p-Index From 2019 - 2024
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal FLUIDA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimasi Pembuatan Nanoselulosa dari Rumput Alang-Alang Endang Widiastuti; Ari Marlina
Fluida Vol 13 No 2 (2020): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v13i2.2249

Abstract

Pada era sekarang ini, pemanfaatan nanoselulosa sudah sangat luas pada berbagai bidang, seperti farmasi, kosmetik, elektronik, dirgantara, dsb. Proses pembuatan nanoselulosa dapat dilakukan dengan berbagai cara bergantung pada bahan baku selulosanya, tetapi secara umum meupakan kombinasi dari perlakuan kimia dan mekanik .Rumput alang-alang (Imperata Cylindrica) dapat dijadikan sebagai sumber selulosa dengan kandungan selulosanya berkisar 40%. Ekstraksi selulosa dari rumput alang-alang diawali dengan proses delignifikasi dan dilanjutkan dengan proses bleaching menggunakan H2O2 dan NaOH. Serat selulosa diperoleh kemudian dihidrolisis dengan asam sulfat 64% pada suhu variasi 35 dan 45 ͦC, pengadukan divariasikan pada 250, 500 dan 750 rpm serta lamanya hidrolisis divariasikan 1, 2, dan 3 jam. Sebelum hasil hidrolisis dinetralkan terlebih dahulu disonifikasi dengan variasi waktu 20 dan 30 menit. Untuk pengujian hasilisolasi nano selulosa digunakan cara SEM (Scanning Electron Microscopes) Dari penelitian ini, nano selulosa dari rumput alang-alang diperoleh melalui proses hidrolisis pada suhu 45 ℃, pengadukan 750 rpm, dan selama 3 jam, selanjutnya disonifikasi selama 30 menit. Kondisi ini digunakan untuk serat selulosa rumput alang-alang dalam keadaan kering.
Distilasi Azeotrop Campuran Etanol-Air untuk Meningkatkan Kadar Etanol menggunakan Entrainer Etil Asetat Retno Indarti; Rintis Manfaati; Ari Marlina; Keryanti
Fluida Vol 14 No 1 (2021): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v14i1.3426

Abstract

Bioetanol yang dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar alternatif harus memiliki kadar 99%, sehingga perlu dilakukan proses pemurnian terhadap campuran etanol yang masih mengandung air. Distilasi sederhana campuran etanol-air menggunakan bahan tambahan (entrainer) etil asetat dapat dilakukan untuk meningkatkan kadar etanol. Pada penelitian ini, pemurnian etanol dilakukan dengan proses distilasi azeotrop pada tekanan atmosfer dan suhu penangas air sebesar 70-75oC. Komposisi umpan yang terdiri dari campuran etanol yang mengandung air dan etil asetat sebagai entrainer. Penelitian dilakukan sebanyak 5 run dengan variasi penambahan etil asetat ke dalam umpan sebanyak 10% v/v, 20% v/v, 30% v/v, 40% v/v dan 50% v/v. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu penambahan etil asetat ke dalam umpan yang menunjukkan kadar etanol tertinggi dengan waktu yang paling singkat ialah pada penambahan etil asetat sebagai entrainer yaitu sebesar 30% v/v, yang terdiri dari campuran 15 ml etil asetat dan 35 ml etanol 80%. Hasil analisis yang dilakukan dengan kromatografi gas diperoleh konsentrasi etanol sebesar 99.80% dan waktu distilasi selama 90 menit