Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Ukuran (Size) Bank Terhadap Stabilitas Sistem Keuangan di Indonesia (Studi Kasus Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, dan Bank BCA Periode 2010-2016) Tri Wahyuningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran bank terhadap stabilitas sistem keuangan di Indonesia. dalam beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sebuah bank menjadi pusat terjadinya krisis dan yang menyebabkan gangguan terhadap stabilitas sistem keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar ukuran sebuah bank akan berdampak besar pada stabilitas sistem keuangan. Indikator yang dapat menunjukkan ukuran sebuah bank adalah Total Aset, Dana Pihak Ketiga, dan Modal Inti dari Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, dan BCA. Dengan periode penelitian kuartal pertama 2010 sampai kuartal kedua 2016. Estimasi dilakukan dengan menggunakan regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran bank berpengaruh terhadap stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Kata kunci: ukuran bank, stabilitas sistem keuangan
Descriptive Study on the Implementation of Picture Word Inductive Model (PWIM) in Teaching Writing Descriptive Text to the Eighth Grade Students of SMP Sunan Giri 2 Kalipuro in the 2019/ 2020 Academic Year Tri Wahyuningsih; Yuli Sugianto; Nur Hasibin
LUNAR Vol 3 No 2 (2019): Language and Art (LUNAR)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/ln.v3i2.1437

Abstract

The aim of this research was to find out the description of the implementation of Picture Word Inductive Model (PWIM) in teaching writing descriptive text to the eighth grade students of SMP Sunan Giri 2 Kalipuro in the 2019/ 2020 academic year. In teaching and learning English, there are many strategies used by the teacher. In teaching writing, one of the strategy can be used is Picture Word Inductive Model (PWIM). The design of this research is descriptive qualitative. The research was conducted at SMP Sunan Giri 2 Kalipuro, and the subject of the research are the English teacher and 30 students of eight grade of SMP Sunan Giri 2 Kalipuro. The respondents of the research were taken by using purposive sampling. The researcher took the data by using documentation, interview, questionnaire and test. The researcher analyzed the data of questionnaire by using Likert scale and to analyze the students’ writing test by scoring rubric. The result of the intervew to the English teacher showed that the use of media in teaching and learning process could the students more interested to study English in the class, one of the method was the implemented is Picture Word Inductive Model (PWIM). The students’ responses indicate that the implementation of Picture Word Inductive Model (PWIM) were very helpful to them in writing desriptive text. More that 50% of the students agree that the method had many benefits in teaching and learning process. The result of the test also showed a good achievement of the students in writing descriptive text. They get 79,4 in the average and 87% in good interpretation percentage. Therefore, it is recomended that PWIM can be used more often by English teacher in teaching English especially in teaching writing descriptive text.
PROSES ACID WASH UNTUK MENURUNKAN KADAR PENGOTOR PADA CAKE HASIL MERRIL CROWE Tri Wahyuningsih; Wahyu Pamungkas
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v2i2.6524

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi tambang emas terbesar di dunia. Saat ini, sudah mulai banyak perusahaan tambang dalam negeri melakukan proses pengolahan bijih hasil tambang, hal ini didasari oleh Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara. Hidrometalurgi merupakan teknik pemisahan yang menggunakan larutan atau reagen kimia untuk menangkap atau melarutkan logamnya. Salah satu bentuk proses hidrometalurgi adalah proses sianidasi. Proses sianidasi mengasilkan emas dalam bentuk cairan, yang kemudian harus diendapkan kembali (recovery). Proses merril crowe merupakan proses pemisahan padatcair dan recovery melalui mekanisme pengendapan dan presipitasi menggunakan serbuk seng. Proses merril crowe ini memiliki beberapa kekurangan yang menyebabkan perolehan emas dari proses ini tergolong rendah dan memungkinkan adanya deposit pengotor tambahan seperti tembaga melalui serbuk seng yang digunakan. Maka dari itu, dibutuhkan perlakuan khusus untuk bijih hasil proses merril crowe ini, salah satunya adalah proses acid wash menggunakan asam sulfat H2SO4. Proses acid wash dapat menurunkan kadar Cu dan Zn dalam cake hasil merril crowe hingga 53,31% dan 68,84%.
Dukungan Teknologi Informasi Pada Proses Bisnis Pada Usaha Kecil Dan Menengah (Studi pada Industri UKM di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul) Agus Sukarno; Tri Wahyuningsih; Yuli Liestyana
JBTI : Jurnal Bisnis : Teori dan Implementasi Vol 4, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jbti.v4i1.2433

Abstract

This study aims to analyze how well IT is used to support the business processes of SMEs in Bangunjiwo, and to identify ways to help SMEs improve IT support for business processes in SMEs in Bangunjiwo. This research is expected to have benefits that can increase managers/owners awareness to take advantage of the information technology support in business processes. By knowing the results of this study, the SMEs are expected to further improve the use of information technology in business processess as to achieve competitive advantage.The unit of analysis for this study is the SME organization, so every organization represented by one person (owner or manager). Population of the research is small and medium companies in Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. The sample was selected using purposive sampling technique to determine which companies will be the respondent.The results show that IT support for each business process is lower than importance level that business processes run bySMEs in Bangunjiwo. IT support for SMEs in the business process can be enhancedby the disseminationof research results to the SMEs in Bangunjiwo, so they can understand the importance of IT support. Socialization is intended to motivate the use of IT facilities economically an deasily, so it can be done by SMEs.
EKSTRAK DAUN JAMBU METE (ANACARDIUM OCCIDENTALE L.) SEBAGAI BAHAN AKTIF PEMBUATAN SABUN CUCI TANGAN ANTISEPTIK Tri Wahyuningsih; Qurrata Ayun; Rika Endara Safitri
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 3 No. 2 (2021): Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v3i2.1809

Abstract

Sabun merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang sangat penting saat ini. Salah satunya adalah sabun yang dapat membunuh bakteri yang lebih dikenal dengan nama sabun antiseptik. Pembuatan sabun cuci tangan dengan bahan aktif ekstrak daun mete yang mengandung senyawa metanol yang di destilasi menggunakan pelarut etanol dilakukan pada penelitian ini, tujuannya adalah untuk 1) Mempelajari pengaruh lama maserasi daun jambu mete kering terhadap sifat fisik destilat dengan menggunakan variasi lama maserasi selama 1, 2, 3, 4 dan 5 hari, sebagai bahan aktif sabun antiseptik, 2) Mempelajari pengaruh massa maserasi daun jambu mete kering terhadap sifat fisik destilat dengan menggunakan variasi massa maserasi 1, 2, 3, 4 dan 5 g, sebagai bahan aktif sabun antiseptik. Dari data diperoleh hasil yang optimum dari lama maserasi daun jambu mete kering terhadap sifat fisik destilat dengan variasi lama maserasi selama 1, 2, 3, 4 dan 5 hari adalah 4 hari yaitu 0,7932 g/cm3. Dan hasil optimum dari massa maserasi daun jambu mete kering terhadap sifat fisik destilat dengan variasi massa maserasi 1, 2, 3, 4 dan 5 gr adalah 4 gr yaitu 0,7920 g/cm3
Analisis Tindak Tutur Komisif Bahasa Jawa dalam Cerbung Tresna Kagiles Ila-ila karya Mbah Brintik pada Majalah Jayabaya Tahun 2011 Tri Wahyuningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.916 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan jenis kalimat tindak tutur komisif bahasa jawa di dalam cerita bersambung Tresna Kagiles Ila-Ila Karya Mbah Brintik. (2) mendeskripsikan fungsi tindak tutur komisif bahasa jawa yang digunakan dalam cerita bersambung Tresna Kagiles Ila-Ila Karya Mbah Brintik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu Cerita bersambung Tresna Kagiles Ila-Ila Karya Mbah Brintik. Objek penelitian adalah pragmatik tindak tutur komisif. Sumber data yang digunakan yaitu deskripsi cerita bersambung Tresna Kagiles Ila-Ila Karya Mbah Brintik yang diterbitkan oleh jaya baya. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian adalah peneliti yang dibantu dengan buku penunjang teori bahasa dan pragmatik. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Data dianalisis berdasarkan jenis tindak tutur komisif, data dirangkum, memilih hal-hal yang pokok, data yang tidak penting disisihkan, data disimpulkan dari hasil analisis tindak tutur komisif. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian tindak tutur komisif dalam cerita bersambung Tresna Kagiles Ila-Ila Karya Mbah Brintik ditemukan tiga jenis kalimat yaitu kalimat Tanya (interogatif), kaliat berita (deklaratif), dan kalimat perintah (imperatif), dan empat fungsi tindak tutur komisif yaitu tindak tutur komisif mengancam, tindak tutur komisif menyatakan kesanggupan/setuju, tindak tutur komisif menawarkan, tindak tutur komisif menolak.   Kata kunci: Analisis tindak tutur komisif, fungsi, cerita bersambung
Pengaruh waktu hidrolisis dan konsentrasi HCl terhadap karakteristik pati termodifikasi dari bengkuang (Pachyrrhizus erosus) Gustri Yeni; S Silfia; Wilsa Hermianti; Tri Wahyuningsih
Jurnal Litbang Industri Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.4 KB) | DOI: 10.24960/jli.v8i2.4334.53-60

Abstract

Tepung bengkuang dapat dimanfaatkan sebagai penyalut tipis (enkapsulan) bahan aktif. Untuk memenuhi spesifikasi produk tersebut tepung bengkuang perlu dilakukan modifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh hidrolisis asam terhadap pati secara lambat untuk menghasilkan tepung termodifikasi dari bengkuang dengan karakteristik fisiko-kimia yang dapat dimanfaatkan sebagai  enkapsulan. Proses hidrolisis asam tepung bengkuang menggunakan variasi perlakuan waktu hidrolisis (24, 48, dan 72 jam) dan konsentrasi HCl (1%, 2%, dan 3%). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan optimal diperoleh pada waktu hidrolisis 72 jam dan konsentrasi HCl 2% dengan nilai derajat polimerisasi (DP) 22,34 yang sudah memenuhi persyaratan jika digunakan sebagai matrik enkapsulan. Karakteritik dari tepung termodifikasi pada kondisi ini adalah kadar air 16,47%, kadar abu 1,17%, amilosa 31,01%, viskositas 155cP, kelarutan 80,83%, dan aktivitas antioksidan (IC50) 148 μgml-1. Morfologi granula tepung  hasil uji dengan mikroskop dan SEM bentuknya tidak terlalu banyak mengalami perubahan pada hidrolisis asam. AbstractJicama flour can be used as a thin coating (encapsulation) of an active ingredients. To meet the specifications of the product, jicama flour needs to be modified. The purpose of this study was to study the effect of acid hydrolysis on starch slowly to produce jicama modified flour with physico-chemical characteristics that could be used as an encapsulants. The process of acid hydrolysis of jicama flour using treatment variations of hydrolysis time (24, 48, and 72 hours) and HCl concentrations (1, 2, and 3%). The results showed that the optimal treatment was obtained at 72 hours hydrolysis and 2% HCl concentration with a polymerization degree (DP) of 22.34 which met the requirements if used as an encapsulation matrix. The characteristics of the modified flour in this condition were water content 16.47%, ash content 1.17%, amylose 31.01%, viscosity 155cP, solubility 80.83%, and antioxidant activity (IC50) 148 μgml-1. The test results of flour granular morphology with microscopy and SEM did not change too much in acid hydrolysis.
Pengaruh waktu hidrolisis dan konsentrasi HCl terhadap karakteristik pati termodifikasi dari bengkuang (Pachyrrhizus erosus) Gustri Yeni; S Silfia; Wilsa Hermianti; Tri Wahyuningsih
Jurnal Litbang Industri Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.4 KB) | DOI: 10.24960/jli.v8i2.4334.53-60

Abstract

Tepung bengkuang dapat dimanfaatkan sebagai penyalut tipis (enkapsulan) bahan aktif. Untuk memenuhi spesifikasi produk tersebut tepung bengkuang perlu dilakukan modifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh hidrolisis asam terhadap pati secara lambat untuk menghasilkan tepung termodifikasi dari bengkuang dengan karakteristik fisiko-kimia yang dapat dimanfaatkan sebagai  enkapsulan. Proses hidrolisis asam tepung bengkuang menggunakan variasi perlakuan waktu hidrolisis (24, 48, dan 72 jam) dan konsentrasi HCl (1%, 2%, dan 3%). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan optimal diperoleh pada waktu hidrolisis 72 jam dan konsentrasi HCl 2% dengan nilai derajat polimerisasi (DP) 22,34 yang sudah memenuhi persyaratan jika digunakan sebagai matrik enkapsulan. Karakteritik dari tepung termodifikasi pada kondisi ini adalah kadar air 16,47%, kadar abu 1,17%, amilosa 31,01%, viskositas 155cP, kelarutan 80,83%, dan aktivitas antioksidan (IC50) 148 μgml-1. Morfologi granula tepung  hasil uji dengan mikroskop dan SEM bentuknya tidak terlalu banyak mengalami perubahan pada hidrolisis asam. AbstractJicama flour can be used as a thin coating (encapsulation) of an active ingredients. To meet the specifications of the product, jicama flour needs to be modified. The purpose of this study was to study the effect of acid hydrolysis on starch slowly to produce jicama modified flour with physico-chemical characteristics that could be used as an encapsulants. The process of acid hydrolysis of jicama flour using treatment variations of hydrolysis time (24, 48, and 72 hours) and HCl concentrations (1, 2, and 3%). The results showed that the optimal treatment was obtained at 72 hours hydrolysis and 2% HCl concentration with a polymerization degree (DP) of 22.34 which met the requirements if used as an encapsulation matrix. The characteristics of the modified flour in this condition were water content 16.47%, ash content 1.17%, amylose 31.01%, viscosity 155cP, solubility 80.83%, and antioxidant activity (IC50) 148 μgml-1. The test results of flour granular morphology with microscopy and SEM did not change too much in acid hydrolysis.
RECOMMENDATIONS FOR PLACEMENT SCHOLARS PROGRAM IMPROVEMENT FOR CAREER PUBLIC HEALTH IN BORDER REGION BACKWARD AND ISLANDS (DTPK) Tri Wahyuningsih
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i2.4369

Abstract

Permasalahan terhadap kurangnya tenaga kesehatan terjadi karena maldistribusi tenaga kesehatan. Hal ini diketahui dari jumlah Puskesmas yang belum memiliki tenaga kesehatan masyarakat khususnya di Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). Tujuan dari penelitian ini untuk menyusun rekomendasi program penempatan sarjana kesehatan masyarakat untuk berkarir di DTPK dalam perspektif SCCT (Social Cognitive Career Theory). Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain studi penelitian cross sectional. Data diperoleh dari kuesioner yang berupa google form dan disebar melalui media sosial whatsapp kepada mahasiswa kesehatan masyarakat yang berada di tiga Universitas yaitu Universitas Airlangga, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, dan Universitas Hasanuddin Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan person input yaitu agama islam (90,3%); jenis kelamin perempuan (74,9%); suku Jawa (78,3%); background environmental yaitu pendidikan ayah (42,6%); pendidikan ibu (54,3%); pekerjaan ayah (42,6%); pekerjaan ibu (43,1%); pendapatan orang tua 3.000.000 (70%); learning experiences tinggi (85,4%); self efficacy tinggi (54,9%); outcome expectation tinggi (51,7%); tidak interest (64,6%). Berdasarkan hasil penelitian, yang berpengaruh yaitu background environmental pada pekerjaan ayah terhadap self efficacy. Tidak ada yang berpengaruh signifikan antara learning experiences, self efficacy, dan outcome expectation terhadap interest mahasiswa kesehatan masyarakat berkarir di DTPK.
Antecedents and Implications of Innovation Capability: Empirical Study of Bakpia MSMEs in Yogyakarta Baroroh Dwi Nurhayati; Titik Kusmantini; Tri Wahyuningsih
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 36 No 2 (2021): May
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2800.374 KB) | DOI: 10.22146/jieb.v36i2.1399

Abstract

Introduction/Main Objectives: This research examines the antecedents and implications of innovation capability, empirically. The outcomes aim at contributing to the knowledge and understanding about the main driver of innovation capability. Background Problems: Yogyakarta is known for its many and varied charms, its tourist attractions, the availability of facilities and infrastructure to support tourism, such as souvenir sellers. But there is known that number of total foreign and domestic tourists has been a decrease in 2018 (Semester I by 11.51% and II by 3.33%), also in 2019 (Semester I by 11.23%). This is a challenge for MSMEs in the tourism sector and MSMEs in other sectors that support tourism, such a souvenir seller. Bakpia is one of the well-known products of the food and beverage sector in Yogyakarta often bought for souvenirs. The Bakpia MSMEs’ innovations were triggered by competition among the Bakpia producers in Yogyakarta. Therefore, every Bakpia MSME must be competitive to survive in the market. Thus, there is a need to improve their innovation capability, which will impact the innovation performance of the Bakpia MSMEs in Yogyakarta. There is a gap in the research regarding the influence of the factors that are predicted to build innovation capability. Novelty: Previous studies’ results indicate that the influence of knowledge donating and knowledge collecting about innovation performance is not yet conclusive. Therefore, this study aims to fill the gap in the previous research by examining the role of capability as a mediating between knowledge sharing process (knowledge donating and knowledge collecting) to innovation performance. Research Methods: Forty-eight items of data were obtained from Bakpia MSMEs in Yogyakarta through a survey conducted by distributing questionnaires directly to them. The data were analyzed using PLS-SEM via SmartPLS version 3.3.2. Findings/Results: This study shows that the direct and indirect effects of sharing knowledge (which includes donating and collecting knowledge) about innovation performance are found to be positive but not significant. The results also indicate that innovation capability does not significantly mediate knowledge donating and knowledge collecting about innovation performance. Meanwhile, the influence of innovation capability on innovation performance was found to be positive and significant. Conclusion: The antecedents are insignificant for innovation capability, but the antecedent’s constructs still act as a driver to build innovation capability.