Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Coverage Planning dan Coverage Prediction di Existing Network eNodeB Jaringan 4G di Daerah Operasional Yogyakarta dan Magelang Pilar Tiara Lelepadang; Eva Yovita Dwi Utami; Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 17 No. 02 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.219 KB) | DOI: 10.31358/techne.v17i02.173

Abstract

Untuk meningkatkan kinerja jaringan 4G yang merupakan jaringan uji coba di Yogyakarta dan Magelang maka harus dilakukan coverage planning pada daerah yang kurang optimal. Kurang optimalnya daerah ini dikarenakan cakupan dan kualitas Radio Frequency (RF) masih belum memenuhi standar yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Hal ini terlihat pada hasil drive test daerah operasional. Solusi yang permanen, yakni pembangunan site baru dapat mengoptimalkan RF yang belum memenuhi standar perusahaan. Selain itu, untuk menjaga kualitas site baru agar tidak terjadi interferensi maka perlu dilakukan perencanaan Physical Cell Identity (PCI). PCI merupakan identitas site yang berbentuk kode angka 0 sampai 503. Parameter RF yang diteliti ialah Reference Signal Received Power (RSRP) dan Signal to Interference Noise Ratio (SINR). Analisis hasil drive test menurut parameter RF akan menghasilkan rekomendasi pembangunan site baru. Rekomendasi tersebut disimulasikan cakupan areanya dalam bentuk coverage prediction yang merupakan simulasi dengan planning tools U-Net. Dari hasil simulasi ini, didapatkan 50% cakupan area pada Yogyakarta memiliki RSRP yang semula -99,17 dBm menjadi -98,78 dBm dan untuk Magelang yang semula -96,51 dBm menjadi -95 dBm. Sementara , SINR pada Yogyakarta meningkat rata-ratanya dari 1,03 dB menjadi 1,18 dB dan pada Magelang meningkat rata-ratanya dari 2,23 dB menjadi 2,55 dB.
SISTEM CDMA REVISI C Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 11 No. 01 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.196 KB)

Abstract

Sistem CDMA 2000 bergabung dengan teknologi 1xEV-DV (Evolution Data and Voice) menjadi sistem CDMA 2000 1xEV-DV (atau disebut juga sistem CDMA 2000 Revisi C). Sistem ini mempunyai kemampuan untuk mengirimkan data dan suara pada single carrier. Sehingga tidak diperlukan penambahan spektrum frekuensi yang baru. Dengan adanya penambahan beberapa saluran trafik yang baru dan bergabung dengan yang sudah ada, serta penambahan fasilitas-fasilitas lainnya akan dihasilkan kecepatan transmisi data pada hubungan maju mencapai 3,1 Mbps
INTERKONEKSI IC DIGITAL BERBAHAN GALLIUM ARSENIDE (GaAs) Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 10 No. 01 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.375 KB)

Abstract

Tata letak keping IC Digital berbahan GaAs memerlukan interkoneksi untuk keperluan konsumsi daya dan transmisi sinyal. Interkoneksi bahan GaAs perlu perhatian khusus karena transisi dengan kecepatan tinggi akan menghasilkan derau pada interkoneksi. Derau dari transisi dengan kecepatan tinggi ini disebabkan adanya gelombang pantul, cakap silang diantara jalur interkoneksi, efek induktansi, pelaifan dan distorsi yang disebabkan rugi- rugi resistansi.
BENTUK GEOMETRI JALUR TRANSMISI PADA TATA LETAK IC DIGITAL GaAs Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 9 No. 02 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.897 KB)

Abstract

Tata letak keping IC GaAs memerlukan interkoneksi untuk keperluan konsumsi daya dan transmisi sinyal. Penerapan tata letak keping IC GaAs dijelaskan dengan beberapa struktur ragam TEM (transverse electromagnetic) seperti microstrip, coplanar strip (CPS), atau coplanar waveguide (CPW), dan stripline. Jalur interkoneksi yang terjadi pada GaAs dapat dianalisis dengan menggunakan dua ragam TEM (ragam genap dan ragam gasal) untuk model microstrip dan stripline sehingga dapat dianalisis berdasarkan perbedaan impedansi dan perbedaan kecepatan. Selain itu dapat juga dianalisis dengan mode superposisi untuk model coplanar.
SISTEM CDMA 2000 REVISI D Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 11 No. 02 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.38 KB)

Abstract

Sistem CDMA 2000 bergabung dengan teknologi 1xEV-DV (Evolution Data and Voice) menjadi sistem CDMA 2000 1xEV-DV. Sistem ini mempunyai kemampuan untuk mengirimkan data dan suara pada single carrier. Sehingga tidak diperlukan penambahan spektrum frekuensi yang baru.Dengan adanya penambahan beberapa saluran trafik yang baru dan bergabung dengan yang sudah ada, serta penambahan fasilitas-fasilitas lainnya akan dihasilkan kecepatan transmisi data pada hubungan maju mencapai 3,1 Mbps dan pada hubungan balik mencapai 1,84 Mbps. Pada sistem CDMA revisi C,pengembangan diarahkan pada peningkatan kecepatan transmisi data pada hubungan maju (forward link), sedangkan pada sistem CDMA revisi D, pengembangan diarahkan pada peningkatan kecepatan transmisi data pada hubungan balik.
PENGGUNAAN TEKNIK FREQUENCY HOPPING UNTUK MENGATASI MULTIPATH FADING PADA GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATION ( GSM ) Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 9 No. 01 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.532 KB)

Abstract

Ada banyak metode yang digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan frekuensi jaringan GSM dan untuk mengatasi atau mengurangi terjadinya interferensi. Misalnya adalah dengan menambah kanal-kanal baru, frequency borrowing, mengubah pola sel, pembelahan sel, atau dengan sektorisasi. Tetapi efektifitas berbagai metode tersebut di atas menjadi terbatas jika diterapkan pada jaringan penuh pelanggan (congested ), dan pada kanal yang mengalami multipth fading. Teknik frequency hopping adalah solusi yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Naskah ini berisi penjelasan tentang penggunaan teknik frequency hopping dalam mengatasi atau setidaknya mengurangi efek multipath fading pada sistem GSM
ANALISIS PENYEBAB BLOCKING CALL DAN DROPPED CALL PADA HARI RAYA IDUL FITRI 2012 TERHADAP UNJUK KERJA CDMA 2000-1X Budihardja Murtianta; Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 12 No. 02 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.65 KB)

Abstract

Pada saat permintaan user meningkat seperti saat hari Raya Idul Fitri maka kemungkinan nilai Blocking Call dan Dropped Call akan meningkat juga, hal ini akan menurunkan unjuk kerja suatu sistem. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian pada skripsi ini guna mengetahui seberapa besar pengaruh Blocking Call dan Dropped Call pada hari raya Idul Fitri 2012 terhadap unjuk kerja CDMA (Code Division Multiplex Access) 2000-1x di PT. TelkomFlexi Semarang berdasarkan parameter CDR (Call Drop Ratio), CSSR (Call Setup Success Ratio) , Intra-system Handover Success Ratio, kepadatan trafik voice, Ec/Io, TxPower, Rx Power, FER, Handoff Parameter. Hasil penelitian dari perbaikan yang dilakukan pada daerah Ambarawa khususnya Jalur Ambarawa-Magelang dan Banaran Coffee menunjukkan adanya peningkatan pelayanan. Peningkatan tersebut terlihat pada indikasi warna pada Drive Test yang baik dan nilai Blocking Call di bawah 1% dan CDR rata-rata tidak lebih dari 2%. Pada daerah Ambarawa permasalahan yang ada tidak terselesaikan dengan maksimal sehingga direkomendasikan untuk diadakan repeater lagi atau didirikannya BTS baru pada daerah tersebut. Sehingga dengan meminimalkan nilai Blocking Call dan Dropped Call akan meningkatkan unjuk kerja CDMA 2000-1x di PT.Telkom Flexi Semarang.
Antena Mikrostrip Lingkaran untuk Komunikasi MIMO 4x4 pada Frekuensi 15 GHz Eva Yovita Dwi Utami; Jesicha Claudya Novaldy; Andreas Ardian Febrianto
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v11i3.11900

Abstract

Pada jurnal ini dirancang dan direalisasikan antena mikrostrip patch lingkaran  MIMO 4x4 array 2 elemen yang bekerja pada frekuensi 15 GHz. Antena yang dirancang disimulasikan dengan menggunakan software CST Microwave Studio 2018. Bahan substrat yang digunakan adalah Duroid 5880, Simulasi rancangan antena menghasilkan return loss sebesar -22,557 dB, VSWR dengan nilai 1,1611, mutual coupling bernilai -40,525 dB lebar pita sebesar 1,482 dan gain mencapai 9,69 dB pada frekuensi resonansi 15 GHz. Antena yang direalisasikan berukuran 40x60,64 mm. Dari hasil pengukuran antena yang telah direalisasikan, diperoleh nilai return loss sebesar -26,8709 dB, VSWR sebesar 1,095, bandwidth sebesar 1,6 GHz dengan rentang frekuensi 14 GHz – 15,6 GHz, dan gain sebesar 14,39 dB pada frekuensi kerja 15 GHz.
Perancangan dan Realisasi Antena Mikrostrip Persegi Panjang MIMO pada Frekuensi 15 GHz Adiono Dwi Satya; Eva Yovita Dwi Utami; Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v21i1.307

Abstract

Pada komunikasi nirkabel generasi kelima, penggunaan spektrum frekuensi baru yang lebih tinggi dan pemanfaatan teknik MIMO menjadi teknologi kunci untuk memenuhi kebutuhan bandwidth dan data rate yang tinggi. Salah satu kandidat frekuensi untuk 5G adalah 15 GHz. Pada makalah ini dirancang antena mikrostrip berbentuk persegi panjang array dua elemen pada struktur MIMO empat port dengan frekuensi kerja 15 GHz. Antena disimulasikan dan direalisasikan menggunakan bahan substrat Duroid yang memiliki nilai permitivitas relatif sebesar 2,2 dan ketebalan 1,57 mm, sedangkan patch peradiasi dan ground plane menggunakan bahan tembaga. Rancangan antena pada software simulasi memberikan hasil terbaik untuk koefisien refleksi sebesar -25,639 dB, VSWR bernilai 1,11, mutual coupling mencapai -30,955 dB, gain sebesar 8,59 dB pada frekuensi 15 GHz, dan bandwidth sebesar 1,3 GHz. Hasil pengukuran antena yang telah difabrikasi menunjukkan nilai koefisien refleksi sebesar -36,592 dB, VSWR bernilai 1,03, mutual coupling sebesar -28,137 dB, dan gain sebesar 13,18 dB pada frekuensi 15 GHz. Bandwidth terukur mencapai 2,69 GHz.
ANALISIS UNJUK KERJA MULTI BAND CELL PADA GSM DUAL BAND Budihardja Murtianta; Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 12 No. 01 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.423 KB)

Abstract

Hierarchical Cell Structure (HCS) merupakan aplikasi yang digunakan oleh provider pada jaringan GSM Dual Band dengan memprioritaskan band 1800 dalam pemilihan sel. Multi Band Cell (MBC) merupakan aplikasi terbaru yang memiliki perbedaan dengan HCS yakni dalam hal kapasitas jaringan dan jumlah Cell Identified (CI). MBC bertujuan untuk menambah kapasitas jaringan yang digunakan sebagai kanal trafik telekomunikasi. Tulisan ini bertujuan untuk meneliti unjuk kerja GSM Dual Band dengan aplikasi MBC. Dari hasil penelitian diperoleh nilai TCH Congestion rate kurang dari 2%, Call Set-up Success Rate pada rentang 93%-98%, Call Drop Rate pada rentang 0,13% hingga 0,5%, Handover Success Rate pada rentang 97% hingga 100%, Rx Qual pada rentang 0 hingga 4 dan SQI pada rentang 19 hingga 27. Sedangkan Rx Level pada rentang -65 dBm hingga -86 dBm.