Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

TINGKAT EFISIENSI PRODUKSI DAN PENDAPATAN PADA USAHA PENGOLAHAN IKAN ASIN SKALA KECIL Imaningati, Sri; Sutanto, Himawan Arif
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 7, No 1 (2014): March 2014
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v7i1.3844

Abstract

The aim of this research was to measure the level of production efficiency and calculate the return and cost salted fish processing small scale in Pekalongan municipality. There are 20 business owners of small scale processing of salted fish were sampled with snowball sampling. Stochastic Frontier Analysis is used to measure the level of efficiency and descriptive statistics are used to calculate the ratio of return and cost. The results indicate that the level of efficiency of production of salted fish processing small scale in Pekalongan yet efficient so it is still possible to be improved. Factors that influence the production of salted fish in Pekalongan is availability of fish, labor, equipment or facilities, auxiliary materials and extensive effort. Salted fish processing businesses in Pekalongan small scale is still quite favorable, as indicated by the R/C value of 1.37 which indicates that the amount of revenue entrepreneurs of small-scale fish processing is still greater than the costs to be incurred in running the business.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efisiensi produksi dan menghitung rasio biaya dan pendapatan usaha pengolahan ikan asin skala kecil di kota pekalongan. Sampel dalam penelitian ini adalaah 20 pemilik usaha ikan asin dengan metode snowball sampling. Analisis frontier stokastik digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan metode deskriptif statistik digunakan untuk menghitung rasio biaya dan pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa usaha ikan asin skala kecil di kota pekalongan telah cukup efisien sehingga masih memungkinkan untuk ditingkatkan.  Faktor yang mempengaruhi efisiensi usaha ikan asin di kota pekalongan adalah ketersediaan bahan baku ikan, tenaga kerja, peralatan usaha, bahan penolong, dan luas usaha. Usaha pengolahan ikan asin di pekalongan masih menguntungkan, hal ini dapat terlihat dari nilau R/C sebesar 1,37 yang mengindikasikan keuntungan usaha masih lebih tinggi dibandingkan biayanya dalam menjalankan kegiatan usaha.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAN SERTA WANITA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN EKONOMI KELUARGA NELAYAN DI DESA BEDONO KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK Sutanto, Himawan Arif; Imaningati, Sri
PRESTASI Vol 11, No 1 A (2013): PRESTASI
Publisher : PRESTASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.745 KB)

Abstract

ABSTRACTWomens participation in fulfilling the needs of fishermen fishing families cause rise to the dual role of women fishing, in addition to being a housewife is also required participation in helping the economic needs of the family, on the other hand fisher woman demanded to carry out the main tasks in the household as well as possible. This study aims to (1) identify the profile of womens fishing and (2) determine the factors that affect womens economic needs of fishermen families. A total of 85 female fishers were sampled by purposive sampling. Multiple regression analysis was used to analyze the factors that affect the participation of women in the family economic needs of fishermen. Most of the fishermen in the study area women of childbearing age (55.3%) with relatively low education level of the SD (78.8%). The Number of family members of fishermen in the study are most of the 5-7 people (58.9%) with a average family income (husband plus wife) is 880,000 rupiahs. Factors that significantly influence the role of women in the economic needs of fishermen fishing families is their husbands income, the outpouring of time, level of education, number of family members and fishermen status.Keywords: Gender, multiple roles, women fishermen, socio-economic, fishermen families.
Analisis Efisiensi Teknis Usaha Tani Sayur Organik (Studi Kasus di Kecamatan Getasan) Efriyani Sumastuti; Himawan Arif Sutanto
Journal of Economics and Business Vol 1, No 1 (2019): May
Publisher : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47729/indicators.v1i1.55

Abstract

Tujuan penelitian adaah untuk menganalisis tingkat efisiensi teknik usahatani sayuran organik di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Sebanyak 56 pelaku usahatani sayuran organik diambil sebagai sampel dengan purposive sampling. Stochastic frontier production function telah digunakan untuk menganalisis data dengan bantuan software frontier 4.1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat Efisiensi produksi usahatani sayuran organik di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang belum efisien. Tingkat efisiensi teknis sebesar 0,98 sehingga masih ada peluang untuk mningkatkan efisiensi produksi sayuran organik di daerah penelitian. Benih, pupuk organik dan pestisida organik berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi sayuran organik. Luas lahan dan jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi sayuran organik. Hal ini menunjukkan sebagian lahan yang digunakan petani mengalami penurunan produktivitas. Disamping itu, sebagian petani menggunakan tenaga kerja keluarga dalam jumlah yang berlebihan. Untuk meningkatkan efisiensi dan produksi sayuran organik di daerah penelitian perlu adanya usaha peningkatan kesuburan lahan dan pembatasan penggunaan input, khususnya tenaga kerja keluarga.
Determinan Kredit Perseorangan (Personal Loan) (Studi Kasus pada Nasabah Personal Loan PT. Bank Jateng) Himawan Arif Sutanto; Muliawan Hamdani
Media Ekonomi dan Manajemen Vol 31, No 1 (2016): Peran Personal dan Lingkungan Dalam Pencapaian Tujuan Organisasi
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.932 KB) | DOI: 10.24856/mem.v31i1.286

Abstract

AbstrakSecara umum, kredit perorangan adalah kredit konsumen yang dapat digunakan baik untuk pembelian barang, pendidikan dan keperluan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh umur, penghasilan, ukuran keluarga, penghasilan, jenis kelamin terhadap kredit perorangan di PT. Bank Jateng. Ada 100 orang nasabah PT. Bank Jateng sebagai sampel penelitian yang diambil dengan cara aksidental. Analisis data penelitian menggunaklan analisis regresi linier berganda.   Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penghasilan, jumlah  keluarga, gender dan pekerjaan memiliki pengaruh signifikan terhadap kredit perorangan di PT. Bank Jateng. Sedangkan umur responden tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kredit perorangan di PT. Bank Jateng. Nilai adjusted R2 didapatkan sebesar 0,758 yang dapat diartikan bahwa varian dari Kredit perorangan dapat dijelaskan dengan umur, pendapatan, jumlah keluarga, gender, dan pekerjaan sebesar 75, 8 %, sedangkan 24,2 % dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitianKata kunci : kredit, personal kredit, Bank Jateng Abstract In general, personal loans are consumer loans can be used for both the purchase of goods, housing, education and others. The purpose of this study was to analyze the influence of age, income, family size, sex, and work towards personal loan PT. Bank Jateng. There  are 100 household as customer PT. Bank Jateng were sampled by accidental sampling. Multiple linear regression analysis was used to analyze the data of this study. The results showed that income, family size, gender and employment had significant affect on the personal loans at  PT. Bank Jateng. While the age of the respondents did not have significant affect the personal loans at  PT. Bank Jateng. R2ajd value of 0.758 which means that the variation of personal loans (PLO) can be explained by age, income, family size, gender and occupation of 75.8% of customers. While other factors explained 24.2% outside factors in the model. Keywords: Credit, Personal Loan, PLO, Bank Jateng. 
Kinerja Indek Saham Syariah Yang Terdaftar Pada Jakarta Islamic Index Pasca Pengumuman Pemilu Presiden 2019 Seviana Noor Putri Nindiah; Himawan Arif Sutanto
Journal of Economics and Business Vol 2, No 1 (2020): May
Publisher : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47729/indicators.v2i1.61

Abstract

Event study is an activity to observe the information impact of a phenomenon on the prices of securities to observe the stock performance in this research. This study was aimed to analyze the differences in the average of abnormal return and trading volume activity before and after 10 days the election even announced the new president on May 2019. the method to determine the sample in this study is purposive sampling number from 30. The technique to analyze the data is paired sample t-test. This research finds out that there are different average abnormal returns before and after the announcement of the president election in 2019, while there is no difference in the trading volume of activity before and after the announcement of the president election.
Strategi Pengelolaan Kawasan Pesisir di Pasar Banggi Kabupaten Rembang dengan Pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) Bambang Argo Wibowo; Azis Nur Bambang; Rudhi Pribadi; Indradi Setiyanto; Kukuh Eko Prihantoko; Himawan Arif Sutanto
Jurnal Kelautan Tropis Vol 25, No 2 (2022): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v25i2.12381

Abstract

This study aim to determine priorities in the management of coastal areas in Pasar Banggi, Rembang Regency. Analytical Hierarchy Process (AHP) used to prioritise coastal area management strategy. A total of 15 people were taken as a sample of respondents using purposive sampling consisting of fishermen, coastal community leaders, the Department of Fisheries and Marine Affairs, the Department of Culture and Tourism, the Department of Environment and Academics. The results show that in managing the coastal area at Pasar Banggi, Rembang Regency, the main factor that must be considered is the environment (Ecology) with the most important aspects including mangrove ecosystems, coral reefs, and fish resources. While overall (overall) shows that the priority scale of criteria and alternative management of coastal areas in Pasar Banggi, Rembang Regency with AHP in order of priority is Silvofishery, Ecotourism and Artisanal Fisheries. Thus, the Silvofishery development strategy becomes a top priority in the management of coastal areas in Pasar Banggi, Rembang Regency. Silvofishery is fish farming in the mangrove ecosystem area without having to convert or damage the mangrove ecosystem so that the sustainability of the mangrove ecosystem is maintained.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas dalam pengelolaan Kawasan pesisir di Pasar Banggi Kabupaten Rembang. Analysis Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan prioritas dalam pengelolaan kawasan. Sebanyak 15 orang diambil sebagai sampel responden dengan menggunakan purposive sampling yang terdiri dari nelayan, tokoh masyarakat pesisir, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup dan Akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mengelola Kawasan pesisir di Pasar Banggi Kabupaten Rembang faktor utama yang harus diperhatikan adalah lingkungan (Ekologi) dengan aspek yang paling penting diantaranya ekosistem mangrove, terumbu karang, dan sumberdaya ikan. Sedangkan secara secara keseluruhan (overall) menunjukkan bahwa skala prioritas kriteria dan alternatif pengelolaan wilayah pesisir di Pasar Banggi Kabupaten Rembang dengan AHP dengan urutan prioritas adalah Silvofishery, Ecotourism dan Artisanal Fisheries. Dengan demikian strategi pengembangan Silvofishery menjadi prioritas utama di dalam pengelolaan wilayah pesisir di Pasar Banggi Kabupaten Rembang. Silvofishery merupakan budidaya ikan di Kawasan ekosistem mangrove tanpa harus mengkonversi atau merusak ekosistem mangrove sehingga keberlanjutan ekosistem mangrove tetap terjaga.