Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Keanekaragaman Jenis dan Struktur Tegakan di Areal Tegakan Tinggal Herianto Herianto
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 4 No 1 (2017): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ‚ÄčInstitute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.67 KB) | DOI: 10.33084/daun.v4i1.104

Abstract

Logging activities have an impact on changes in composition and standing structure, tree species distribution, community similarity and species diversity. This study aims to determine the diversity of structures and standing composition of logged-over forests. The results show that the composition and structure of the stands are ecologically different, which is indicated by the low type of species equality index. The types of stands at the level of seedlings, stakes, columns and trees from each location are almost all different. But there are some of the same types encountered dominating on the locations of 2005, 2010 and 2015 such as Shorea leprosula, Dipterocarpus borneensis, Shorea laevis, Litsea sp. The stand density at the 2005 block location is higher than the two sites in 2010 and 2015, while the location of 2015 is the location with the lowest stand density.
TINJAUAN SOSIAL EKONOMI DESA TUMBANG PAYANG DI SEKITAR HUTAN PT. SARPATIM, KALIMANTAN TENGAH Herianto Herianto
JOURNAL SOCIO ECONOMICS AGRICULTURAL Vol. 13 No. 1 (2018): Journal Socio Economics Agricultural
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v13i1.487

Abstract

Tumbang Payang Village community in fulfilling the needs of his life is still very dependent on the natural resources of the surrounding forest. Most subsistence and community income come from forest products such as timber and non timber. The livelihood of the community is almost 75% as a farmer and the remaining 25% as employees, traders, crafts and laborers. Other livelihoods of different communities, the results of participatory identification are known about 25 types of economic activities of the community. Variety of economic activities in general is a combination of activities in agriculture with activities outside agriculture such as trade, labor, livestock, fishing, timber and nontimber forest products, gaharu, rubber collectors, rice milling services, and others. The form of widespread land use is the garden covering about 10.76% of the total area. The plantation land is mostly rubber plantation and the rest are rattan garden, coconut, fruit, and mixed crops.
RETENSI DAN PENETRASI BAHAN PENGAWET LATREX 400 EC PADA KAYU KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUELL. ARG.) DENGAN METODE RENDAMAN DINGIN Gimson Luhan; Herianto Herianto; Ahmad Mujaffar; I Nyoman Surasana; Yanciluk Yanciluk
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2023): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Februari 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.182 KB) | DOI: 10.55681/armada.v1i2.382

Abstract

Perlindungan bangunan rumah berbahan kayu dari serangan rayap dan organisme perusak kayu lainnya, dapat dilakukan saat tahap pra-konstruksi maupun saat pasca konstruksi. Pemilihan jenis obat pencegah atau pembasmi serangan rayap haruslah ditentukan dan diterapkan dengan seksama, agar mendapatkan hasil yang optimal. Salah satu pengawet kayu terhadap serangan rayap yang bisa dipilih adalah Latrex 400 EC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh besarnya pemberian konsentrasi bahan pengawet Latrex 400 EC dan lamanya perendaman terhadap retensi dan penetrasi bahan pengawet ke dalam kayu, sehingga meningkatkan keawetan kayu karet. Metode analisis yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial dimana faktor A merupakan faktor perlakuan konsentrasi bahan pengawet Latrex 400 EC dengan 3 level dan faktor B merupakan perlakuan lama perendaman dengan 3 level. Setiap kombinasi perlakuan dilakukan dengan 3 ulangan. Jadi total sampel pengamatan adalah 27 satuan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi bahan pengawet Latrex 400 EC bahwa perlakuan lama perendaman (B) berpengaruh sangat nyata,  sedangkan perlakuan konsentrasi (A) dan interaksi (AB) tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap retensi dan penetrasi bahan pengawet pada kayu karet. Perlakuan konsentarsi dan lama perendaman terbaik terhadap retensi dan penetrasi bahan pengawet Latrex 400 EC ke dalam kayu karet terjadi pada perlakuan konsentrasi 3% (a3) dan lama perendaman 7 hari (b3) dengan retensi sebanyak 0,4774 kg/m3 dan penetrasi 4,624 mm, namun penetrasi ini belum memenuhi standar yang ditetapkan, yakni sedalam 5 mm untuk penggunaan dalam ruangan dan luar ruangan. Standar penetrasi bahan pengawet 5 mm ke dalam kayu karet diharapkan dapat dicapai dengan eksperimen kombinasi peningkatan konsentrasi bahan pengawet dan lama perendaman yang sesuai.
IBM PETANI BUAH NAGA DI DESA KANDAN KECAMATAN KOTA BESI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR KALIMANTAN TENGAH Eddy Lion; Herianto Herianto; Vera Amelia; Lusia Widiastuti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19713

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian untuk mengembangkan tanaman buah naga sebagai aliran pemasukan dalam menambah penghasilan bagi masyarakat, dan harapan juga dapat menambah pemasokan kas desa Kandan. Metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi dan praktek langsung mengenai teknik budidaya, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, proses produksi, pembinaan dan pendampingan Kelompok Tani tentang teknik budidaya, agar Kelompok Tani mampu memproduksi tanaman buah naga secara mandiri setelah mengikuti kegiatan ini. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat menambah pemahaman, dapat meningkatkan pengetahuan manfaat dan aneka olahan buah naga; Menambah wawasan tentang berbagai macam produk olahan buah naga seperti sari buah naga, selai buah naga, cake buah naga dan manisan daging dan kulit buah naga. Adapun saran pelaksanaan kegiatan Pengabdian ini adalah Perlu pengabdian masyarakat lebih lanjut sehingga sampai tahap analisis pasar dan praktek penjualan produk; Perlu pengabdian masyarakat lebih lanjut dengan peserta tidak hanya dari satu desa tetapi beberapa desa sehingga hasilnya lebih tersebar luas. Kebutuhan akan tanaman buah naga memang semakin meningkat dari tahun ke tahun, namun hingga saat ini kebutuhan akan tanaman buah naga hanya dikenal bagi petani transmigrasi, begitu juga permasalahan yang dihadapi kelompok lokal masih belum tertarik untuk menanam dilahan petani lokal di desa Kandan. Petani trasmigrasi bersama dengan petani lokal desa Kandan hendaknya lebih berpacu untuk mengembangkan tanaman buah naga sebagai aliran pemasukan untuk menambah nilai tambah penghasilan bagi masyarakat, dan harapan juga dapat menambah pemasokan kas desa Kandan. Pada kegiatan Ilmi pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat (IPTEK) bagi masyarakat harus mempunyai kemampuan atau kelayakan untuk meningkatkan nilai tambah proses produksi tanaman buah naga perlu ada lahan yang tersedia untuk pembudidayaan tanaman buah naga yang lebih luas lagi.