Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian

EFEKTIVITAS KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN VITAMIN C KALE Heny Agustin; Annisa Nur Ichniarsyah
Agrin Vol 22, No 1 (2018): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.082 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2018.22.1.458

Abstract

Kandungan vitamin C yang tinggi pada kale membuat sayuran ini menjadi primadona. Berbagai upaya padateknik budidaya dengan penambahan pupuk kalium dalam bentuk KNO3 dilakukan dengan harapanmampumeningkatkan pertumbuhan dan kandungan vitamin C nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiefektivitas KNO3 pada berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan dan kandungan vitamin C pada kale. Penelitiandilaksanakan dari Januari hingga Oktober 2017 dengan menggunakan dua jenis kale yaitu Nero Toscana (kultivardaun hijau) dan Curly Scarlet (kultivar daun ungu) tanpa dimaksudkan untuk membandingkan keduanya.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yaitu konsentrasi KNO3 yang terdiri atas5 taraf: tanpa KNO3 (kontrol), 2 g/L, 4 g/L, 6 g/L, 8 g/L. Karakter pertumbuhan, hasil panen dan kandunganvitamin C diamati pada penelitian ini. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian KNO3 secara umum tidakmemberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil panen kale hijau. Namun aplikasi KNO3dengankonsentrasi 8 g/L berhasil meningkatkan kandungan vitamin C dibandingkan seluruh perlakuan dengan rata-rata120.29 mg/100 g dari lima kali panen. Puncak vitamin C sebesar 152.18 mg/100 g terjadi saat kale hijau dipanenpada usia 175 hari setelah tanam (HST). Sementara pada kale ungu pemupukan KNO3 dengan konsentrasi 8 g/Lmampu meningkatkan tinggi tanaman lebih besar 6.18 cm dan luas daun lebih besar 14.19 cm2 dibandingkankontrol tetapi tetap tidak berdampak pada hasil panennya. Kandungan vitamin C pada kale ungu berhasilditingkatkan dengan perlakuan KNO3 8 g/L dengan rata-rata 141.13 mg/100 g dari lima kali panen. Puncak vitaminC sebesar 182.3 mg/100 g terjadi saat kale ungu dipanen pada usia 85 HST.Kata kunci:kale Nero Toscana, kale Curly Scarlet, pupuk kalium, waktu panenABSTRACTKale contains high vitamin C and makes it become a vegetables that are in great demand. One of variousefforts on cultivation techniques such as the application of potassium fertilizer was done to improve growth andincrease vitamin C content. This research aimed to observe the effectiveness of KNO3 in various concentrationson growth and vitamin C content. The research was done from January-July 2017, using two varieties of kale;Nero Toscana (green-leaf cultivar) and Curly Scarlet (purple-leaf cultivar) without intending to compare bothvarieties. Research design used was 1-factor randomized group design (KNO3 concentration) consists of 5 levels:without KNO3 (control), 2 g/L, 4 g/L, 6 g/L, and 8 g/L. Characteristics of growth, yields and vitamin C contentwere observed in this study. From the results, it can be seen that the application of KNO3 generally did not givesignificant effect on growth and yield. However, the application of 8 g/L KNO3 concentration successfullyincreased the vitamin C content compared to other treatments with average of 120.29 mg/100 g of five harvests.The highest vitamin C content was 152.18 mg/100 g obtained at 175 days after planting. The application of KNO3on purple kale at 8 g/L KNO3 concentration was able to increase its height about 6.18 cm and leaf area meter at14.19 cm2 compared to control. However, the application did not give significant effect on its yield. The vitaminC content of purple kale could be increased with KNO3 application at 8 g/L with average of 141.13 mg/100 g offive harvests. The highest vitamin C content (182.63 mg/100 g) obtained at 85 Days After Planting.Key words: Nero Toscana, Curly Scarlet, potassium fertilizer, growth and yield
PENGEMBANGAN METODE PENETAPAN KADAR AIR BENIH SAGA POHON (Adenanthera pavoninaL) DENGAN METODE OVEN SUHU RENDAH DAN TINGGI Heny Agustin; Yudha Prananda
Agrin Vol 21, No 1 (2017): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2017.21.1.335

Abstract

Pengujian kadar air benih secara umum telah diatur oleh International Seed Testing Association untukberbagai keperluan, namun beberapa komoditi belum diatur secara jelas termasuk benih saga pohon. Oleh karenaitu pengembangan uji kadar air pada benih saga pohon dirasa perlu untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untukmengembangkan uji kadar air benih saga pohon dengan dua metode oven yaitu suhu rendah dan tinggi. Penelitiandilaksanan di Lab. Agroekoteknologi, Universitas Trilogi sejak September-Desember 2016. Penelitian terdiri atasdua percobaan yaitu dengan metode oven suhu rendah (103±2)oC dan suhu tinggi (133±2)oC yang keduanyamenggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor yaitu perlakuan benih saat di oven dan lamanya pengovenan.Untuk metode oven suhu rendah, faktor perlakuan benih saat di oven terdiri atas tiga taraf yaitu benih utuh, benihdibelah dua, benih dihaluskan dan lamanya pengovenan terdiri atas empat taraf yaitu 17 jam, 19 jam, 21 jam, dan23 jam. Untuk metode oven suhu tinggi, faktor perlakuan benih saat dioven terdiri atas tiga taraf yaitu benih utuh,benih dibelah dua, benih dihaluskan dan faktor lamanya pengovenan terdiri atas lima taraf yaitu 1 jam, 2 jam, 3jam, 4 jam, dan 5 jam. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kadar air benih saga pohon dapat dilakukan denganmetode oven suhu rendah selama 17 jam dengan perlakuan benih dibelah dua atau selama 19-23 jam denganperlakuan benih utuh. Pengujian kadar air dengan metode suhu tinggi untuk perlakuan lamanya pengovenan dapatdilakukan selama 1 jam dan untuk perlakuan benih saat di oven dapat dilakukan dalam keadaan benih utuh.Kata kunci: benih utuh, benih dibelah dua, benih dihaluskan, lamanya pengovenan.ABSTRACTInternational Seed Testing Association generally rules the testing method of seed moisture content forvarious purposes. However, some commodities have not been clearly regulated including saga seeds. Therefore,the development of seed moisture content testing for saga seeds is considered necessary. The objective of the studywas to develop seed moisture content testing using two oven methods, namely low and high constant temperature.It was conducted at Integrated Lab. of Agroecotechnology, Department of Agroecotecnology, Trilogi Universitystarting from September to December 2016. Two experiments which were low constant temperature oven method(103±2) oC and high constant temperature oven method (133±2) oC were tested using two factors randomizedgroup design. The factors were seed treatment in the oven and period of seed drying. Low constant temperaturemethod used 3 levels of seed treatment (whole seed, half seed, and ground seed, respectively) and 4 levels of dryingperiod (17, 19, 21, and 23 hours, respectively). While high constant temperature method used 3 levels of seedtreatment (whole seed, half seed, and ground seed, respectively) and 5 levels of drying period (1, 2, 3, 4, and 5hours, respectively). The results showed that saga moisture content could be determined using low temperaturemethod with 17-hour drying period for half seeds or 19-23 hours of drying period for whole seeds. As for hightemperature method, seed moisture content testing could be done when seeds were dried for 1 hour, while for seedtreatment in the oven conducted for whole seeds.Key words: whole seed, half seed, ground seed, period of seed drying.
OPTIMALISASI MEDIA PERKECAMBAHAN DALAM UJI VIABILITAS BENIH SELADA DAN BAWANG MERAH Heny Agustin; Dessy Indah Lestari
Agrin Vol 20, No 2 (2016): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2016.20.2.318

Abstract

Seed viability testing using appropriate media is important to know the proper results. The objective of thisresearch was to determine the optimum germination media in the seeds viability testing of lettuce and onion. Thisresearch was conducted in the Integrated Laboratory of Trilogy University, Jakarta from September until October2016. The experiment used was a randomized block design (RAK) with single factor which was different types ofgermination substrates consists of flannel tested, newsprint, towel tissue, cotton, stencil paper, rock wool, filterpaper on lettuce and onion seeds. The experimental results showed that all media can be used to test germinationof seed viability for germination (DB) and normal seedling dry weight (BKKN) were equally well. The use of tissuetowel was to test the viability of seeds of lettuce and onions into medium germination best shown in the speed ofgrowth (KCT) 75.18% KN/etmal, vigor index (IV) 97.33%, and the growth potential maximum (PTM) 100% in theseeds of lettuce and speed of growth (KCT) amounted to 59.35% on onion seeds.Key words: germination, speed of growth, maximum growth potential,tissue towel ABSTRAKPengujian viabilitas benih dengan media yang tepat penting diketahui guna memperoleh hasil yang sesuai.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media perkecambahan yang optimum dalam pengujianviabilitas benih selada dan bawang merah. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Trilogi,Jakarta pada bulan Agustus - September 2016. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satufaktor tunggal yaitu berbagai jenis substrat perkecambahan yang terdiri atas kain flanel, kertas koran, kertassamson, tisu towel, kapas, kertas stensil, rockwool, dan kertas saring yang diujikan pada benih selada dan bawangmerah. Hasil percobaan menunjukkan bahwa seluruh media perkecambahan dapat digunakan untuk uji viabilitasbenih karena menghasilkan daya berkecambah (DB) dan bobot kering kecambah normal (BKKN) yang samabaiknya. Pemakaian tisu towel untuk uji viabilitas benih selada dan bawang merah menjadi media perkecambahanterbaik yang ditunjukkan pada kecepatan tumbuh (KCT) 75.18 % KN/etmal, indeks vigor (IV) 97.33 %, dan potensitumbuh maksimum (PTM) 100 % pada benih selada dan kecepatan tumbuh (KCT) sebesar 59.35% pada benihbawang merah.Kata kunci: daya berkecambah, kecepatan tumbuh, potensi tumbuh maksimum, tisu towel,
INDUKSI PEMBUNGAAN KALE Heny Agustin; Ahmad Rifqi Fauzi
Agrin Vol 23, No 2 (2019): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.177 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2019.23.2.476

Abstract

Kale sebagai salah satu tanaman yang kaya akan nutrisi memiliki harga yang cukup mahal dibandingkan sayuran lainnya. Harga yang tinggi diakibatkan karena benihnya harus dimpor dari luar negeri. Impor benih dilakukan karena kale tidak mampu berbunga bila ditanam pada kondisi iklim tropis seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menginduksi pembungaan kale melalui praktik agronomi dengan pemberian dosis pupuk N dan P serta pemberian giberelin (GA3) dengan berbagai konsentrasi untuk menginduksi munculnya bunga. Penelitian dilakukan sejak Agustus 2018 - Maret 2019 di Kebun Percobaan Agroekoteknologi, Universitas Trilogi, Jakarta. Penelitian terdiri atas dua set percobaan. Percobaan pertama menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor, yaitu dosis pupuk N (kg/ha) dengan tiga taraf yaitu 0 (kontrol), 100 dan 200 dan pemberian fosfor (kg/ha) dengan dosis 0 (kontrol), 100, 200, 300, 400 dan 500. Percobaan kedua menggunakan rancangan acak kelompok satu faktor dengan menggunakan 11 taraf konsentrasi GA3 (ppm)  yaitu 0 (kontrol), 100, 200, 300, 400, 500, 600, 700, 800, 900, dan 1000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pemberian pupuk N dan P belum efektif dalam menginisiasi pembentukan bunga, peningkatan N sampai 200 kg/ha meningkatkan bobot total panen, bobot daun layak konsumsi, dan luas daun tanaman kale 1.5 - 2 kali lipat serta pemberian ZPT GA3 sampai dengan 1000 ppm belum dapat menginduksi pembungaan kale. Tindakan agronomi pada penelitian ini memberikan informasi bahwa pemberian hara makro serta ZPT berdampak pada meningkatnya pertumbuhan organ-organ vegetatif kale yang diduga menekan pertumbuhan dan perkembangan organ-organ generatif. Sehingga ke depan, kajian dalam induksi pembungaan kale dapat dilakukan pada lingkungan yang terkendali dan disesuaikan dengan lingkungan tumbuh kale di habitat aslinya.Kata kunci: fosfor, GA3, impor benih, pupuk N
Efektivitas Kasgot sebagai Media Tanam terhadap Produksi Kailan Illa Muliani Musadik; Heny Agustin
Agrin Vol 25, No 2 (2021): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2021.25.2.636

Abstract

Salah satu upaya dalam penanggulangan sampah organik ialah dengan memanfaatkannya menjadi kompos dengan bantuan larva lalat tentara hitam atau yang dikenal dengan black soldier fly (BSF). Biokonversisampah organik menggunakan larva BSF akan menghasilkan kasgot yang dapat dimanfaatkan sebagai campuran media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kasgot sebagai media tanam dan aplikasinya terhadap produksi kailan. Penelitian dilakukan dari bulan Maret sampai Juli 2021 di Kebun Percobaan dan Laboratorium Program Studi Agroekoteknologi, Universitas Trilogi. Pengujian kandungan kasgot dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor, Jawa Barat. Penelitian terdiri dari satu set percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis kasgot (K) terdiri atas ????1 = Kasgot limbah buah, ????2 = Kasgot limbah sayur, ????3 = Kasgot limbah nasi, dan ????4 = Kasgot limbah campuran (Buah, Sayur, dan Nasi). Faktor kedua adalah persentase kasgot dalam media tanam (K) terdiri atas ????1 = Kasgot 10% dan ????2 = Kasgot 20%. Percobaan terdiri atas 8 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali dengan jumlah sampel setiap ulangan sebanyak tiga tanaman. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode analysis of variance (ANOVA) dan hasil uji F yang berbeda nyata diuji lanjut menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasgot limbah nasi menjadi perlakuan media tanam terbaik dibandingkan perlakuan kasgot limbah lainnya.Persentase 10% kasgot dari limbah nasi menghasilkan tinggi tanaman 28,93 cm, jumlah daun 12,44 cm, diameter batang 6,96 cm, bobot daun panen 69,22 cm, panjang akar sebesar 33,42 cm dan bobot akar sebesar 27,42 cm. Nilai tersebut tidak berbeda nyata dengan perlakuan 20% kasgot dari limbah nasi.Kata kunci: lalat tentara hitam, limbah organik, NPK, pupuk organik, unsur hara