Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH PERBAIKAN FAKTOR DAYA PADA KINERJA KOMPOR INDUKSI Lukman Subekti; Ma'un Budiyanto
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2012): Computation And Instrumentation
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompor induksi bekerja dengan pemanfaatan arus eddy pada objek kerja dalam lingkup kumparan induktif yang dicatu arus bolak-balik dengan frekuensi tinggi. Kinerja kompor induksi sangat dipengaruhi oleh besarnya nilai induktif untuk menghasilkan medan elektromagnetik. Besarnya medan elektromagnetik akan menyerap daya reaktif pada jala-jala suplai tenaga listrik yang pada akhirnya akan menurunkan faktor dayanya. Pada penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh perbaikan faktor daya terhadap kinerja kompor induksi. Penelitian ini dilakukan dengan cara menambah beberapa kapasitor pada saluran masuk ke kompor induksi. Dari hasil pengukuran maupun perhitungan menunjukkan bahwa untuk kompor merk A kenaikan faktor daya dari 0.8 sampai dengan 0.97 justru memperlama pendidihan 1 liter air, yakni dari 412 detik sampai dengan 440 detik. Di lain pihak yang terjadi pada kompor merk B, kenaikan faktor daya dari 0.89 sampai dengan 0.985 akan mempersingkat waktu, yakni dari 279 detik sampai dengan 254 detik.
PENGONTROLAN PEMUTUS BALIK OTOMATIS DENGAN LAYANAN PESAN SINGKAT Wahyudi, Nizar Agung; Subekti, Lukman
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana alam seperti erupsi gunung berapi dapat diketahui sebelumnya melalui informasi yang disampaikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Material vulkanis atau awan panas dapat merusak bangunan dan juga instalasi listriknya. Salah satu indikasi kerusakan instalasi listrik adalah kegagalan sistem isolasinya, sehingga hal tersebut dapat mengakibatkan adanya arus lebih. Arus listrik lebih yang mengalir terlalu lama berakibat munculnya kerusakan jaringan listrik lainnya. Salah satu cara untuk memutus adanya arus lebih pada jaringan instalasi listrik adalah dengan memasang PBO. Pemutus Balik Otomatis (PBO) adalah salah satu alat yang cukup penting dalam sistem proteksi jaringan listrik dengan cara pemutusan berulang. Penelitian ini membahas tentang rangkaian pemutus balik otomatis elektronis yang digunakan untuk memantau arus lebih yang kemudian dibaca oleh sensor arus lalu diubah menjadi tegangan analog. Setelah proses pengubahan, selanjutnya akan diproses oleh mikrokontroler ATMega8535 sebagai pengendali pada sistem alat ini. Software dalam ATMega8535 dirancang sebagai pengendali relai untuk memutus balik secara otomatis dengan waktu tunda dan pengunciannya setelah melampaui batas counter yang sudah ditentukan dan akan diinformasikan dengan media layanan pesan singkat (SMS). Kemudian untuk memfungsikan kembali dapat di-reset melalui tombol reset atau telepon genggam dengan mengirim SMS. Pada penelitian ini, layanan pesan singkat juga dapat digunakan untuk mengontrol hidup / matinya PBO. Pemutus Balik Otomatis ini dapat beroperasi sebagai pengaman jaringan instalasi listrik dan dapat dikontrol dari manapun melalui SMS dengan waktu ± 10 detik.
UNJUK KERJA MOTOR INDUKSI ROTOR LILIT SEBAGAI VARIABEL-TRANSFORMATOR (The Performance of a Wound Rotor Induction Motor used as a Variable Transformer) Lukman Subekti; Ma'un Budiyanto
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generally induction motor is used as a tool to change electric power to mechanic one. In forced condition wound-rotor induction motor can be used as transformer. This case can be accepted for both machines work by induction principle. Stator is the primary side of a three phase-transformer. Magnetic field produced by stator cuts across rotor conduction. This induction voltage cases the rotor current to flow. However, induction motor is one of non-linear load and be able to cause harmonic in alternating current.The objective of this research is to acknowledge the work of wound-rotor induction motor when its function is changed into a transformer.The research was done by the wound rotor supplied sinusoidal voltage as the primary of a three phasetransformer. The magnetic filed produced by rotor cuts across stator conductor. Rotor position was regulated from 0o, 45o, 90o, 135o, up to 360o. In stator winding, the amount of emf induced proportional to the rate of flux change and the number of its wound.The result of research shows that wound-rotor induction motor can be used as variable transformer. Voltage change obtained is about 8%. Voltage waved) form is defect sinusoidal. The average value of Total Harmonic Distortion (THD) is 1.8% for displacement of rotor angle from 0o up to 360o.
Analisis Pengaruh Ketidakseimbangan Beban dan Harmonisa Terhadap Arus Netral Pada Trafo Distribusi 8 Kapasitas 500 KVA di PPSDM Migas Cepu Riki Khomarudin; Lukman Subekti
Jurnal Listrik, Instrumentasi, dan Elektronika Terapan Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Elektro dan Informatika Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/juliet.v1i2.59560

Abstract

Distribution transformer 8 at PPSDM Migas Cepu has a capacity of 500 kVA with load connected to boiler and refinery. The loading connected to the distribution transformer 8 is the majority of the 3-phase motor pump load and some 1-phase pump motors. In this case study measurements were made using the ampere pliers as the hypothesis of the current of each phase. From the measurement result there is imbalance of load between channel and also there is current value of neutral conductor side. And to know the content of harmonics on the distribution transformer, then measured with a power quality analyzer.The result of measurement with fluke quality 436 type fluke quality got result of measurement that current value at neutral conductor side equal to 14A. The value of load imbalance between conductor obtained by value of channel current R equal to 346A, in channel S equal to 306A, and in channel T equal to 318A. The THD value of the current obtained from the measurement with the power quality analyzer on the conductor side of R is 3.4%, on the conductor side S of 3.0%, and on the conductor side of T is 3.0%, and in the neutral channel is the greatest value of 29%. In the analysis of this chapter we get the result of imbalance loads of 4.6%, with the average loading of 45% of the total capacity of the transformer
Rancang Bangun Kios Minuman dengan Konsep Container Booth Bertenaga Surya Suhono, Suhono; Hakim, Arif Lukman; Aqmarina, Nur; Oktiawati, Unan Yusmaniar; Subekti, Lukman; Pradana, Adlan Bagus; Slamet, Slamet; Ulung, Ridwan Printis
Jurnal ELTIKOM : Jurnal Teknik Elektro, Teknologi Informasi dan Komputer Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/eltikom.v6i1.539

Abstract

Akses energi masih terbatas pada beberapa wilayah dengan kriteria terpencil, tertinggal, terluar (3T). Selain itu keterbatasan juga masih terjadi pada daerah yang dianggap kurang ekonomis bila dibangun sistem atau jaringan listrik. Oleh karena itu, perlu adanya suatu implementasi teknologi panel surya yang mampu meingkatkan perekonomian masyarakat pada daerah yang memiliki keterbatasan tersebut. Tujuan dari penelitian ini ada tiga. Pertama, merancang sebuah purwarupa kios minuman berkonsep container booth yang kebutuhan energinya dipenuhi menggunakan panel surya. Kedua, menganalisis perbandingan konsumsi energi antara sistem listrik arus searah (DC) dan listrik arus bolak-balik (AC) bila digunakan untuk memenuhi kebutuhan container booth. Ketiga, menganalisis potensi pengurangan emisi karbon melalui penggunaan container booth bertenaga surya. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan analisis kebutuhan energi awal melalui survei pada pengguna container booth yang telah ada. Selanjutnya, dilakukan perancangan sistem dan menguji energi yang dihasilkan oleh panel surya serta energi yang dikonsumsi untuk pengolahan minuman. Dari data pengujian pada masing-masing sistem (DC dan AC) dianalisis total energi yang dihasilkan dan potensi pengurangan emisinya. Sistem AC memiliki efisiensi sebesar 21,11% sedangkan sistem DC memiliki efisiensi sebesar 19,08%. Dari sisi penggunaan baterainya selama 1 hari pemakaian, sistem AC akan mengurangi 12,03% baterai sedangkan sistem DC sebesar 14,34%. Hasil analisis menunjukkan bahwa kios minuman bertenaga surya ini mampu memenuhi kebutuhan energi operasional selama 2 hari dan mampu mengurangi emisi setara dengan 34,82 sampai 58,84 kg CO2. Konsep ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat.
Rancang Bangun Kios Minuman dengan Konsep Container Booth Bertenaga Surya Suhono Suhono; Arif Lukman Hakim; Nur Aqmarina; Unan Yusmaniar Oktiawati; Lukman Subekti; Adlan Bagus Pradana; Slamet Slamet; Ridwan Printis Ulung
Jurnal ELTIKOM : Jurnal Teknik Elektro, Teknologi Informasi dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/eltikom.v6i1.539

Abstract

Energy access is still limited to several areas with the criteria of being remote, underdeveloped, outermost (3T). In addition, limitations still occur in areas considered less economical if an electrical system or network is built. Therefore, there is a need to implement solar panel technology that can improve the economy of the people in areas with these limitations. The objectives of this study are threefold. First, to design a beverage kiosk with a container booth concept where its energy needs are met using solar panels. Second, to analyze the energy con-sumption ratio between direct current (DC) and alternating current (AC) electricity systems when used to meet the needs of the container booth. Third, to analyze the potential for reducing carbon emissions through the use of solar-powered container booths. This research was conducted by analyzing the initial energy requirements through a survey on existing container booth users. The system design is carried out and tests the energy produced by solar panels and the energy consumed for beverage processing. The total energy produced and the potentials for emission reduction were analyzed from each system's test data (DC and AC). The AC system has an efficiency of 21.11%, while the DC system has 19.08%. In terms of battery usage for one day of use, the AC system will reduce 12.03% of the battery while the DC system is 14.34%. The analysis shows that this solar-powered beverage kiosk can meet operational energy needs for two days and reduce emissions equivalent to 34.82 to 58.84 kg of CO2. This concept is expected to be an alternative for society.
Optimisasi Penjadwalan Pembangkit pada Microgrid dengan Mempertimbangkan Respons Beban Candra Febri Nugraha; Lukman Subekti
Jurnal Listrik, Instrumentasi, dan Elektronika Terapan Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Elektro dan Informatika Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/juliet.v3i1.74669

Abstract

Abstract – In a smart grid, the adequacy of electricity supply is not only determined by generation, but the electrical demand can also be involved. Demand response is one way to maintain a balance between electricity supply and load by reducing electricity consumption at a certain period. In this study, a microgrid system operating design is proposed by considering the penetration of new and renewable energy and demand response. Optimization is carried out with the aim of obtaining the lowest generation costs, while maximizing customer benefits from the demand response program. The mixed-integer linear programming method is used to determine generator generation and customer load reduction throughout the planning period. The obtained diesel generator operating cost is $116.40 and the total customer load response benefit is $100. Based on the analysis, the demand response is able to help the system maintain a power balance in critical conditions, namely when the supply from the generator is not sufficient. From the test system used, it was found that the load curtailment throughout the planning  period is 67.04 kWh for three customers. The distribution of the reduced demand depends on the value of the demand response incentive for each customer. The amount of load reduction is strongly influenced by the specified demand response budget.Keywords – optimal dispatch, demand response, microgrid, mixed-integer linear programmingIntisari – Dalam smart grid, kecukupan pasokan listrik tidak hanya ditentukan oleh pembangkitan saja, tetapi beban listrik juga dapat dilibatkan. Respons beban merupakan salah satu cara untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan beban listrik dengan cara mengurangi pemakaian listrik pada waktu-waktu tertentu. Dalam studi ini diusulkan sebuah desain operasi sistem microgrid dengan mempertimbangkan penetrasi energi baru dan terbarukan serta respons beban. Optimisasi dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh biaya pembangkitan terendah, sekaligus memaksimalkan keuntungan pelanggan dari program respons beban. Metode mixed-integer linear programming digunakan untuk menentukan pembangkitan pada generator dan pengurangan beban pelanggan sepanjang periode perencanaan. Biaya operasi pembangkit diesel yang diperoleh adalah $116,40 dan keuntungan respons beban yang diperoleh pelanggan sebesar $100. Berdasarkan analisis, respons beban mampu membantu sistem menjaga keseimbangan daya pada kondisi-kondisi kritis, yaitu ketika suplai dari pembangkit sedang tidak mencukupi. Dari sistem pengujian yang digunakan, diperoleh penurunan beban yang terjadi selama periode penjadwalan adalah 67,04 kWh pada tiga pelanggan. Distribusi beban yang dikurangi bergantung pada nilai insentif respons beban pada tiap-tiap pelanggan. Besarnya penurunan beban sangat dipengaruhi oleh anggaran respons beban yang ditetapkan.Kata kunci – penjadwalan pembangkit, respons beban, microgrid, pemrograman mixed-integer linear