Ernayulis
SMA Negeri 3 Banda Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PPKN PADA PESERTA DIDIK KELAS X MIPA 6 SMAN 3 BANDA ACEH TAHUN AJARAN 2018/2019 Ernayulis
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian
Publisher : Yayasan Hurriah, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English: Team Games Tournament type cooperative learning model as a learning model that involves all students and group work, this learning model also requires students to compete through tournaments in games so that it will trigger to improve Civics learning outcomes. This study aims to determine the improvement of student learning outcomes in Civics through the Team Games Tournament learning model on the subject matter of Threats to National Integration. This research was conducted at SMAN 3 Banda Aceh, in class X MIPA 6 with a total of 34 students, consisting of 15 boys and 19 girls. This research uses a qualitative approach with the type of research is classroom action research, which is carried out in 2 cycles. Each cycle consists of 4 stages, namely: planning, implementation, observation, and reflection. Data analysis was carried out classically using the percentage formula. The results of data analysis show that: (1) Learning with the Team Games Tournament Model can complete student learning outcomes classically, namely 91.18%, meaning that 31 of 34 students have achieved mastery in learning from the KKM score of 76. (2) Learning with the Team Games Tournament model can also improve teacher skills. Based on the results of observations, the average implementation of learning by teachers reaches 96.55%. (3) Learning with the Team Games Tournament learning model can increase student activity. The results of the observation of student activities in cycle II reached 82.35% or as many as 28 students were active and focused in participating in learning in cycle II. Thus, learning with the Team Games Tournament model can increase student activities and complete their learning outcomes classically. Bahasa: Model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament sebagai model pembelajaran yang melibatkan seluruh peserta didik dan kerjasarna kelompok, model pembelajaran ini juga menuntut peserta didik untuk berkompetisi melalui turnamen dalam permainan sehingga akan memicu untuk memperbaki hasil belajar PPKn. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar PPKn peserta didik melalui model pembelajaran Team Games Tournament pada materi pokok Ancaman Terhadap Integrasi Nasional. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 3 Banda Aceh, di kelas X MIPA 6 dengan jumlah 34 orang peserta didik, yang terdiri dari 15 laki-laki dan 19 perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas, yang dilakukan dengan 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Analisis data dilakukan secara klasikal dengan menggunakan rumus persentase. Hasil analisis data menunjukan bahwa:(1) Pembelajaran dengan Model Team Games Tournament dapat menuntaskan hasil belajar siswa secara klasikal yaitu 91,18%, artinya 31 dari 34 orang peserta didik telah mencapai ketuntasan dalam belajar dari nilai KKM yaitu 76. (2) Pembelajaran dengan model Team Games Tournament juga dapat meningkatkan keterampilan guru. Berclasarkan hasil observasi, rata-rata keterlaksanaan pembelajaran oleh guru mencapai 96,55%. (3) Pembelajaran dengan Model pembelajaran Team Games Tournament dapat meningkatkan aktivitas siswa. Untuk hasil observasi aktivitas peserta didik pada siklus II mencapai 82,35% atau sebanyak 28 orang siswa telah aktif dan fokus dalam mengikuti pembelajaran pada siklus II. Dengan demikian, pembelajaran dengan model Team Games Tournament dapat meningkatkan aktivitas peserta didik dan menuntaskan hasil belajar mereka secara klasikal.