Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Midwifery and Health Administration Research

HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU NIFAS DENGAN PENGETAHUAN ASI EKSLUSIF DI KABUPATEN BREBES Rosmalia Kamil; Silpi
Journal of Midwifery and Health Administration Research Vol 3 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu KesehatanBrebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8245346

Abstract

Background: Breast milk is the main and first food for newborns and the best and natural, containing all nutrients as needed for optimal growth and development of babies. The problem of exclusive breastfeeding is that there is still a low understanding of postpartum mothers, families and communities about exclusive breastfeeding. The habit of giving food or drink early from some people also triggers the lack of success in exclusive breastfeeding. Exclusive breastfeeding is the provision of breast milk (ASI) without food and drink (including lemon juice, honey, sugar water), which starts from newborn (BBL) until the age of 6 months. The purpose of this study is, To determine the relationship between the characteristics of postpartum mothers with Exclusive Breastfeeding Knowledge in PMB Mrs. S Kluwut Village in 2022. Methods: This research is an analytical descriptive research. The population in this study is postpartum mothers totaling 48 people in PMB Mrs. S Kluwut Village, Brebes Regency. Total sampling data collection technique, the total sample used in this study was 48 people. Univariate and bivariate data analysis was then analyzed with Chi square statistical tests. Results: The results showed a relationship between maternal education and maternal knowledge about exclusive breastfeeding (p 0.023 < 0.05), there was a relationship between work and maternal knowledge about exclusive breastfeeding (p 0.000 < 0.05), there was a relationship between parity with maternal knowledge about exclusive breastfeeding (p 0.036 < 0.05). Conclusion: The results showed that there was a relationship between education, work, and maternal parity with maternal knowledge about exclusive breastfeeding with a p value of < 0.05. The need to provide counseling about exclusive breastfeeding not only to postpartum mothers, but also to women of childbearing age so that knowledge about exclusive breastfeeding becomes better.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG STUNTING PADA REMAJA Rosmalia Kamil; Intan Monik Pratami
Journal of Midwifery and Health Administration Research Vol 4 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu KesehatanBrebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stunting memiliki dampak yang berpengaruh terhadap masa depan anak apabila tidak dilakukan pencegahan sejak dini. Pencegahan stunting dapat dilakukan pada siklus daur hidup di tahap remaja. Pengetahuan gizi remaja khususnya remaja putri mengenai stunting sangat penting untuk mencegah terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan survei melalui kuesioner kepada remaja putri di Pondok Pesantren Al Falah Jatirokeh. Kuesioner ini dirancang secara cermat untuk mencakup berbagai aspek pengetahuan tentang stunting, termasuk definisi, penyebab, dampak, serta cara pencegahan. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan responden termasuk dalam kategori kurang sebanyak 21 orang dan sebagian kecil kategori baik sebanyak 9 orang. Tingkat pengetahuan remaja putri tentang stunting di Pondok Pesantren Al Falah Jatirokeh masih perlu ditingkatkan. Sebagian besar responden memiliki pemahaman umum tentang stunting, namun sebagian besar dari mereka masih belum siap dalam mengidentifikasi faktor risiko yang menyebabkan stunting. Selain itu, hasil juga menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri pada pondok pesantren ini kurang paham tentang dampak jangka panjang yang ditimbulkan oleh stunting. Kesimpulan: Upaya kolaboratif antara pendidik, staf, dan orangtua diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja putri Pondok Pesantren Al Falah tentang stunting.