Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Meningkatkan Keterampilan Menulis Paragraf Narasi dengan Menggunakan Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 13 Kota Ternate Susanti Irwan; Idwan Djais; Agus Boriri
PENDAS: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Pendas: Pendidikan Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menulis paragraf narasi dengan menggunakan pendekatan kontekstual pada siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kota Ternate. Dalam melakukan penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi didalam kelas. Tindakan penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk memecahkan masalah, tetapi sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan. Tempat penelitian ini di SMP Negeri 13 Kota Ternate. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan bulan Mei sampai bulan Juli 2019. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kota Ternate yang berjumlah 25 siswa yang terdiri dari 17 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Adapun teknik pengambilan data yaitu dengan observasi, wawancara, jurnal, dan dokumentasi. dalam melakukan analisis data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual depat meningkatkan kemampuan menulis paragraf narasi siswa. Temuan membuktikan bahwa rata-rata hasil kemampuan menulis siswa sesudah diadakan tindakan mengalami peningkatan sebesar 8,4% yaitu dari 67,4% menjadi 75,8%. Dan peningkatan sebesar 12,56% yaitu dari tindakan siklus I sebesar 75,8% menjadi 88,4%. Keberhasilan tersebut dapat dikatakan dari perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi baik) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik). Oleh karena itu, penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Pelaksanaan pembelajaran menulis paragraf narasi melalui pendekatan kontekstual pada siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kota Ternate dilakukan dengan efektif, lancar dan tuntas yang terlihat dari keseriusan siswa dalam mengikuti pembelajaran. 2) Pendekatan kontekstual dapat meningkatkan kemampuan menulis paragraf narasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kota Ternate, hal ini terlihat pada hasil belajar bahwa nilai rata-rata hasil kemampuan siswa mengalami peningkatan sebesar 8,4% yaitu dari 67,4% (prasiklus) menjadi 75,8% (siklus I). Dan peningkatan sebesar 12,56% yaitu dari sebesar 75,8% (siklus I) menjadi 88,4% (siklus II). Keberhasilan tersebut dapat dikatakan karena dari perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi baik) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik)
Meningkatkan Kemampuan Membaca Teks Pidato dengan Menggunakan Metode Resitasi pada Siswa Kelas VIII SMP Nurul Hasan Bajo Oktafia Sagaf; Idwan Djais
PENDAS: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Pendas: Pendidikan Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca teks pidato melalui metode resitasi pada siswa kelas VIII SMP Nurul Hasan Bajo. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rencana penelitian tindakan kelas(PTK) yang dilakukan terdiri dari 4 (empat) tahap kegiatan utama yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi (pengamatan), dan (4) refleksi. Penelitian tindakan kelas ini berlokasi di SMP Nurul Hasan Bajo pada bulan bulan Juni sampai bulan Agustus 2019. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, tes dan penyebaran angket. Untuk melakukan analisis data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa nilai rata-rata hasil kemampuan membaca siswa sesudah diadakan tindakan mengalami peningkatan sebesar 9,07% yaitu dari 49,70% menjadi 58,77%. Dan peningkatan sebesar 26,52% yaitu dari tindakan siklus I sebesar 58,77% menjadi 85,29%. Keberhasilan tersebut dapat dikatakan dari perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi cukup) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik). Oleh karena itu, penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Aktivitas dan hasil belajar membaca teks pidato siswa kelas VIII SMP Nurul Hasan Bajo dalam materi pengajaran dengan menggunakan metode resitasi mengalami peningkatan. 2) Perolahan hasil melalui prasiklus rata-rata nilai adalah 49,70. Hasil siklus I dengan nilai rata-rata hasil evaluasi siswa adalah 59,77. Aktivitas siswa dalam pelaksanaan siklus II mencapai 85,29%. Skor total nilai kemampuan membaca teks pidato tersebut diperoleh dari aspek (1) Kesiapan membaca, (2) Kejelasan suara, (3) Isi Pidato (4) Volume suara, (5) Posisi tubuh dan kontak pandang (6) Jeda (7) Waktu/durasi. Skor perolehan nilai rata-rata kelas yang telah diuraikan, dinyatakan telah memenuhi target ketuntasan dalam pembelajaran yaitu sudah melebihi angka 75%alifikasi baik) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik).
Meningkatkan Kemampuan Menulis Paragraf Argumentasi melalui Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 19 Halmahera Tengah Halima Harid; Agus Boriri; Idwan Djais
KOHERENSI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2021): Koherensi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.996 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk 1) Mendeskripsikan proses meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf argumentatif menggunakan model Problem Based Learning. 2) Mengetahui hasil pembelajaran menulis paragraf argumentatif menggungakan model Problem Based Learning. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rencana penelitian tindakan kelas(PTK) yang dilakukan terdiri dari 4 (empat) tahap kegiatan utama yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi (pengamatan), dan (4) refleksi. Penelitian tindakan kelas ini berlokasi di SMP Negeri 19 Halmahera Tengah pada bulan bulan April sampai bulan Juli 2020. Teknik pengumpulan data yaitu dengan teknik tes dan teknik non tes. Untuk melakukan analisis data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa kemampuan menulis paragraf argumentasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Halmahera Tengah, hal ini terlihat pada hasil belajar bahwa nilai rata-rata hasil kemampuan siswa mengalami peningkatan sebesar 20,34% yaitu dari prasiklus sebesar 63,83 menjadi 84,17. Tindakan siklus I sebesar 84,17 menjadi 86,17 pada siklus II dengan total peningkatan sebesar 2%. Keberhasilan tersebut dapat dikatakan dari perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi baik) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik). Oleh karena itu, penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Pembelajaran menulis paragraf argumentasi melalui model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Halmahera Tengah dilakukan dengan efektif, lancar dan tuntas yang terlihat dari keseriusan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Mula-mula siswa belum terbiasa dengan model pembelajaran semacam ini karena siswa baru pertama kalinya mengalami kegiatan pembelajaran dimaksud. Ketika perbaikan pembelajaran dilakukan siklus demi siklus, siswa terbiasa dengan kegiatan pembelajaran sehingga merasa berkonsentrasi dalam kegiatan pembelajaran. Anggapan siswa pembelajaran semacam ini menyenangkan sehingga siswa tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyesuaikan dengan susana pembelajaran tersebut. 2) Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan menulis paragraf argumentasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Halmahera Tengah, hal ini terlihat pada hasil belajar bahwa nilai rata-rata hasil kemampuan siswa mengalami peningkatan sebesar 20,34% yaitu dari prasiklus sebesar 63,83 menjadi 84,17. Tindakan siklus I sebesar 84,17 menjadi 86,17 pada siklus II dengan total peningkatan sebesar 2%. Keberhasilan tersebut dapat dikatakan dari perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi baik) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik)
ANALISIS MAKNA NONVERBAL UPACARA ADAT HOGO JAKO DI KELURHAN SOADARA KOTA TIDORE KEPULAUAN Syafira Wahid; Agus Boriri; Idwan Djais
KOHERENSI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2021): Koherensi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.552 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk 1) Mendeskripsikan prosesi upacara adat hogo jako. 2) Mendeskripsikan makna nonverbal upacara Adat hogo jako. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, rekaman, terjemahan dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, diskusi teman sejawat, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Soadara Kota Tidore karena di daerah ini masih melaksanakan ritual tersebut. Sumber dalam penelitian ini adalah sumber langsung (primer) dan sumber tidak langsung (sekunder). Hasil penelitian membuktikan bahwa upacara adat hogojako merupakan upacara adat yang dipercayai sebagai bentuk ikhtiar agar tidak tejadi hal-hal buruk yang menimpah calon pengantin saat berlangsungnya acara pernikahan sampai acara pernikahan selesai, juga sebagai pembuka jalan bagi kedua calon pengantin agar keduanya dapat membangun keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa 1) Prosesi upacara adat hogo jako atau mandi/bersih ini dipandu oleh 2 orang yaya se goa yang mengusapkan dimai (bahan ritual: pinang, sirih, uang logam dan pisang) ke tubuh calon pengantin yang dipangku saudara masing-masing dimulai dari kepala hingga telapak kaki diulang sebanyak 3 kali, kemudian salah satu pria dewasa membaca salawat Nabi, seiring dengan salawat Nabi dibacakan maka yaya se goa menyapukan jako, kemudian menapukan mayang pinang yang dinyalakan sumbunya, menyirami daun pandan yang berisi sumbu yang telah dinyalakan, dan berakhir pada siraman air bambu oleh yaya se goa. 2) Makna nonverbal pada upacara adat hogo jako dimulai dari alat hingga gerakan serta bacaan yang digunakan adalah sebagai pembersih diri serta ikhtiar juga permohonan kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan petunjuk, keselamatan dan kebahagian sesuai ajaran Islam dan Sunah Rasul Muhammad SAW kepada calon pengantin dalam membina rumah tangga hingga pada keturunan mereka.