Johannes Adhijoso Tjondro
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Group Action Factor of Nail Fastener on the Wood Connection With Plywood Sides Plate Tjondro, Johannes Adhijoso; Rosiman, Evan Kurnia
Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.174 KB)

Abstract

Abstract. The group action factor was observed in this experimental study. The 18 mm thickness of plywood was used as side’s plate and the main members were made from meranti (shorea sp.) and sengon (paraserianthes falcataria) species. The correlations of group action factor with a number of nails in a row was investigated under uni-axial compression loading test with one to ten nails variation in a row. The member connections with multiple 3 rows with 3, 6, and 9 nails in each row were also tested both under uni-axial compression and tension loading. The group action factor correlated to the number of nails for single row was obtained using the regression analysis. The regression equations presented was group action factor at the proportional limit (Cgp), group action factor at the 5% offset diameter (Cg5%), and group action factor at the ultimate load (Cgu). The connection strength at 5% offset diameter and proportional limit was closed to the strength design based on the draft of Indonesian Timber Code 2000. The ultimate strength is extremely higher than the design value, giving a sufficient safety factor. Based on this result, a simplified group action factor equation for connection with plywood side’s plate was proposed.Abstrak. Faktor aksi kelompok diteliti dalam studi eksperimental ini. Plywood dengan tebal 18 mm digunakan sebagai pelat penyambung sisi dan kayu utama terbuat dari meranti (shorea sp.) dan sengon (paraserianthes falcataria). Korelasi antara faktor aksi kelompok dengan jumlah paku dalam satu baris diteliti dari pengujian dengan beban tekan uni-aksial dengan variasi satu sampai dengan sepuluh buah paku. Sambungan dengan 3 baris majemuk dengan 3, 6, dan 9 paku dalam satu baris juga diuji dengan uji beban tekan dan tarik uni-aksial. Faktor aksi kelompok yang dikorelasikan dengan jumlah paku untuk satu baris didapat dari analisa regresi. Persamaanpersamaan regresi yang disajikan adalah faktor aksi kelompok pada batas proporsional (Cgp), faktor aksi kelompok pada 5% offset diameter (Cg5%) dan faktor aksi kelompok pada batas ultimit (Cgu). Kekuatan sambungan pada 5% offset diameter mendekati kekuatan sambungan dari harga disain berdasarkan draft Peraturan Kayu Indonesia 2000. Kekuatan ultimit sambungan jauh lebih tinggi dari harga disain, memberikan faktor keamanan yang memadai. Berdasarkan hasil kajian ini, suatu persamaan sederhana untuk perhitungan faktor aksi kelompok dengan pelat penyambung sisi plywood disarankan.
Rasio Modulus Penampang Elastik Balok Kayu Laminasi-Baut Pranata, Yosafat Aji; Suryoatmono, Bambang; Tjondro, Johannes Adhijoso
Jurnal Teknik Sipil Vol 19, No 3 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.104 KB)

Abstract

Abstrak. Balok laminasi dapat menjadi alternatif pengganti kayu utuh, karena memberikan keuntungan yaitu dapat difabrikasi dengan bentang sesuai kebutuhan dan membuat penampang kayu yang lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah menemukan persamaan empiris rasio modulus penampang elastik balok kayu laminasi-baut. Rasio modulus penampang elastik yaitu rasio antara modulus penampang elastik balok laminasi terhadap balok utuh. Ruang lingkup penelitian yaitu sistem laminasi secara horisontal, kayu Indonesia dengan berat jenis berkisar 0,4-0,8 yaitu meranti merah (shorea spp), keruing (dipterocarpus spp), dan akasia mangium, penampang balok prismatis, penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dan numerikal metode elemen hingga nonlinier. Parameter yang dibahas adalah jenis kayu, ukuran baut, jumlah baris baut, dan jarak baut. Balok mempunyai bentang 3 meter dan disusun oleh 4 lamina. Model tegangan-regangan kayu untuk simulasi numerikal berdasarkan kriteria plastisitas Hill, model tegangan-regangan baut menggunakan model elastoplastik. Kesimpulan yang diperoleh yaitu tren kurva hubungan beban-lendutan balok kayu laminasi-baut adalah berbentuk bilinier, persamaan empiris rasio modulus penampang elastik merupakan fungsi dari jenis kayu, diameter baut, dan rasio jumlah baris terhadap jarak baut. Rasio modulus penampang elastik dapat digunakan untuk memprediksi kuat lentur balok laminasi pada beban batas proporsional. Abstract. Laminated beam can be an alternative for solid timber, because it provides the advantage that it can be fabricated with a needed-span and a bigger cross section. The purpose of this research is to obtain an empirical equation of the bolt-laminated timber beam elastic section modulus ratio. Elastic section modulus ratio is elastic section modulus ratio between laminated and solid beams. Scope of this research are horizontally laminated system, Indonesian timber with specific grafity ranged 0.4-0.8 which are red meranti (shorea spp), keruing (dipterocarpus spp), and acacia mangium, prismatic beam section, experimental test in laboratorium and numerical simulation using nonlinear finite element method. The parameters discussed are timber type, bolt diameter, number of row, and spacing. Beam has a 3-meter span and arranged by 4 laminae. Timber stress-strain model for numerical simulation based on Hill plasticity, bolt stress-strain model is elasto-plastic. Results obtained are beam load-displacement curve trend is bilinear, the elastic section modulus ratio equation are the fuction of timber type, bolt diameter, and number of row against bolt spacing ratio. The elastic section modulus ratio can be used to predict the bending strength at the proportional limit.
ACACIA GLULAM WOOD EXTERIOR BEAM-COLUMN CONNECTION WITH ANGLES AND STEEL ROD SYSTEM Simanta, Djoni; Suryoatmono, Bambang; Tjondro, Johannes Adhijoso
MEKANIKA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : MEKANIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Two models of acacia glulam wood exterior beam-column connections with angles and steel rod system under monotonic static loads were tested and analyzed. The variation of the specimen was number of rod and thickness of angles attached at the beam. The behavior of each model under static loading, maximum displacement, maximum moment, rotational stiffness and ductility were observed. M9B1 type connections have more flexible than M9B2 type connections. The behavior of connection was depened on number of bearing steel rods at the beam, wood quality and thickness of the angles.
Studi Eksperimental Karakteristik Beton dengan Agregat Kasar Daur Ulang dengan fc’= 25 MPa Sian, Buen; Tjondro, Johannes Adhijoso; Sidauruk, Riani
Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2013): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.588 KB) | DOI: 10.28932/jts.v9i2.1375

Abstract

Pada studi eksperimental ini, digunakan beton daur ulang dengan agregat kasarnya berasal darilimbah/brangkal benda uji beton di laboratorium. Benda uji silinder digunakan untuk mengetahuisifat mekanik seperti kuat tekan, kuat geser, dan kuat tarik belah. Tiga variasi persentase yangberbeda dari agregat kasar daur ulang digunakan dalam perencanaan campuran dengan fc’ = 25MPa, yaitu 0%, 50%, dan 100% agregat kasar daur ulang. Hasil pengujian menunjukan nilai kuattekan karakteristik fc’ = 28.7 MPa dan fc’ = 28.4 MPa untuk masing-masing campuran 50% dan100% agregat kasar daur ulang. Nilai kuat tarik belah sebesar fct = 2.38 MPa, fct = 2.78 MPa, dan fct= 2.81 MPa untuk 0%, 50%, dan 100% agregat kasar daur ulang. Sedangkan kuat geser fv = 5,55MPa, fv = 4.28 MPa, dan fv = 3.86 MPa untuk 0%, 50%, dan 100% agregat kasar daur ulang.
Pengaruh Kekangan Carbon Fiber Reinforced Polymer pada Beton Self Compacting Menggunakan Agregat Kasar Daur Ulang terhadap Perilaku Beton Sapeai, Martinus Pramanata; Tjondro, Johannes Adhijoso
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 2, DESEMBER 2020
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.511 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i2.29213

Abstract

Pemanfaatan limbah beton yang telah didaur ulang (RCA) sebagai alternatif pengganti agregat kasar alami dalam eksperimen ini sesuai dengan konsep konstruksi berkelanjutan, dengan metode beton memadat sendiri. Konsep pembuatan benda uji sesuai kondisi ril di lapangan, di mana agregat tidak melalui proses pembersihan. Perkuatan elemen beton menggunakan serat yang diberi beban secara aksial telah banyak diimplementasikan baik yang dikekang secara menyeluruh maupun yang dikekang secara parsial. Terdapat tiga varian mix design dengan kekuatan tekan rata-rata 28 hari yang disyaratkan masing-masing 24, 28 dan 32 MPa. Terdapat tiga varian carbon fiber reinforced polymer (CFRP) sebagai kekangan pada silinder beton masing-masing adalah kekangan 50, 75 dan 100%. Uji eksperimental ini menunjukkan bahwa konsep SCC-RCA menggunakan ACI 211.1 memenuhi syarat. Pengaruh kekangan CFRP pada kekuatan tekan beton SCC-RCA yang dikekang satu lapis CFRP menghasilkan persamaan sebagai berikut fcc’=fc’+3,7fl.
BALOK DAN KOLOM PAPAN KAYU LAMINASI- PAKU Johannes Adhijoso Tjondro
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4238.392 KB)

Abstract

Uji eksperimental terhadap balok papan kayu laminasi-paku horisontal dan vertikal dankolom papan kayu laminasi-paku dilakukan dalam penelitian ini. Benda uji terdiri dari12 buah benda uji balok papan kayu laminasi-paku horisontal, 9 buah benda uji balokpapan kayu laminasi-paku vertikal dan 9 buah kolom papan kayu laminasi-paku. Kayuyang digunakan adalah kayu hardwood yaitu albasia yang merupakan kayu cepattumbuh. Kuat lentur, kekakuan dan daktilitas pada balok dan kuat tekan dan faktorkoreksi kekakuan pada kolom diinvestigasi dalam penelitian ini. Efisiensi penggunaanmaterial dilakukan dengan tinjauan pada penampang persegi, I dan box. Hasil daripenelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk kebutuhan balok dan kolomberpenampang cukup besar.
DINDING GESER PAPAN KAYU TAHAN GEMPA Johannes Adhijoso Tjondro; Helmy Hermawan Tjahjanto; Herry Suryadi; Andreas Onky; Steven Varian Lokanatha; Nathanael Nathanael
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25343.151 KB)

Abstract

Di Indonesia kebutuhan perumahan sangat besar, rumah kayu menjadi salah satu solusinya.Teknologi tepat guna dalam pembangunan perumahan khususnya rumah kayu kurangditerapkan dalam upaya pengurangan risiko bencana gempa. Dinding geser merupakanelemen struktural bagian dari komponen rumah yang sangat efektif dalam menahan bebanhorisontal gempa maupun angin. Sampai saat ini penelitian tentang dinding geser kayuumumnya dengan lapisan penutup dinding dari panel gipsum atau plywood. Berbeda denganpenelitian-penelitian yang ada, dinding geser dalam penelitian ini terbuat dari rangka balokkayu dan papan-papan pelapis dari kayu dengan alat penghubung paku yang secara teknismudah dikerjakan. Kayu yang digunakan adalah kayu lokal dan cepat tumbuh, seperti sengondan albasia.Penelitian ini meliputi uji eksperimental elemen struktural dinding geser dengan 3 variasidinding geser penuh tanpa bukaan. Tiga macam lapisan penutup digunakan dalam penelitianini yaitu dengan plywood (PBR-SW) dengan rangka berbresing tulangan baja, papan-papankayu (WP-SW) dan papan kayu laminasi-paku silang (CNLT-SW). Kurva histeresis benda ujiPBR-SW dan WP-SW cenderung cocok dengan Degrading Tri-linear Model, sedangkanpada benda uji CNLT-SW lebih menyerupai Stewart Model. Kurva histeresis berdasarkanhasil uji eksperimental elemen dinding geser yang mewakili model dinding geser dapatdigunakan dalam simulasi numerik dengan komputer.Envelope histeresis dari ke 3 macam jenis dinding geser menunjukkan kurva tri-linierterendah adalah pada dinding geser dengan penutup papan kayu, sedangkan tertinggi adalahdengan dinding geser yang menggunakan dinding penutup plywood.
DINDING GESER PAPAN KAYU TAHAN GEMPA DENGAN BUKAAN PINTU DAN JENDELA Johannes Adhijoso Tjondro; Dennis Indriani
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.917 KB)

Abstract

Indonesia termasuk dalam daerah gempa, dimana teknologi tepat guna dalam pembangunan perumahan khususnya rumah kayu kurang diterapkan dalam upaya pengurangan risiko bencana gempa. Salah satu elemen struktur seperti dinding geser merupakan suatu elemen struktural dari komponen rumah yang sangat efektif dalam menahan beban horisontal gempa maupun angin. Sampai saat ini penelitian tentang dinding geser kayu umumnya dengan lapisan penutup dinding dari panel gipsum atau plywood. Berbeda dengan penelitian-penelitian yang ada, dinding geser dalam penelitian ini terbuat dari rangka balok kayu dengan papan-papan penutup dari kayu dengan alat penghubung paku yang secara teknis mudah dikerjakan. Lapisan penutup terdiri dari papan-papan kayu yang dipasang horisontal pada kedua sisi rangka. Kayu yang digunakan adalah kayu lokal dan cepat tumbuh, seperti sengon dan albasia.Penelitian ini meliputi uji eksperimental elemen struktural dinding geser dengan variasi dinding geser dengan bukaan pintu dan jendela. Kekuatan, kekakuan, pola keruntuhan, parameter-parameter kurva histeresis dan daktilitasnya akan diobservasi dan dianalisis. Hasil uji eksperimental elemen dinding geser yang mewakili model dinding geser dengan bukaan dibandingkan dengan dinding geser tanpa bukaan. Desain untuk bangunan bertingkat sederhana dari kayu akan dapat disimulasikan dengan komputer untuk wilayah gempa tertentu.
KUAT LENTUR DAN RIGIDITAS BALOK DAN LANTAI PAPAN KAYU LAMINASI SILANG DENGAN PEREKAT Johannes Adhijoso Tjondro; Sandra Natalia; Benny Kusumo
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1485.091 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara dengan hutan yang sangat potensial sumber bahan kayu yangmenjadi salah satu pilihan material untuk bangunan. Berkurangnya luas hutan karenapenebangan hutan liar menyebabkan pada beberapa saat menjadikan pasokan kayuberkurang. Saat ini telah dikembangkan hutan tanaman industri dengan tanaman pohonkayu cepat tumbuh, seperti albasia, sengon, akasia dan pohon cepat tumbuh lainnya.Kelemahan dari kayu cepat tumbuh adalah berat jenis dan kekuatan yang relatif cukuprendah. Karena dipanen pada saat berumur relatif muda, yaitu 6-10 tahun sehingga kayucepat tumbuh ini mempunyai dimensi yang tidak terlalu besar. Kayu albasia pada umumnyadiperoleh berupa papan kayu. Perkembangan kayu rekayasa saat ini sangat pesat untukmendapatkan dimensi maupun kekuatan yang lebih besar. Telah banyak dikenal kayurekayasa seperti glulam, laminated veneer lumber dan perkembangan terkini, crosslaminated lumber. Dalam penelitian in terdiri dari dua elemen struktur yaitu balok dan pelatlantai. Balok dan lantai kayu pabrikasi yang terbuat dari papan kayu laminasi silang diujikuat lenturnya dengan third point static loading. Benda uji dibuat dari papan-papan kayuAlbasia yang termasuk jenis kayu cepat tumbuh, yang disusun secara bersilangan tegaklurusseratnya dan direkatkan antara lapisan dengan menggunakan perekat PvAc.Sejumlah tiga buah benda uji balok kayu terdiri dari lima lapis papan-papan kayu yangdisusun secara bersilangan tegaklurus seratnya. Tebal dan lebar papan adalah 18 mm x 170mm. Dimensi total benda uji lebar x tinggi x panjang adalah 90 mm x 340 mm x 1800 mm.Dari hasil uji kekakuan dan kuat lentur, balok tersebut dianalisis rigiditasnya dan hasilnyadipresentasikan dalam makalah ini.Enam buah papan lantai kayu laminasi silang terdiri dari 3 lapis papan-papan kayu yangdisusun secara bersilangan tegaklurus seratnya. Variasi benda uji terdiri dari pelat lantaidengan lapisan tengah penuh dan tidak kontinu. Dimensi total benda uji adalah 54 mm x540 mm x 1260 mm. Faktor rijiditas dianalisis dan dipresentasikan dalam laporan ini.Keruntuhan yang terjadi bersifat daktail dan beban batasnya jauh lebih besar dari bebanproporsional, hal ini menunjukkan adanya faktor keamanan yang cukup. Prediksi untukbeban hidup merata untuk berbagai panjang bentang juga diberikan.
ACACIA GLULAM WOOD EXTERIOR BEAM-COLUMN CONNECTION WITH ANGLES AND STEEL ROD SYSTEM Djoni Simanta; Bambang Suryoatmono; Johannes Adhijoso Tjondro
MEKANIKA Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : MEKANIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Two models of acacia glulam wood exterior beam-column connections with angles and steel rod system under monotonic static loads were tested and analyzed. The variation of the specimen was number of rod and thickness of angles attached at the beam. The behavior of each model under static loading, maximum displacement, maximum moment, rotational stiffness and ductility were observed. M9B1 type connections have more flexible than M9B2 type connections. The behavior of connection was depened on number of bearing steel rods at the beam, wood quality and thickness of the angles.