Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH PENDEKATAN BERMAIN TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK AUTIS Rossyana Septyasih; Swito Prastiwi; Djoko Setyono
Jurnal Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2014): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.142 KB) | DOI: 10.22219/jk.v5i1.1859

Abstract

PENGARUH PENDEKATAN BERMAIN TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK AUTIS (The Effect of Play Approach with Social Interaction Ability of Autism Children)Rossyana Septyasih1, Swito Prastiwi2, Djoko Setyono31,2 & 3Politeknik Kesehatan Kemenkes MalangJalan besar Ijen No.77C Malange-mail. 1) hermawan.rossyana@gmail.comABSTRAKAutisme merupakan kelainan genetik yang polimorfis. Adapun beberapa gangguannya adalah dalam bidang bicara, bahasa, komunikasi, interaksi social, sensoris, pola bermain, perilaku, serta emosi. Prevalensinya dari tahun ke tahun penderita autism mengalami peningkatan yang dratis. Telah dikaji pendekatan bermain secara personal mampu meningkatkan kemampuan interaksi social anak autis. Perlu dikaji pendekatan bermain menggunakan teman sebaya untuk meningkatkan kemampuan interaksi social. Penelitian menggunakan desain Pre eksperimen. Populasi semua Anak Autis yang berusia 2 tahun sampai 6 tahun di Pusat Terapi Terpadu A Plus Malang, sampel diambil total sampling sejumlah 10 orang anak. Pengumpulan data dengan kuesioner dan observasi untuk mengkaji perilaku interaksi social anak autis, data yang terkumpul dianalisa dengan analisa deskriptif dan uji Rank Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan untuk hubungan timbale balik p value 0,045, alpha 0,05 berarti terdapat perbedaan hubungan timbale balik sebelum dan setelah dilakukan pendekatan bermain dan untuk kualitas hubungan p value 0,108. Alpha 0,05, berarti tidak terdapat perbedaan kualitas hubungan sebelum dan sesudah dilakukan pendekatan bermain. Total interaksi social anak autis sebelum dan setelah dilakukan pendekatan bermain p value 0,001 , Alpha 0,05 berarti pendekatan bermain berpengaruh terhadap kemampuan interaksi social anak autis. Penelitian menyarankan bagi lembagapendidikan autis untuk menggunakan pendekatan bermain sebagai metode mengembangkan kompetensi interaksi social anak autis dengan melibatkan keluarga dan teman sebaya. Kata Kunci: Pendekatan bermain, interaksi social, anak autis.ABSTRACTAutism is a genetic disorder that polymorphic. children with autism have some disturbances in the areas of speech, language, communication, social interaction, sensory, play patterns, behavior, and emotion. Prevalence from year to year with autism has increased dramatically. It has been studied in a personal approach to playing to increase social interaction skills of autistic children. Needs to be studied approach play using peers to improve social interaction. Research using Pre experimental designs. Population all Autistic Children aged 2 years to 6 years at the Center for Integrated Therapy A Plus Malang, total sample, sampling some 10 children. Data collection by questionnaire and observation to examine the behavior of social interaction of children with autism, collected data wereanalyzed with descriptive analysis and Wilcoxon Rank test. The results obtained for the interrelationships p value 0,045 < Alpha 0,05 means there is a reciprocal relationship before and after play andapproaches to relationship quality p value 0,108 > Alpha 0,05, meaning there is no difference in the quality of relationships before and after approach play. Total social interaction of children with autism before and after approach play p value 0,001 < Alpha 0,05 means approach to playing effect on social interaction skills of autistic childesn. Research suggests for autism sducation institutions to use the approach as a method to develop competencies play social interaction of children with autism by involving family and peers. Keywords: approach play, social interaction, children with autism,
FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT DIUBAH DAN TIDAK DAPAT DIUBAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN CVA BERULANG PADA PASIEN CVA DI RS PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG Ika Sakti Nurdiani; Swito Prastiwi; Wahyu Dini Metrikayanto
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.713 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.825

Abstract

Stroke berulang merupakan Stroke yang terjadi lebih dari satu kali dan hal yang mengkhawatirkan pasien Stroke karena dapat memperburuk keadaan dan meningkatnya biaya perawatan. Penelitian ini menggunakan desain regresif logistik. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien sroke berulang yang dirawat di RS Panti Waluya Sawahan Malang berjumlah 130 orang selama tiga bulan dengan sampel sebanyak 30 orang. Tehnik dengan total kuota sampling. Analisa data menggunakan uji statistik regresif statistik dengan derajat ke maknaan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan faktor yang dapat diubah dan tidak dapat di ubah yang berhubungan dengan kejadian Stroke berulang pada pasien pasca Stroke di RS Panti Waluya Sawahan Malang adalah riwayat penyakit keluarga (p=0,04), sedangkan hipertensi nilai (p=0,024) dan DM nilai (p=0,04). Bagi rumah sakit diharapkan untuk dilakukan penyuluhan atau pemberian informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang upaya pencegahan agar menjaga pola hidup sehat dan bagi masyarakat yang memiliki fsktor resiko hipertensi dan DM agar menjaga pola hidup sehat dn melakukan kontrol secara teratur untuk mencegah komplikasi pada penyakit Stroke berulang.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KETEPATAN PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN RAWAT INAP DI RS PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG Franciscus Rendy Wijaya; Swito Prastiwi; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.77 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1374

Abstract

Laporan dari IOM (Institute of Medicine) menyatakan bahwa paling sedikit 44.000 bahkan 98.000 pasien meninggal di rumah sakit dalam satu tahun akibat dari medical errors. Laporan FDA (food and drug Administration), menemukan bahwa yang menjadi penyebab terjadinya kesalahan obat adalah komunikasi sebesar 19%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan komunikasi terapeutik pada perawat dengan ketepatan pemberian obat pada pasien. Desain penelitian menggunakan studi korelasional dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi semua perawat yang bekerja di ruang rawat inap sebanyak 186 orang dan sampel sebanyak 46 orang, diambil dengan teknik proporsional simple random sampling. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah Product Moment Pearson. Analisa data dengan menggunakan tehnik ini dengan tingkat signifikasi (α) 0,05. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (59%) melaksanakan komunikasi terapeutik secara cukup dan hampir seluruhnya (83%) melaksanakan prinsip 7 benar secara baik. Hasil uji analisa didapatkan nilai Sig 2 tailed (p) = 0,001 < 0,05), artinya ada hubungan komunikasi terapeutik dengan ketepatan pemberian obat pada pasien ruang rawat inap di RS. Panti Waluya. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah menggali data tentang faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan komunikasi terapeutik seperti pengetahuan, sikap, kondisi psikologis, perkembangan diri, nilai kepercayaan, dan latar belaang budaya, dan faktor yang mempengaruhi ketepatan pemberian obat seperti keterbatsan tenaga dalam Rumah Sakit, kurangnya disiplin perawat, tingkat Pendidikan perawat. ABSTRACT Reports from the IOM (Institute of Medicine) say at least 44,000 even 98,000 patients die within the hospital within a year due to medical errors. The FDA (Food and Drug Administration) report found that the cause of the drug disaster was 19%. The purpose of this study is to know whether there is a therapeutic communication relationship in the nurse with the accuracy of drug delivery to the patient. With cross section. The population of all nurses who worked in the inpatient room as many as 186 people and the sample of 46 people, taken by proportional simple random sampling technique. The statistical test used in this research is Product Moment Pearson. Data analysis using this technique with significance level (α) 0.05. Most of the research (59%) carried out therapeutic communication sufficiently and almost normal (83%) implemented the principle 7 really good. Sig 2 tailed test results (p) = 0.001
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN PEMILIHAN MAINAN EDUKATIF ANAK USIA TODDLER DI PAUD MELATI KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Hendra Hendra; Swito Prastiwi; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.346 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.473

Abstract

Banyak orang tua belum mengetahui manfaat dan fungsi dalam memilih mainan. Para orang tua/ibu membelikan mainan apa yang disukai anak tanpa memperhatikan fungsi dan manfaat mainan edukatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dengan pemilihan mainan edukatif anak usia toddler di PAUD Melati RW 02 Kelurahan Tlogomas Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi adalah semua ibu di PAUD Melati RW 02 Kelurahan Tlogomas Malang. Sampel dalam penelitian ini 49 orang diambil dengan teknik total sampling dan dianalisa dengan menggunakan uji statistik Spearman rank. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 34 orang (69,4%) memiliki pengetahuan baik dan 44 orang (89,8%) dapat memilih mainan edukatif dengan baik. Hasil analisis dengan uji Spearman rank menunjukan p-value 0,036. Artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dengan pemilihan mainan edukatif anak usiatoddler. Saran bagi orang tua untuk meningkatkan pengetahuan tentang mainan edukatif dengan cara memperbanyak mendapatkan sumber informasi melalui media massa. Bagi peneliti selanjutnya perlu meneliti faktor-faktor yang terkait dengan pemilihan mainan edukatif. Kata kunci : Anak usia toddler, pengetahuan orang tua, pemilihan mainan edukatif.
PENGARUH TERAPI PIJAT REFLEKSI TELAPAK KAKI TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Agus Arianto; Swito Prastiwi; Ani Sutriningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.061 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.830

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang berkaitan dengan penurunan angka harapan hidup penderita, peningkatan penyakit jantung dan risiko terjadinya stroke. Banyak pengobatan non farmakologi yang telah ditemukan untuk membantu menurunkan tekanan, seperti terapi pijat refleksi telapak kaki yang dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi pijat refleksi telapak kaki terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian mengunakan Quasi Experimental dengan pendekatan nonrandomized pretest and posttest with control group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 34 responden, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 17 orang sebagai kelompok eksperimen dan 17 orang sebagai kelompok kontrol. Metode analisa data dengan paired t test untuk menilai tekanan darah sistolik pre-post test dan untuk menguji tekanan darah diastolik mengunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian dengan uji paired t test untuk tekanan darah sistolik dan uji Wilcoxon untuk tekanan darah diastolik diperoleh nilai signifikansi 0,00 (sig
PERBEDAAN MOTIVASI KERJA DAN TINGKAT KEDISIPLINAN PERAWAT PNS DI PUSKESMAS DINOYO DAN PUSKESMAS BATU Ozelia F. M. Morais; Swito Prastiwi; Sulasmini Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.38 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1476

Abstract

Kesuksesan dalam organisasi merupakan salah satu faktor motivasi yang digunakan dalam menjelaskan kemampuan dan kesempatan bekerja. Kedisiplinan juga memiliki peranan yang penting untuk menunjukan sikap kepatuhan karyawan terhadap peraturan yang berlaku di dalam perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perbedaan motivasi kerja dan kedisiplinan perawat PNS di Puskesmas Dinoyo dan Puskesmas Batu. Desain penelitian yang digunakan adalah komparatif yang bersifat membandingkan, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Instrument penelitian menggunakan kuesioner, dan analisis yang digunakan Mann Whitne U-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh (91,7%) perawat PNS di Puskesmas Dinoyo memiliki motivasi kerja tinggi, sedangkan di Puskesmas Kota Batu hampir seluruhnya (88,2%) motivasi kerja tinggi. Seluruhnya (100%) perawat PNS di Puskesmas Dinoyo dikategorikan memiliki tingkat disiplin tinggi, sedangkan di Puskesmas Kota Batu sebagian besar (64,7%) tingkat kedisiplinan. Hasil analisis didapatkan nilai signifikan 0,002 (p value < 0,05), sehingga H1 diterima, artinya ada perbedaan motivasi kerja dan kedisiplinan perawat PNS di Puskesmas Dinoyo dan Puskesmas Batu. Pihak Puskesmas perlu meningkatkan motivasi kepada perawat dengan memberikan pujian apabila perawat berhasil mengerjakan tugasnya, memperhatikan kebutuhan perawat (misalnya jam istirahat/pergantian shif harus tepat sesuai jadwal yang ditentukan oleh pihak Puskesmas. ABSTRACT Success in the organization is one of the motivating factors used in explaining the ability and the opportunity to work. Discipline also has an important role to show the attitude of employee compliance with regulations that apply within the company. The purpose of this study was to identify differences in work motivation and discipline of civil servant nurses at Dinoyo Puskesmas and Batu Puskesmas. The research design used is comparative compare, using cross sectional approach. The population in this study are all nurses of civil servants at Dinoyo Community Health Center as many as 12 people and Batu Puskesmas 17 people with a total of 29 people and sampling technique using saturated sampling. The research instrument used a questionnaire, and the analysis used Mann Whitne U-Test. The results showed that almost all (91.7%) of PNS nurses at Puskesmas Dinoyo had high work motivation, while in Puskesmas Kota Batu almost (88.2%) work motivation was high. All (100%) of PNS caregivers in Puskesmas Dinoyo are categorized as having high discipline level, while in Puskesmas Kota Batu most (64.7%) discipline level. The result of analysis got significant value 0.002 (p value
HUBUNGAN ANTARA DEPRESI DENGAN POLA MAKAN PADA REMAJA DI SMK PGRI 3 KELAS 3 MALANG Hidayat Hidayat; Swito Prastiwi; Tri Nurmaningsari
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.975

Abstract

Depresi adalah gangguan fungsi manusia terkait dengan perasaan sedih dan gejala yang menyertainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara depresi dan pola makan remaja Kelas 3 di SMK PGRI 3 Malang. Penelitian ini menggunakan Spearman Rank. Responden dalam penelitian ini adalah siswa remaja kelas 3 di SMK PGRI 3 Malang dengan sampel 92 responden. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 54,35% responden mengalami depresi, 67,4% responden memiliki pola makan yang kurang berdasarkan kuantitas, 66,3% memiliki pola makan yang kurang memadai berdasarkan varietas, 64,1% memiliki pola makan yang kurang berdasarkan frekuensi, 64,1% memiliki pola makan yang lebih sedikit berdasarkan pola makan total. Hasil uji bivariat Pearson product moment menunjukkan bahwa ada hubungan antara depresi dan pola makan remaja kelas 3 di SMK PGRI 3 Malang. Berdasarkan kuantitas, variasi, frekuensi, dan pola makan total (P-value = 0,011, P-value = 0,009, Pvalue = 0,003, P-value = 0,003). Berdasarkan hasil penelitian, perilaku remaja di Kelas 3 SMK PGRI 3 Malang dapat meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan tentang hubungan antara depresi dan pola makan pada remaja dengan mencari informasi dari media internet, lembaga perlu memberikan bimbingan kepada remaja di Kelas 3 SMK PGRI 3 Malang. Disarankan bagi peneliti lebih lanjut untuk menguji hubungan antara depresi dan variabel terkait (seperti ekonomi, peran keluarga, budaya, dan faktor pribadi). ABSTRACT Depression is a disturbance in the function of human related to the feeling of sadness and accompanying symptoms. This study aimed to investigate the relationship between depression and eating pattern of adolescents of Class 3 at SMK PGRI 3 Malang. This study used Spearman rank. The respondents of this study were: adolescent students of Class 3 at SMK PGRI 3 Malang with sample of 92 respondents. The results of univariate analysis identified that 54.35% of respondents were depressed, 67.4% of respondents had less eating pattern based on the quantity, 66.3% had less sufficient eating pattern based on the variety, 64.1% had less eating pattern based on the frequency, 64.1 % had less eating pattern based on the total eating pattern. The results of bivariate test of Pearson product moment showed that there is a relationship between depression and eating pattern of adolescents of Class 3 at SMK PGRI 3 Malang. Based on the quantity, variety, frequency, and total eating pattern (p-value=0.011, p-value=0.009, p-value= 0.003, p-value=0.003). Based on the results of the study, the behavior of adolescents at Class 3 of SMK PGRI 3 Malang can improve and develop the knowledge about the relationship between depression and eating pattern in adolescents by seeking information from internet media, the institution needs to give guidance to the adolescents at Class 3 of SMK PGRI 3 Malang. It is suggested for further researchers to examine the relationship between depression and variables related (such as economic, role of the family, cultural, and personal factor). Keywords : Depression; eating pattern; adolescents.
PERBEDAAN EFEK PENGGUNAAN POVIDONE IODINE 10% DENGAN MINYAK ZAITUN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA ROBEK (LACERATED WOUND) Irma Nurdiantini; Swito Prastiwi; Tri Nurmaningsari
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.131 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i1.197

Abstract

Luka merupakan kerusakan pada bagian tubuh yang disebabkan oleh kekuatan mekanis. Salah satu zat yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan perawatan luka diantaranya yaitu menggunakan Povidone Iodine 10%. Namun Povidone Iodine memiliki sifat iritatif dan lebih toksik bila masuk ke pembuluh darah. Penggunaan obat tradisional secara umum dinilai lebih aman dari pada penggunaan obat modern. Salah satu alternatif obat tradisional yang dapat digunakan dalam perawatan luka yaitu minyak zaitun. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan lama penyembuhan luka antara povidone iodine dengan minyak zaitun. Penelitian ini menggunakan metode True Experiment dengan rancangan penelitan The Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian ini adalah 11 ekor tikus yang diambil dengan menggunakan Purposive. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi (p) 0,026
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS PADA MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG Meity Asshela; Swito Prastiwi; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.247 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i1.188

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS pada mahasiswa Fakultas Pertanian UNITRI Malang. Penelitian ini menggunakan cross sectional, populasi mahasiswa Fakultas Pertanian sebanyak 605 mahasiswa dengan sampel sebanyak 91 mahasiswa, dengan menggunakan Proporsional Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian kuesioner, data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Spearman’s rho dan Regresi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 80,2% mahasiswa pengetahuan baik, sebanyak 82,4% mahasiswa sikap sangat setuju dan sebanyak 76,9% mahasiswa perilaku baik. Berdasarkan hasil analisis Spearman’s rho diketahui ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS (pvalue 0,0018 < 0,05), ada hubungan antara sikap dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS (pvalue 0,021 < 0,05), dan berdasarkan hasil analisis Regresi diketahui ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS (p-value 0,014 < 0,05). Mahasiswa yang memiliki perilaku kurang baik hendaknya meningkatkan pengetahuan dengan mengikuti seminar atau penyuluhan. Mahasiswa diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS melalui pemberian informasi kepada teman sebaya. Direkomendasikan untuk peneliti selanjutnya dengan menambah faktor-faktor lain, seperti tingkat kecerdasan, tingkat emosional, sosial ekonomi dan kebudayaan, dan juga mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS dengan menyempurnakan instrumen penelitian. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku Pencegahan Penularan HIV/AIDS.
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Gaudensius Reginalis Leu; Swito Prastiwi; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.041 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1357

Abstract

Menurut JNC VII, hampir satu miliar penduduk dunia atau satu dari empat orang dewasa mengidap hipertensi. Berbagai cara dilakukan untuk menurunkan tekanan darah diantaranya dengan terapi farmakologis yang menggunakan berbagai macam obat maupun non farmakologis salah satunya dengan relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi terhadap penurunan hipertensi pada lansia di Kelurahan Tlogomas Malang. Metode penelitian ini menggunakan metode experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia di RW 05 sebanyak 50 lansia dan semua lansia di RW 06 sebanyak 40 lansia yang mengalami hipertensi dan teknik sampel yang digunakan adalah teknik simple random sampling sebanyak 20 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukannya relaksasi otot seluruhnya (100%) dikategorikan mengalami hipertensi dengan tingkat grade 1, dan sesudah dilakukannya relaksasi otot seluruhnya (100%) dikategorikan tidak mengalami hipertensi yaitu tekanan darah normal, hasil analisisi terdapat pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan hipertensi pada lansia di RW 05 dan RW 06 Tlogomas Malang, yang dibuktikan dengan nilai Sig. = 0,000 (α ≤ 0,05) dan nilai thitung7,216 ≥ ttabel 1,812. Diharapkan kepada responden untuk sering melakukan relaksasi otot untuk menstabilkan tekanan darah sehingga terhindar dari hipertensi. ABSTRACT According to JNC VII, nearly one billion people in the world or one in four adults suffer from hypertension. Various methods are used to reduce blood pressure including pharmacological therapy using various drugs or non-pharmacological methods, one of which is progressive muscle relaxation. The purpose of this study was to determine the effect of relaxation techniques on reducing hypertension in the elderly in Tlogomas Malang. This research method uses experimental methods. The population in this study were all elderly in RW 05 as many as 50 elderly and all elderly in RW 06 as many as 40 elderly who experienced hypertension and the sample technique used was a simple random sampling technique of 20 people. The data collection technique used is observation. The results showed that before the whole muscle relaxation (100%) was categorized as having hypertension with grade 1 level, and after doing complete muscle relaxation (100%) it was categorized as not experiencing hypertension, namely normal blood pressure, the analysis results showed progressive muscle relaxation techniques for hypertension reduction in the elderly in RW 05 and RW 06 Tlogomas Malang, as evidenced by the Sig. = 0,000 (α ≤ 0.05) and count tabel 7,216 t-table 1,812. It is expected that respondents often relax the muscles to stabilize blood pressure so that they avoid hypertension. Keywords : Hypertension; elderly; muscle relaxation; blood pressure.