke 0, 2, 4, 6, dan 8) dan faktor kedua (sub plot) adalah tanpa edible film (kontrol), edible film dan non edible film, masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Tahap penelitian ini adalah pembuatan ikan jambal roti kemudian ikan jambal roti diberi perlakuan dilapisi edible film,non edible film dan tanpa edible film sebagai kontrol yang disimpan selama 8 minggu. Pengujian dilakukan pada minggu ke 0, 2, 4, 6, dan 8. Data dianalisis menggunakan analisa ragam (ANOVA) dan Uji Berbeda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh nyata (p<0,05), sedangkan perlakuan maupun interaksi antara perlakuan dan lama penyimpanan tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap nilai FFA, PV, TBA, kadar air dan kadar Aw. Pada ikan jambal roti yang dilapisi edible film proses oksidasi lebih rendah dibanding ikan jambal roti tanpa edible film dan penggunaan non edible film merupakan perlakuan terbaik untuk mereduksi oksigen pada ikan jambal roti berdasarkan nilai FFA, PV, TBA, kadar air dan kadar Aw. “Jambal roti” oxidation occured because inappropiate storage and processing and oxidation. It can be retarded by edible film. The purpose of this research were to figure out the implication of edible film and to know the effect of duration in storing “jambal roti” at room temperature on the oxidation rate. The research method was applied research with split plot in time design. The first factor as the main plot of this research was room storage time duration (0, 2, 4, 6 and 8 weeks) and the second factor as the sub plot was different coatings with edible film, non edible film, and without edible film (control). This experimental process were making “jambal roti” after that “jambal roti” treated by coating with edible film, non edible film, without edible film as controlling and it stored approximately 8 weeks. The research had done every two weeks (0, 2, 4, 6 dan 8). Data analysis were analysis of variance (ANOVA) and Honestly Significant Different (HSD). The results showed that the storage time was significantly different (p<0,05), however all treatments and the interaction among them and storage time was not significantly different (p>0,05) to FFA, PV, TBA, moisture content, and Aw content. Jambal roti coated with edible film has low oxidation than those without edible film and non edible film. Non edible film is the best treatment to retard oxidation of “jambal roti” based on FFA, PV, TBA, moisture content and Aw content.
KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DARI CAMPURAN TEPUNG SEMIREFINED KARAGINAN DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TAPIOKA DAN GLISEROL Saputro, Benediktus Wahyu; Dewi, Eko Nurcahya; Susanto, Eko
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 6, No 2 (2017): Periode Wisuda Bulan April 2017
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.226 KB)

Abstract

Edible film merupakan jenis pengemas makanan yang berbentuk lembaran tipis atau film yang dapat dicerna oleh tubuh. Edible film yang dibuat dari komponen tunggal hasilnya tidak terlalu baik, maka perlu adanya   campuran antara beberapa bahan serta penambahan bahan aditif lainnya. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan  formulasi terbaik  dari edible film. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semi refined karaginan, tepung tapioka, dan gliserol. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium, rancangan percobaan  yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu perbedaan konsentrasi tepung tapioka (0,3%, 0,5%, dan 0,7%)  dengan 3 kali pengulangan. Parameter pengujian yang diamati berupa kuat tarik (MPa), persen  pemanjangan (%), ketebalan (mm), dan laju transmisi  uap air (g/m2/jam). Data di analisa menggunakan analisa sidik ragam (ANOVA), dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk mengetahui perlakuan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi tepung tapioka memberikan pengaruh yang sangat nyata (p<0.05) terhadap parameter kuat tarik, persen pemanjangan, ketebalan, dan laju transmisi uap air. Edible film terbaik dihasilkan dari perlakuan konsentrasi semi refined karaginan 1%, tepung tapioka 0,7%, dan gliserol 0,5% dengan hasil karakteristik kuat tarik 39,42 MPa, persen pemanjangan 66,02%, laju transmisi uap air 1,28 g/m2/jam, dan ketebalan 0,09 mm.
PENGARUH PERBEDAAN PENGGUNAAN UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN CAKALANG (KASTSUWONUS PELAMIS) PADA ALAT TANGKAP HUHATE DI PERAIRAN TERNATE MALUKU UTARA Susanto, Eko; Boesono, Herry; Fitri, Aristi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 1, No 1: Januari, 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.472 KB)

Abstract

The mainly target of the operational of pole and line is skipjack tuna. Pole and line is a type of fishing gear that consist of pole, line and hook. The purpose of this research were to analyze the effect of artificial bait’s colours against total catch, to analyze the effect of type of live bait against total catch, and to analyze the interaction between the colours of artificial bait and live bait against total catch. The research was done in March-April 2012 in PPI Dufa-dufa Ternate. The research was used experimental fishing methods which have two variables they are: the color of artificial bait and live bait with 4 types of treatment. Normality test and ANOVA test by SPSS 16.0 was employed to analyze data.. The results of this research showed that the difference colours of artificial bait and live bait was effected the total catch of skipjack tuna it was seen from the total catch of anchovy artificial red bait as much as 544, and the total catch of anchovy artificial green bait fish as much as 329, the total catch of scad mackerel artificial red bait as much as 425 and the total catch of scad mackerel artificial green bait as much as 272. ANOVA test results showed that using pole and line with anchovy live bait and artificial red bait is better to be used.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT UDANG MENJADI EDIBLE COATING UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN Swastawati, Fronthea; Wijayanti, Ima; Susanto, Eko
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 4, No 4 (2008): DESEMBER 2008
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.337 KB)

Abstract

Utilize shrimp waste to be edible coating to reduce environmental pollution. Devisal obtained from Fisheries sector come from shrimp export were 125.596 ton at 2007 [3]. Shrimp produce 65%-85% waste. Researches to utilize shrimp waste to be chitosan as “edible coating” were done. Chitosan Processing were drying, destroying, demineralization, neutralization, deproteination, neutralization, deasetilization, neutralization and drying. Shrimp shell produce15% chitosan with water content 5,56%, ash content 0,86% and deasetilalization degree 90%. Chitosan were applied on salted boiled fish with concentration 0% and 1,2%. The result show organoleptic value of Salted boiled fish without and with chitosan (0% and 0,25%) were 7,93 and 7,98 and TPC value were 2,4 x 103 and 4,5 x 103. This research show chitosan from shrimp shell could be “edible coating” to pursue microbial growth and to increase self life fisheries product.   Abstract in Bahasa Indonesia:  Devisa yang diperoleh dari sektor perikanan 34% berasal dari ekspor udang sebesar 125.596 ton pada tahun 2007 [3]. Produksi udang menghasilkan limbah + 65%-85% dari berat udang. Penelitian untuk memanfaatkan limbah kulit udang menjadi chitosan sebagai “Edible Coating” telah dilakukan melalui proses : pengeringan, penghancuran, demineralisasai, netralisasi, deproteinas, netralisasi, deasetilasi, netralisasi dan pengeringan. Rendemen chitosan yang dihasilkan 15 % dengan kadar air 5,56%; kadar abu 0,86%; derajat deasetilasi 90%. Chitosan diaplikasikan pada ikan pindang digunakan konsentrasi : 0% dan 0,25 %. Dari hasil “ Edible Coating” pada ikan pindang menunjukkan nilai rata-rata organoleptik dengan dan tanpa chitosan adalah : 7,93 dan 7,98 dan nilai TPC masing-masing 2,4 x 103 dan 4,5 x 103 menunjukkan perbedaan yang sangat nyata pada taraf uji 1%. Dari hasil Penelitian menunjukkan chitosan dari kulit udang bisa menjadi “edible coating” untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan menambah daya awet produk perikanan.
Perilaku Individu dalam Pelayanan Izin mendirikan Bangunan Di Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Kepulauan Sangihe Susanto, Eko
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu organisasi terdapat beberapa individu dalam menjalankan tugas-tugasnya demi sebuah tujuan organisasi. Aparatur merupakan unsur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan sebagai abdi negara sudah selayaknya memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat yang ingin membutuhkan. Perilaku individu adakalanya sangat erat dengan perilaku menyimpang sesuai apa yang diharapkannya. Dan adakalanya perilaku individu baik serta konsisten dalam pemberian pelayanan. Sebagaimana Prinsip Pelayanan Publik sesuai dengan KepMenPan No. 63/Kep/M.Pan/7/2003  yaitu meliputi kesederhanaan, kejelasan, kepastian waktu, akurasi, keamanan, tanggung jawab, kelengkapan sarana dan prasarana, kemudahan akses, kedisiplinan dan kenyamanan. Pelayanan izin mendirikan bangunan adalah salah satu pelayanan yang bertujuan untuk  meningkatkan nilai ekonomis bangunan dan mendapat perlindungan hukum. Key word: Perilaku Individu, Pelayanan Publik
ANALISA PENGARUH PERLAKUAN PANAS ARTIFICIAL AGING TERHADAP UJI LAJU KOROSI PADA MATERIAL KOMPOSIT AL-ABU DASAR BATUBARA SUSANTO, EKO
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Korosi adalah proses perusakan, penyusutan ataupun pengikisan terhadap suatu material (terutama logam) yang disebabkan karena adanya reaksi dengan lingkungannya. Bahan komposit memiliki banyak keunggulan, diantaranya berat yang lebih ringan, kekuatan lebih tinggi dan tahan korosi.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan mengukur kembali berat benda uji setelah dilakukan pencelupan ke dalam media korosi dalam waktu tertentu, kekurangan berat dari pada berat awal merupakan nilai kehilangan berat.Kekurangan berat dikembalikan kedalam rumus untuk mendapatkan laju kehilangan beratnya.Objek dalam penelitian ini menggunakan komposit Al &ndash; Abu Dasar Batubara.Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam tabel, histogram dan grafik.Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 18 sampel dengan variasi temperatur aging (1600 C, 1800 C dan 2000 C) dan waktu aging (2 dan 5 jam) pada media air hujan, air laut dan air PDAM.Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa material komposit pada media air laut&nbsp; dengan variasi waktu aging 2 jam dengan temperatur 2000C mengalami laju korosi paling tinggi yakni 0,5602 mpy, sedangkan pada temperatur 1800C dengan waktu aging 5 jam mengalami laju korosi paling sedikit yakni 0,2429 mpy. Pada media air hujan material komposit tidak mengalami korosi, maka dapat dikatakan perlakuan artificial aging tidak mempengaruhi laju korosi pada media air hujan. Pada media air PDAM material komposit dengan temperatur 1800 C dan variasi waktu 2&nbsp; jam mengalami laju korosi yang paling tinggi yakni 0,001&nbsp; mpy sedangkan pada variasi waktu 5 jam material komposit dengan variasi temperatur artificial aging yang sama mengalami laju korosi paling sedikit yakni 0,0009 mpy dan laju korosi paling tinggi pada suhu 2000 C yakni 0,0036 mpy. Kata Kunci: Komposit, Laju Korosi, Artificial Aging.
PENGARUH PERBEDAAN LAMA PERENDAMAN DALAM ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA TERHADAP PROFIL LEMAK CUMI-CUMI (Loligo indica) ASAP Mekarsari, Tri Kinasih Wahyu; Swastawati, Fronthea; Susanto, Eko
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 5, No 2 (2016): Wisuda Periode Bulan April 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.227 KB)

Abstract

Cumi-cumi merupakan salah satu hasil laut yang mempunyai nilai gizi yang tinggi dan berpotensi untuk dikembangkan. Konsumsi cumi-cumi terus meningkat dari tahun ke tahun meskipun kandungan kolesterol pada cumi-cumi tergolong tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan lama perendaman asap cair yang berbeda terhadap profil lemak terutama kadar kolesterol, profil asam lemak, dan kadar lemak cumi-cumi asap serta mengetahui pengaruh perbedaan lama perendaman asap cair yang berbeda terhadap mutu cumi-cumi asap berdasarkan nilai hedonik. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah cumi-cumi (L. indica), asap cair tempurung kelapa,garam dan air. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental laboratoris. Rancangan Percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan lama perendaman dalam asap cair dengan pengulangan 3 kali. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lama perendaman asap cair  0 menit, 15 menit, 20 menit dan 25 menit pada cumi-cumi asap dapat menurunkan nilai kadar kolesterol dan kadar air, serta mempengaruhi profil asam lemak, kadar fenol dan kadar lemak cumi-cumi asap. Perbedaan lama perendaman asap cair pada 0 - 25 menit memberikan pengaruh yang nyata terhadap penurunan kadar kolesterol yaitu 183.24 mg/100 gr - 73.03 mg/100 gr. Kadar fenol mengalami kenaikan yaitu 0,068 – 0,433 %, kadar lemak menurun yaitu 2,58 – 2,04 %, kandungan asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh meningkat  40,21 – 60,23 % dan 23,98 -31,37 %. Kadar air mengalami penurunan yaitu 67,89 – 64,67 %. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa semua perlakuan cumi-cumi asap disukai oleh panelis. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa lama perendaman yang efektif untuk menurunkan kolesterol adalah lama perendaman selama 25 menit.
KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EDIBLE FILM DARI REFINED KARAGINAN DENGAN PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI Nuansa, Muhammad Fadly; Agustini, Tri Winarni; Susanto, Eko
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Bulan Januari 2017
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.878 KB)

Abstract

Edible film merupakan bahan pengemas alternatif dan dapat digunakan sebagai pengganti bahan pengemas sintetis. Edible film dapat membawa zat aditif untuk meningkatkan kualitas bahan pengemas. Salah satu zat aditif yang dapat dibawa oleh edible film adalah antioksidan yang didapatkan dari minyak atsiri. Edible film pada penelitian ini dibuat menggunakan refined kappa karaginan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan refined kappa karaginan sebagai edible film dengan penambahan konsentrasi minyak atsiri yang berbeda terhadap karakteristik fisik dan aktivitas antioksidan. Penelitian ini menggunakan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan perbedaan konsentrasi minyak atsiri yaitu 0%, 0,1%, 0,5%, dan 1% (b/v) dengan 3 kali pengulangan. Parameter pengujian adalah uji kuat tarik, persen pemanjangan, laju transmisi uap air, total fenol dan aktivitas antioksidan. Data parametrik dilakukan analisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak atsiri berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap; uji kuat tarik, persen pemanjangan, laju transmisi uap air, total fenol, dan aktivitas antioksidan. Perlakuan minyak atsiri daun sirih hijau (P. Bettle Linn.) 1% menunjukkan hasil yang terbaik pada uji: kuat tarik, laju transmisi uap air, total fenol, aktivitas antioksidan dengan nilai 71,27±1,70 kgf/cm2, 1,46±0,00 g/m2/h, 2441,51±4,48 ppm, 15,12±0,06 %.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adisudharma, Deddy Afgani, Kurnia Fajar Aldilama P, Mochammad Refael Ananda, Ayu Annisa Satyanti Arief, Aylin Yumna Aristi Fitri Arsyul Salam, Dicky Asep Darmansyah Asti Permata Nauli, Asti Permata Barodah, Luk Luul Budisetyorini, Beta Chendraningrum, Dinarsiah Dematria Pringgabayu, Dematria Distria, Tiara Fadila Eko Nurcahya Dewi Erwin, Tamara Herlinda Farid Kuswantoro, Farid Fitriani Adiwarna Prawira, Mega Fronthea Swastawati Fujianti, Annisa Rachmah Herry Boesono Ima Wijayanti Izu Andry Fijridiyanto Jasman Jasman Johari, Arief Juniarti, Cahaya Ma'ruf, Widodo Farid Mekarsari, Tri Kinasih Wahyu Muhammad Basri Muhammad Khalid Nashiruddin, Muhammad Khalid Muwuri, Kantun Noor, Any Ariani Novianti, Syifaa Nuansa, Muhammad Fadly Nugraha, Azizah Salsabila Nurkholifa, Tika Oni Suryaman, Oni Prawira, Mega Fitriani Adiwarna Prawira, Nanang Ganda Putri Luthfiya, Dzulfa Putri, Nadia Annisa Rafdinal, Wahyu Rahadi, Raden Aswin Safitri, Irfa Rizkiani Salam, Dicky Arsyul Sanjaya, Santosa Santoso, Octaviani Ratnasari Saputro, Benediktus Wahyu Sari, Suci Nanda Satrio Budi Wibowo Septyandi, Chandra Budhi Silmi, Adam Aliya Sri Hastuti Sumardianto Sumardianto Suryana, Marceilla Sutaji, Deddy Sobarna Syahreza, Alfi Tiffany Mega Christie, Tiffany Mega Tjung Hauw Sin, Tjung Hauw Tomy Andrianto, Tomy Tri Winarni Agustini Trihartanti, Ratna Padmi Trisno Utomo Wakidi Wakidi Wulandari, Wisi Yudhomenggolo Sastro Darmanto Yunieta Anny Nainggolan, Yunieta Anny Zuhri, M. Tammima