Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pupuk Kotoran Ayam dan Urea terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun pada Tanah Gambut Pedalaman Fredy Agus Saputra Pantie; Titin Apung Atikah; Lusia Widiastuti
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 4 No 1 (2017): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.229 KB) | DOI: 10.33084/daun.v4i1.102

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of chicken manure and urea on the growth and yield of onion leaves on inland peat soil. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) factorial with two treatment factors. The first factor is that chicken manure fertilizer application consists of 4 levels, namely: 0, 5, 10 and 15 tons/ha, and the second factor is the provision of urea that consists of 3 levels, namely: 0, 125 and 250 kg/ha. The variables measured were plant height and fresh weight of the leaves of onion plants. The results showed that the interaction between chicken manure and urea fertilizer had no significant effect on all variables observed at all ages observed. Single factor giving 15 tons/ha of chicken manure fertilizer showed growth and better results on the average variable plant height and fresh weight of the leaves of onion plants in inland peat soil. Single factor giving of urea 250 kg/ha showed growth and better results on the average variable plant height and fresh weight of onion plants in inland peat soil.
Strategi pengembangan kawasan penyangga ekowisata Punggualas Kabupaten Katingan Elpie Elpie; Herry Redin; Lusia Widiastuti; Susie Kresnatita; Eka Nor Taufik; Evi Feronika Elbaar
Journal of Environment and Management Vol. 3 No. 2 (2022): Journal of Environment and Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya dan (and) Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jem.v3i2.5508

Abstract

Zona penyangga taman nasional adalah kawasan di luar taman nasional yang berfungsi sebagai penyangga taman dari gangguan manusia dan hal-hal lain dari luar. Kawasan ekowisata Punggualas di wilayah Katingan memiliki potensi wisata yang besar, seperti mengamati satwa nokturnal, mengamati orangutan liar, hiking di sepanjang Sungai Katingan, mengamati satwa dan berbagai jenis burung liar, susur sungai hingga Danau Punggualas, seni budaya asli dan pengetahuan asli nelayan. Kawasan ini juga dihuni oleh owa, kantan, dan orangutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan strategi pengembangan kawasan ekowisata Punggualas. Data dan informasi dari tokoh masyarakat, pemangku kepentingan/informan, dan pakar dari instansi pemerintah yang dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data dijelaskan secara deskriptif dan dianalisis menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan Kawasan Penyangga Ekowisata Punggualas berada pada kuadran I yaitu (X = 0,11; Y = 1) yaitu menerapkan strategi agresif dengan memanfaatkan peluang yang ada dan kekuatan. Strategi tersebut antara lain: Pertama, mendorong pengembangan kawasan penyangga secara internal melalui kerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat, investor lokal, nasional, dan internasional, memperkuat sinergi dengan Taman Nasional Sabangau, dan menggunakan media sosial untuk mempromosikan kawasan tersebut. Kedua, pemerintah Katingan harus menyediakan infrastruktur untuk Kawasan Penyangga Ekowisata Punggualas, mempromosikan kawasan, dan menetapkan program seperti yang dijelaskan dalam RPJMD Kabupaten Katingan.
Kajian Pemanfaatan Potensi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik di Permukiman Kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya Penny Kamala; Herwin Sutrisno; Vera Amelia; Yetrie Ludang; Betrixia Barbara; Lusia Widiastuti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i5.5599

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana fungsi ekologi, sosial budaya dan estetika yang harus diperankan oleh RTH publik dilakukan secara optimal pada kawasan permukiman kota Puruk Cahu. RTH publik yang diteliti sebanyak 4 (empat) lokasi pada 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Murung dan Kecamatan Tanah Siang Selatan. Pemilihan lokasi mempertimbangkan pada wilayah kecamatan, luasan, kemanfaatan fungsi ekologis, sosial budaya dan estetika yang ada. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang terdiri dari studi literatur, telaah dokumen, observasi, kuisioner dan wawancara. Penelitian ini menggunakan 3 variabel dan 10 sub variabel dengan perhitungan skala linkert dari hasil kuisioner 30 responden. Hasil Penelitian menunjukkan RTH publik Alun-Alun Kota, Taman Pasir Putih dan Hutan Bumi Perkemahan bearada pada kawasan Area Penggunaan Lain (APL) dan RTH TPU Lowu Tatou berada di Hutan Produksi Konversi (HPK). RTH TPU Lowu Tatou di Kecamatan Murung tidak termasuk dalam wilayah RDTR karena dalam lingkup perencanaan RDTR hanya mengambil sebagian wilayah desa Danau Usung. Secara fungsional dalam fungsi ekologi, sosial budaya dan estetika RTH sudah berfungsi dengan baik. Potensi sosial budaya paling dominan memenuhi kebutuhan masyarakat pada keempat RTH publik. Potensi ekologis menempati urutan kedua diikuti oleh potensi estetika. Potensi RTH berdasarkan hasil observasi untuk seluruh indikator ada yang terpenuhi dan tidak terpenuhi.
IBM PETANI BUAH NAGA DI DESA KANDAN KECAMATAN KOTA BESI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR KALIMANTAN TENGAH Eddy Lion; Herianto Herianto; Vera Amelia; Lusia Widiastuti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19713

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian untuk mengembangkan tanaman buah naga sebagai aliran pemasukan dalam menambah penghasilan bagi masyarakat, dan harapan juga dapat menambah pemasokan kas desa Kandan. Metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi dan praktek langsung mengenai teknik budidaya, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, proses produksi, pembinaan dan pendampingan Kelompok Tani tentang teknik budidaya, agar Kelompok Tani mampu memproduksi tanaman buah naga secara mandiri setelah mengikuti kegiatan ini. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat menambah pemahaman, dapat meningkatkan pengetahuan manfaat dan aneka olahan buah naga; Menambah wawasan tentang berbagai macam produk olahan buah naga seperti sari buah naga, selai buah naga, cake buah naga dan manisan daging dan kulit buah naga. Adapun saran pelaksanaan kegiatan Pengabdian ini adalah Perlu pengabdian masyarakat lebih lanjut sehingga sampai tahap analisis pasar dan praktek penjualan produk; Perlu pengabdian masyarakat lebih lanjut dengan peserta tidak hanya dari satu desa tetapi beberapa desa sehingga hasilnya lebih tersebar luas. Kebutuhan akan tanaman buah naga memang semakin meningkat dari tahun ke tahun, namun hingga saat ini kebutuhan akan tanaman buah naga hanya dikenal bagi petani transmigrasi, begitu juga permasalahan yang dihadapi kelompok lokal masih belum tertarik untuk menanam dilahan petani lokal di desa Kandan. Petani trasmigrasi bersama dengan petani lokal desa Kandan hendaknya lebih berpacu untuk mengembangkan tanaman buah naga sebagai aliran pemasukan untuk menambah nilai tambah penghasilan bagi masyarakat, dan harapan juga dapat menambah pemasokan kas desa Kandan. Pada kegiatan Ilmi pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat (IPTEK) bagi masyarakat harus mempunyai kemampuan atau kelayakan untuk meningkatkan nilai tambah proses produksi tanaman buah naga perlu ada lahan yang tersedia untuk pembudidayaan tanaman buah naga yang lebih luas lagi. 
Karakteristik Sifat Fisik Dan Kimia Tanah Pada Kawasan Pasca Tambang Bauksit Di Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah Agus Budi Gunawan; Vera Amelia; Lusia Widiastuti; Untung Darung; Zafrullah Damanik; Soaloon Sinaga
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i5.5791

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis sifat fisik dan kimia tanah menurut umur reklamasi dan rona awal lingkungan pada lokasi penelitian yaitu lokasi bekas penambangan bauksit dalam wilayah izin usaha pertambangan PT. Citra Mentaya Mandiri dan PT. Duta Borneo Pratama. Hasil analisa laboratorium terhadap sampel tanah pada 5 (lima) lokasi dengan ketebalan 0-20 cm yakni rona awal, lokasi belum reklamasi, reklamasi 1 tahun, reklamasi 2 tahun, dan reklamasi 5 tahun. Analisis data menggunakan uji sidik ragam dan uji lanjutan BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian ditemukan perbedaan sifat fisik dan kimia tanah menurut umur reklamasi dan rona awal lingkungan, namun tidak berbeda nyata terhadap kapasitas tukar kation pada lokasi tersebut. Kondisi sifat fisik tanah ditemukan pencampuran antara lapisan tanah atas dengan lapisan tanah bagian bawah akibat penambangan dan penimbunan tanah. Tekstur tanah berupa liat berdebu - lempung berpasir. Struktur tanah berupa gumpal bersudut - gumpal membulat dengan ukuran pasir berdebu dan tingkat perkembangan sukar hancur - mudah hancur. Penurunan bobot isi tanah akibat presentase fraksi, penambahan bahan organik, vegetasi, dan aktivitas fauna yang berbeda. Kondisi sifat kimia tanah yaitu pH tanah tergolong asam berkisar antara 3,71 – 4,91. Penurunan kandungan N-total, P-total, C-organik mengalami penurunan disebabkan karena pH tanah yang asam, kurangnya vegetasi dan bahan organik. Perbedaan nilai Kalium dan Kejenuhan Basa disebabkan jumlah kandungan unsur hara dipengaruhi oleh serapan unsur hara, pencucian, jenis pupuk dan jumlah pupuk yang diberikan. Kapasitas tukar kation bervariasi nilainya tetapi tidak berbeda nyata, diduga karena kekurangan bahan organik pada lokasi reklamasi. Rekomendasi dalam pengelolaan tanah antara lain penambahan bahan organik, vegetasi dan unsur hara agar terjadi proses humifikasi dan dekomposisi tanah dapat meningkat.