Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MATERI CIVIC EDUCATION MAMPU MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK Herdi Wisman Jaya
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 Maret 2017
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v4i1.y2017.p55-64

Abstract

AbstrakMateri Pendidikan Kewarganegaraan (civic education) mampu membentuk karakter peserta didik di kelas VIII salahsatu MTs swasta di Kecamatan, Pamulang, Kota Tangerang-Selatan. Tujuan Pendidikan merupakan bagian dari kebutuhan setiap manusia untuk meningkatkan martabat manusia dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang merupakan sumber daya utama dalam pembangunan yang lebih maju. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei yang merupakan bagian dari penelitian deskriptif kuantitatif. Data penelitian diambil menggunakan teknik random sampling dari jumlah populasi sebanyak 52 peserta didik. Dari populasi ditetapkan sampel sebanyak 34 peserta didik. Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data adalah berupa kuesioner dan nilai raport. Hasil Materi pendidikan kewarganegaraan mempunyai hubungan yang signifikan  membentuk karakter peserta didik. Dari perhitungan hasil hipotesis yang dilakukan  dengan menggunakan rumus korelasi product moment  diperoleh harga indeks korelasi rhitung sebesar 2,345 sementara rtabel 0,339. Ini berarti rhitung lebih besar dari rtabel (2,345 ˃ 0,339 ). Selanjutnya untuk mengetahui tingkat keberartian kedua variabel tersebut diperoleh hasil thitung pada taraf signifikansi    ( ɑ ) = 0,05 sebesar 5,96 dan ttabel 1,697 dengan demkian thitung lebih besar daripada ttabel ( 5,96 ˃ 1,697 ). Hasil ini menunjukan bahwa koefisien korelasi product moment signifiken positif yang searah. Dalam hal ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa materi pendidikan kewarganegaran mampu membentuk karakter peserta didik, seperti halnya di MTs swasta daerah Pamulang Kota Tangerang Selatan.Kata kunci: Materi pendidikan kewarganegaraan, karakter peserta didik
Insersi Pendidikan Anti Korupsi Dalam Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Di Perguruan Tinggi Herdi Wisman Jaya
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8 No 1 Maret 2021
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v8i1.y2021.p1-18

Abstract

Pendidikan kewarganegaraan merupakan suatu usaha sadar dari segenap komponen masyarakat dan pemerintah unutk menjadi warga negara yang baik dalam bermasyarakat , yaitu mampu menjalankan perannya dan serta fungsinya sebagai warga negara Secara implementatif, insertion yang berarti “penyisipan”. Penyisipan maksudnya adalah menyisipkan mata kuliah PAK ke dalam mata kuliah PKN. Penyisipan ini pada prinsipnya tidak merubah esensi substansi materi PKN, tetapi justru menguatkan PKN dalam hal materi dan metode pembelajarannya. Insersi pendidikan antikorupsi dalam pembelajaran di Perguruan Tinggi memiliki landasan yuridis dalam Surat Edaran Kemendikbud No. 1016/E/T/ 2012.implementasi dari Instrukti Presiden (Inpres) No. 55 Tahun 2011 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di Kemdikbud. PAK adalah sebuah program pendidikan pengajaran tentang tindakan korupsi.Dari hasil wawancara mendalam kepada seluruh ketua program studi yang ada di Universitas Pamulang dan dari masukkan-masukkan pada saat forum group discussion oleh narasumber judul ‘Insersi Pendidikan Antikorupsi Pada Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Di Perguruan disimpulkan:  Universitas Pamulang pada dasarnya memiliki persepsi yang sama mengenai sangat memungkinkan adanya pendidikan antikorupsi untuk diinsersikan pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, Universitas Pamulang memberikan tambahan-tambahan mengenai PAK yang disisipkan atau diinsersikan dalam mata kuliah PKN . Ketua program studi dan juga masukan dari narasumber  juga memungkinkan untuk memasukkan PAK di dalam mata kuliah wajib umum PKN tersebutKata-kata kunci: Insersi1; Pendidikan Anti Korupsi 2; Pendidikan Kewarganegaraan 3
SOSIALISASI BERMEDIA SOSIAL YANG HUMANIS BAGI GURU DAN ORANG TUA SISWA Hendri Hendri; Moh Khoiri; Herdi Wisman Jaya; Imas Masriah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.264 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1932

Abstract

AbstrakMedia social (social media) saat ini menjadi kebutuhan pokok masyarat. Hampir semua lapisan masyarakat menggunakan social media untuk mengakses segala sesuatunya. Dengan social media segala informasi dapat diakses dengan mudah cepat. Dan sinilah masyakat mulai memanfaatkan perkembangan media digital ini sebagain alat intraksi komunikasi social dengan yang lainnya: berbagi ilmu pengetahuan, lewat tulisan, gambar, video dan lainnya melalui media social berbasis digital. Media social seperti candu bagi kehidupan masyarakat, bahkan karenanya tidak segan-segang masyarakat untuk mengeluarkan biaya besar. Ini yang harus menjadi sorotan kita bersama, bahwa ketergantungan masyarakat pada media social memberikan berbagai macam dampak: positif dan juga negative. Dampak positif, artinya masyarakat dapat dengan baik menggunakan social media. Sedangkan dampak negatif adalah kecenderungan masyarakat hanya mampu menggunakan saja, tanpa memahami fungsi dari tujuan yang sebenarnya, dan hasilnya pun dapat merugikan orang lain, terlebih dirinya sendiri. Hal ini yang dirasa perlu oleh kita (tiem PkM) untuk disosialisasikan bagaimana bersosial media yang humanis bagi masyarakat, orang tua siswa termasuk guru-guru SMPN 9 Tangerang Selatan. Melalui sosialisasi ini akan ada banyak trik dan tip dalam menghadapi masalah yang sering ditemukan dilingkungan dalam komunikasi kehidupan sosial guru dan orang tua di sekolah salah satunya dengan kebijakan sekolah.Kata kunci: Media, Sosial, Humanis AbstractSocial media (social media) is currently a basic need of society. Almost all levels of society use social media to access everything. With social media all information can be accessed easily and quickly. And this is where the community begins to take advantage of the development of digital media as a means of social communication interaction with others: sharing knowledge, through writing, pictures, videos and others through digital-based social media. Social media is like an opium for people's lives, and because of that, people don't hesitate to spend big money. This should be our common spotlight, that people's dependence on social media has various impacts: positive and negative. Positive impact, meaning that people can use social media well. While the negative impact is the tendency of people to only be able to use it, without understanding the function of its true purpose, and the results can be detrimental to others, especially themselves. This is what we (the PkM team) feel is necessary to socialize on how to socialize humane media for the community, parents of students, including the teachers of SMPN 9 South Tangerang. Through this socialization, there will be many tricks and tips in dealing with problems that are often found in the environment in the communication of the social life of teachers and parents at school, one of which is school policy.Keywords: Media, Social, Humanist
TINJAUAN PUSTAKA TENTANG UNDANG-UNDANG NO. 30 TAHUN 2002 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI SEBAGAI DASAR PERTIMBANGAN KEBIJAKAN UNIVERSITAS MENERAPKAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI Herdi Wisman Jaya; Akhirudin Akhirudin; Sugianto Sugianto
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v10i1.y2023.p1-15

Abstract

Penelitian studi pustaka dengan tema: Tinjauan Pustaka Tentang Undang-Undang No. 30 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagai Dasar Pertimbangan Kebijakan Universitas Menerapkan Pendidikan Anti Korupsi.Latar Belakang MasalahPemberantasan Tindak Pidana Korupsi tertuang dalam Undang- Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United Notions Convention Against Corruption tahun 2003 . Undang-Undang Republik Indonesia No. 46 tahun 2009 tentang Pengadilan tindak pidana Korupsi. Saat ini tumpuan harapan dan kepercayaan masyarakat Indonesia untuk pemberantasan korupsi sangat bergantung pada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dalam melaksanakan tugas pencegahan korupsi. KPK memiliki kewenangan melaksanakan langkah atau upaya pencegahan antara lain melakukan pendaftaran dan perneriksaan terhadap laporan harta kekayaan penyelenggara negara, menerima laporan menetapkan status gratifikasi, menyelenggarakan program pendidikan antikorupsi pada setiap pendidikan. Batasan masalah dalam penelitian ini focus masalah UU no.30 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagai Dasar Pertimbangan Kebijakan Universitas Menerapkan Pendidikan Anti Korupsi. Sedanglan rumusan masalahnya, bagaimana bentuk pembelajaran, menanamkan nilai nilai dan pertanggungjawaban moral universitas terhadap pendidikan antikorupsi. Metode penelitian ini dengan penelitian hukum termasuk dalam penelitian normatif hal ini banyak menemukan data-data penelitian yang merupakan sesuatu hal yang sangat penting dalam mengumpulkan fakta-fakta yang berhubungan dengan penelitian yang akan diteliti. Dalam penelitian normatif yang dilakukan dalam penelitian ini ada beberapa teknik untuk pengumpulan data yang pertama analisa dokumen hal ini diperlukan untuk menelaah data yang telah ada baik data- data yang berupa dokumen-dokumen kebijakan, makalah-makalah, jurnal-jurnal, atau buku- buku hasil penelitian hukum sebelumnya yang dianggap relevan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini rangkuman kajian pustaka tersebut berasal dari karya-karya penelitian terdahulu yang masih dianggap relevan dan mampu untuk diambil sebagai referensi secara akademis dalam penelitian ini. Kajian pustaka banyak juga dipahami sebuah ringkasan komprehensif dari berbagai macam referensi penelitian Penelitian terdahulu tentang suatu topik atau tema dalam penelitian saat ini. Kesimpulan dalam penelitian ini dapat membangun supremasi hukum yang kuat , perguruan tinggi sebagai tolak ukur garda terakhir sebelum mahasiswa masuk dalam dunia kerja untuk dapat menanamkan nilai-nilai anti korupsi, menanamkan pelayanan masyarakat secara khusus agar dibentuk komunitas yang anti korupsi bersama komunitas-komunitas yang peduli terhadap anti korupsi yang ada di IndonesiaKata-kata kunci: kajian Pustaka1; Pendidikan Anti Korupsi 2; UU No.30 Tahun 2002 3
The Importance of Civic Education Learning on Nationalism in the Era of Globalisation Mas Fierna Janvierna Lusie Putri; Herdi Wisman Jaya; Fidah Nurbayti; Dona Purnama; Yeti Yetnasari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5429

Abstract

Abstract In this era of globalization, there are negative and positive impacts that can significantly affect the character or identity of Indonesian society, especially the younger generation and the loss of a sense of nationalism or love for the Republic of Indonesia. Therefore, Civic Education is the basis for the younger generation in Indonesia in responding to the negative impacts of globalization. This research uses a library method that is looking for reliable sources such as scientific journals, research articles and descriptive reports that are relevant. The results of this study indicate that the role of Civic Education is very important for the Indonesian state in this era of globalization, which aims to preserve the character or identity of the Indonesian state and be able to compete with foreign cultures. This has proven to be very important for the Indonesian people, such as the Indonesian people being able to think critically, have innovative and creative and of course obey the rules that apply in Indonesia. Therefore, understanding the role of civic education through the education sector requires synergy between all stakeholders. This will be the main capital needed in the current era of globalization. The term globalization is not a new term or a term of the day. Globalization can also be defined as the process of entering into a world that affects all important aspects of human life. Keyword: Civic Education, Nationalism Attitude, Nationalism in the era of globalization
South Tangerang City's Strategy In Building A Brand Image Through Pamulang Square As Creative Tourism Siska Yuningsih*; Lilik Sumarni; Hari Eko Purwanto; Herdi Wisman Jaya
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 7, No 2 (2024): April, The Election and Political History
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v7i2.38469

Abstract

The City of South Tangerang is trying to build a brand image by 2023. The concept of building a South Tangerang square is a positive thing in the environment, especially for the people of South Tangerang City. One of the goals is to provide entertainment with facilities and comfort for the community, such as exercising, gathering with family, especially for South Tangerang residents. South Tangerang Square can also help build and create a positive brand image in society. This research aims to find out the strategies carried out by the South Tangerang City government department in an effort to build a brand image through Pamulang Square as creative tourism. This research was conducted in South Tangerang City in 2023. This research approach is descriptive qualitative. Data were collected through observations at the location of Pamulang Square and interviews with administrators at the South Tangerang City Environmental Service. Source triangulation was carried out by interviewing residents who had visited the square. The results of this research show that the strategy used by the City of South Tangerang can make the public aware of the South Tangerang City square as an environmentally friendly location, thereby making it a location that can be used as a creative public space. The existence of regional, national and even international scale events held in the square shows that the city of South Tangerang is a creative tourist destination, thus attracting more and more tourists or visitors