Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

HUBUNGAN SUPERVISI KEPALA RUANGAN DENGAN KEPUASAN PERAWAT PELAKSANA DI RSUD LIUNKENDAGE TAHUNA Tampilang, Ram Marnex; Tuda, J. S.B.; Warouw, Herman
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1763

Abstract

Abstract: Supervision is an act of direct observations and periodically by the supervisor of the work performed by subordinates and then if there are any problems, immediately given guidance or assistance that is directly in order to cope. Satisfaction is a person's emotional response to the work he does. Job satisfaction is also inseparable from the role of the various parties, and one of them is the role of supervision. Aim for the head room supervision relationship is known to nurse satisfaction in hospitals implementing Liunkendage Tahuna. The study design is observational analytic cross-sectional approach. The population of the entire nurse practitioner working in eight wards in hospitals Liunkendage Tahuna. Sampling using purposive sampling. Data processed through the analysis of univariate and bivariate Chi Square. The results obtained by the analysis of the probability (p) = 0.001 <α (0.05). Conclusion, the relationship supervision chief nurse executive room with satisfaction. Advice, For the hospital in order to make improvements to the quality of head room to be included in the training and special education for the head of the room. Keywords: supervision, head room, nurse satisfaction.     Abstrak: Supervisi merupakan tindakan pengamatan secara langsung dan berkala oleh atasan terhadap pekerjaan yang dilaksanakan oleh bawahan untuk kemudian apabila ditemukan masalah, segera diberikan petunjuk atau bantuan yang bersifat langsung guna mengatasinya. Kepuasan merupakan suatu respons emosional seseorang terhadap pekerjaan yang dilakukannya. Kepuasan kerja ini juga tidak terlepas dari peranan berbagai pihak, dan salah satunya merupakan peran dari supervisi. Tujuan untuk diketahui hubungan supervisi kepala ruangan dengan kepuasan perawat pelaksana di RSUD Liunkendage Tahuna. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu seluruh perawat pelaksana yang bekerja di delapan ruang rawat inap di RSUD Liunkendage Tahuna. Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Data diolah secara univariat dan bivariat melalui analisis Chi Square. Hasil analisis diperoleh probabilitas (p)= 0.001 < α (0,05). Kesimpulan, adanya hubungan supervisi kepala ruangan dengan kepuasan perawat pelaksana. Saran, Bagi pihak rumah sakit agar dapat melakukan peningkatan mutu kepala ruangan dengan diikut sertakan pada pelatihan dan pendidikan khusus bagi kepala ruangan. Kata kunci: supervisi, kepala ruangan, kepuasan perawat.
TINDAKAN MASYARAKAT TEHADAP PENYAKIT MALARIA DI KECAMATAN SILIAN RAYA KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Tawas, Regina C.; Pijoh, Victor D.; Tuda, Josef S. B.
e-Biomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i1.6843

Abstract

Abstract: Malaria is a tropical disease caused by parasites of the genus Plasmodium, protozoa which belonged mediated through the bite of Anopheles spp. Based on the World Malaria Report 2012, recorded 219 million cases of malaria in the world with 660,000 deaths that occurred in 2010 and Indonesia is one of 104 countries including malaria endemic countries. The purpose of this study was to determine the public action against malaria in Silian Raya Sub district Southeast Minahasa Regency. This research uses descriptive survey research by interviews using questionnaires and observation. The population is the entire population in Southeast Silian Raya Sub district Southeast Minahasa Regency that there are 5731 residents and 194 samples obtained by existing residents. Sampling studies using cluster random sampling system based on the population of each village as a cluster. The sampling technique for each environment using simple random sampling technique.The results obtained are the actions of the respondents against malaria among others habits are outside the house at night for 90.2%, ownership of mosquito nets 85.6%, custom clothes hanging in the home by 93.3%, in the habit of using drug mosquito that only 24.7%, habits in the use of repellent or Autan by 1.5%, and the use of wire mesh ventilation of 4.6%.Keywords: malaria, community action.Abstrak: Penyakit malaria merupakan penyakit tropis yang disebabkan oleh parasit genus Plasmodium, yang termasuk golongan protozoa melalui perantaraan gigitan nyamuk Anopheles spp. Berdasarkan The World Malaria Report 2012, tercatat 219 juta kasus malaria dengan 660.000 kematian di dunia yang terjadi pada tahun 2010 dan Indonesia merupakan salah satu dari 104 negara yang termasuk negara endemis malaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tindakan masyarakat terhadap penyakit malaria di Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey yang bersifat deskriptif dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner dan observasi. Populasi adalah seluruh penduduk di Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara yaitu ada 5731 penduduk dan sampel yang diperoleh ada 194 penduduk. Pengambilan sampel penelitian menggunakan sistem Cluster Random Sampling berdasarkan penduduk pada masing-masing desa sebagai cluster. Teknik pengambilan sampel untuk setiap lingkungan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian yang didapat yaitu tindakan responden terhadap penyakit malaria antara lain kebiasaan berada diluar rumah pada malam hari sebesar 90,2%, kepemilikan kelambu 85,6%, kebiasaan menggantung pakaian didalam rumah sebesar 93,3%, kebiasaan dalam menggunakan obat nyamuk yang hanya 24,7%, kebiasaan dalam penggunaan repelen atau autan sebesar 1,5%, dan penggunaan kawat kasa ventilasi sebesar 4,6%.Kata kunci: malaria, tindakan masyarakat.
KADAR TUMOR NECROSIS FACTOR – α PADA SERUM PENDERITA MALARIA DENGAN GEJALA DEMAM Thiosanto, Monica; Bernadus, Janno; Tuda, Josef S. B.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 6, No 1 (2014): JURNAL BIOMEDIK : JBM Maret 2014
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.6.1.2014.4162

Abstract

Abstract: Malaria is classified as one of the infectious diseases that is very dangerous and can cause death. It is caused by parasites that live and thrive in human red blood cells. The disease is not just a problem in developing countries but also in developed countries. As an infectious disease, one of malaria clinical symptoms is fever. Theoretically, it is stated that TNF-α belongs to the cytokines that can cause fever. This was a descriptive study. The body temperatures of patients with malaria fever were measured and the levels of serum TNF-α were examined by using the ELISA method. There were 40 samples obtained by using simple random sampling. The results showed that moderate level of TNF-α (100-500 pg/ml) was found in 36 samples (90%); low level of TNF-α (<100 pg/ml) in 4 samples (10%); meanwhile high level of TNF-α was not found (0%). The data showed that although in most samples the increased body temperatures were associated by the increased TNF-α levels, this condition was not found in all samples Conclusion: In general, the levels of TNF-α increased in patients with malaria fever.Keywords: TNF-α, malaria, fever  Abstrak: Malaria tergolong sebagai salah satu penyakit infeksi yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini bukan hanya menjadi masalah di negara berkembang, namun juga di negara-negara maju. Malaria disebabkan oleh parasit yang hidup dan berkembang dalam sel darah merah manusia. Sebagai penyakit infeksi, malaria memiliki gejala-gejala klinis, salah satunya ialah demam. Dikatakan bahwa TNF-α merupakan sejenis sitokin yang menyebabkan terjadinya demam. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan sampel sejumlah 40 penderita malaria yang diambil secara simple random sampling. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran suhu tubuh penderita malaria yang disertai demam dan kadar serum TNF-α dengan menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kadar TNF-α sedang (100-500 pg/ml) ditemukan pada 36 sampel (90%), kadar rendah (<100 pg/ml) pada 4 sampel (10%), sedangkan kadar tinggi tidak ditemukan (0%). Data yag diperoleh memperlihatkan bahwa walaupun pada sebagian besar kasus peningkatan suhu tubuh disertai dengan peningkatan kadar serum TNF-α, namun kondisi ini tidak berlaku bagi seluruh sampel. Simpulan: Kadar TNF-α umumnya meningkat pada penderita malaria yang mengalami demam.Kata kunci: TNF-α, malaria, demam
Deteksi transmisi virus dengue pada nyamuk wild Aedes Aegypti betina di Kota Manado Trovancia, Grace; Sorisi, Angle; Tuda, Josef S.B.
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14661

Abstract

Abstract: Dengue hemorrhagic fever is an acute disease with clinical manifestations of hemorrhage caused by dengue virus infection. Manado is endemic dengue. Dengue virus has the ability to maintain its existence in nature through horizontal and vertical transmission. There are several ways to detect the dengue virus by Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) and immunohistochemistry Streptavidin Biotin Peroxidase Complex (ISBPC). This research aims to determine the wild Aedes aegypti population in Manado and to detect dengue virus in wild mosquito Aedes aegypti by ISBPC methods. This was a descriptive survey study with a cross sectional design to describe the transmission of dengue virus in wild mosquito Aedes aegypti in the city of Manado. The results showed that there were 5 wild Aedes aegypti mosquitoes positive for dengue virus, and 36 wild Aedes aegypti mosquitoes negative containing dengue virus. Conclusion: Of the 41 samples immunohistochemistry tested, 5 samples showed dengue virus transmission in wild mosquito Aedes aegypti in Manado which is a positive possibility of horizontal transmission.Keywords: detection of dengue virus, transmission, wild Aedes aegypti, Manado. Abstrak: Demam berdarah dengue adalah suatu penyakit akut dengan manifestasi klinis perdarahan yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Manado merupakan daerah endemis demam berdarah. Virus dengue memiliki kemampuan untuk mempertahankan keberadaannya di alam melalui transmisi horizontal dan vertikal. Ada beberapa cara untuk mendeteksi virus dengue yaitu Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan imunohistokimia Streptavidin Biotin Peroxidase Complex (SBPC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi nyamuk wild Aedes aegypti di Kota Manado dan mendeteksi virus dengue pada nyamuk wild Aedes aegypti dewasa menggunakan metode imunohistokimia streptavidin biotin peroxidase complex (ISBPC). Jenis penelitian ialah survei deskriptif dengan desain potong lintang untuk mengetahui gambaran transmisi virus dengue pada nyamuk wild Aedes aegypti betina di Kota Manado. Hasil pene;itian mendapatkan 5 nyamuk wild Aedes aegypti positif mengandung virus dengue, dan 36 nyamuk wild Aedes aegypti negatif mengandung virus dengue. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 41 sampel yang telah diuji imunohistokimia, 5 sampel gambaran transmisi virus dengue pada nyamuk wild Aedes aegypti betina di Kota Manado yang kemungkinan transmisi horizontal adalah positif. Kata kunci: deteksi virus dengue, transmisi, wild Aedes aegypti, Manado.
Kecacingan usus pada anak sekolah dasar di Tanawangko Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Luis, Renjer; Tuda, Josef S.B.; Sorisi, Angle
eBiomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.2.2016.13998

Abstract

Abstract: Helminth is one of the most commonly infected parasites in human. According to WHO, more than 1,5 billions of people around the world are infected by helminthes. The highest number of helminthiasis cases is of school age children. This study was aimed to obtain the helminthiasis cases in students of elementary schools at Tanawangko Minahasa and to identify the types of helmiths. This was a descriptive study. Feces samples from the students were kept in feces pot and then were examined microscopically. The results showed that of the 118 feces samples there were five samples (4.3%) which were positively infected by helminth, Ascaris lumbricoides. Keywords: helminths, student of elementary school Abstrak: Cacing usus merupakan salah satu parasit yang paling banyak menginfeksi manusia. WHO mencatat lebih dari 1,5 miliar orang di seluruh dunia terinfeksi cacing usus dengan angka tertinggi terjadi pada usia anak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecacingan usus pada murid sekolah dasar di Tanawangko Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa dan juga mengidentifikasi jenis cacing usus yang menginfeksi. Jenis penelitian ini ialah survei deskriptif. Pengambilan sampel feses menggunakan pot feses yang diberikan kepada murid-murid dan dilakukan pemeriksaan mikroskopik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dari 118 pot yang dikembalikan didapatkan hasil 5 murid (4,3%) yang terinfeksi cacing usus. Jenis cacing yang ditemukan ialah Ascaris lumbricoides dari kelima murid tersebut.Kata kunci: kecacingan usus, anak sekolah dasar
JENIS DAN KEPADATAN TUNGAU DEBU RUMAH YANG DITEMUKAN DI KELURAHAN TELING BAWAH KECAMATAN WENANG KOTA MANADO Kawulur, Yohanes C. W.; Tuda, Josef S. B.; Wahongan, Greta J. P.
eBiomedik Vol 1, No 3 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.3.2013.3263

Abstract

Abstract: Based on data from district Wenang health centers, there are many known cases of asthma and dermatitis. Asthma and dermatitis can be caused by the presence of dust mites. House dust mites are found in damp houses, mattresses, pillows, bolsters, carpets and many other home furnishings. It highest population was found in the bedroom of dust, especially in mattress dust.. The purpose of this study to determine the species and density of house dust mites in the Teling Bawah Village, District of Wenang Manado City. This research method is descriptive survey with a cross-sectional approach (cross-sectional). Samples were collected from people's homes in the Teling Bawah Village, District of Wenang Manado City then examined in the laboratory of Parasitology, Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi Manado. Results of this study found four species of house dust mites are Dermatophagoides spp, acarus spp, Glycyphagus destrucor spp, and Tarsonemus spp. House dust mite densities obtained an average of 2.21 in the bedroom and 2.13 in the living room. Conclusion: TDR type most commonly found are Dermatophagoides spp and TDR density in the bedroom is higher than in the living room.Keywords: house dust mites, species, densityAbstrak: Berdasarkan data dari puskesmas Kecamatan Wenang, diketahui banyak terdapat kasus asma dan dermatitis. Asma dan dermatitis bisa diakibatkan oleh keberadaan tungau debu rumah. Tungau debu rumah banyak ditemukan pada rumah yang lembab, kasur, bantal, guling, karpet serta berbagai perabot rumah yang lain. Populasi TDR terbanyak didapatkan pada debu kamar tidur terutama pada debu kasur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis dan kepadatan tungau debu rumah di Kelurahan Teling Bawah Kecamatan Wenang Kota Manado. Metode penelitian ini secara survey deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Sampel penelitian dikumpulkan dari rumah-rumah penduduk di Kelurahan Teling Bawah Kecamatan Wenang Kota Manado kemudian diteliti di laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran, Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian ini ditemukan 4 jenis tungau debu rumah yaitu Dermatophagoides spp, Acarus spp, Glycyphagus destrucor spp, dan Tarsonemus spp. Kepadatan tungau debu rumah didapatkan rata-rata 2,21 di kamar tidur dan 2,13 di ruang tamu. Simpulan: Jenis TDR yang paling banyak ditemukan yaitu Dermatophagoides spp serta kepadatan TDR di kamar tidur lebih tinggi dibandingkan di ruang tamu.Kata kunci: Tungau debu rumah, jenis, kepadatan
GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT MALARIA DI KECAMATAN SILIAN RAYA KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Akay, Cecilia S.; Tuda, Josef S. B.; Pijoh, Victor D.
e-Biomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i1.7421

Abstract

Abstract: Malaria is a disease caused by the protozoa obligate intracellular species of Plasmodium genus. In Indonesia, malaria is a very complex problem of public health. This was a descriptive study, using questionnaires to the respondents. The study was conducted in Silian Raya (Minahasa Tenggara) during October 2014 until January 2015. There were 194 respondents. Sampling system was based on cluster random sampling in each village, then for sampling of each village we used simple random sampling. All respondents had heard about malaria disease (100%), and most respondents obtained that information from health counseling (65.5%). The knowledge that malaria was due to mosquito bites were found among 99.5% respondents, but most respondents did not know about the type of mosquitoes that caused malaria. The knowledge about the time that the mosquitoes transmitting malaria bit at night was found among 57.7% respondents. The knowledge about the breeding of malaria mosquito was found among 99.5% respondents; about signs and symptoms of malaria 99.5% respondents; and prevention of malaria 99.5% respondents.Keywords: malaria, knowledgeAbstrak: Malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh protozoa obligat intraseluler dari genus Plasmodium. Di Indonesia penyakit malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat yang multi kompleks. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif, dengan melakukan komunikasi langsung berupa wawancara atau kuesioner kepada responden. Penelitian dilakukan di Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara dan waktu penelitian di laksanakan selama bulan Oktober 2014 sampai Januari 2015 dengan responden sebanyak 194 orang dan pengambilan sampel berdasarkan sistem Cluster Random Sampling pada masing-masing desa, kemudian untuk pengambilan sampel setiap desa menggunakan Simple Random Sampling. Semua responden pernah mendengar tentang penyakit malaria (100%)dan paling banyak responden mendengar informasi tersebut dari penyuluhan kesehatan (65.5%). Untuk pengetahuan responden tentang gigitan penyebab penyakit malaria ialah oleh gigitan nyamuk (99,5%), tetapi responden paling banyak tidak tahu (68%) tentang jenis nyamuk penular penyebab penyakit malaria. Untuk Pengetahuan responden tentang waktu menggigit nyamuk penular penyebab penyakit malaria ialah malam hari (57.7%). Pengetahuan responden tentang tempat perindukan nyamuk penyebab malaria(99,5%),tanda dan gejala penyakit malaria(99,5%), dan pencegahan penyakit malaria (99,5%).Kata kunci: malaria, pengetahuan
Infeksi parasit usus pada anak sekolah dasar di pesisir pantai Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara Tangel, Finka; Tuda, Josef S. B.; Pijoh, Victor D.
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.10838

Abstract

Abstract: Parasite infection is still an endemic disease that can be found in any place in Indonesiathat can cause problems in public health, especially for children in elementary school age. The purpose of this research is to describe the intestinal parasite infection in children at coastal area in Wori district, North Minahasa regency. The method of this research is descriptive survey. The subject of this research is student class I to VI of GMIM Budo and Kima Bajo elementary school in Wori district.The result of this research according to the finding of the stool examination: hookworm infection 4.7%, Entamoeba coli 39%, Chilomastix mesnili 3.1%, Blastocystis hominis 3.1%, Giardia lambia 3.9% and mixed infection 1.5 %.Keywords: intestinal parasite, children, elementary school.Abstrak: Penyakit akibat parasit usus masih merupakan penyakit endemik yang dapat ditemukan di berbagai tempat di Indonesia yang dapat menyebabkan masalah kesehatan masyarakat, khususnya pada anak yang masih dalam usia sekolah dasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran infeksi parasit usus pada anak sekolah dasar di pesisir pantai Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survei deskriptif.Subjek penelitian ini adalah anak SD GMIM Budo dan SD Negeri Kima Bajo kelas I sampai VI. Hasil penelitian berdasarkan pemeriksaan tinja, didapatkan infeksi cacing tambang 4,7%, Entamoeba coli 3,9%, Chilomastix mesnili 3,1%, Blastocystis hominis 3,1%, Giardia lambia 3,9% dan infeksi campuran 1,5%.Kata kunci: parasit usus, anak SD
Deteksi porfirin besi pada pakan darah nyamuk liar antropofilik menggunakan uji benzidine Mengko, Stevano; Tuda, Josef S.B.
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14660

Abstract

Abstract: The existence of human blood in mosquito’s bloodmeal is the characteristic of mosquitoes that bite humans (anthrophophilic). Anthropophilic is one of the indicator to determine the vectorial competence to assess effective and efficient vector. The anthropophilic characteristic was measured by detection of human blood using precipitin test. Benzidine test can be used to detection iron porphyrin through oxidation reaction and catalyzed by hemoglobin as peroxidase enzyme. Heme detection of mosquitoe’s bloodmeal using benzidine in Indonesia has not been reported yet. This study was aimed to obtain the effectiveness of benzidine test to detection human blood in antrophophilic mosquito’s bloodmeal. The mosquitoes were collected using human bait and sweeping collection technique at morning (06:00-09:00), afternoon (15:00-18:00), and in the night (20:00-00:00), and then determine by benzidine test. The results showed that from the collected mosquitoes there were 158 female mosquitoes of Aedes spp and Culex spp. The benzidine test showed 155 female mosquitoes showed discoloration on the indicator and 3 female mosquitoes did not. Conclusion: Benzidine test was effective to detection human blood from the mosquito’s bloodmeal to determine anthrophophilic mosquitoes.Keywords: anthropophilic, bloodmeal, benzidine. Abstrak: Adanya darah manusia dalam pakan darah nyamuk merupakan ciri dari nyamuk yang memiliki kesukaan menggigit hospes manusia (antropofilik). Sifat antropofilik nyamuk adalah salah satu indikator dalam penilaian kompetensi vektorial untuk menilai vektor yang efektif dan efisien. Penilaian sifat antropofilik dilakukan melalui penilaian pakan darah dengan uji presipitasi. Tes benzidine adalah salah satu uji yang dapat dilakukan karena efektif dalam mendeteksi porfirin besi (heme) melalui reaksi oksidasi yang dikatalisis oleh heme sebagai enzim peroksidase. Deteksi porfitin besi pada pakan darah nyamuk menggunakan benzidine belum banyak dilaporkan di Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah nyamuk yang mengisap darah hospes manusia (antropofilik) dapat dideteksi dengan uji benzidine. Penelitian dilakukan dengan menangkap nyamuk betina menggunakan umpan manusia dan sweeping pada jam puncak menggigit nyamuk yaitu pagi (06:00-09:00), sore (15:00-18:00), dan malam (20:00-00:00) lalu dilakukan tes benzidine. Hasil: Pada penangkapan nyamuk ditemukan 158 ekor nyamuk betina yang terdiri dari genus Aedes spp dan Culex spp. Pada uji presipitasi ditemukan 155 ekor nyamuk mengalami perubahan warna yang bervariasi pada indikator dan 3 ekor nyamuk tidak berubah warna. Simpulan: uji benzidine dapat dilakukan untuk penilaian sumber pakan darah nyamuk dalam menentukan sifat antropofilik nyamuk. Kata kunci: antropofilik, pakan darah, benzidine.
PERANAN LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI KECAMATAN SILIAN RAYA KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Pantow, Melisa; Tuda, Josef S. B.; Sorisi, Angle
e-Biomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i1.7428

Abstract

Abstract: Malaria, an infectious disease, is still an issue for public health world-wide, including in Indonesia. Malaria is caused by Plasmodium Sp. which is transmitted by the Anopheles mosquito. Southeast Minahasa Regency has high malaria rate. This study aimed to know the role of the environment on the incidence of malaria in Silian Raya subdistrict, Southeast Minahasa regency. This was a descriptive survey. The population was the community in Silian Raya subdistrict, Southeast Minahasa regency with 194 respondents. The results showed that people in Silian Raya subdistrict mostly live around swamps, rice paddies, and rivers. This study also showed that only a few people of Silian Raya subdistrict who had pets, and fish ponds around their houses.Keywords: malaria, environmentAbstrak: Malaria adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Dunia termasuk di Indonesia. Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium Sp ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Kabupaten Minahasa Tenggara merupakan salah satu Kabupaten yang angka malarianya tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peranan lingkungan terhadap kejadian malaria di Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Jenis penelitian ini adalah survey yang bersifat deskriptif. Populasi penelitian adalah masyarakat di Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara dengan jumlah sampel 194 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kecamatan Silian Raya sebagian besar memiliki tempat tinggal di sekitar rawa, sawah, sungai. Penelitian ini juga menunjukkan hanya sedikit masyarakat Kecamatan Silian Raya yang memiliki hewan peliharaan atau kolam ikan di sekitar tempat tinggal.Kata kunci: malaria, lingkungan