Binsar Silitonga
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Katolik Santo Thomas

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Studi Potensi Air Buangan Permukaan Perkotaan Sebagai Sumber Air Irigasi Binsar Silitonga
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 1 No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.713 KB) | DOI: 10.54367/jrkms.v1i1.233

Abstract

Indonesia geographical location (60LU-110LS) causes most of its region experience heavy amount of rainfall. Overflowing rain water is consequently ample in amount, and potentially a great source for irrigation. Both urban and subburbs part of Medan, where some primary livelihood is in agriculture, benefit from this natural event. However the level of availability all year is not certain. Too much in rainy season means flood, and too little means drought in dry season. Farmers normally neglected the importance of storing rain water in rainy season in order to supply the dry season, and thus becomes problem for farmers. How much water can potentially be used for agriculture in urban area, what is the relationship between water amount with soil texture, types of certain-soil-suitable crop, plant growth period. This research aims to analyze and answer this particular question.
Perencanaan Hidrolis Pintu Pada Bangunan Pengambilan Air (Intake) Binsar Silitonga; Hendry Hendry
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 1 No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.154 KB) | DOI: 10.54367/jrkms.v1i2.282

Abstract

The planning process of an intake water building must be conducted properly, such by considering several aspects namely topography, hydro-climatology, and also hydraulic condition of existing stream. In the planning of intake water building, the dimensions of water gate are based on the existing weir building. The Existing Dam building in this study is Sei Bingei weir. This weir was constructed to detain the flow of Bingei River. The weir is used to collect water to fill the demand of water company (PAM) Tirta Sari Binjai City.
Identifikasi Sistem Drainase Untuk Penanganan Banjir Kota Medan Binsar SILITONGA
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.736 KB) | DOI: 10.54367/jrkms.v2i1.434

Abstract

Medan City as the capital city of North Sumatra Province has experienced a fairly rapid development in recent years. Various development sectors grow and develop along with increasing economic growth. The housing, services and trade sector is a significant sector of progress. This has resulted in increased intensity and expansion of land use in urban areas. The cause of the flood problem in Medan City is not only absolutely in the downstream of the river, but also in the upstream and middle of the river. The more critical the water catchment area in the Deli river, which is the main watershed that flows in Medan City, where it is estimated that the good condition of the land currently only ranges from 3-4%, causing the flow of the flow to be greater in the downstream. Thus the management and control of the flood in Medan needs to be taken into account with regard to the topographic conditions.
Pengukuran Seismik Dengan Metode HVSR Untuk Pendugaan Bencana Gempa Bumi Binsar Silitonga
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 5 No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v5i2.2184

Abstract

Berdasarkan sumber dan penyebabnya maka bencana alam dapat dikelompokkan menjadi bencana alam geologi yaitu berupa gempa bumi, tsunami, letusan gunung api dan longsor serta bencana alam hidroklimatologi, yaitu berupa banjir, kekeringan, angin topan, gelombang pasang. Berdasarkan kondisi geologi yang ada, maka di Kabupaten Labuhanbatu Selatan sebagai lokasi tempat penelitian mempunyai potensi bencana alam geologi berupa bencana longsor, bencana gempa bumi, dan bencana banjir. Dan untuk mengetahui seberapa besar potensi bencana gempa bumi dilakukan pengujian percepatan pada batuan dasar dengan metode HVSR.
Analisis Parameter Untuk Perencanaan Bangunan Intake Binsar Silitonga; Miduk E. Sidabutar; Rizal D. Tamba
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 6 No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v6i1.2559

Abstract

Untuk kepentingan sistem penyediaan air minum yang melayani Kabupaten Serdang Bedagei dan Kota Tebing Tinggi, maka dimanfaatkanlah Sungai Padang sebagai tempat pengambilan air baku. Dengan mempertimbangkan banyak parameter, model yang dipilih adalah dengan pengambilan bebas. Dari hasil analisis memakai HEC-RAS, jumlah air terpakai masih sangat cukup yakni hanya 2% dari kemampuan debit aliran yang masih bisa dimanfaatkan.
Analisis Karakteristik Curah Hujan Kota Medan Bagian Utara dengan Menggunakan 3 Data Stasiun Hujan Henry Muliadi Nababan; Binsar Silitonga; Reynaldo Siahaan
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 6 No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v6i2.3017

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai karakteristik curah hujan yang berada di wilayah administrasi Kota Medan bagian Utara, dengan menggunakan beberapa Stasiun periode 2000 s/d 2019. Adapun Stasiun terdiri dari 3 dan 1 Stasiun tambahan yaitu (1) Stasiun BMKG Belawan, (2) Stasiun BMKG Helvetia, (3) Stasiun BMKG Sampali dan (4) Stasiun BMKG Pancur Batu. Analisa karakteristik curah hujan dilakukan dengan menganalisa pola distribusi hujan setiap stasiun dan secara keseluruhan keempat stasiun. Kemudian dilakukan analisa karakteristik curah hujan dengan perhitungan intensitas periode ulangnya dan mengetahui pola kurva IDF (Intensity Duration Frekuensi) Kota Medan bagian Utara. Hasil analisa menunjukkan bahwa curah hujan Kota Medan bagian Utara jika diambil dari keempat stasiun memiliki pola yang hampir sama yaitu sama berpola ekuatorial. Adapun hasil pola kurva IDF menunjukkan bahwa intensitas hujan yang tinggi berlangsung dalam durasi pendek. Hal tersebut berarti bahwa hujan deras pada umumnya berlangsung dalam waktu singkat namun hujan tidak deras bisa berlangsung dalam waktu lama.