Vivi Yulia Nora
Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MORAL EKONOMI PETANI MISKIN DI JORONG TABEK NAGARI TABEK KECAMATAN PARIANGAN KABUPATEN TANAH DATAR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN Vivi Yulia Nora
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol 2, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v2i1.689

Abstract

AbstractThis article intends to describe economy moral from peasant and their implications for poverty reduction in Sub of Tabek Jorong Tabek Nagari district Pariangan Kabupaten Tanah Datar. The values that affected by peasant give influence to their behavior. Economy moral that oriented to production, does not want to maximize production, afraid to take risks and consumptive implications to poverty alleviation efforts. Government's poverty alleviation program that they receive is used to enhance the economic effort that can remove them from poverty. Assistance that has given to them tend to be used for consumption. Government programs to increase agricultural output does not respond properly, so that the government's efforts to get them out of poverty is not reached.Keywords: economy moral, peasant, proverty reductionAbstrakArtikel ini bermaksud untuk menggambarkan moral ekonomi dari petani dan implikasinya terhadap pengurangan kemiskinan di Jorong Tabek Nagari Tabek Kabupaten Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Nilai-nilai yang dipengaruhi oleh petani memberi pengaruh pada perilaku mereka. Moral ekonomi yang berorientasi pada produksi, tidak ingin memaksimalkan produksi, takut untuk mengambil risiko dan implikasi konsumtif terhadap upaya pengentasan kemiskinan. Program pengentasan kemiskinan pemerintah yang mereka terima digunakan untuk meningkatkan upaya ekonomi yang dapat menghapusnya dari kemiskinan. Bantuan yang telah diberikan kepada mereka cenderung digunakan untuk konsumsi. Program pemerintah untuk meningkatkan hasil pertanian tidak merespon dengan baik, sehingga upaya pemerintah untuk mengeluarkan mereka dari kemiskinan tidak tercapai.Kata Kunci: moral ekonomi, petani, pengentasan kemiskinan
The Concept of Islamic Parenting in the Era of Islamic Moderation: An Analysis of Hurlock's Parenting Theory Vivi Yulia Nora
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v5i1.4476

Abstract

AbstractThis article describes the parenting proposed by Hurlock and its relevance to parenting in Islam in the face of Islamic moderation demands. This research is comparative research with data analysis techniques using content analysis and descriptive analysis. This research concludes that there are two Hurlock’s parenting patterns related to Islamic parenting, namely authoritarian and democratic parenting. In Islamic Parenting, parents parenting is not authoritarian and not too permissive towards children; this is in line with the concept of Wasatiyyah in Islam, which means in the middle. This parenting is one of the examples of Noah AS., Ibrahim AS., and Luqman as told int the Qur’an, and the example og prophet Muhammad SAW., in the Sunnah. To face the moderation of Islam, parents can apply these two parenting styles to their children. Through moderate but still Islamic parenting, it is hoped that it can make a generation that can become part of the "ummatan wasaṭan", namely a generation that has good, fair, and not extreme characters, and is independent, not taking sides except for what is right according to the teachings of the Shari'a.Keyword: Parenting, Hurlock, Islamic Parenting, Moderation of IslamAbstrakArtikel ini memaparkan tentang pola asuh yang dikemukakan oleh Hurlock dan relevansinya dengan parenting dalam Islam dalam menghadapi tuntutan moderasi Islam. Penelitian ini adalah penelitian komparatif dengan teknik analisis data menggunakan analisis konten dan analisis deskriptif. Adapun kesimpulan dari peneltian ini adalah bahwa terdapat dua pola asuh Hurlock yang memiliki keterkaitan dengan parenting Islami, yaitu pola asuh otoriter dan demokratis. Dalam Pola Asuh Islami orang tua dalam pengasuhan Anak tidak otoriter dan tidak terlalu permisif terhadap anak, hal imi senada dengan konsep Wasatiyyah dalam Islam yang artinya ditengah Pola asuh tersebut merupakan salah satu keteladanan Nabi Nuh As., Nabi Ibrahim AS., dan Luqman yang diceritakan dalam al-Qur’an, serta keteladanan Nabi Muhammad dalam Sunnah. Untuk menghadapi moderasi Islam dua pola asuh tersebut dapat diterapkan oleh orang tua terhadap anaknya. Melalui pola asuh moderat namun tetap islami diharapkan dapat menjadikan generasi yang mampu menjadi bagian dari “ummatan wasaṭan”, yaitu generasi yang memiliki karakter baik, adil, dan tidak ekstrem, serta bersifat independen, tidak berpihak kecuali kepada hal yang benar menurut ajaran syariat. Kata Kunci: Pola Asuh, Hurlock, Parenting Islami, Moderasi Islam
MERETAS JALAN DAMAI DI PERBATASAN PANTI RAO PASAMAN SUMATERA BARAT Januar; Vivi Yulia Nora
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 (2019): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Special Issues 1 "Semangat Perguruan
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v3i2.2860

Abstract

Daerah Panti Rao Pasaman merupakan daerah multi etnik yang tidak hanya dihuni oleh etnik Minangkabau sebagai etnik asli, tetapi beberapa etnik pendatang seperti Mandailing, Melayu dan Batak Toba. Di samping keragaman etnik, di Rao juga terdapat keragaman keyakinan agama yang dianut oleh etnik-etnik yang mendiami daerah perbatasan ini. Islam merupakan identitas keagamaan bagi etnik Minangkabau dan Mandailing di Rao. Sedangkan kelompok etnik Batak Toba dan Jawa menganut agama Katolik dan Kristen Protestan. Permasalahan yang muncul di Panti ini adalah pemahaman keagaman masih mengandung sentimen dan menganggap mereka paling benar, ruang dialog budaya dan agama antar Komunitas masyarakat plural masih Minim dan belum terbentuk komunitas damai dalam masyarakat Panti yang berbasis rumah ibadah dan lembaga social. Hasil pemberdayaan komunitas multicultural dan agama menunjukan bahwa adanya pemahaman peserta workshop hidup rukun antar umat beragama dan tidak komunitas tidak menganggap paling benar, dan terbentuknya ruang dialog budaya serta agama antar Komunitas di Panti Pasaman
MORAL EKONOMI PETANI MISKIN DI JORONG TABEK NAGARI TABEK KECAMATAN PARIANGAN KABUPATEN TANAH DATAR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN Vivi Yulia Nora
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol 2, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.153 KB) | DOI: 10.30983/es.v2i1.689

Abstract

AbstractThis article intends to describe economy moral from peasant and their implications for poverty reduction in Sub of Tabek Jorong Tabek Nagari district Pariangan Kabupaten Tanah Datar. The values that affected by peasant give influence to their behavior. Economy moral that oriented to production, does not want to maximize production, afraid to take risks and consumptive implications to poverty alleviation efforts. Government's poverty alleviation program that they receive is used to enhance the economic effort that can remove them from poverty. Assistance that has given to them tend to be used for consumption. Government programs to increase agricultural output does not respond properly, so that the government's efforts to get them out of poverty is not reached.Keywords: economy moral, peasant, proverty reductionAbstrakArtikel ini bermaksud untuk menggambarkan moral ekonomi dari petani dan implikasinya terhadap pengurangan kemiskinan di Jorong Tabek Nagari Tabek Kabupaten Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Nilai-nilai yang dipengaruhi oleh petani memberi pengaruh pada perilaku mereka. Moral ekonomi yang berorientasi pada produksi, tidak ingin memaksimalkan produksi, takut untuk mengambil risiko dan implikasi konsumtif terhadap upaya pengentasan kemiskinan. Program pengentasan kemiskinan pemerintah yang mereka terima digunakan untuk meningkatkan upaya ekonomi yang dapat menghapusnya dari kemiskinan. Bantuan yang telah diberikan kepada mereka cenderung digunakan untuk konsumsi. Program pemerintah untuk meningkatkan hasil pertanian tidak merespon dengan baik, sehingga upaya pemerintah untuk mengeluarkan mereka dari kemiskinan tidak tercapai.Kata Kunci: moral ekonomi, petani, pengentasan kemiskinan
The Concept of Islamic Parenting in the Era of Islamic Moderation: An Analysis of Hurlock's Parenting Theory Vivi Yulia Nora
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.685 KB) | DOI: 10.30983/it.v5i1.4476

Abstract

AbstractThis article describes the parenting proposed by Hurlock and its relevance to parenting in Islam in the face of Islamic moderation demands. This research is comparative research with data analysis techniques using content analysis and descriptive analysis. This research concludes that there are two Hurlock’s parenting patterns related to Islamic parenting, namely authoritarian and democratic parenting. In Islamic Parenting, parents parenting is not authoritarian and not too permissive towards children; this is in line with the concept of Wasatiyyah in Islam, which means in the middle. This parenting is one of the examples of Noah AS., Ibrahim AS., and Luqman as told int the Qur’an, and the example og prophet Muhammad SAW., in the Sunnah. To face the moderation of Islam, parents can apply these two parenting styles to their children. Through moderate but still Islamic parenting, it is hoped that it can make a generation that can become part of the "ummatan wasaṭan", namely a generation that has good, fair, and not extreme characters, and is independent, not taking sides except for what is right according to the teachings of the Shari'a.Keyword: Parenting, Hurlock, Islamic Parenting, Moderation of IslamAbstrakArtikel ini memaparkan tentang pola asuh yang dikemukakan oleh Hurlock dan relevansinya dengan parenting dalam Islam dalam menghadapi tuntutan moderasi Islam. Penelitian ini adalah penelitian komparatif dengan teknik analisis data menggunakan analisis konten dan analisis deskriptif. Adapun kesimpulan dari peneltian ini adalah bahwa terdapat dua pola asuh Hurlock yang memiliki keterkaitan dengan parenting Islami, yaitu pola asuh otoriter dan demokratis. Dalam Pola Asuh Islami orang tua dalam pengasuhan Anak tidak otoriter dan tidak terlalu permisif terhadap anak, hal imi senada dengan konsep Wasatiyyah dalam Islam yang artinya ditengah Pola asuh tersebut merupakan salah satu keteladanan Nabi Nuh As., Nabi Ibrahim AS., dan Luqman yang diceritakan dalam al-Qur’an, serta keteladanan Nabi Muhammad dalam Sunnah. Untuk menghadapi moderasi Islam dua pola asuh tersebut dapat diterapkan oleh orang tua terhadap anaknya. Melalui pola asuh moderat namun tetap islami diharapkan dapat menjadikan generasi yang mampu menjadi bagian dari “ummatan wasaṭan”, yaitu generasi yang memiliki karakter baik, adil, dan tidak ekstrem, serta bersifat independen, tidak berpihak kecuali kepada hal yang benar menurut ajaran syariat. Kata Kunci: Pola Asuh, Hurlock, Parenting Islami, Moderasi Islam
Positive and Negative Excesses of Online Games among Muslim Adolescents in Tanah Datar, West Sumatra Vivi Yulia Nora
Tamaddun Vol 7, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v7i1.6183

Abstract

This study aims to determine the factors and impact of online games on the behavior of Muslim adolescents in Jorong Tabek, Tanah Datar District, West Sumatra. The field methods used in this qualitative research were observation, interviews, focus group discussions, and the informants' documentation, which were determined by purposive sampling. The theoretical perspective of this research uses structural-functional and hipper-reality. The results of this study indicate that online games have negative and positive impacts on Muslim adolescents. For informants, online games have a positive impact because they are a medium of entertainment, relieve boredom, spend time, enrich friendships, and help them increase their English vocabulary. On the other hand, the informants also admitted that online games impacted negligence in performing prayers and other religious activities such as wirid and tadarus during Ramadan, negligence to studying, forgetting to eat, ignoring parents' words, and saying harsh words up to physical violence. The triggering factors that caused the informants to choose to play online games were boredom, lack of facilities and infrastructure to channel their hobbies, and the fact that the online game was currently viral.