Adi Susilo
Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Malang

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENDUGAAN SEBARAN BATUAN BESI LAPANGAN X DI NANGROE ACEH DARUSSALAM DENGAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI DIPOLE - DIPOLE Budi, Asep Setiyo; Susilo, Adi; Wasis, wasis
Physics Student Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan sebuah penelitian tentang pendugaan struktur lapisan tanah bawah permukaan di daerah lapangan X daerah subulussalam, Nangroe Aceh Darussalam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan struktur bawah permukaan serta untuk mengetahui sebaran batuan besi di daerah lapangan X. Lokasi penelitian terletak di terletak di kawasan kampung Transnias sekitar kota subulussalam, Nangroe Aceh Darussalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Geolistrik Resistivitas konfigurasi dipole-dipole. Akuisisi data dilakukan secara mapping dengan menggunakan lima litasan yang tersebar disekitar daerah penelitian dengan panjang tiap lintasan 200 m. Dari pengolahan 2D menunjukkan bahwa nilai resistivitas berkisar antara 37,7 Om sampai 119594 Om pada kedalaman 1,7 m sampai 42,8 m. Semua lintasan terdapat jebakan batuan besi yang mempunyai ketebalan berbeda dan memiliki kandungan batuan besi yang berbeda. Pada lintasan 1, 2, dan 3 mempunyai jebakan batuan besi dengan ketebalan sekitar 23 m dengan batuan besi jenis magnetit, pada lintasan 4 dan 5 mempunyai jebakan batuan besi dengan ketebalan 9 m dengan batuan besi jenis hematit. Penyebaran mineral besi terdapat secara setempat-setempat dalam bentuk intrusi pada tubuh batuan granit.
PENENTUAN SEBARAN ENDAPAN VULKANIK GUNUNG IJEN BANYUWANGI MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI DIPOLE – DIPOLE Novanta, Barika; Maryanto, Sukir; Susilo, Adi
Physics Student Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilaksanakan penelitian dengan metode  geolistrik resistivitas konfigurasi dipole – dipole untuk menentukan struktur bawah permukaan dan pola sebaran endapann vulkanik di sekitar lereng Gunung Ijen, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.Pengukuran dilaksanakan sebanyak 3 lintasan berbeda dengan panjang lintasan masing – masing 200 meter dengan jarak antar elektroda sejauh 10 meter untuk semua lintasan. Dari hasil pengolahan, pemodelan dan interpretasi nilai resistivitas batuan bawah permukaan di lintasan 1 berkisar antara 1114 Ωm sampai 34736 Ωm dengan identifikasi  litologi bawah permukaan adalah pasir tuffan, tuff dan lava. Pada lintasan 2 berkisar antara 588 Ωm sampai 11657 Ωm dengan identifikasi  litologi bawah permmukaan adalah lapili, tuff dan lava. Dan pada lintasan 3 berkisar antara 1519 Ωm sampai 15257 Ωm dengan identifikasi  litologi bawah permmukaan adalah pasir tuffan, tuff dan lava. Kata Kunci: Geolistrik Resistivitas, Konfigurasi dipole–dipole, Gunung ijen, endapan vulkanik.    
Physical Analysis of Mount Talang – West Sumatera Activity Based on The Spectral Characteristics and Hypocenter Estimation of Volcanic Earthquakes Welayaturromadhona, Welayaturromadhona; Susilo, Adi; Triastuty, Hetty
Physics Student Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Volcanic activity of Mount Talang – West Sumatera is very interesting to be studied and to be learned, because its activity was influenced by geological structures in the vicinity of Mount Talang which is a depression zone of Sumatera Fault. This study aimed to investigate the characteristics of volcanic earthquakes at Mount Talang in the period of January to March 2013 based on the spectral analysis and hypocenter analysis. In addition, the velocity estimation was carried out to determine the value of the corresponding seismic wave velocity in the vicinity of Mount Talang. Volcanic earthquake signals obtained from four seismic stations Gabuo,Ketah, Puncak and Kopi. The seismic signals are selected first and then grouped by the type of the earthquake. Spectral analysis is performed to determine the value of the dominant frequency and the cut-off frequency (corner frequency) of volcanic earthquakes. Hipocenter analysis aims to determine the hipocenter depth of vulcanic earthquake. Based on the spectral analysis, the frequency content of volcanic earthquakes ranged from 3.12 to 17.87 Hz. The high frequency content can be correlated with geological structures in the vicinity of Mount Talang which is in the form of cracks / faults as a manifestation of the Great Sumatera Fault zone. Based on a formula which is known before, it can be seen that the estimation of rupture length is ranged between 67 to 142 m. The hypocenter distribution of volcanic earthquakes ranged from 2 to 9 km below the summit of Mount Talang. Based on the results of seismic wave velocity estimation that fits around Mount Talang is at the velocity between 2.5 to 2.8 km / s. Where the condition of the surrounding medium is still relatively compact.
PENDUGAAN POSISI DAPUR MAGMA GUNUNGAPI INELIKA, FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR BERDASARKAN SURVEI MAGNETIK Fidyaningrum, Sasmita; Susilo, Adi; Suparman, Yasa
Physics Student Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunungapi Inelika, Flores, Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu gunungapi muda berumur kuarter yang digolongkan aktif dan merupakan gunungapi tipe A. Gunungapi Inelika menampakkan kerucut gunungapi strato. Pada bagian selatan gunungapi ini, terdapat sumber air panas yang merupakan indikasi adanya potensi sumber panas bumi dimana kemungkinan dapat diindikasi kondisi dapur magma di bawah permukaan. Metode magnetik merupakan salah satu metode yang memberikan gambaran tentang sebaran kemagnetan di permukaan bumi. Data yang digunakan merupakan data magnetik sekunder tahun 2010 dimana setelah dilakukan berbagai koreksi antara lain koreksi diurnal dan koreksi IGRF, diketahui nilai anomali magnetik total gunungapi Inelika adalah -537,9 hingga 189,9 nT. Interpretasi secara kualitatif dilakukan untuk mengetahui pola kontur anomali magnetik pada daerah pengukuran. Untuk mempermudah dalam penginterpretasiannya dilakukan pengolahan data yang dikenal dengan pengangkatan (Upward Continuation) dan pengkutuban (Reduce to pole). Interpretasi kuantitatif dilakukan dengan membuat model hasil slicing (sayatan) pada kontur anomali magnetik untuk mengetahui kondisi bawah permukaan. Dengan model bawah permukaan ini dapat diindetifikasi bahwa terdapat dapur magma di daerah barat daya.
Perbandingan Aplikasi Dekonvolusi Pada Domain T-X dan Tau-P Linear untuk Mereduksi Multipel Data Seismik 2D Laut Riyanti, Devita Fisas; Susilo, Adi
Physics Student Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akibat adanya gelombang yang terperangkap dalam lapisan air laut maupun lapisan batuan, akan timbul efek multipel. Gelombang terpantul dalam lapisan yang sama, sehingga akan memberikan informasi waktu rambat gelombang yang lebih besar. Diperlukan suatu metode untuk menghilangkan multipel tersebut tanpa mengganggu event primernya. Salah satu metode adalah dekonvolusi yang bisa dilakukan pada domain time-offset (t-x) dan intercept time-ray parameter (tau-p) linear. Pada domain t-x, data langsung difilter menggunakan dekonvolusi prediktif. Sedangkan prinsip metode tau-p linear adalah mengubah domain t-x menjadi domain tau-p dan multipel akan difilter menggunakan dekonvolusi prediktif. Data yang telah difilter tersebut akan dikembalikan ke domain t-x dengan multipel yang telah tereduksi. Hasil dari kedua metode tersebut akan dibandingkan. Perbandingan dapat dilihat melalui amplitudo, spectral analysis dan stack. Amplitudo multipel dekonvolusi  linear memberikan nilai lebih rendah daripada dekonvolusi . Pada shot gather, dekonvolusi tau-p linear mereduksi multipel di area middle sampai far offset yang terdapat perulangan tidak konsisten. Spectral analysis dekonvolusi tau-p linear lebih halus dibandingkan dekonvolusi  yang mengindikasikan noise tereduksi. Hasil stack menunjukkan pereduksian multipel yang lebih bersih dengan reflektor primer yang lebih menerus pada stack dekonvolusi . Dekonvolusi tau-p linear memberikan hasil terbaik dalam pereduksian multipel. Pada domain tersebut perioditas multipel lebih stabil. Dekonvolusi dalam domain t-x tidak maksimal mereduksi multipel karena perioditas multipel tidak stabil pada posisi non-zero offset. Pada domain tau-p perioditas multipel lebih stabil. Kata Kunci: Multipel; Dekonvolusi Prediktif; time-offset; intercept time-ray parameter
Indentifikasi Kedalaman Dan Struktur Lapisan Bawah Tanah Candi Jajaghu Berdasarkan Nilai Resistivitas Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipole-dipole rozaq, aunur; Susilo, Adi; Wasis, Wasis
Physics Student Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini  telah  dilakukan  di  candi  Jajaghu  didaerah  Kecamatan  Tumpang  Kabupaten  Malang. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui  kedalaman dan struktur lapisan bawah tanah  candi Jajaghu berdasarkan nilai resistivitas dengan menggunakan  metode geolistrik konfigurasi dipole-dipole. Metode geolistrik merupakan salah satu metode geofisika untuk menduga kondisi geologi bawah permukaan, khususnya  macam dan sifat batuan berdasarkan  sifat-sifat  kelistrikan  batuan.  Berdasarkan  data  sifat  kelistrikan  batuan  yang  berupa  besaran tahanan jenis (resistivity)Penelitian ini  dilakukan dengan membuat  empat  lintasan,  panjang sebesar : Lintasan I : 18m,  Lintasan II : 16m,  Lintasan  III  :  34m,  Lintasan  IV  :  36m,  dan  pengolahan  data  menggunakan  perangkat  lunak  Res2dinv. Masing-masing lintasan menunjukan bahwa daerah penelitian yang didominasi oleh lapisan lempung dengan nilai resistivitas berkisar 6,54Ω sampai 24,6Ω pada kedalaman sekitar 1,85m sampai 7,15m
IDENTIFIKASI DAERAH SESAR DAN INTRUSI BERDASARKAN PERBANDINGAN ANTARA FILTER( RTP,UPWARD,DOWNWARD, dan ANILTIC SIGNAL ) DATA MAPPING REGIONAL MAGNETIK DAERAH GARUT, JAWA BARAT Pajrin, Agus; Susilo, Adi; Fashihullisan, ALathief
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur permukaan dapat diperkirakan berdasarkan anomali magnet yang berasal dari materi-materi di bawahnya. Data tersebut dipetakan dalam profil pemetaan intensitas magnet total. Selanjutnya dibandingkan dengan filter-filter data magnet, diantaranya upward continuation, downward continuation, reduce to magnetic pole dan analytic signal untuk diketahui dengan pasti posisinya. Pola anomali magnet berupa nilai anomaly tinggi dan rendah yang lebar mencirikan struktur patahan/sesar. Sedangkan nilai anomaly tinggi yang dikelilingi nilai anomaly rendah menunjukan adanya pola struktur intrusif. Dengan metode survey regional magnetik, maka akan dapat diketahui pemetaan pola anomaly magnet dengan efisien dan mampu terintegrasi dengan baik. Metode ini mampu menjadi acuan dalam survey detail geologi dan geofisika.  
IDENTIFIKASI SESAR DI DAERAH PONGKOR BOGOR JAWA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE GAYABERAT Sulastomo, Ganjar; Susilo, Adi; sidik, Ibnu fajar
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi sesar di daerah pertambangan Pongkor kabupaten Bogor provinsi Jawa Barat menggunakan metode gayaberat. Metode gayaberat dapat diaplikasikan untuk memetakan daerah yang mengalami deformasi struktural berupa sesar. Metode ini juga dapat digunakan untuk melihat daerah kemungkinan terjadinya mineralisasi berdasarkan keberadaan struktur tersebut. Pada penelitian ini, data anomali gayaberat yang didapatkan dari hasil pengukuran data sebanyak 175 stasiun pengukuran. Indikasi adanya sesar di daerah penelitian ini didapatkan berdasarkan hasil pemodelan keadaan bawah permukaan. Pemodelan ini terdiri dari tiga lintasan (lintasan 1, 2 dan 3) dan di-overlay dengan data topografi lintasan untuk mengetahui keberadaan sesar pada daerah tersebut. Dari pemodelan ketiga lintasan didapatkan variasi desitas batuan  Untuk lintasan 1, lintasan 2 dan lintasan 3 berturut-turut memiliki variasi nilai densitas antara 2.0 g/cm3 s.d 3.5 2.0 g/cm3, 2.2 g/cm3 s.d 3.4 g/cm3 dan 2.2 g/cm3 s.d 3.1 g/cm3. Serta dapat diidentifikasi adanya 3 (tiga) sesar pada daerah tersbut. Kata kunci. Deformasi Struktural, mineralisasi, Sesar, gayaberat dan densitas batuan.
APLIKASI METODE TRANSFORMASI WAVELET UNTUK MEREDUKSI GROUND ROLL NOISE PADA DATA SEISMIK 2D DARAT Avianthara, Bambang; Susilo, Adi; Yuliantono, Atok
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang proses reduksi ground roll noise telah dilakukan pada data seismic 2D darat dengan menggunakan metode transformasi wavelet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses reduksi ground roll noise dengan menggunakan metode transformasi wavelet dan parameter yang mempengaruhinya. Ground roll adalah salah satu jenis gelombang permukaan yang timbul akibat perpaduan gelombang P dan gelombang S arah vertikal. Ground roll dicirikan dengan kecepatan dan frekuensinya yang rendah serta memiliki amplitudo tinggi yang mampu menyamarkan data. Metode transformasi wavelet adalah suatu metode yang melakukan dekomposisi data ke dalam sejumlah bagian dengan konten frekuensi yang berbeda yang disebut dengan subdata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode transformasi wavelet mampu mereduksi ground roll noise dengan mengeliminasi sejumlah subdata dan mengaplikasikan batasan wilayah reduksi yang berupa kecepatan untuk menghindari tereduksinya sinyal refleksi pada saat proses reduksi. Dalam prosesnya, metode transformasi wavelet dipengaruhi oleh parameter jumlah level dekomposisi, subdata terpilih, dan batas wilayah reduksi.
Pemodelan Konfigurasi Batuan Dasar Dan Struktur Geologi Bawah Permukaan Menggunakan Data Anomali Gravitasi Di Daerah Pacitan – Arjosari – Tegalombo, Jawa Timur Indrianti, Yesika Wahyu; Susilo, Adi; Gultaf, Hikhmadhan
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian geofisika telah dilakukan dengan metode gravitasi yang meliputi wilayah Kabupaten Pacitan, kecamatan Arjosari dan Tegalombo. Data anomali gravitasi yang digunakan adalah data sekunder hasil digitasi peta Anomali Bouguer lembar Pacitan, Jawa yang disusun oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Bandung. Dalam penelitian ini ditunjukkan secara lebih jelas mengenai kondisi geologi bawah permukaan dan konfigurasi batuan dasarnya (basement). Data anomali hasil digitasi digabungkan dengan data topografi. Data topografi diperoleh dari http://topex.ucsd.edu yang telah tergrid setiap 1 menit. Ukuran dan spasi grid data anomali Bouguer dan topografi dibuat sama dengan ukuran grid 64 x 100  serta spasi grid 555 meter untuk dibawa ke dalam proses reduksi bidang datar dengan menggunakan metode sumber ekuivalen titik massa. Pemisahan anomali regional dan residual dilakukan dengan menggunakan metode moving average dengan lebar window yang digunakan 21x21. Pemodelan bawah permukaan diperoleh dari membuat lintasan sebanyak 13 lintasan. Hasil pemodelan menunjukkan terdapat 2 orientasi sesar yang mengarah dari timur laut-barat daya dan barat laut-tenggara. Gambaran mengenai sesar Grendulu yaitu sesar yang tampak di permukaan dan melewati daerah penelitian (Pacitan, Arjosari dan Tegalombo) sampai di lapisan batuan dasar dengan arah orientasi barat daya-timur laut. Densitas lapisan batuan dasar sebesar 2,81 gr/cm3 yang diperoleh dari nilai kontras batuan pada pemodelan. Pada penelitian ini lapisan batuan dasar mencapai kedalaman 2 km  hingga 3,7 km.