Simon Dertha Tarigan
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Katolik Santo Thomas

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kajian Kriteria Perencanaan Dan Metode Pelaksanaan Struktur Reservoir Johannes TARIGAN; Simon Dertha Tarigan; Ernie Shinta Yosephine Sitanggang; Philip Amsal Aprianto Ginting
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 1 No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.894 KB) | DOI: 10.54367/jrkms.v1i2.281

Abstract

Reservoir is a building used as a place to hold clean water before being distributed. Artificial resevoir can be a steel tank or reinforced concrete tub. For reservoir that is planned to accommodate large amounts of water capacity, it is usually more effective to use reinforced concrete. Evaluation and analysis of reservoir construction is one of the important aspects to ensure that the reservoir design meets the requirements of strength and stability, as well as functional abilities. The problem that often occurs in reservoir buildings is the occurrence of uncontrolled uplift which results upward movement in the construction of the reservoir, and also the reservoir building often decreases differently due to improper foundation systems. This different decline resulted in cracks on the floor of the reservoir building which in turn will cause damage and malfunction of the reservoir construction. This paper contains a study of planning evaluation and analysis, and the method of implementation of severalconstructions of reservoir structures that have been carried out. The results of this study are expected to provide input and help planners and contractors to build reinforced concrete reservoirs that comply with the correct planning criteria, so that the building can function properly as planned.
Studi Desain Reklamasi Dengan Timbunan Bertahap dan Prefabricated Vertical Drain dengan Metode Elemen Hingga Anthonius ONGGO; Simon Dertha TARIGAN
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.967 KB) | DOI: 10.54367/jrkms.v2i1.432

Abstract

Soft clay substantial settlement and requires longer time to finish consolidation. The observed project in this study is reclamation project. Reclamation is carried out with a gradual piling method so that the strength gain occurs in the soil layer under reclaimed soil. Piling is done repeatedly, with an initial elevation of +2m, second piling with a total elevation of +5m, and the third piling with a total elevation +8mASL. Piling material in this project is compacted sand material, with specified specifications. The use of sand material results in the potential for liquefaction. Therefore it is necessary to conduct soil improvement, and PVD with preloading is chosen which is useful for accelerating the consolidation time. The Prefabricated Vertical Drain method is installed along the reclamation area. This study aims to analyze the soil settlement over time both using PVD and without using PVD. The effect of PVD installation by preloading was analyzed using PLAXIS 2D with axisymmetric for single-drain, and was further modeled in multi drain using plane strain. Single drain modeling into multi drain needs to be done axisymmetic equivalence to plane strain. The soil parameters used are the results of the N-SPT value correlation from various sources.
Analisis Potensi Likuifaksi Akibat Gempa (Studi Kasus : Reklamasi Pelabuhan Kontainer Belawan Fase-2) Mario HUTAGALUNG; Simon Dertha TARIGAN
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3384.073 KB) | DOI: 10.54367/jrkms.v2i1.433

Abstract

One of the impacts caused by an earthquake is the strength loss of the soil due to cyclic stresses calledliquefaction. Liquifaction usually occurs in loose sand. The objective of this study is to determine thepotential of liquefaction in observed project. The project observed in this study is reclamation project.Analysis for potential liquefaction is done using the Simplified Procedure Method. Firstly, determinethe value of peak acceleration in bedrock in the study area based on the 2010 Indonesian EarthquakeHazard Map. Secondly, collect soil data based on CPT-u testing. Based on these data, the accelerationvalue (Amplification/Deamplification) can be found on each soil layer when being moved from thebedrock to the ground surface. By comparing the average shear stress caused by the acceleration ofthe earthquake to the effective vertical stress at each soil layer, we can obtain the value of CyclicStress Ratio. Lastly, calculate CRR (Cyclic Resistant Ratio) which is the value of soil resistance toliquefaction. Based on CRR value, it can be seen the corrected conus penetration value (qc1N). Thethree parameters are then connected in the NCEER 1996 chart to assess which soil layers arepotentially liquefied or not during an earthquake.
Analisis Struktur Portal Baja Dengan Sistem Rangka Bresing Konsentrik Khusus (SRBKK) Dengan Menggunakan Peta Gempa 2017 Indah Sari Sibagariang; Simon Dertha Tarigan
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 5 No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v5i2.2109

Abstract

Material yang cocok digunakan untuk bangunan tahan gempa adalah baja, karena baja merupakan material yang memiliki kekuatan dan kekakuan yang cukup tinggi dan lebih ringan. Agar bangunan struktur baja menjadi lebih daktail, maka diberikan bresing pada beberapa bagian dari bangunan tersebut. Penelitian ini membahas mengenai kinerja beberapa tipe bresing yang ditempatkan di eksterior tengah dari struktur bangunan 10 lantai di Kota Medan. Adapun struktur terdiri dari 4 model yaitu (1) struktur tanpa bresing, (2) struktur dengan diagonal braced CBF, (3) struktur dengan Inverted V-braced CBF, (4) struktur dengan X-braced CBF. Analisis gempa dilakukan dengan metoda dinamik respon spectrum, dengan asumsi  tanah sedang. Beban gempa desain diperoleh dari Peta Sumber & Bahaya Gempa Indonesia 2017, dengan probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun (gempa 2500 tahun). Analisis struktur dilakukan untuk mengetahui perubahan perpindahan (displacement), simpangan antar lantai (drift) dan drift ratio dari setiap model struktur. Hasil analisis menunjukan tipe X-braced CBF memberikan kontribusi kinerja yang paling baik. Namun, ketiga tipe bresing tidak memiliki perbandingan yang cukup signifikan. Jika dilihat dari segi penambahan material baja, tipe diagonal braced CBF lebih ekonomis dibanding tipe Inverted V-braced CBF, X-braced CBF.
Perencanaan Pondasi Mesin Pabrik Kelapa Sawit PT. Brau Agro Asia P.O.M Teguh Solafide Gulo; Simon Dertha Tarigan
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 6 No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v6i1.2560

Abstract

Pondasi adalah bagian dari struktur bangunan yang memiliki fungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari stuktur atas ke tanah dasar. Pondasi harus cukup kuat menahan beban struktur atas tanpa terjadinya penuruanan pada sistem strukturnya. Untuk analisa beban dinamis menentukan besarnya amplitudo yang terjadi dan menentukan supaya getaran yang terjadi tidak menggangu manusia dan lingkungan di sekitarnya dengan menggunakan metode lumped parameter system, serta merencanakan penulangan dari pondasi mesin generator set tersebut. Dari hasil perencanaan didapatkan desain pondasi mesin dengan ketebalan 1,5 meter dengan panjang 5,225 meter dan lebar 2,21 meter. Digunakan tulangan D22-75 mm untuk tulangan lentur dan untuk tulangan geser memakai tulangan minimum D8-300 mm. Mesin generator set ini memiliki frekuensi 5000 rpm dan besarnya amplitude vertikal yang terjadi sebesar 0,00010 in, masuk dalam kategori “Easily Noticeable to person”, yang berarti : sedikit terasa terhadap lingkungan sekitar. Besarnya amplitude horizontal 0,077 masuk dalam zona “Good”. Kedua kategori masuk dalam syarat aman persyaratan perencanaan pondasi mesin.
Analisis Struktur Beton Bertulang dengan Sistem Flat Slab Dilengkapi Drop Panel pada Bangunan Bertingkat Imanuel Lurybson Zega; Martius Ginting; Simon Dertha Tarigan
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 6 No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v6i2.3016

Abstract

Flat slab adalah pelat beton bertulang yang tidak memiliki balok atau girder, sehingga beban langsung diteruskan ke kolom. Dalam perencanaan flat slab dengan drop panel untuk struktur bangunan beton bertulang, perlu mematuhi pedoman yang terdapat dalam SNI 2847:2019. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sistem perkuatan flat slab, perkuatan drop panel, dan kapasitas strukturalnya dalam menanggung beban, terutama fokus pada tegangan geser pons (punching shear) yang terjadi pada bagian kritis. Dalam pelaksanaan penelitian ini, kita akan mengandalkan penelitian literatur sebagai sumber referensi. Penulis akan melakukan analisis struktural tiga dimensi pada sistem flat slab menggunakan perangkat lunak Etabs V18 dan memasukkan beban sesuai dengan ketentuan SNI 1727:2020, juga akan memasukkan beban akibat gempa dengan mengacu pada analisis respons spektrum sebagaimana yang diatur dalam SNI 1726:2019. Setelah analisis struktural selesai dan hasilnya telah diperoleh, maka dilakukan desain perkuatan pada pelat di setiap bagian dan desain perkuatan pada drop panel. Selanjutnya, perhitungan tegangan geser pons (punching shear) pada pelat akan dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, diperkirakan bahwa luas perkuatan lentur yang dibutuhkan pada pelat dan drop panel, serta tegangan geser pons yang dialami oleh pelat, akan lebih kecil daripada kapasitas tegangan geser yang dapat ditanggung oleh beton itu sendiri.