Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MAINAN ANAK TRADISIONAL DARI KAYU BAGI INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) DI KOTA MAGELANG Saifudin, Saifudin; Sutoyo, Sutoyo
Community Empowerment Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.497 KB)

Abstract

Dari tahun ke tahun perkembangan Industri Kerajinan Menengah (IKM) mainan tradisional anak dari kayu di kota Magelang sangat signifikan, tetapi pemanfaatan limbah kayu gergajian berupa serbuk kayu masih belum optimal. Limbah serbuk kayu selama ini hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar tungku, padahal limbah serbuk kayu dapat dimanfaatkan untuk dibuat menjadi kampas rem dengan kekuatan yang dihasilkan hampir sebanding dengan kekuatan bahan asbestos. Tujuan Pelaksanaan Program Ipteks bagi masyarakat (IbM) ini adalah untuk memperkenalkan friction material dari limbah serbuk kayu kepada calon investor / calon produsen dan sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat dan industri Indonesia suatu alternatif bahan non-logam yang dapat dipergunakan untuk pembuatan kampas rem sepeda motor. Solusi yang pernah ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mahalnya harga produksi kampas rem adalah dengan menggunakan limbah serbuk bambu dan serabut kelapa. Pada proses pencetakan kampas rem dari limbah serbuk bambu dan serabut kelapa belum dilakukan sintering (penekanan dengan pemanasan) pada proses pencetakannya, sehingga kekuatan kampas rem serbuk bambu dan serabut kelapa masih rendah. Solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan membuat kampas rem dari limbah serbuk kayu dengan melakukan sintering pada proses pencetakannya, sehingga bisa dihasilkan kampas rem yang kuat, murah dan ramah lingkungan
Analisis Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus PT. Brantas Abipraya Wilayah I Medan) Sutoyo, Sutoyo
JURNAL VARIASI Vol 2, No 6 (2011): Vol 2 No 6 Februari 2011
Publisher : JURNAL VARIASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The application of quality management system in a construction service company is a need to help the company is able to compete and to continuously improve its performance in line with technology development and changes of circumstance. Quality management system of ISO 9001:2000 is an international standard aimed at providing quality guarantee through documented requirements to meet customer’s  satisfaction.The problem of this research is how the application of  ISO 9001:2000 based quality management system including competency, awareness and training, infrastructure and work environment influences the work  performance of the  employees of PT. Brantas Abipraya Regional  I Medan. This research is intended to examine the influence of the application of ISO 9001:2000 based quality management system including competency, awareness and training, infrastructure and work environment on the work performance of the employees of PT. Brantas Abipraya  Regional  I Medan. This research use the theories of production management and human  resources management related to the  ISO 9001:2000 based quality management system including competency, awareness and training, infrastructure and work environment. The descriptive explanatory research uses  survey method in the form of case study and the data obtained were analyzed through multiple linear regression method. The result of this research  shows that there is a simultaneous significant influence beween competency, awareness and training (X1), infrastructure (X2), work environment (X3), upon the employee’s performance (Y), at PT. Brantas  Abipraya Regional  I Medan, at  the level of  confidence of 95. Partially each variable with the level of confidence of 95%  (significance  α = 0.05), has a significant influence on teh employee’s performance
POTENSI LANSKAPKAWASAN PERKAMPUNGAN TLOGOMAS KOTA MALANG Kota, Wilhelmina Medho; Sutoyo, Sutoyo; Astutik, Astutik
Fakultas Pertanian Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.32 KB)

Abstract

Green open spaceis dominated by plants which are producers of oxygen (O2) and the ecology cycle stabilizer. Green open space function sustain ecology as balance to city ecosystem.Developmentof the city with uncontrolled population growth tends to change the natural landscape thereby reducing the area of green open space. Green open space is reduced to reduce environmental qualities city residents. Therefore, it takes the role of goverment and increase comfortable and aesthetic area. The study aims ; 1) to knowthe type and amount of vegetation, 2) to know the layout of vegetation,3) to createcool environment and free by air pollution in Tlogomas. The method used was a survey. Results showed Tlogomas Village Lowokwaru Malang City has the potential to support the creation of green open space. The type of vegetation totaling 55 types of vegetation are trees and shrubs. The dominant vegetation types is Bougenvil especlobilisi, Araceae, Orcidaceae, Aglaonema sp, Ceysaltheheum sp, Acaliphamicriphila, Euphorbia, rosa sp, Jasminum sp, Bonsai, and Araceae. The structureof landscape plants that served the aesthetic function of mass, continue, and linier along the way by using a variation of canopy shape, color, and texture of the leaves. The structuring plants grown horizontally along the way and the continuous linear shape. While plant height varied vertically to create an atmosphere of diversity
PENGARUH BEBAN KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS BINA MARGA PROPINSI SULAWESI TENGAH Sutoyo, Sutoyo
Katalogis Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Katalogis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.091 KB)

Abstract

This research aims to explore and analyze simultaneous and partial impacts of workload, wor environment, and motivation on employee performance in Bina Marga Agency of Centra Sulawesi. It involves 99 employees as respondentsand applies multiple linear regressions analysis with descriptive approach. The results indicate that workload, work environment, and motivation simultaneously and partially have significant influence on employees’ performance in Bina marga Agency of Central Sulawesi.
RESPON TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L) TERHADAP APLIKASI BIOCHAR DAN PUPUK SUSULAN N DAN K PADA TANAH TERDEGRADASI Sumei, Theresia; Widowati, Widowati; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.051 KB)

Abstract

Jagung merupakan komoditas penting setelah padi/beras.Tanah yang sedang mengalami penurunan produktifitasnya merupakan tanah yang sedang mengalami degradasi.Biochar merupakan bahan pembenah tanah.Untuk mengkaji pengaruh pupuk susulan N dan K pada pertumbuhan dan hasil tanaman, untuk mengkaji kombinasi jenis biochar dan pupuk susulan N dan K pada pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian dilaksanakan dari Januari hingga Mei 2015, di Desa Bawang Kecamatan Tunggulwulung Kota Malang, Penelitian diatur dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor 1: Jenis Biochar terdiri dari 3 macam biochar yaitu:1. Sekam (S) 2. Tempurung kelapa muda (Tm) 3. Kayu (K) Faktor 2: Pupuk Susulan N dan K, terdiri dari 2 perlakuan yaitu:1. Dengan susulan (D)2. Tanpa susulan (T), Aplikasi biochar tempurung kelapa muda menghasilkan tinggi tanaman yang tertinggi baik pada perlakuan tanpa pupuk maupun dengan pupuk susulan.Hasil terendah diperoleh pada perlakuan biochar kayu baik pada perlakuan tanpa pupuk maupun dengan pupuk susulan
PENGGUNAAN TANAMAN KELADI (Caladium sp) SEBAGAI FITOEKSTRAKSI MERKURI (Hg) DENGAN PENAMBAHAN NATRIUM SIANIDA (NaCN) PADA TAILING TAMBANG EMAS Kamdiono, Matheus; Hamzah, Amir; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.051 KB)

Abstract

Pertambangan emas skala kecil (PESK) sebenarnya memberi dampak positif terhadap kehidupan masyarakat, namun pengelolaannya jika tidak sesuai akan memberi dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu dampak yang paling besar adalah adanya akumulasi logam berat larutan Hg pada tailing. Sektor pertambangan emas di Indonesia terdiri atas penambangan emas skala besar, penambangan emas skala sedang, serta penambangan emas skala kecil (PESK). Cara untuk penanggulangan bekas tambang ini adalah dengan penggunaan tanaman fitoremediator. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi fitoesktraksi tanaman Keladi (Caladium sp) dalam fitoremediasi serta pengaruh penambahan NaCN (Natrium Sianida) terhadap pelarutan Hg dalam tanah yang tercemar. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - Juni 2014 di rumah kaca universitas tribhuwana tunggadewi malang. Di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kabupaten Malang. Rancangan percobaan dalam penelitian ini diatur menurut Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktorial. Faktor I adalah jenis Tailing yang terdiri dari T1 : Tailing Amalgamasi; T2 : Tailing Sianidasi, sedangkan Faktor II adalah Dosis ligan yang terdiri dari L0 : 0 gram (control) ; L1: 4 gram ; L2 : 8 gram, dengan 6 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Variabel pengamatan adalah tinggi tanaman, jumlah daun tanaman, bobot basah dan bobot kering tanaman, kandungan Hg tanah, tajuk dan akar. Hasil penelitian menunjukan ada interaksi antara jenis tailing dan level ligan terhadap kandungan Hg tanah sebesar 42,39 ppm, tajuk 150,07 ppm dan akar 140,44 ppm
PENGEMBANGAN PEMAHAMAN AS-SUNNAH SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM Sutoyo, Sutoyo
Jurnal THEOLOGIA Vol 22, No 2 (2011): ILMU-ILMU USHULUDDIN
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2011.22.2.610

Abstract

Abstract: The second source of Islamic Law is as-Sun¬nah, because the first one is al-Qur’an which is considered still global. The global one needs explaination and interpretation. The Existence of as-Sunnah is really required in order that the moslems are able to understand and to im¬ple¬ment wholistically. Although the existence of al-Sunnah in ulemas is debated, some agree while others disagree. Several ulemas even refu¬se al-Sunnah as the second Islamic Law Source (they don’t follow al-Sunnah) with several ar¬guments. However, majority, the ulemas accept and agree to place as-Sunnah as the second Islamic law source. From majority, ulemas agree to place as-Sunnah as the second Islamic Law Source is also different from the usage of it. Some use as-Sunnah wholistically and some use as-Sunnah which is evaluated valid. To under¬stand and to give the meaning of as-Sunnah for ulemas of Muḥadiṡīn and Uṣūliyin. It is also different. Ulemas of Muḥadiṡīn give the meaning of as-Sunnah and al-ḥadīṡ similar that which comes wholistically from the prophet as what he said, he did and the decision (taqrir) of the prophet before and after bi’tsah (to be assigned as the prophet). Whereas the ulemas of usuliyin differ al-Sunnah and al-hadis. According to them, if all of them comes from the prophet said, did, and taqrir. It is named as al-Sunnah, if it is what to be said only by the prophet or qauliyah, it is named as al-hadis. Kata kunci: as-Sunnah, al-Ḥadīṡ, al-Khabar, al-Aṡar
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH SAYURAN PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SAWI PAKCOY (Brasicca Rapa L.) DAN SAWI HIJAU (Brasicca Juncea L.) Kleor, Fransesko Rudianto; Astutik, Astutik; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out the interaction between the dose of liquid organic fertilizer given to the growth and production of mustard pakcoy and mustard greens. The study was conducted at the Green House Integrated Field Laboratory of Tribhuwana Tunggadewi University, Malang City for 3 months. The study used a Completely Randomized Design with 12 combinations of treatments and 3 replications consisting of two factors, namely: Factor I consisted of 2 varieties namely mustard pakcoy and mustard green and Factor II namely the dosage of Liquid Organic Fertilizer consisting of: 0 ml / L water / plant, 150 ml / L water / plant, 300 ml / L water / plant, 450 ml / L water / plant, 600 ml / L water / plant and 750 ml / L water / plant. Observation variables of plant height, number of leaves, leaf area, fresh weight per plant, fresh weight per ha. The results of the study concluded that there was no interaction between the mustard plant type and the POC dose of vegetable waste which is given. POC dosage of vegetable waste up to 750 ml / L of water does not affect the growth and yield of mustard plants. Growth and yield of mustard greens plants are higher than that of mustard pakcoy with a yield of mustard green plants 41.35 t.ha-1 and mustard pakcoy 33.83 t.ha-1 ¬. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara dosis pupuk organik cair yang diberikan pada pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pakcoy dan sawi hijau. Penelitian dilaksanakan di Green House Laboratorium Lapang Terpadu Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Kota Malang selama 3 bulan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan yang terdiri dari dua faktor yaitu : Faktor I terdiri dari 2 varietas yaitu Sawi Pakcoy dan Sawi Hijau dan Faktor II yaitu dosis Pupuk Organik Cair yang terdiri dari : 0 ml/L air/tanaman, 150 ml/L air/tanaman, 300 ml/L air/tanaman, 450 ml/L air/tanaman, 600 ml/L air/tanaman dan 750 ml/L air/tanaman. Variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar per tanaman, bobot segar per ha. Hasil penelitian disimpulkan bahwa tidak ada interaksi antara jenis tanaman sawi dan dosis POC limbah sayuran yang diberikan. Dosis POC limbah sayuran sampai dengan 750 ml/L air tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau lebih tinggi dibandingkan sawi pakcoy dengan hasil tanaman sawi hijau 41,35 t.ha-1 dan sawi pakcoy 33,83 t.ha-1¬.
PENGEMBANGAN KAMPUNG DURIAN DI BATU BUSUAK, KELURAHAN LAMBUNG BUKIT, KOTA PADANG Hamid, Hasmiandy; Hayati, P.K. Dewi; Sutoyo, Sutoyo; Swasti, Etti; Zainal, Aprizal; Prasetyo, Teguh B Budi
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2(Jul-Des) (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang 25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit Kecamatan Pauh, Kotamadya Padang merupakan salah satu sentra produksi buah durian di kota Padang. Pada saat musim besar atau panen raya (in season) yang bisa berlangsung selama 1 bulan, produksi durian yang dihasilkan dari Batu Busuk diperkirakan mencapai 250–400 ton selama satu musim sedangkan pada musim panen “salek” atau panen kedua diperkirakan mencapai 150–250 ton.Walaupun nama durian Batu Busuk sudah terkenal dan banyak dicari oleh pencinta durian pada saat musim durian, namun demikian hingga kini belum ada upaya untuk mengangkat durian Batu Busuk sebagai buah identitas atau ikon kota Padang selain dari bengkuang. Juga belum ada upaya mengangkat daerah Batu Busuk sendiri sebagai kampung durian yang tidak hanya menghasilkan buah durian yang dijual keluar daerah, namun juga memiliki berbagai produk olahan hasil durian. Upaya yang dilakukan baru sejauh pemberian bantuan bibit durian oleh pemerintah daerah. Langkah awal untuk mengangkat nama durian Batu Busuk adalah membenahi identitas varietas durian Batu Busuk, karena sampai sekarang karakteristik dari durian Batu Busuk yang sesungguhnya tidak jelas. Tanaman yang sudah dikarakterisasi juga perlu diperbanyak agar kedepan, buah yang dihasilkan oleh kelurahan Batu Busuk adalah buah dengan karakter unggul tertentu. Masyarakat atau petani yang menanam durian juga perlu memiliki keahlian memperbanyak durian unggulnya. Penerapan ipteks yang akan dilakukan pada kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan beberapa metode antara lain penyuluhan dan diskusi grup, demonstrasi dan pelatihan perbanyakan vegetatif melalui teknik sambung baik sambung pucuk (topgrafting)dan sambung matatunas(okulasi) serta demplot pembibitan durian. Kata Kunci: Karakteristik Durian Ungggul, Pendaftaran Varietas, Teknologi Tepat Guna, Teknik Sambung
Integrasi Tasawuf dalam Tradisi Kejawen Persaudaraan Setia Hati Terate Sutoyo, Sutoyo
TEOSOFI: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Vol. 4 No. 2 (2014): December
Publisher : Program Studi Filsafat Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.932 KB) | DOI: 10.15642/teosofi.2014.4.2.328-352

Abstract

This article discusses the origins of the doctrine of PSHT Madiun; the patterns of integration of Sufism teaching into traditional Javanese mysticism (kejawen) at PSHT Madiun; and the teachings of PSHT Madiun during the two leadership periods of R.M. Imam Kusupangat and H. Tarmaji Budi Harsono. The results of this study indicate that: (1) the spiritual teachings of PSHT Madiun are founded on the teachings of Sufism; (2) the pattern of integration between Sufism and the traditional Javanese mysticism in PSHT Madiun is similar to the pattern used by Walisongo in spreading Islam in Indonesia, particularly in Java Island, by using local wisdoms. The accommodation of local wisdoms has two objectives, are to avoid hurting the heart of the local community and at the same time people are willing to practice Islamic teachings. Likewise, the leaders of PSHT Madiun have formulated their teachings by using what so-called ke-ESHA-an, so that the students of PSHT can willingly practice the teachings; (3) there are a number of differences in the way Kusupangat and Harsono lead this organization. Javanese mysticism aspect was dominating the teachings of PSHT during Kusupangat?s leadership while Harsono?s leadership shows how the Islamic nuance has been dominating over the teachings of PSHT. Keywords: Tasawuf, kejawen, PSHT, ke-ESHA-an.