Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA.L) TERHADAP KADAR FERRITIN SERUM PENDERITA ANEMIA REMAJA PUTRI Pagdya Haninda Nusantri Rusdi
Menara Medika Vol 2, No 1 (2019): Vol 2 No 1 September 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v2i1.2173

Abstract

Anemia adalah kadar hemoglobin didalam sel darah merah dibawah kategori normal. Mengkonsumsi makanan yang tinggi zat besi dan makanan yang dapat membantu proses penyerapannya diharapkan dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan ferritin serum remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian jus jambu biji merah (psidium guajava. L) terhadap kadar ferritin serum penderita anemia remaja putri. Penelitian ini dilaksanakan di Panti Asuhan Tri Murni Kota Padang Panjang. Desain penelitian quasi eksperiment, sampel 34 orang remaja anemia dengan metode simple random sampling. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok perlakuan diberikan 100 gr jambu biji merah yang diolah menjadi jus selama 7 hari. Analisis data menggunakan uji statistik t-dependent dengan derajat kemaknaan α=0,05. Rata-rata kadar ferritin serum pretest 33,63 μg/L (kontrol) dan 36,63 μg/L (intervensi). Rata-rata kadar ferritin serum postest 40,35 μg/L (kontrol) dan 57,40 μg/L (intervensi). Selisih rata-rata kadar ferritin serum sebelum dan sesudah diberikan jus jambu biji merah yaitu 6,72 μg/L (kontrol) dan 20,76 μg/L (intervensi) . Hasil uji statistik didapatkan ada pegaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap kadar ferritin serum penderita anemia remaja putri dimana nilai p value =
ANALISIS PERBEDAAN PENURUNAN TEKANAN DARAH ANTARA PEMBERIAN JUS BUAH BELIMBING (AVERRHOE CARAMBOLA. L) DENGAN PEMBERIAN JUS BUAH MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS) TERHADAP PENDERITA HIPERTENSI DERAJAT I Pagdya Haninda Nusantri Rusdi
Menara Medika Vol 1, No 2 (2019): Vol 1 No 2 Maret 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v1i2.2070

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis saat tekanan darah dalam arteri meningkat di atas normal. Hipertensi adalah gejala peningkatan tekanan darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkan. Untuk mencegah terjadinya komplikasi maka penanganan untuk hipertensi dapat dilakukan secara pengobatan farmakologis dan non farmakologis. Pengobatan farmakologis dilakukan dengan menggunakan obat-obatan antihipertensi sedangkan penanganan non farmakologis yaitu terapi komplementer berupa terapi herbal. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penurunan tekanan darah antara pemberian jus buah belimbing (averrhoe carambola l) dengan pemberian jus buah mentimun (cucumis sativus) terhadap penderita hipertensi derajat I di Kota Padang Panjang. Metode : Desain penelitian ini quasi experiment dengan sampel sebanyak 20 orang menggunakan tekhnik porposive sampling. Analisis data menggunakan uji T-test. Hasil : didapatkan Rata-rata tekanan darah sistolik yang diberikan jus belimbing pengukuran pertama dan kedua adalah 3,40 mmHg, rata-rata tekanan darah diastolik pengukuran pertama dan kedua yang diberikan jus belimbing adalah 3,79, rata-rata antara tekanan darah sistolik pengukuran pertama dan kedua pada pemberian jus mentimun adalah 1,81, dan nilai rata-rata antara tekanan darah diastolik pengukuran pertama dan kedua pada pemberian jus mentimun adalah 3,40. Hasil analisis didapatkan bahwa pada tekanan darah sistolik P value jus buah belimbing lebih kecil dari P value jus buah mentimun, dan pada tekanan darah diastolik didapatkan P value jus buah belimbing sama dengan P value jus buah mentimun. Kesimpulan : Dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan pada tekanan darah yang diberikan jus buah belimbing dengan jus buah mentimun terhadap penderita hipertensi derajat I di kota Padang Panjang. Semoga penelitian ini dapat memberikan informasi bahwa dengan mengkonsumsi jus belimbing dan mentimun secara teratur dapat menurunkan tekanan darah.
PENGARUH PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA.L) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PENDERITA ANEMIA REMAJA PUTRI Pagdya Haninda Nusantri Rusdi
Menara Medika Vol 1, No 1 (2018): Vol 1 No 1 September 2018
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v1i1.2056

Abstract

Latar Belakang: Anemia adalah kadar hemoglobin didalam sel darah merah dibawah kategori normal. Mengkonsumsi makanan yang tinggi zat besi dan makanan yang dapat membantu proses penyerapannya diharapkan dapat meningkatkan kadar hemoglobin remaja. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pemberian jus jambu biji merah (psidium guajava. L) terhadap kadar hemoglobin penderita anemia remaja putri. Penelitian ini dilaksanakan di Panti Asuhan Tri Murni Kota Padang Panjang. Metode: Desain penelitian quasi eksperiment, sampel 34 orang remaja anemia dengan metode simple random sampling. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok perlakuan diberikan 100 gr jambu biji merah yang diolah menjadi jus selama 7 hari. Hasil: Analisis data menggunakan uji statistik t-dependent dengan derajat kemaknaan α=0,05. Rata-rata kadar Hb petest 10,26 gr% (kontrol) dan 10,50 gr% (intervensi). Rata-rata kadar Hb postest 10,98 gr% (kontrol) dan 12,48 gr% (intervensi). Selisih rata-rata kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan jus jambu biji merah yaitu 0, 72 gr% (kontrol) dan 1,98 gr% (intervensi). Hasil uji statistik didapatkan ada pegaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap kadar hemoglobin penderita anemia remaja putri dimana nilai p value =
PEMBERIAN JUS MENTIMUN (Cucumis sativus L) TERHADAP TEKANAN DARAH WANITA USIA REPRODUKTIF PENDERITA HIPERTENSI DERAJAT SATU Pagdya haninda nusantri rusdi
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 1 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i1.1083

Abstract

AbstrakHipertesi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah tinggi mengalami peningkatan persisten. Pada orang dewasa, tekanan darah normal yaitu  sistolik 120 mmHg dan diastolik 80 mmHg. Seseorang di katakan hipertensi apabila tekanan darah sistolik 140 mmHg dan diastolik sama atau di atas 90 mmHg. Penelitian ini dilaksanakan Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi. Desain penelitian Quasi Ekperimen, sampel 10 orang wanita usia reproduktif. Subjek di bagi menjadi 2 kelompok, kelompok intervensi dan kelompok kontrol, kelompok intervensi diberikan 100 gr mentimun yang di olah menjadi jus, yang di berikan selama 5 hari berturut-turut. Analisa data dengan menggunakan uji statistik t-dependent. Rata-rata tekanan darah pre-test 141/85,9 mmHg (intervensi), dan 133/82,1 mmHg (kontrol), dan rata- rata tekanan darah post-test 133/82,1 mmHg (intervensi), dan 149/ 90,0 (kontrol). Selisih rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah di berikan jus mentimun yaitu 8,1/3,80 (intervensi), dan 3,56/ 1,12 (kontrol). Hasil uji statistik di dapatkan kelompok intervensi sistolik nilai (p< 0,00) dan diastolik (p<0,00) sedangkan kelompok kontrol sistolik nilai (p>0,06) dan diastolik (p>120). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian jus mentimun dapat menurunkan tekanan darah pada hipertensi derajat I (satu) wanita usia reproduksi.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI NAGARI TANJUANG BUNGO FITRI RIZKIA; PAGDYA HANINDA NUSANTRI RUSDI; RANTIH FADHLYA ADRI
Jurnal Ners Vol. 6 No. 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i1.3947

Abstract

Stunting adalah keadaan paling umum dari bentuk kekurangan gizi , yang mempengaruhi bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir, terkait dengan ukuran ibu, gizi selama ibu hamil, dan pertumbuhan janin. Menurut WHO tahun 2018 stunting merupakan masalah kesehatan di dunia yang belum teratasi hingga saat ini. Diperkirakan 22,2 % atau 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Pemberian Asi Ekslusif dengan Kejadian Stunting pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun di Nagari Tanjuang Bungo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik. Penelitian dilakukan dengan teknik pengambilan sampel secara acak (probability/random sampling). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi balita usia 6 bulan sampai 5 tahun yang ada di Nagari Tanjuang Bungo. Pengambilan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah mengggunakan teknik Slovin sebanyak 59 sampel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian bahwa ada hubungan Pemberian Asi Ekslusif (p- value=0,00) dengan kejadian stunting.
Faktor sanitasi lingkungan penyebab stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat Yuliza Anggraini; Pagdya Haninda Nusantri Rusdi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.257 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v4i1.78

Abstract

Latar belakang: Data Riskesdas menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia meningkat dari 35,6% pada tahun 2010 menjadi 37,2% pada 2013. Provinsi Sumatera Barat menempati urutan ke 17 dari 34 provinsi stunting di Indonesia dengan prevalensi anak balita (usia 24-59 bulan) stunting 36,2% lebih tinggi daripada prevalensi nasional 35,3%. Prevalensi stunting di Pasaman Barat adalah 51,54% dan jumlah anak stunting adalah 23.435. Tujuan penelitian: Diketahui factor sanitasi lingkungan penyebab stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Air BAngis Kabupaten Pasaman Barat. Metode : Jenis penelitian adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah seluruh balita yang datang ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Air Bangis. Jumlah sampel adalah 200 balita dipilih secara purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer dengan metode wawancara dan observasi. Instrumen menggunakan lembar checklist. Hasil:  didapatkan sebagian besar balita berjenis kelamin laki-laki (57,5%), sebagian besar ibu balita memiliki pendidikan sekolah menengah pertama (48,5%) dan bekerja sebagai IRT (95,5%) dengan jumlah anak 3-5 orang (67%), posyandu memiliki balita dengan tinggi badan tidak stunting (36,5%) namun sebagian besar responden memiliki sanitasi lingkungan yang tidak baik (37%) dan memiliki balita stunting (23%). terdapat hubungan antara sanitasi lingkungan dengan stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat.  Simpulan: factor sanitasi lingkungan dapat menyebabkan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat.
Faktor yang berhubungan dengan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Air Bangis kabupaten Pasaman Barat Yuliza Anggraini; Pagdya Haninda Nusantri Rusdi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.705 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v3i2.56

Abstract

Latar belakang: Data Riskesdas menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia meningkat dari 35,6% pada tahun 2010 menjadi 37,2% pada 2013. Provinsi Sumatera Barat menempati urutan ke 17 dari 34 provinsi stunting di Indonesia dengan prevalensi anak balita (usia 24-59 bulan) stunting 36,2% lebih tinggi daripada prevalensi nasional 35,3%. Prevalensi stunting di Pasaman Barat adalah 51,54% dan jumlah anak stunting adalah 23.435. Tujuan penelitian: Diketahui faktor penyebab terjadinya stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat. Metode : Jenis penelitian adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah seluruh balita yang datang ke Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Air Bangis. Jumlah sampel adalah 200 balita dipilih secara purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer dengan metode wawancara dan observasi. Instrumen menggunakan lembar checklist. Hasil: Sebagian besar balita berjenis kelamin laki-laki (57,5%), sebagian besar ibu balita memiliki pendidikan sekolah menengah pertama (48,5%) dan bekerja sebagai IRT (95,5%) dengan jumlah anak 3-5 orang (67%), sebagian besar balita memiliki tinggi badan normal (66%) dengan status gizi baik ((55,5%). Sebagian besar responden memiliki pola asuh baik balita dengan tinggi badan tidak stunting (37,5%), sebagian besar responden yang memanfaatkan posyandu memiliki balita dengan tinggi badan tidak stunting (36,5%) namun sebagian besar responden memiliki sanitasi lingkungan dan memiliki balita stunting (23%). Simpulan: Sebagian besar responden memiliki pola asuh yang baik memiliki balita tidak stunting 37,5%, sebagian besar responden yang memanfaatkan Posyandu memiliki balita tidak stunting yaitu 36,5% dan sebagian besar responden dengan sanitasi lingkungan yang tidak baik dengan balita stunting 23%.
STIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR, DAYA INGAT, DAN KREATIVITAS BAKAT ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS MELALUI BERMAIN MUSIK DAN DRAMA MUSIKAL Yusnelli Yusnelli; Aan Nursyam; Pagdya Haninda Nusantri Rusdi
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v5i2.1898

Abstract

Stimulasi perkembangan pada anak berkebutuhan khusus bertujuan untuk meningkatkan respons psikis dan fisiologis dengan merangsang semua sensori yang ada. Beberapa hasil penelitian menjelaskan keterkaitan antara aktivis bermusik dapat menstimulasi perkembangan anak berkebutuhan khusus untuk memperbaiki fungsi motoric, mental dan intelegensinya. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk mencarikan dan membantu permasalahan perkembangan anak berkebutuhan khusus di Panti Asuhan dan SLB Waraqil Jannah dengan cara meningkatkan kemampuan bermain musik anak yang dalam pengaplikasiannya menggunakan berbagai macam jenis alat musik dan nantinya akan dikemas semenarik mungkin melalui penampilan drama musikal. Hasil dari kegiatan ini kemampuan anak-anak berkebutuhan khusus ini dinilai sudah mampu meningkatkan motoric kasar anak, daya ingat yang bagus dan kreatifitas dalam bermain peran
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Mega Ade Nugrahmi; Kartika Mariyona; Pagdya Haninda Nusantri Rusdi
Menara Medika Vol 5, No 1 (2022): VOL 5 NO 1 SEPTEMBER 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v5i1.3502

Abstract

ABSTRAK Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi beban kesehatan di seluruh dunia. Menurut Globocan 2018, di dunia kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak ditemukan pada perempuan, yaitu 24,2% dari 8,6 juta kasus baru dengan angka mortalitas sebesar 15% dari 4,2 juta kematian akibat kanker. Untuk kanker payudara, deteksi dini dapat dilakukan dengan metode SADARI (pemeriksaan payudara sendiri). Pemeriksaan SADARI direkomendasikan sejak wanita berusia 20 tahun dengan dilakukan sendiri di rumah setiap bulannya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Jenis Penelitian menggunakan metoda Quasi Eksperimen dengan design cross sectional. Penelitian ini menggunakan metoda pretest-posttest.Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di PPM Al-Kautsar Muhammadiyah Sarilamak. Sampel penelitian sebanyak 55 remaja putri dengan teknik pengambilan sampel Accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer, instrument penelitian menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test diperoleh nilai p=0,000 (
PELATIHAN PEMBUATAN PUDING STRAWBERRY SEBAGAI CEMILAN KAYA NUTRISI GUNA MENCEGAH STUNTING Pagdya Haninda Nusantri Rusdi; Kartika Mariyona; Mega Ade Nugrahmi
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v6i2.2912

Abstract

One form of failure to thrive and the consequences of poor nutrition from pregnancy to birth which is a very high problem in Indonesia is Stunting. One way to prevent stunting from increasing is by making nutrient-rich snacks in the form of strawberry fruit pudding which will later be prepared with various kinds of food ingredients needed for children under five. This service activity takes the form of training for cadres in making strawberry pudding as a nutrient-rich snack to prevent stunting in Nagari Balingka, Agam Regency. The method for implementing this PPM is by means of lectures and direct demonstrations together with posyandu cadres. As a result of this activity, the cadres were able to make strawberry pudding and provide education to mothers of toddlers in Nagari Balingka, Agam Regency