Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Antibacterial activity of temu kunci tuber (kaempheria pandurata) essential oil against Bacillus cereus Miksusanti, Miksusanti; J, Betty S.L.; Syarief, Rizal; Pontjo, Bambang; Mulyadi, Gatot T.
Medical Journal of Indonesia Vol 18, No 1 (2009): January-March
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.109 KB) | DOI: 10.13181/mji.v18i1.331

Abstract

Aim The mechanism of temu kunci tuber essential oil potential as antimicrobial agent has not been reported. To analyze the mechanism of antibacterial activity of temu kunci tuber essential oil from Yogyakarta on B.cereus. Antibacterial activity of essential oil were analyzed for its ability to disrupt bacterial cell membrane, that caused cell leakage and altered the morphology of the bacteria. Leakage was measured by analyzing the Ca+2, K+ ion outflow using an atomic adsorption spectrometry (AAS), and protein and nucleic acid using an ultraviolet spectrophotometer (UVS) on 280 nm and 260 nm respectively. Alterations in morphology were assessed using scanning electron microscopy (SEM).Results Minimum inhibitory concentration (MIC) of temu kunci essential oil on B.cereus was 0.12% (v/v). Treatment of B. cereus using 1MIC and 2MIC showed significant leakage compared to control (P<0.05). The K+ and Ca+2 ion leakage from the bacterial cells were between 10.32-35.57% and 15.05-41.54% respectively and showed significant difference compared to control (P<0.05). The absorbance observed by UVS for protein and nucleic acid leakage were 0.6330-0.8670 at 280 nm and 0.4320-0.8307 at 260 nm, respectively, and were significantly different compared to control (P<0.05). Exposure of 1 MIC temu kunci essential oil on B.cereus caused thickening as well as irregularities on the cell wall. At 2 MIC cells seemed transparent, empty looking and showed a ghost-like appearance.Conclusion Kaempheria pondurata essential oil could cause leakage and alter the morphology of the bacteria. (Med J Indones 2009; 18:10-7)Keywords: leakage, morphology
MODEL KEBIJAKAN PENGEMBANGAN MINIMALISASI LIMBAH SEKAM PADI BERBASIS LINGKUNGAN W, Iman Kartono; Syarief, Rizal; Herodian, Sam; ., Sutrisno
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.844 KB)

Abstract

Padi (Oryza Sativa) adalah satu tanaman yang banyak ditanam di Indonesia dan selama ini ditujukan untuk memperoleh beras, sedangkan produk yang lain seperti: sekam, dedak/bekatul, menir jerami I batang padi dianggap sebagai limbah. Hasil penggilingan padi gabah kering giling menghasilkan beras sebesar 60 — 66% sedangkan yang Iainnya berubah limbah adalah sekam, dedak/bekatul, menir. Salah satu limbah tersebut yang dapat dikembangkan untuk memperoleh nilai tambah adalah Sekam. Selama mi pemanfaatan sekam di Kabupaten Subang belum maksimal, masih terbatas pada bahan bakar dan campuran batu bata merah. Kondisi tersebut menyebabkan nilal jual sekam rendah. Selanjutnya sekam yang belum termanfaatkan secara maksimal juga limbah dan tanaman, makanan dan industri merupakan persoalan bagi Indonesia. Persoalan utama, saat sekarang sulit diperoleh sekam segar secara terus menerus karena tanaman musiman. Masalah limbah baik Iimbah pertanian, limbah pangan maupun limbah industri masih merupakan hal yang cukup rumit di Indonesia. Kemudian dengan analisis MDS (Multi Dimensional Scaling) persoalan aplikasinya dapat berlanjut secara maksimum. Atas dasar beberapa pilihan pemanfaatan Sekam maka dengan AHP (Analytical Hierarchy Process) dapat ditentukan model kebijakan pengembangan minimalisasi sekam dikawasan sentra padi Kabupaten Subang, sebagai bahan bakar mesin pengering dalam industri padi. Kata kunci: pengembangan sekam, MDS, AHP
Pemanfaatan Pati Biji Durian (Durio zibethinus Murr.) dan Pati Sagu (Metroxylon sp.) Dalam Pembuatan Bioplastik Cornelia, Melanie; Syarief, Rizal; Effendi, Hefni; Nurtama, Budi
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 35 No. 1 April 2013
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1162.154 KB)

Abstract

Bioplastik adalah plastik yang dapat didegradasi oleh mikroba yang ada di dalam tanah karena adanya kandungan pati di dalamnya. Bioplastik diharapkan merupakan salah satu solusi dari masalah lingkungan yang disebabkan oleh penumpukan sampah kantong plastik belanja yang menjadi beban lingkungan. Secara komersial sudah ada bioplastik yang diproduksi dengan variasi jumlah penambahan pati singkong atau pati jagung, namun kendalanya adalah harga produk masih mahal jika dibandingkan dengan harga kantong plastik konvensional pada umumnya, karena tepung dan pati tersebut masih dibutuhkan di sektor pangan dan energi. Pada penelitian ini bioplastik dibuat dengan menggunakan pati yang diekstraksi dari biji durian yang selama ini merupakan limbah, untuk dicampur dengan biji plastik LDPE pada variasi konsentrasi pati 0% sampai 50%. Sebagai pembanding dipakai pati dari empulur sagu, sehingga karakteristik fisik seperti warna dan sifat mekanik dari bioplastik seperti kekuatan tarik, perpanjangan putus, dan kekerasan dapat dibandingkan. Uji penurunan berat bioplastik dilakukan dengan pemendaman di dalam tanah selama 8 minggu. Hasil uji Anova menunjukkan perlakuan jenis pati dan konsentrasi pati yang ditambahkan tidak beda nyata (p>0,05) terhadap kehilangan berat plastik. Analisis SEM dilakukan untuk membandingkan rongga diantara molekul pati dengan polimer plastik pada perbesaran 2500x yang menyebabkan kekuatan mekanik plastik menjadi berkurang dan rapuh ketika ditarik. Pati biji durian 10% terbukti optimal dapat digunakan sebagai substitusi polimer tanpa penambahan aditif dalam pembuatan bioplastik, dengan karakteristik mekanik yang dapat dibandingkan dengan pati sagu dan pati singkong, namun memiliki laju degradasi yang lebih rendah. 
A Study on The Use Soybean Varietes and Addition of Eggs in The Preparation and Storage of Egg Tofu) Rohaman, M. Maman; Enie, A. Basrah; -, Hanafi; Syarief, Rizal
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 11, No 1-2 (1994)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3579.441 KB)

Abstract

The aim of this experiment was to study the effect of soybean varieties (Glycine max var. Tidar and var. Galunggung) and the addition of eggs (0,2,4 and 6%)on egg tofu quality. The addition of egg before soymilk boiling gave the best result in which the protein content of the whey in the lowest.The product were analysed after 0,4 and 8 days of storage and was still in good condition after 8 days at 10-15 degree C.Phycal, chemical,microbiological and panel tset showed that the best result was obtained using tidar variety and less than 2 percent addition of egg. 
Pengaruh Penambahan Karaginan Untuk Formulasi Tepung Puding Instan Darmawan, Muhamad; Peranginangin, Rosmawaty; Syarief, Rizal; Kusumaningrum, Indah; Fransiska, Dina
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v9i1.102

Abstract

Penelitian pengaruh penambahan karaginan untuk formulasi tepung puding instan telah dilakukan. Percobaan yang dilakukan adalah penentuan perbandingan kappa dan iota karaginan (3:1, 2:1, 1:1, 1:2, 1:3) untuk formulasi pembuatan tepung puding instan dan formulasi tepung puding instan berdasarkan perbandingan kappa dan iota karaginan yang terpilih. Dari variasi percobaan yang digunakan, perbandingan kappa dan iota karaginan 1:1 merupakan perbandingan yang paling baik untuk digunakan dalam formulasi tepung puding instan karena memiliki kekuatan gel yang mendekati kekuatan gel puding komersial serta nilai sineresis yang terendah. Perbandingan konsentrasi karaginan, mocaf dekstrin dan KCl dalam formulasi tepung puding instan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kekuatan gel maupun karakteristik sensori kenampakan, aroma dan rasa dari puding instan yang dihasilkan. Namun demikian, formulasi tepung puding instan memberikan pengaruh yang nyata untuk karakteristik tekstur puding instan yang dihasilkan. Berdasarkan analisis fisik (kekuatan gel) dan sensori (kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa) didapatkan perlakuan terbaik yaitu penggunaan karaginan 1,23%, perbandingan tepung mocaf-dekstrin 0,5 : 0,5 dan KCl 0,45 gram.