Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III DALAM PERSIAPAN MENGHADAPI PERSALINAN DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI NURUSSYIFA KECAMATAN BUNISEURI CIAMIS Setiati, Nova Winda
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.123 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.449

Abstract

Berdasarkan informasi dari pihak Bidan Praktek Mandiri Nurussyifa Kecamatan Buniseuri Ciamis, diketahui bahwa dari 10 orang ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan sebanyak 8 orang merasakan kecemasan dalam persiapan menghadapi persalinan. Hal ini menandakan bahwa masih banyaknya ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan yang mengalami kecemasan. Salah satu cara yang dianggap efektif dalam menurunkan kecemasan adalah dengan aromaterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian aromaterapi untuk menurunkan kecemasan ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Rancangan penelitian eksperimen menggunakan model quasi experiment dengan bentuk two-group pretest-posttest design.Subjek pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester IIIdi Bidan Praktek Mandiri Nurussyifa Kecamatan Buniseuri Ciamis yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia ikut serta dalam penelitian dengan menandatangani lembar persetujuan. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan cara purposive random sampling yaitu dengan mengambil setiap subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sesuai kedatangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi dapat menurunkan kecemasan ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan terbukti bahwa hasil uji diperoleh nilai sebesar3,494dengan signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa nilai ρ­< 0,05 yang berarti pemberian aromaterapi dapat menurunkan kecemasan ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan. Hasil uji statistik diperoleh nilai efektivitas sebesar 1,52. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi lavender lebih efektif daripada yang tidak diberikan aromaterapi dalam menurunkan kecemasan ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan. Kata Kunci  : Efektifitas, Aromaterapi, Kecemasan, Ibu Hamil TM III, Persiapan Persalinan
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERTOLONGAN PERSALINAN DENGAN SIKAP IBU DALAM MEMILIH PENOLONG PERSALINAN Setiati, Nova Winda; Darwati, Geovani Wati
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.365 KB)

Abstract

Persalinan merupakan peristiwa penting yang senantiasa diingat dalam kehidupan wanita. Pemilihan tempat persalinan akan berdampak terhadap kesehatan ibu bersalin. Meskipun didukung oleh fasilitas dan tenaga kesehatan yang baik masih ditemukan persalinan oleh tenaga kesehatan di rumah, hal ini terjadi di Desa Sukaharja Kabupaten Ciamis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat pengetahuan ibu hamil dengan sikap yang di ambil dalam pemilihan tempat persalinan di Desa Sukaharja Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari ibu hamil pada bulan Maret-April 2018. Penelitian ini termasuk jenis kuantitatif dengan metode deskriptif analitik. Penentuan besar sampel pada penelitian ini melalui perhitungan menggunakan rumus sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan cara total sampling. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan tempat dan pertolongan persalinan antara lain tingkat pengetahuan, tingkat pendapatan, sikap, tingkat pendidikan, dukungan keluarga, jarak ke fasilitas kesehatan dan faktor usia. Saran yang dapat peneliti berikan, diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan bagi tenaga kesehatan untuk lebih memperhatikan ibu hamil dan ibu bersalin terutama dalam hal pemilihan tempat persalinan dan pertolongan persalinan yaitu   perlunya meningkatkan perhatian program-program pelayanan kesehatan melalui sosialisasi persalinan di fasilitas kesehatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TABLET TAMBAH DARAH (FE) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DUSUN GUNASARI DESA CINTANAGARA KECAMATAN JATINAGARA KABUPATEN CIAMIS Setiati, Nova Winda; Lisnamawati, Lilis
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan 'Aisyiyah bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.045 KB)

Abstract

Badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defisiensi besi sekitar 35-75 % serta semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Sekitar 40% kematian ibu di Negara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan dan kebanyakan anemia pada kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut, bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi. Berdasarkan hasil studi pendahuluan dengan teknik wawancara ke 10 orang ibu hamil dengan anemia yang dilakukan oleh penulis pada tanggal 13 Februari 2017 di Posyandu Desa Cintanagara Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis di peroleh informasi bahwa didapat beberapa faktor dan penyebab diantaranya yaitu: 1 orang faktor kekurangan gizi, 4 orang kurangnya pengetahuan akan pentingnya tablet Fe, dan 5 orang mengetahui pentingnya mengkonsumsi tablet Fe tetapi tidak mengkonsumsinya. Jadi dapat disimpulkan konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil yaitu belum mencapai target sasaran 83,4%,dan angka kejadian anemia pada ibu hamil masih tinggi yaitu sebesar 43,5%. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi korelasi dengan tujuan utama mengidentifikasi pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe dan mengidentifikasi jumlah kejadian anemia pada ibu hamil. Terdapat hubungan pengetahuan tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Desa Cintanagara Kecamatan Jatinagara.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERTOLONGAN PERSALINAN DENGAN SIKAP IBU DALAM MEMILIH PENOLONG PERSALINAN Nova Winda Setiati; Geovani Wati Darwati
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.365 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v15i1.242

Abstract

Persalinan merupakan peristiwa penting yang senantiasa diingat dalam kehidupan wanita. Pemilihan tempat persalinan akan berdampak terhadap kesehatan ibu bersalin. Meskipun didukung oleh fasilitas dan tenaga kesehatan yang baik masih ditemukan persalinan oleh tenaga kesehatan di rumah, hal ini terjadi di Desa Sukaharja Kabupaten Ciamis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat pengetahuan ibu hamil dengan sikap yang di ambil dalam pemilihan tempat persalinan di Desa Sukaharja Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari ibu hamil pada bulan Maret-April 2018. Penelitian ini termasuk jenis kuantitatif dengan metode deskriptif analitik. Penentuan besar sampel pada penelitian ini melalui perhitungan menggunakan rumus sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan cara total sampling. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan tempat dan pertolongan persalinan antara lain tingkat pengetahuan, tingkat pendapatan, sikap, tingkat pendidikan, dukungan keluarga, jarak ke fasilitas kesehatan dan faktor usia. Saran yang dapat peneliti berikan, diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan bagi tenaga kesehatan untuk lebih memperhatikan ibu hamil dan ibu bersalin terutama dalam hal pemilihan tempat persalinan dan pertolongan persalinan yaitu   perlunya meningkatkan perhatian program-program pelayanan kesehatan melalui sosialisasi persalinan di fasilitas kesehatan.
HUBUNGAN ANTARA PELAYANAN KB IMPLAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN AKSEPTOR KB IMPLAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIRANCAN KABUPATEN KUNINGAN Nova Winda Setiati; Ai Nurasiah; Indri Yuliani
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 1 No 02 (2021): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v1i02.255

Abstract

Pelayanan KB IUD adalah bagaimana akseptor dilayani oleh suatu sistem yang memberikan pelayanan KB IUD yang akan menjamin bahwa klien dilayani dengan tanggung jawab dan perhatian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi pelayanan KB, mengidentifikasi tingkat kepuasan dan menganalisis adakah hubungan antara pelayanan KB dengan tingkat kepuasan akseptor KB implan di Wilayah Kerja Puskesmas Mandirancan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pelayanan KB implan dengan tingkat kepuasan pada akseptor KB implan di Wilayah Kerja Puskesmas Mandirancan Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh akseptor di Wilayah Kerja Puskesmas Mandirancan dengan jumlah akseptor KB implan 128 yang diambil secara total sampling instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat diuji secara chi square. Hasil penelitian didapatkan dari 82 responden dengan pelayanan yang baik sebagian besar tingkat kepuasan dalam pelayanan KB implan yaitu memuaskan (69,5%). Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai p yaitu 0,000 dengan tingkat kemaknaan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa nilai p yaitu 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak artinya ada hubungan yang signifikan antara pelayanan KB implan terhadap kepuasan akseptor KB implan di Wilayah Kerja Puskesmas Mandirancan Kabupaten Kuningan.
HUBUNGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU BERSALIN DENGAN LAMANYA PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIAMIS KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2019 Novi Oktaviani, Nova Winda Setiati,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 2, No 1 (2020): Tetap Produktif dan Eksis Selama dan Pasca Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu indikator pembangunan di bidang kesehatan adalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Menurut penyebabnya kematian ibu dibagi menjadi dua yaitu kematian langsung dan tidak langsung. Kematian ibu tidak langsung merupakan akibat dari penyakit yang sudah ada, misalnya anemia. Ibu hamil dikatakan anemia jika haemoglobin darahnya kurang dari 11gr%. Anemia dapat menimbulkan gangguan his pada saat persalinan baik primer maupun sekunder yang dapat mempengaruhi pada kekuatan mengejan sehingga ibu menjadi lemah, dan dapat memperlambat persalinan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan kejadian anemia pada ibu bersalin dengan lamanya persalinan di wilayah kerja Puskesmas Ciamis Kabupaten Ciamis Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang bersalin periode maret-april sebanyak 67 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Acidental Sampling dengan jumlah sampel 25 orang. Hasil penelitian diketahui frekuensi kejadian anemia pada ibu bersalin sebagian besar adalah kategori tidak anemia sebanyak 14 orang (56%), frekuensi lamanya persalinan sebagian besar adalah kategori normal sebanyak 12 orang (48%). Kesimpulan terdapat hubungan antara anemia pada ibu bersalin dengan lamanya persalinan di wilayah kerja Puskesmas Ciamis Kabupaten Ciamis, ditunjukkan dengan nilai ρ value 0,000 <α 0,05. Saran untuk Puskesmas dapat memonitor pelaksanaan pemeriksaan Hb pada ibu hamil trimester III.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU POSTPARTUM TENTANG MANFAAT PERAWATAN PAYUDARA DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS SUKAMULYA KABUPATEN KUNINGAN Setiati, Nova Winda; Nurjannah, Siti Nunung; Sumardiyono, Dr. Sumardiyono
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v21i2.761

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG EFEK SAMPING DENGAN MOTIVASI PENGGUNAAN IUD PADA PUS (PASANGAN USIA SUBUR) DI DESA BENDASARI KECAMATAN SADANANYA TAHUN 2017 Nova Winda Setiati
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 1, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v1i1.1788

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk sebanyak 252.124.458 jiwa dengan luas wilayah 1.913.378,68 km2 dan  kepadatan  penduduk  sebesar  131,76  jiwa/km2   (Depkes  RI,  2014).Provinsi Jawa Barat masih menjadi salah satu provinsi teratas sebagai penyumbang angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Menurut laporan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di tahun 2015 jumlah kasus kematian ibu melahirkan karena hamil, persalinan, dan nifas meningkat cukup tajam dari 748 kasus di tahun 2014 menjadi 823 kasus di 2015. Kondisi serupa juga terjadi pada bayi baru lahir, yakni meningkat dari 3098 kasus di tahun 2014 menjadi 3369 kasus di tahun  2015. Rata-rata setiap hari provinsi Jawa Barat pada tahun 2015 kehilangan 2 ibu dan 9 bayi akibat kematian tersebut. (KemenKes Jabar , 2016) Kontrasepsi IUD merupakan salah satu jenis kontrasepsi efektif, yaitu pemakaian IUD dengan satu kali penggunaan untuk jangka yang lama. Perkembangan bentuk IUD serta kesadaran yang meningkat akan perlunya pengendalian kesuburan dengan teknik penggunaan yang benar, maka kini IUD telah dapat di terima secara luas di kalangan masyarakat (wiknjosastro. 2007). Untuk mengetahui tentang hubungan pengetahuan ibu tentang efeksamping dengan motivasi penggunaan IUD pada PUS (Pasangan Usia Subur) di Desa Bendasari Kecamatan Sadananya Tahun 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah PUS (Pasangan Usia Subur) yang ada di Desa Bendasari Kecamatan Sadananya sebanyak 787 orang. dan kemudian ditarik sampel menggunakan simple random sampling menjadi 98 orang. Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan pengetahuan Ibu tentang efek samping penggunaan IUD dengan Motivasi Ibu terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD dengan nilai  value 0.00. Disarankan bagi responden yang masih memiliki tingkat pengetahuan yang kurang supaya menambah pengetahuanya dengan cara lebih banyak membaca ataupun mencari tahu lewat media informasi yang ada
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENTINGNYA MELINDUNGI DIRI DALAM MASA AKB (ADAPTASI KEBIASAAN BARU) DI ERA NEW NORMAL COVID-19 BERDASARKAN SUMBER INFORMASI DI POSYANDU MAWAR DESA SUKAHARJA 2021 Aina Awaliah; Dewi Laelatul Badriah; Nova Winda Setiati
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 2 No 01 (2021): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v2i01.346

Abstract

Ibu hamil tercatat salah satu kelompok rentan risiko terinfeksi covid-19 dikarenakan pada masa kehamilan terjadinya perubahan fisiologi yang mengakibatkan penurunan kekebalan parsial. Data sebaran covid-19 pada 30 Januari 2021 di Kabupaten Kuningan menyebutkan bahwa kasus covid-19 di Kabupaten Kuningan jumlahnya yaitu sebanyak 339 pasien positif yang sedang melakukan karantina, total penderita yang sembuh yaitu sebanyak 2379 jiwa, dan kasus meninggal dunianya sebanyak 52 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya melindungi diri dalam masa AKB di era new normal covid-19 berdasarkan sumber informasi di Posyandu Mawar Desa Sukaharja 2021. Jenis penelitian ini deskriptif dengan rancangan observasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu hamil di Desa Sukaharja, teknik pengambilan sampling menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh ibu hamil yang berjumlah 30 orang. Instrument yang digunakan dengan menggunakan kuesioner dan lembar checklist dan analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian diketahui bahwa dari 30 ibu hamil sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebanyak 17 orang (56,7%), sebagian besar ibu hamil mendapatkan informasi televisi melalui berita sebanyak 18 orang (60%), sedangkan yang memiliki pengetahuan dari sumber informasi internet facebook sebanyak 17 orang (56,7%), ibu hamil yang memiliki pengetahuan dari sumber informasi tenaga kesehatan bidan yaitu 14 orang (46,7%), dan yang memiliki pengetahuan dari sumber informasi keluarga yaitu suami sebanyak 19 orang (63,3%).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU TENTANG GOLDEN PERIOD PADA ANAK BATITA DI POSYANDU DESA GARAJATI KECAMATAN CIWARU 2021 Dinda Nur Azizah; Dewi Laelatul Badriah; Nova Winda Setiati
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 2 No 01 (2021): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v2i01.352

Abstract

Golden Period adalah masa disaat otak bayi mengalami perkembangan yang paling cepat. Kader sebagai salah satu ujung tombak kesehatan masyarakat di Desa bertugas menjadi jembatan antara masyarakat dengan petugas kesehatan, harus memiliki pengetahuan tentang kesehatan salah satunya tentang Golden Period pada tumbuh kembang anak batita. Hasil studi pendahuluan dari 5 orang kader terdapat 3 orang yang belum mendapat informasi khusus tentang golden period, 2 kader berpendidikan SMP dan 1 orang berpendidikan SMA yang semuanya berusia lebih dari 35 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan kader tentang golden period.           Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik desain korelasional. Populasi penelitian ini adalah semua kader posyandu Desa Garajati sebanyak 30 orang dengan teknik total sampling, instrument yang digunakan adalah kuesioner. Rancangan analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik rank spearman.           Kader sebagian besar berpendidikan SLTA/SMA 16 orang (53,3%), sebagian besar kader berusia diatas 35 tahun 24 orang  (80,0%), sebagian besar kader mendapatkan informasi dari media elektronik sebanyak 19 orang (63,3%), Hasil penelitian ini terdapat hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan kader dengan nilai koefisien korelasi 0,692. Tidak terdapat hubungan antara usia dengan pengetahuan karena nilai koefisien korelasi 0,102 yang berarti tidak ada korelasi antara usia dan pengetahuan. Terdapat hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan kader posyandu dengan nilai koefisien korelasi 0,396.             Kader Posyandu diharapkan lebih antusias dalam mencari informasi tentang Golden Period pada tumbuh kembang anak batita sehingga dapat meningkatkan pengetahuan kader tentang golden period pada anak batita. The Golden Period is the time when the baby's brain develops the fastest. Cadres as one of the spearheads of public health in the village are tasked with being a bridge between the community and health workers, they must have knowledge about health, one of which is about the Golden Period on the growth and development of toddlers. The results of the preliminary study of 5 cadres, there are 3 people who have not received special information about the golden period, 2 cadres with junior high school education and 1 person with high school education, all of whom are more than 35 years old. The purpose of this study was to identify factors related to the knowledge of cadres about the golden period. The type of research used is correlational design analytic. The population of this study were all posyandu cadres of Garajati Village as many as 30 people with total sampling technique, the instrument used was a questionnaire. The data analysis design used was univariate analysis and bivariate analysis with Spearman rank statistical test. Most cadres have high school/high school education 16 people (53.3%), most cadres over 35 years old 24 people (80.0%), most cadres get information from electronic media as many as 19 people (63.3%), The results of this study there is a relationship between education and knowledge of cadres with a correlation coefficient of 0.692. There is no relationship between age and knowledge because the correlation coefficient value is 0.102, which means there is no correlation between age and knowledge. There is a relationship between the source of information and knowledge of posyandu cadres with a correlation coefficient of 0.396. Posyandu cadres are expected to be more enthusiastic in seeking information about the Golden Period in toddlers' growth and development so that they can increase cadres' knowledge about the golden period in toddlers.